
Teriakan Kenzi menggema di seluruh ruangan, Naina yang berada di dapur segera menghampiri asal suara yang memekakkan telinga. Berjalan dengan tergesa-gesa karena sangat khawatir dan juga penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi, melihat dengan jelas bagaimana raut wajah Kenzi yang menahan amarah.
"Ada apa? kenapa kamu berteriak?!" ucap Naina.
"Daddy kecebong dan kedua putranya memakan seluruh makanan yang telah aku pesan, Ma." Kenzi mendengus kesal karena tak terima dengan perlakukan El dan twins N.
"Tenang saja, mama baru saja memasak! kamu ambil saja," tutur Naina yang berlalu pergi.
"Mama mau kemana?" tanya Kenzi yang penasaran.
"Ke butik untuk menemui kakak ipar," sahut Naina tanpa menoleh, Kenzi menatap sang ibu yang menjauh dari pandangannya. Dia melangkahkan kaki masuk ke dapur dan mencari makanan untuk mengisi perutnya yang lapar.
Senyuman mengembang saat menemukan capcai dan ayam bakar kesukaannya, menu yang selalu tersedia di kediaman Wijaya. "Akhirnya aku menemukanmu," ucapnya pelan sembari mengambil makanan dan menyusunnya di atas meja makan, kembali ke dapur untuk membuat minuman segar untuknya. Ada begitu banyak pelayan di Mansion, tapi Kenzi ingin mengambilnya sendiri tanpa bantuan dari para pelayan. Kebiasaan saat melanjutkan pendidikannya di Paris membuatnya menjadi pria mandiri dan bahkan bisa memasak.
Senyum tak pernah luntur dari wajahnya, memegang segelas jus dan berjalan menuju meja makan. kedua pupil matanya membesar saat melihat Abian yang sedang menjilati jari-jarinya. "Ayamnya sangat enak," ucap Abian yang tersenyum saat melihat kedatangan Kenzi.
"Berani sekali kamu memakan makanan ku," cetus Kenzi yang berlari mendekati Abian seraya memiting kepalanya menggunakan tangan.
"Aku mengira jika ayam bakar itu tidak ada tuannya, tapi kamu tenang saja, aku telah menyisakan sepotong. Singkirkan tanganmu dari leherku." Abian berusaha memberontak agar terlepas dari Kenzi.
"Yang pertama kak El, kedua cucu kecebong, dan sekarang? Kamu juga melakukannya. Apa kesalahanku di masa lalu hingga bisa berada di antara kalian!" seloroh Kenzi.
"Apa? Aku hanya memakan 4 potong ayam bakar saja, kenapa kamu sangat heboh begitu?" Ucap Abian dengan santai, dengan cepat dia membalikkan keadaan dan berhasil terlepas dari Kenzi.
"Tapi kamu menyisakan aku hanya sepotong saja, keterlaluan!"
"Apa itu artinya kamu menginginkan ayam bakar itu kembali?"
"Ya," jawab Kenzi singkat, padat, dan jelas. Dia mengira jika Abian menggantinya, tapi jauh di luar dugaannya, Abian memasukkan jari ke dalam mulutnya sendiri membuatnya mual.
"Baiklah."
"Tunggu dulu, apa yang kamu lakukan?" tanya Kenzi yang mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Mengeluarkan semua ayam bakar yang sudah aku makan," sahut Abian.
"Selera makanku jadi hilang karena dirimu," ketus Kenzi yang berlalu pergi meninggalkan Abian yang tersenyum tipis, tatapan matanya menuju ke salah satu piring yang berisi ayam bakar, dengan cepat dia mengambil dan memakannya.
Seseorang memperhatikan itu, menggelengkan kepala. Tatapan tajam seperti elang melekat pada Al, menuruni tangga yang berjalan dengan penuh kharisma. Salah satu tangannya masuk ke dalam saku celana samping dan sebelahnya lagi sedang memainkan ponsel.
****
Kenzi sangat kesal dengan keluarga yang selalu saja usil, membuka pintu kamar dan menutupnya dengan kasar. Kayla terkejut saat mendengar suara pintu yang di banting, segera menutup telfon pentingnya. Mendekati suaminya yang sedang duduk di sudut ranjang dan membelai rambut Kenzi dengan lembut.
"Ada apa? jika ada masalah ceritakan saja dengan ku," ucap Kayla dengan lembut. Kenzi mendekap tubuh Kayla dengan erat sembari membenamkan kepalanya ke leher jenjang yang selalu membuatnya candu dan ketagihan.
"Aku sedang kesal dengan mereka karena telah mengambil makanan ku," tutur Kenzi yang merengek.
"Cup...cup, tenanglah. Apa kamu sangat lapar? maafkan aku yang kurang memperhatikanmu, ayo ikut aku."
Kenzi menatap lekat istrinya yang cantik, "kemana?"
"Aku akan memasak untukmu." Ucapan dari Kayla membuat mata Kenzi berbinar dan bersemangat, mengingat jika dia belum makan apapun dari tadi.
"Hem, itu benar." Kayla berdiri dari duduknya dan ingin meninggalkan tempat itu, Kenzi dengan cepat mencekal tangan istrinya.
"Tunggu dulu!"
"Ada apa?" tanya Kayla yang menoleh.
"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu dan ini sangatlah penting."
"Baiklah, katakan saja!" sahut Kayla yang menatap mata suaminya.
"Aku ingin kamu berhenti menjadi pemimpin Mafia Sky Blood," pintanya yang berharap jika Kayla menyetujuinya.
"Maaf, tapi aku tidak bisa." Kayla menghela nafas dengan kasar menatap suaminya yang terlihat kecewa.
__ADS_1
"Tapi apa alasanmu? bukankah seorang istri harus mematuhi suaminya?"
"Itu benar, jika aku berhenti menjadi pemimpin, bagaimana dengan para anggotaku?"
"Apa anggotamu lebih penting di bandingkan calon anak kita ini? Aku tak ingin jika kamu kelelahan dan kurang tidur akibat beberapa pekerjaan dari markas Sky Blood."
"Tentu saja aku memilih calon anakku, tapi bagaimana dengan mereka yang membutuhkan pemimpin jika aku hengkang dari Mafia."
"Sayang, dengarkan aku kali ini saja. Kamu sedang hamil dan pekerjaan menjadi mafia bukan pilihan yang tepat dengan keadaanmu yang berbadan dua." Kenzi menatap dalam mata Kayla, terselip rasa kecemasan yang menyelimuti perasaannya saat ini. Berusaha untuk menasehati, dia sangat khawatir dan mencemaskan nasib Kayla dan juga calon anaknya, apalagi pekerjaan sebagai Mafia sangatlah berbahaya.
"Ya, kamu benar. Ada begitu banyak musuh yang akan menyerang, tapi bagaimana dengan anggotaku?"
"Apa kamu lupa siapa suami mu ini? serahkan semuanya kepadaku," ucap Kenzi yang membusungkan dadanya.
"Bagaimana caranya?" Kayla mengerutkan keningnya.
"Aku berencana untuk menggabungkan kedua aliansi milik kita, kombinasi dan kekuatan yang tidak bisa di tandingi oleh aliansi lain. Aku dengar jika asistenmu disana seorang wanita, itu sangat cocok sekali," seru Kenzi membuat Kayla cemberut.
"Apa kamu menyukai asistenku?" ketusnya.
"Aku sudah memilikimu, untuk apa aku mencari yang lain?! tapi asisten mu sangat cocok dengan asistenku yang bernama Bram, seorang jomblo abadi yang sangat menyedihkan," ungkap Kenzi dengan jujur sembari menggelengkan kepalanya dengan pelan.
"Kenapa kamu tiba-tiba ingin mengurusi urusan orang lain?" tanya Kayla dengan penuh selidik, memicingkan kedua mata menatap pria yang ada du hadapannya.
"Entahlah, tapi aku sangat ingin menjodohkan mereka. Bukankah Jimmy mengatakan jika aku mempunyai dampak dari kehamilanmu?! dan itulah yang terjadi kepada ku."
"Terserah padamu saja, apa kita akan mengobrol sepanjang waktu? aku akan memasak untukmu."
"Baiklah, aku akan menunggu hingga makanan itu selesai kamu masak. Pasti rasanya sangat berbeda, apalagi yang membuatnya adalah istri tercinta," puji Kenzi.
"Aku sangat bahagia mempunyai suami limited edition sepertimu," tutur Kayla.
"Apa maksudnya itu?" tukas Kenzi yang tak mengerti.
__ADS_1
"Semua sifat dan kelakuanmu sangatlah berbeda dari kebanyakan orang lain, bagaikan barang yang sangat berharga dan juga sangat langka."
"Itulah aku!" sahut Kenzi dengan bangga.