Suamiku Limited Edition

Suamiku Limited Edition
Eps 40 - Perasaan Vivian


__ADS_3

Kedua sumi istri itu sedang mengemas tas yang berisi kebutuhan mereka, hanya 1 koper saja yang mereka bawa karena Kenzi dan Kayla tipe orang yang tidak ingin repot. Jika memerlukan barang ataupun pakaian mereka bisa membelinya, "apa hanya itu saja barang yang ingin kamu bawa?" ucap Kenzi yang menatap istrinya.


"Iya, lalu?" sahut Kayla yang juga menatap suaminya.


"Biasanya wanita membawa banyak barang kebutuhannya."


"Tidak semua, aku termasuk pengecualiannya. Bukankah suamiku ini kaya? aku akan menguras uangmu," ujar Kayla yang tertawa jahat.


"Dasar mata duitan!"


"Itu setara saat kamu menikmati tubuh seksi milikku," cetus Kayla yang masih kesal dengan Kenzi yang selalu meminta jatah tanpa lelah sedikitpun. Kenzi tersenyum seakan nendapatkan cela, dia membuka dompet dan melempar 5 kartu tanpa limit ke arah Kayla yang masih tertawa.


"Ambillah, semuanya untukmu."


"Kenapa kamu sangat baik sekali? katakan tujuan mu sebenarnya," ucap Kayla dengan tatapan menyelidik.


"Kamu bisa mempergunakan sepuasnya, asal...." ucapan Kenzi terputus karena di sela oleh Kayla, "asal apa?" tanyanya yang sangat penasaran.


"Asal aku menikmati tubuhmu sepuasnya," ucap Kenzi yang mendekati istrinya dengan tersenyum nakal, dengan cepat Kayla mendorong tubuh suaminya dan menendang hingga terjungkal ke belakang.


"Dasar pria mesum, hidung belang, muka tembok. Aku bukan wanita kupu-kupu yang bisa kamu bayar dengan uang, simpan saja uangmu itu," ucap Kayla yang meninggikan suaranya sembari mengatur nafas akibat merasa kesal.


"Kamu ini kasar sekali, aku hanya meluruskan perkataanmu saja Itu setara saat kamu menikmati tubuh seksi milikku. Kamu sendiri yang mengatakan hal itu," sahut Kenzi yang berdiri dan duduk di sisi ranjang.


"Hehe....bukan salahku, kamu sendirilah yang membuat aku kesal. Tidak pernah merasa lelah, selalu saja meminta jatah," gerutu Kayla membuat Kenzi tertawa pelan saat melihat wajah cemberut istrinya yang tampak menggemaskan.


"Kamu bereskan semuanya, aku akan menelfon Amar dulu."


"Tidak perlu meminta izin, pergilah!" ketus Kayla, sedangkan Kenzi cekikikan dan berlalu pergi menuju keluar kamar sembari menelfon asistennya.


"Halo, kamu dimana?" tanya Kenzi yang menghubungi Amar, dia membuka pintu dan terkejut melihat siapa yang datang.


"Di depan anda Tuan."

__ADS_1


"Sial," umpat Kenzi yng mematikan telfonnya sembari menatap pria tampan yang tengah tersenyum.


"Kita bicara di luar saja," ajak Kenzi kepada sang asisten.


"Baik tuan."


Baru saja mereka melangkah, kedua pria tampan itu terpeleset akibat kelereng yang bertaburan di lantai. Kenzi sangat marah dengan kondisi sialnya, "aku yakin ini pekerjaan cucu kecebong," gumamnya yang kembali bangkit. Begitupun dengan Amar yang juga berusaha bangkit, tapi mereka kembali terjatuh karena lemparan balon air mengenai tubuh mereka. Kekesalan yang tidak bisa di bendung lagi, "ALEX, LEXA, LEXI, NIKO, NIKI keluar kalian!!" pekik Kenzi mengelegar membuat seisi mansion mendengarnya.


"Tidak ada satupun dari kelima nama yang di panggil, mereka hanya bersembunyi dan cekikikan. Kenzi kembali berdiri dan dengan cepat berjalan ke ruang Cctv untuk menemukan persembunyian mereka, " lihat saja, aku akan menggantung mereka jika mendapatkan persembunyiannya," gumam Kenzi yang di ikuti oleh Amar.


"Paman mencari ku?" ucap Niki yang tersenyum penuh arti.


"Oho, untung saja kamu di sini. Itu akan membuat pekerjaan ku menjadi lebih mudah," tutur Kenzi yang juga tersenyum.


Kenzi yang mengenal kelima keponakannya berusaha tenang, "kali ini kalian akan tertangkap," batinnya.


Niki yang berlari berusaha untuk menghindari sang paman, namun sia-sia saja karena Kenzi berdiri di hadapannya dan tak sengaja menabrak. "Mau lari kemana kamu hah? aku akan membuat pembalasan karena kamu selalu menggangguku," cetus Kenzi yang menatap Niki dengan kesal, sedangkan yang lainnya melarikan diri.


Niki menelan saliva dengan susah payah sembari menatap Kenzi yang sedikit ketakutan, dengan entengnya Kenzi membawa Niki layaknya sang induk kucing membawa anaknya, perbedaan terletak dengan caranya.


"Ck, kesalahanmu sangatlah banyak. Aku akan membalasmu hari ini juga," tutur Kenzi.


"Bibi Kayla, lihat apa yang di lakukan oleh Paman kepadaku," pekik Niki yang mengadu membuat Kenzi dengan cepat menoleh, Niki tersenyum saat mendapatkan kesempatan dan meloloskan diri sejauh mungkin. Kenzi sangat marah dan menatap asistennya, "kenapa kamu tidak memegang bocah setan itu?"


"Maaf Tuan, saya juga refleks menoleh."


"Dasar tidak berguna! untuk sekarang bocah setan itu boleh kabur tapi tidak di lain waktu," ucapnya.


****


Vivian menggunakan pakaian feminim dan menatap cermin, dia sangat puas dengan penampilan barunya. Walaupun dia tidak nyaman menggunakan gaun santai itu, "semoga saja Rayyan melirikku dengan penampilan seperti kak Lea," gumamnya dengan penuh percaya diri.


Vivian keluar dari kamar dan menuruni tangga, semua orang sangat terkejut dengan penampilan Vivian. Naina menatap putrinya sembari memeriksa kening, "suhu tubuhmu normal, tapi apa yang terjadi?" tanya Naina.

__ADS_1


"Tidak ada, hanya merubah penampilan seperti kak Lea."


"Oho, apa putriku sedang jatuh cinta dengan seseorang?" ujar Bara yang di angguki kepala oleh Vivian dengan cepat.


"Itu bagus, semoga sukses!" ucap kedua orang tuanya yang sangat antusias.


"Aku pergi dulu," pamitnya.


"Hati-hati di jalan Sayang," sahut Naina yang melambaikan tangannya.


Kayla mengendarai mobil dan tersenyum bahagia, dia akan menyatakan perasaannya kepada pria yang menarik hatinya sejak lama. Memasuki kantor Rayyan dengan senyum yang tak pernah luntur, hingga dia masuk ke dalam ruangan tempat sang pujaan hati bekerja.


Senyum di wajahnya luntur saat melihat Rayyan sedang berciuman mesra dengan sekretaris nya sendiri, perasaan yang sangat hancur, air matanya berderai di pipi, perasaannya sangatlah sakit saat mengetahui hal itu. Rayyan dan wanita itu mengalihkan perhatian mereka menatap siapa yang datang, "kenapa kamu ada di sini?" tanya Rayyan yang menghentikan aktivitas mereka.


"Aku....aku kesini hanya untukmu."


"Untukku? katakan ada apa?" tanya Rayyan yang mengerutkan dahinya.


"Bagaimana dengan penampilanku?" ucap Vivian yang mengelap air mata yang membasahi ke dua pipinya.


"Maafkan aku yang tidak memperhatikanmu, kamu terlihat cantik dengan penampilan barumu."


"Apa kamu tau alasannya?" tanya Vivian yang hanya di balas dengan gelengan kepala.


"Aku merubah penampilanku hanya untuk dirimu karena aku sangat mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu," ungkap Vivian yang menangis.


"Apa? apa kamu sedang bercanda?"


"Apa aku terlihat begitu? aku mengatakan hal yang sebenarnya."


"Aku akui jika aku tidak menyukai keberadaanmu yang selalu saja menempel padamu, tapi satu hal yang aku beri tahu kepadamu. Jika aku menganggapmu hanya seorang adik dan kamu bukanlah tipeku," tutur Rayyan yang monohok membuat Vivian sangat bersedih.


Vivian tersenyum miring sambil menghapus air matanya dengan cepat, "baiklah, jika itu keinginanmu. Aku VIVIAN WIJAYA dan mulai detik ini tidak akan menganggumu lagi, dan aku akan menganggapmu hanyalah orang asing," kata Vivian yang berlalu pergi dengan perasaan patah hati.

__ADS_1


Sepasang mata menatap kejadian itu dengan jelas, dia tidak tau bagaimana mengapresiasikan situasinya membuat dia bingung. Di satu sisi dia menyukai hal itu dan di sisi lain kesedihan dan patah hati yang di rasakan oleh Vivian.


__ADS_2