Suamiku Limited Edition

Suamiku Limited Edition
Eps 26 - Terungkap


__ADS_3

Abian sangat syok mendengar kabar yang baru saja keluar dari mulut Jimmy, dia sangat senang mendengar kabar kehamilan dari Lea tetapi sangat ketakutan akan kehilangan Lea. Abian mengacak rambutnya dan mengusap wajahnya dengan kasar, "kenapa engkau selalu saja mengujiku? apa engkau masih belum puas dengan penderitaanku selama ini tuhan," Batin Abian yang menjerit.


"Kenapa ini bisa terjadi? bukankah kamu selalu mengatasinya?" tanya Jimmy yang sangat penasaran dengan apa yang terjadi.


"Aku juga tidak tau, bagaimana Lea bisa hamil dan aku selalu memberikan pil kontrasepsi kepadanya."


"Bisa jadi dia tidak meminum pil itu," praduga Jimmy yang menatap Abian dengan sangat serius.


"Bagaimana itu mungkin jika aku melihatnya sendiri."


"Apa kamu yakin dengan itu? apalagi Lea sangatlah pintar dalam hal apa pun." Perkataan dari Jimmy berhasil membuat Abian diam terpaku mengalihkan pandangannya ke bawah.


"Tidak mungkin jika Lea tahu akan hal ini, tapi bagaimana jika dia mengetahuinya?" gumam Abian yang masih terdengar oleh Jimmy.


"Bukankah ini hal yang membahagiakan untuk istrimu? maka bicarakan ini dengan perlahan kepadanya. Ayo kita kesana atau semua orang akan mencurigaimu," ajak Jimmy.


Mereka berjalan menuju semua orang membuat Al dan El menatap Abian dengan penuh selidik, "apa yang kalian bicarakan hingga menjauh dari kami?" tanya Al.


"Apa kalian menyembunyikan sesuatu mengenai keadaan Lea?" tanya El.


"Aku suaminya dan ingin menjadi yang pertama dalam mengetahui semua tentang istriku," sahut Abian yang berusaha bersikap santai agar tidak di curigai oleh kedua kakak iparnya yang sangat pintar itu.


"Anggap saja aku percaya kepadamu, katakan bagaimana keadaan anakku?" tanya Nathan yang menatap Jimmy dengan sangat tajam, sedangkan Abian juga menatapnya penuh ancaman.


"Oh ya tuhan....kenapa aku terjebak dengan keluarga Wijaya? ini semua salah ayah Antoni, padahal aku sangat ingin bekerja di rumah sakit lain. Bagaimana ini? di satu sisi Abian dan di sisi lain ada paman Nathan?" batin Jimmy yang menelan saliva dengan susah payah.


"Cepat katakan sebelum aku mencekik mu," ancam Bara yang kesal dengan Jimmy.


"Lea baik-baik saja."

__ADS_1


"Jika dia baik-baik saja, kenapa wajahnya sangat pucat sekali?" sela Dita yang sangat mencemaskan anaknya.


"Itu karena dia tengah hamil," jawab Jimmy dengan terpaksa memberikan kabar tersebut, sontak semua orang terkejut dan sangat bahagia mendengarnya kecuali Abian. Dita memegang pundak menantunya, "aku melihat kekhawatiran di matamu, katakan kepada ibumu ini Nak!" ucap Dita yang menatap Abian dengan sangat dalam.


"Aku tidak ingin Lea hamil," ucap Abian dengan tegas membuat suasana bahagia itu menjadi mencekam.


"Apa maksudmu dengan itu?" tanya Al yang meninggikan suaranya sembari berjalan ke arah Abian.


Abian sangat bimbang untuk saat ini, dia tidak bisa menyembunyikan rahasia lebih lama dan memendamnya sendiri, "aku tidak ingin jika istriku dalam bahaya," lirih Abian yang mengusap salah satu sudut matanya yang berair.


Semua orang sangat terkejut dan penasaran tentang kondisi Lea yang tidak mereka ketahui, "apa yang kamu sembunyikan dari ku, katakan dengan jelas," ucap Dita yang meninggikan suaranya. Lidah Abian serasa keluh untuk mengatakan yang sebenarnya kepada semua orang, hingga Al dan El menanyakannya sekali lagi.


"Kenapa kamu diam saja, apa yang kamu sembunyikan!" bentak Al.


"Lea menderita Eklampsia dan sangat beresiko jika dia hamil, bisa kehilangan salah satu dari nyawa ibu dan janin atau keduanya bisa meninggal jika memaksa untuk tetap melahirkan seorang anak," ungkap Jimmy menjelaskan segalanya.


"Jangan menghalangi aku yang ingin menghajarnya," bentak Al.


"Diamlah, jangan bertindak sesuka hati mu. Kita akan mencari jalan keluarnya," tegas Nathan yang menatap putra nya dengan tajam.


"Kenapa kamu menutupinya Abian? apakah kamu tidak menganggap kami keluarga?" ucap Dita yang menangis.


"Maafkan aku Ibu, sungguh aku tidak berniat menyembunyikan ini dari kalian semua. Aku tidak berdaya, ada satu fakta lagi yang ingin aku katakan kepada kalian, " lirih Abian yang menekuk wajahnya seraya mengusap air mata yang tidak bisa dia bendung lagi.


"Ck, katakan atau aku akan memukul wajahmu," cetus El yang sekarang tersulut emosi.


"Lea pernah hamil dan aku terpaksa menggugurkannya, aku tidak ingin kehilangan istriku."


"APA? hal sebesar ini tidak kamu katakan kepada kami? dia itu putriku dan kamu adalah anakku, kenapa kamu menyembunyikan dari Ibumu ini Nak," seloroh Dita di sela-sela tangisannya.

__ADS_1


"Ma-maaf kan aku," ucap Abian yang juga menangis sembari menyatukan kedua tangannya kepada semua anggota keluarga.


Semua orang sangat mengkhawatirkan kondisi Lea yang lemah dan juga pucat, mereka tidak tau bagaimana akhir dari semua ini. Jimmy pamit kepada seluruh anggota Wijaya, dia juga sangat sedih melihat kondisi Lea.


"Aku mempercayakan Lea kepadamu tapi kamu malah merusaknya?" ucap seseorang yang tak lain adalah Kenzi yang baru bergabung dan mendengar semua perkataan keluarganya, dia berjalan mendekat dan mencengkram kerah leher Abian. Dengan cepat Bara menghalangi putranya yang sedang mengepalkan kedua tangannya yang hendak menghajar Abian.


"Sudah, jangan ada yang berdebat. Kita pikirkan jalan keluar dari semua ini," ucap Nathan dengan tegas membuat semua orang mematuhinya.


"Dan kamu, masuklah ke dalam untuk menemani Lea. Dan kalian semua, ikut aku ke ruang keluarga dan mencari solusi dari semua ini," tegas Bara yang menunjuk Abian dan semua anggota keluarga.


"Tapi Pa, biarkan aku menghajar pria ini," tukas Kenzi yang kesal.


"Ini perintah," tegas Bara yang menatap putranya.


Seluruh anggota pergi keruang keluarga untuk membicarakan jalan terbaik yang akan di lalui oleh Lea, sedangkan Abian masuk ke dalam kamar untuk menemani istrinya.


Abian menarik kursi seraya duduk dan mengusap lembut kepala Lea, wajah yang tampak pucat membuatnya sangat sedih dengan kondisi sang istri. Lea membuka matanya dan menatap Abian dengan tajam, "kenapa kamu melakukan ini padaku? hal sebesar ini kamu sembunyikan? apa kita ini orang asing?" pertanyaan Lea membuat Abian kelimpungan untuk menjawab semua pertanyaan yang bertubi-tubi.


"Maafkan aku Sayang, tidak ada maksudmu untuk menutupi segalanya. Aku tak sanggup untuk mengatakan hal itu," lirih Abian yang menatap istrinya dengan sendu.


Seketika Lea tertawa dan tiba-tiba menangis di saat bersamaan, "apa kamu tidak bahagia jika aku hamil? aku bahkan berjuang untuk ini. Dan aku tidak menduga jika kamu membohongiku dengan memberiku segelas susu yang di campur dengan pil kontrasepsi setiap harinya. Dan satu lagi, kamu pernah menggugurkan janin ku."


"Aku melakukan hal itu untuk menyelamatkan nyawamu dan tidak ada pilihan lain selain aborsi," sahut Abian.


"Aku wanita yang kuat, jangan menganggap aku lemah. Ayah macam apa kamu ini, hah? melenyapkan anak nya yang bahkan belum lahir itu," ucap Lea yang meninggikan suaranya.


"Maafkan aku."


Dengan cepat Lea mengusap air matanya, "mulai sekarang, aku akan menjaga janin ini hingga dia lahir. Tidak ada yang bisa menghalangiku termasuk dirimu, keluarlah dari sini!" usir Lea yang tak membuat Abian pergi, melainkan memeluk istrinya dengan erat.

__ADS_1


__ADS_2