Supreme God System 2

Supreme God System 2
Chapter 111 - Sang Phoenix Api Surgawi dan Permintaan!


__ADS_3

Kali ini, Qin Chen berhadapan dengan ras Undead yang berada di dalam Jurang Kematian Abadi. Untungnya, Undead memiliki titik lemah yang bisa Qin Chen manfaatkan sebagai serangan balik.


"Pedang Langit Peri!"


Kesembilan pedang peri muncul di belakang dengan cahaya bervariasi, Qin Chen mengarahkan serangan untuk menghancurkan Inti Kematian dari Undead yang berada tepat di hadapannya.


Melesat dengan cepat, menembus Inti Kematian dan meruntuhkan Undead yang berada dihadapannya. Dia datang untuk bertemu Jiwa Sang Phoenix Api Surgawi, sekarang berhadapan dengan Undead untuk menerima tantangan sebelum masuk lebih dalam.


Mendesis!


Dari samping terdengar desis Ular Raksasa, Qin Chen memalingkan kepalanya dan melihat kepala ular dengan tubuh telah di kombinasi menggunakan tubuh hewan lain. Tidak jelas hewan apa itu, terpenting sekarang adalah Ular itu memiliki tulang!


Membuka mulutnya mencoba melahap Qin Chen utuh-utuh. Tidak memiliki kulit maupun daging, ular tersebut sepenuhnya Undead tingkat tinggi dengan kekuatan hebat.


Sissss!


Melahap!


Masuk kedalam perutnya, cairan asam di mengalir dari tulang-tulang! Cairan itu dapat melumpuhkan saraf otak dan lainnya, Qin Chen dengan cepat menghantamnya dari dalam hingga Inti Kematian ular tersebut hancur berkeping-keping tanpa sisa.


Boom!


Meledak, dan tulang-tulang miliknya menancap di berbagai tempat bagaikan duri! Qin Chen yang tengah melayang, lalu jatuh kebawah untuk mempercepat mencapai dasar Jurang Kematian Abadi!


***


Hingga beberapa jam berlalu, Qin Chen akhirnya berada di dasar Jurang Kematian Abadi! Sebelumnya, Qin Chen tidak menggunakan kecepatan miliknya karena menghindari runtuhnya Jurang Kematian Abadi akibat hembusan angin, dan tidak menggunakan Telerportasi Instan dikarenakan akan membuatnya tidak menemukan petunjuk!


Di dasar Jurang Kematian Abadi, Qin Chen menginjakkan kakinya di tanah, melihat sekitarnya tampak jelas bahwa ada banyak Kematian. Energi Kematian meluap-luap begitu ganas dan membuat apapun di sekitarnya menjadi mati!


Mencari keberadaan Sang Phoenix Api Surgawi, Qin Chen menutup matanya, dan mencari sekitarnya menggunakan pengelihatan dan perasaan tentang Sang Phoenix Api Surgawi.


"Rasa hangat ini, tarikan Jiwa ini, sangat familiar ... "


Tidak lama dari dia menutup matanya, Qin Chen telah mendapatkan perasaan Sang Phoenix Api Surgawi, dia berjalan mengikuti arah yang diberikan oleh hatinya.


Sepanjang jalan, Qin Chen menghancurkan musuh-musuh di hadapannya dengan Domain yang hanya mencakup 5 meter dari tempat dia berdiri.

__ADS_1


[Mendeteksi panggilan Jiwa.]


[876 Kilometer arah Utara, Jiwa Sang Phoenix Api Surgawi merespon kehadiran anda, Tuan.]


Penjelasan Qin Qui membuat Qin Chen pergi ke arah depannya, melompati tebing dan menghapus keberadaan di Kematian! Melewati gunung melewati lembah, tidak ada yang tidak dia lewati sekarang ini!


Beberapa menit berlalu, Qin Chen tiba di gua kecil dengan minim cahaya di dalamnya. Masuk kedalam sambil mengeluarkan api untuk menerangi ruangan di dalam sana.


Namun, saat berada di dalam, Qin Chen hanya melihat kilauan cahaya yang terpancar keluar dari Pedang yang tidak diketahui oleh Qin Chen saat ini.


Terimakasih karena telah datang ke sini.


Suara wanita tiba-tiba terdengar di benaknya, Qin Chen melihat ke arah Senjata, dan duduk dihadapannya tanpa ada rasa takut sama sekali melihatnya.


Apa kamu tidak takut?


"Tidak, aku datang jauh-jauh dari Utara hingga kesini untuk mencari sisa-sisa Jiwa Sang Phoenix Api Surgawi."


Mencariku? Tunggu, tubuhmu memiliki napas Phoenix!


Apa! Apa dia baik-baik saja? Lalu bagaimana caramu dapat mendapatkan garis darah Api Surgawi!


"Ya, dia baik-baik saja ... Selama aku ada, dia akan baik-baik saja. Untuk pertanyaan keduamu, aku tidak dapat menjawabnya sekarang karena bersifat pribadi."


Syukurlah ... Aku tidak akan menanyakan lebih, selama kamu melindunginya dan tidak menyakitinya aku merasa senang.


Lalu, apa tujuanmu datang ke Jurang Kematian Abadi ini? Disini adalah tempat dimana jiwa-jiwa yang mati dengan banyak penyesalan di Duniawi.


"Ada beberapa tujuanku, pertama untuk bertemu denganmu dan bercerita tentang putrimu, dan segalanya yang ingin kau tanyakan. Tujuan kedua adalah, aku ingin mendengar cerita tentang Alam Surga saat kamu di puja sebagai Mahluk pertama diciptakan oleh God!"


Baiklah, seharusnya ini dapat membantu Alam Surga yang sekarang tengah kacau. Siapa namamu?


"Qin Chen."


Wanita tersebut terdiam tidak menjawabnya, dia mengetahui nama tersebut. Secara perlahan menampilkan wujudnya dengan sisa-sisa jiwa yang dia miliki di hadapannya dengan baik.


"Qin Chen ... Nama yang bagus."

__ADS_1


"Terimakasih."


Qin Chen memberikan pengelihatan langsung di hadapannya, pengelihatan tentang Mu Xuayin yang sekarang ini dimana dia telah menjadi Ratu Surga dan menyatukan wilayah-wilayah menjadi satu bagian.


Sang Phoniex Api Surgawi melihatnya dan bahagia melihat putrinya telah tumbuh dewasa menjadi wanita hebat. Tidak luput dengan cucunya Mu Mei Yin, dia melihatnya juga memiliki karakteristik sama seperti putrinya.


"Dia wanita yang hebat, pertama kali bertemu dengannya telah memberikan kesan misterius dan baik. Meksipun ada beberapa masalah yang menghalangi kami berdua, namun telah di selesaikan ...


Tidak ada yang dapat aku katakan lagi selain dia adalah wanita pertama yang kutemui. Perlu kamu ingat, dia begitu hebat dan begitu luas dalam pemikiran. Dia sebentar lagi akan naik menjadi Deity dan menjadi Dewa Sejati kedepannya."


"Terimakasih, ini lebih dari cukup untuk bisa melihat putriku telah menjadi sosok hebat di Alam Surga. Sebagai ibunya, aku sangat bangga dengan hasil yang telah dia raih sendiri dengan usahanya."


"Ya, aku tidak menduga akan hal tersebut selama tidak di sisinya. Ini juga mengejutkanku saat pertemuan keduaku dengannya."


"Satu hal yang ingin aku minta padamu, apa kamu dapat mengabulkannya?" Tanya wanita tersebut.


"Ya, selama aku dapat melakukannya, aku akan melakukannya."


"Suamiku, atau Ayah Mu Xuayin masih hidup sampai sekarang." Balasnya.


Qin Chen terdiam merinding, bagaimana bisa manusia hidup hingga sekarang. Dia menjadi serius melihat ke arah Sang Phoenix Api Surgawi.


"Umumnya manusia hanya dapat hidup 50-100 tahun, namun saat terjadi perang besar. Aku memberikan Air Abadi kepadanya untuk hidup menjaga Putri kami, kematiannya di palsukan oleh Dewi yang aku kenal dan baik padaku."


"Jadi ... Apa kamu memintaku untuk menemukan Ayah Mu Xuayin?"


"Ya, meskipun aku tidak berada di sampingnya, aku ingin dia mengenali ayahnya yang telah merawatnya dari kecil. Aku tidak tahu dimana dia sekarang, namun aku masih yakin dia masih hidup hingga sekarang."


"Jika ini adalah permintaanmu, baiklah. Aku Qin Chen akan mencarinya hingga ketemu dengannya, sekalipun ke dasar dimensi terkecil, aku akan mencarinya."


"Terimakasih, kau orang yang menarik dan baik."


Qin Chen masih tengah duduk tenang meskipun begitu, pikirannya terus bertanya-tanya. Sang Phoenix Api Surgawi lalu melanjutkan pembicaraan ini dan memberitahu Qin Chen segalanya.


...


*See You Again :)

__ADS_1


__ADS_2