
Istana Phoenix
Di dalam ruangan, Chu Chunhua begitu tenang dan dia duduk di kursi. Kepergian Qin Chen, dia menyertai dengan kekuatannya. Meskipun terpisah, mereka dapat berkomunikasi satu sama lainnya.
"Ibu ... Kenapa ibu tidak menahan Ayah agar tidak pergi ... " Ucap Chu Fengying kepada ibunya.
Kekhawatiran Chu Fengying kepada Qin Chen begitu tinggi, karena Qin Chen adalah ayahnya sekaligus orang yang paling berarti baginya setelah mengetahui bahwa Qin Chen adalah Ayah kandungnya.
"Tidak apa-apa ... Ibu lebih memahami ayahmu dari siapapun yang ada disini. Dia kuat, dan juga keras kepala. Tapi, dia tidak akan pernah gagal dalam apapun saat dia sendiri. Karena itu, ibu tidak menahannya dan membiarkannya pergi." Balasnya.
Qiu Yu Ran terduduk di kursi mendengarnya, disamping perlahan putra dan Putri kecilnya mendekatinya. Memeluk ibunya dengan erat, dia masih kecil tapi sudah melihat pertengkaran Keluarga.
"Ibu ... Ibu tidak boleh sedih ... Ayah pasti kembali." Ucap Qin Changyi kepada ibunya yang tersayang.
"Ya ... Kemarilah dan duduk di sini." Balasnya sambil mengangkat Putri kecilnya di pangkuan, dan putranya juga duduk di samping dirinya.
Sedangkan Chu Fengying terdiam setelah mendengar jawaban ibunya. Dia sekarang bersama saudari pertamanya, duduk di dalam ruangan menunggu keadaan Mu Xuayin pulih sepenuhnya.
"Fang kecil ... Apa kamu bisa memasang Formasi Pertahanan di Wilayah sekitar Kota. Karena, Alam ini tidak akan lama lagi diserang." Ucap Chu Chunhua kepada putranya, ini membuat Ibu Dewi dan Mother God sadar.
"Tunggu ... " Ibu Dewi terkejut karena dia baru sadar sekarang.
"Kenapa baru menyadarinya ... Putri Qin Chen diculik bukan tanpa alasan, melainkan untuk menjauhi Qin Chen dari Alam Surga. Dengan dirinya tidak ada disini, Dewa dari Alam Tertinggi akan bisa menyerang Alam ini."
"Karena itu, aku tidak ikut dengannya. Jika aku ikut dengannya, sudah dipastikan Alam Surga dalam bahaya besar. Bukan bermaksud meremehkan kekuatan kalian, tapi aku lebih berpengalaman menghadapi kelicikan mereka."
"Qin Chen ... Tidak perlu di khawatirkan, dia akan baik-baik saja. Sekarang yang perlu dikhawatirkan, sampai kapan Alam Surga dapat bertahan."
Saat suara Chu Chunhua terdengar mereka, mereka langsung mendapatkan sebuah pengelihatan kehancuran besar. Benar yang dikatakan Chu Chunhua, Qin Chen yang pergi menyelamatkan Putrinya, dan Alam Surga dalam bahaya.
Di dalam Kekacauan Besar, Qin Chen akan membutuhkan waktu berhari-hari atau bahkan bertahun-tahun untuk lolos dari sana. Sekalipun berhasil menyelamatkan Yin'er, itulah resikonya.
Mereka semua mungkin bersatu dan menyerang balik para Dewa untuk mempertahankan Alam Surga. Tempat kehidupan dan keajaiban Dunia terjadi, tempat menaung nya segala kebaikan Dunia.
***
__ADS_1
Sementara itu, ditempat Qin Chen berada setelah keluar dari Portal, Qin Chen tiba di dalam Kekacauan Besar. Saat dia melangkahkan, untuk pertama kalinya bagi Qin Chen ditekan hingga menyebabkan dia harus berlutut!
Tekanan yang begitu besar dan dapat membuat Qin Chen berlutut, ini bukanlah tempat biasa. Melainkan tempat luar biasa tinggi, dengan kekuatan Qin Chen, dia mencoba menahannya.
"Haaaaaa ... "
Perlahan berdiri dari tekanan, Qin Chen dapat merasakan kakinya gemetaran menahan berat yang tak ternilai. Sesaat kemudian, dia berdiri tegak dengan ledakan-ledakan di dalam dirinya membuat darah Qin Chen tak terkendali.
Napasnya terengah-engah saat berdiri, melihat sekitarnya seperti berada di dalam aliran Waktu. Namun bukan, semuanya tampak menyerupai Dimensi keempat Fractal.
Mata Qin Chen melihat segalanya, di dalam wilayah tersebut Qin Chen bukanlah apa-apa. Pandangan mata Qin Chen mulai ke sisi lain, dia dapat melihat dirinya tengah berdiri di dalam Wilayah Kekacauan Besar.
Pengelihatannya mulai menjauh meninggalkan tempat Qin Chen berada dan itu terus menjauh sampai-sampai kecepatan dan jarak tidak dapat di nilai lagi.
Seketika, Qin Chen kembali kepada pandangan sebelumnya. "Ini ... Jadi ini yang membuat para Dewa tidak dapat kembali, bahkan aku tidak dapat melihat batasan disini. Semuanya tampak tak berujung, jarak dan waktu."
[Benar Tuan. Qin Qui akan mencari tahu keberadaan Yin'er, setidaknya kita memiliki waktu untuk menyelamatkannya.]
"Tolong Qin Qui."
Qin Chen, di melesat kedepan dengan kecepatan tinggi. Meskipun begitu, kecepatan Qin Chen serasa melambat di dalam Wilayah Kekacauan Besar.
Di sekitarnya ada banyak kekacauan, puing-puing batu maupun bangunan, dan Senjata beterbangan dimana-mana, Qin Chen melesat menembus apapun.
[Ding!]
[Keberadaan Yin'er telah ditemukan.]
'Dimana Qin Qui?'
[Belok kiri dan lurus saja Tuan.]
Qin Chen bingung, tapi dia mengikuti perkataan Qin Qui. Qin Chen belok ke kiri dan melesat lurus dengan kecepatan tinggi, melampaui imajinasinya.
Hembusan angin yang Qin Chen hasilkan menghempaskan puing-puing kehancuran di langit. Kecepatan Qin Chen begitu cepat, saat berada di dekat putrinya, Qin Chen dapat melihat setitik kecil yang tidak lain adalah putrinya.
__ADS_1
***
Sedangkan di tempat putrinya, Yin'er ketakutan melihat sekelilingnya. Tubuhnya bergetar dengan menangis memanggil nama Qin Chen terus menerus, dia terus meminta maaf pada Qin Chen.
"Hiks ... Hiks ... Ayah ... Yin'er, maafkan Yin'er hiks ... Tolong Yin'er."
Yin'er terus menangis tersedu-sedu menutup kakinya dan memeluknya. Dia terbaring dan perlahan tubuhnya mengalami kebekuan, di Wilayah Kekacauan Besar kekuatan Yin'er tidaklah cukup.
Disana, Yin'er menyesal marah kepada ayahnya. Dia menangis, dan menunggu ayahnya menolongnya. Di dalam benaknya, dia mengingat kenangan di masa lalu bersama ayahnya begitu menyenangkan.
Semuanya hancur hanya satu kesalahan, Yin'er begitu menyesal mengatakan kata-kata kasar sebelumnya. Dia juga menangis tidak bisa melihat ibunya lagi.
Pada saat itu, tubuhnya mulai membeku dari bawah. Pandangan matanya mulai menghilang, untungnya Qin Chen tiba tepat pada waktunya disana.
Aura panas milik Sang Phoniex Api Surgawi meluas mencakup ribuan bahkan miliaran kilometer. Dibawah Kekacauan, Qin Chen datang di tempat putrinya.
Dia memeluk putrinya dengan erat melihat pandangan Yin'er mulai menghilang, api panas Qin Chen mencairkan es. Oksigen di sekitarnya mulai terisi dengan kekuatan Qin Chen, Yin'er melihat bayang-bayang Ayahnya.
Rasa pelukan yang familiar, Yin'er masih menangis saat padangan matanya membaik. "Ayah ... "
"Tidak apa-apa, Yin'er tetaplah di sisi Ayah. Ayah akan membawamu keluar dari sini." Balas Qin Chen.
Ditempat tersebut, Qin Chen dapat merasakan hawa membunuh begitu kuat menyerang mereka berdua. Sayangnya, Qin Chen memblokir untuk Yin'er agar tidak merasakan Aura membunuh.
Padangan mata Qin Chen melihat sekelilingnya, atas bawah kana kiri. Semuanya Qin Chen perhatian ada Mahkluk Besar yang memiliki kekuatan mengerikan muncul.
[Ding!]
[Peringatan bahaya!]
Pada saat itu, di hadapan Qin Chen muncul mata besar begitu gelap. Saat mata terbuka terbuka, Qin Chen melihat tatapan mata tersebut begitu tajam ke arahnya.
Seketika, Wilayah sekitarnya berubah menjadi gelap dengan asap-asap hitam mengelilingi mereka berdua.
...
__ADS_1
*See You Again :)