
Momentum kekuatan membesar dan meledakan langit-langit, para Dewa terhempas jauh kebelakang! Ada yang mati, adapun dari mereka sekarat.
Dingin dan panas menguasai langit, keluarga Qin Chen tidak mengharapkan bahwa mereka berdua benar-benar mirip! Dalam satu sisi baik, dan satu sisi lainnya Jahat!
Namun, ini menarik!
Qin Chen dan Mu Xuayin berdiri berdampingan, bayangan Phoenix Api dan Es berada tepat di belakang mereka!
Mendominasi langit dan Bumi, mereka berdua memutar balikkan keadaan sekarang ini! Memojokkan para Dewa dengan kekuatan gabungan antara dua Phoenix!
Momentum Aura mereka membentuk Pilar menjulang menembus Langit kekosongan, begitu terang hingga membuat semuanya dapat melihat kekuatan Ilahi atas Takdir!
Momentum itu, mengerikan!
Bahkan pasukan terhempas sekali lagi menjauh kebelakang, di sana hanya ada satu Domain, itu adalah Domain Phoenix!
Sosok wanita berdiri dengan mata tajam menatap mereka, kedua lengannya di tutupi oleh Armor Suci. Di belakang kepalanya memiliki Holy Ring's seputih salju, dengan sayap Phoenix berwarna putih di punggungnya.
Di sampingnya, pria berjubah merah panjang dengan lingkaran Dewa di kepala, sayap merah membentang lebar di langit. Tidak terlalu berlebihan, namun ini telah mendominasi seluruhnya.
"Xiuying, mari kita lakukan."
"Baik, bersama-sama."
Pada saat itu juga, mereka berdua merentangkan tangan mereka berdua. Telapak tangan kiri Mu Xuayin menyentuh telapak tangan kanan Qin Chen, mereka menciptakan bayangan besar di belakang!
Bersatu!
Phoenix terakhir dan terkuat, Ratu Phoenix muncul!
"Api keabadian, hancurkan segalanya!"
Dentuman besar menghempaskan mereka untuk sekian kalinya, terbakar dalam nyala api abadi begitu panas, tubuh mereka meleleh seakan-akan menjadi bahan pembuatan Pil Alkemis.
Qin Chen dan Mu Xuayin lalu mengibaskan tangannya kesamping, melepaskan serangan besar yang mengarah pada mereka. Sekarang, mereka dapat menyakinkan bahwa mereka berdua adalah lawan sesungguhnya.
Dari sisi sebaliknya, para Dewa membentangkan pertahanan ilahi.
__ADS_1
Nyala api yang berkobar membakar pertahanan Ilahi, para Dewa tertawa menghina mereka yang bahkan tidak mampu menghancurkan pertahanan. Namun, secara keseluruhan, api memadat lalu menyelimuti pertahanan.
Tangan mereka berdua lalu menjatuhkan kebawah, ini memberikan tekanan besar yang meledakan langit.
Boom! Boom! Boom!
Pertahanan mereka mulai runtuh dalam Nyala Api Abadi, para Dewa seketika panik melihat hal tersebut. Pada saat yang bersamaan, Dewa lain mengeluarkan bayangan Hewan yang tidak dapat di kenal.
Melesat dengan anggun di langit, mengepakkan sayapnya menghapus kobaran Api Abadi!
Menghilang!
Dalam sekejap mata, kobaran Api yang membakar pertahanan menghilang, Qin Chen dan Mu Xuayin hanya mengangkat sebelah alisnya melihat mereka.
"Jangan berlama-lama lagi, serangan mereka berdua dari segala sisi ... "
"Gunakan serangan pamungkas kalian semua, ini adalah kesempatan kita!"
Mereka berbondong-bondong melesat mendekati Qin Chen dan Mu Xuayin. Dari segala sisi mengeluarkan momentum Energi besar yang tak terukur jumlahnya, begitu besar sampai tidak dapat diprediksi daya hancur.
Ribuan bahkan ratusan ribu kilatan melesat menuju tempat mereka berdua, keluarga Qin Chen tidak tahu mau berbuat apa disana, mereka masih mengurus para Dewa di tempat mereka.
Sedangkan ditempat Qin Chen, dia masih begitu tenang memegang tangan Mu Xuayin yang sedikit terkejut. Secara bersamaan mereka duduk di langit, saling menghadap satu sama lainnya.
"Qin Chen ... "
"Hmm? Mari kita buat mereka merasakan kekuatan Phoenix, sebelum Sang Naga bangkit dari tempat duduknya." Ucapnya begitu tenang menghadapi serangan sebesar ini.
Mu Xuayin tertegun membuka matanya sedikit lebar, dia melihat Qin Chen secara sungguh-sungguh bahwa selama ini memang benar, dia hanya mengetahui sifat Qin Chen yang lembut dengan keluarganya, namun tidak dengan saat dia di Medan perang.
'Begitu tenang menghadapi para Dewa dan utusan Dewa Tertinggi, apa ini kekuatan dominasi yang kamu dapatkan Qin Chen? Aku sangat tidak berguna sekarang, aku hanya dapat mengalahkan beberapa Dewa dan tidak seperti dirimu yang dapat mengalahkan mereka semua.'
Qin Chen menyadari Mu Xuayin tengah melamun, dia menyentuhnya hingga mengejutkannya sekali lagi. Namun sekarang pandangan Mu Xuayin berubah kembali, dia lalu menggerakkan tangannya.
"Qin Chen, aku akan menunjukkan padamu kekuatan sejati seorang Ratu Surga, meskipun hanya dapat menggunakan 10% namun ini adalah kekuatan Mutlak bagiku."
"Lakukanlah!"
__ADS_1
Pada saat itu, Mu Xuayin bangkit dari kelemahannya, mata yang awalnya tampak cerah seputih salju, kini menampilkan pandangan yang mendominasi Langit dan Bumi!
Pantas sebagai Ratu Surga dan Bumi! Dia memang tidak mengecewakan Qin Chen dari segi manapun. Phoenix sebelumnya dia ambil alih, seakan-akan dialah Phoenix itu sendiri. Kenyataannya adalah, dia adalah darah murni satu-satunya Phoenix Es.
Mu Xuayin lalu mengibaskan tangannya kesamping dengan lemah, seketika Phoenix sebelumnya mengepakkan sayapnya beberapa kali lalu menyemburkan napas dingin begitu hebat.
Wushh ...
Serangan besar sebelumnya membeku seketika saat napas dingin berhembus di segala langit. Para Dewa yang berjarak dekat dengannya mengalami pembekuan Abadi, dan yang lainnya menyebar lebih jauh dari tempat mereka berdua.
Keluarga Qin Chen diberikan Api Phoenix milik Qin Chen sehingga tidak terkena pembekuan masal ini, dengan satu jentikan akhir diberikan oleh Mu Xuayin, mereka semua mati!
Langit menjadi hening, meskipun Mu Xuayin berhasil membunuh puluhan juta pasukan Dewa, namun jumlah musuh begitu besar sehingga butuh serangan masal lebih hebat lagi.
Qin Chen merasa bangga dan senang, dia tersenyum melihatnya berhasil membunuh puluhan juta pasukan dengan ranah Puncak Alam Surga sendirian tanpa bantuan Qin Chen sama sekali.
'Dia telah meningkat, namun menangani musuh sebanyak ini dengan ranah berbeda jauh, jika dia sendirian maka sudah dipastikan dia akan mati, Energi yang digunakannya begitu besar hanya untuk 10% kekuatan.'
Setelah Mu Xuayin menunjukkan kekuatan sejatinya, dia terdiam beberapa saat merasakan lonjakan energi dalam dirinya menggila.
Qin Chen yang sedari tadi belum bergerak, kini dia kembali berdiri. Memandang mereka yang kewalahan menghadapi Mu Xuayin sendirian disini.
"Sekarang, giliranku!"
Sebelumnya, dia telah mengatakan bahwa sebelum Sang Naga bangkit dari tempat duduknya. Sekarang, hembusan angin di sekitar Qin Chen semakin besar dan berat.
Kaisar Naga Chen di kejauhan merasakan darah Naga bergejolak dan menggila di dalam dirinya, begitu panas!
Melihat ke arah Qin Chen, terdiam dan hanya tersenyum puas dan bangga!
"Nak, meraunglah dengan keras, dan tunjukkan siapa Pangeran Naga sebenarnya!" Ucapnya dengan bangga.
Terdengar oleh mereka semua disana, pada saat yang bersamaan orang-orang dari Klan Naga bersorak keras menyambut Pangeran Naga!
Qin Chen, berteriak keras. "Transformasi Naga!"
...
__ADS_1
*See You Again :)
(Note: Beberapa hari ini kepala author ngenyut-ngenyut bagian atas, jadi gak bisa update karena sedikit gerak langsung sakit. next kedepannya mungkin up lagi seperti biasa dengan janji Crazy Up akan di susul :)