
Alam Asura
Setelah pertarungan singkat melawan Raja Asura Selatan, Qin Chen mendapatkan Pedang Asura Legendaris. Di sana, dia juga telah melihat kekuatan sejati dari Pedang tersebut meskipun hanya sedikit.
Qin Chen, mengibaskan tangannya membersihkan debu-debu yang berterbangan di sekitarnya. Saat semua debu menghilang, Qin Chen melihat kehancuran yang membentang luas di wilayah tersebut.
Di Langit Chu Chunhua dapat menghilang kehancuran yang hanya disebabkan Pertarungan singkat. Dibawah kekuatan Qin Chen, ini sudah termasuk kehancuran total di Benua Selatan.
Chu Chunhua turun kebawah, dia mendekati Qin Chen yang tengah berdiri di sana. Saat menginjak bumi, dia dapat merasakan kehancuran itu sendiri.
Sambil memperhatikan kondisi sekitarnya telah berantakan, Chu Chunhua melihat ke arah Qin Chen. Saat itu pula, senyuman Qin Chen terlihat puas dengan semua ini, Chu Chunhua ikut tersenyum.
"Sayang, sekarang apa yang akan kamu lakukan selanjutnya? Benua Selatan telah kamu kalahkan, lalu, Senjata Legendaris Asura berada di tanganmu." Tanya Chu Chunhua kepada Qin Chen, dia memperhatikan Qin Chen namun belum dapat memastikan apa yang dipikirkan Qin Chen saat ini.
Pikiran Qin Chen sulit di baca, pikirannya seakan-akan memiliki kesadaran sendiri dan membuat semuanya berjalan secara acak namun pasti kedepannya.
Qin Chen yang mendengar hal tersebut lalu menjawabnya. "Selanjutnya? Hmm ... Pertama, aku akan kembali ke Alam Surga dan tinggal disana sekitar satu bulan atau lebih. Kemudian, aku akan menuju Alam Tertinggi untuk membalaskan dendam masa lalu. Dengan begitu, penyesalanku di masa lalu tidak membuatku terganggu di masa depan."
Saat itu pula, Chu Chunhua tertegun mendengarnya. Dia langsung dapat melihat jalan pikiran Qin Chen yang memiliki seribu satu lebih cabang yang saling berjalan pada waktu yang bersamaan namun secara acak akan bertemu.
Menyerupai lintas Waktu, namun pikiran Qin Chen lebih rumit dibandingkan lintas waktu. Chu Chunhua mengangguk paham, dia juga akan pergi ke Alam Tertinggi bersama Qin Chen untuk mengurus dendam tersebut.
Meskipun sebenarnya, Qin Chen memiliki rencana lain di jalan pikirannya. Namun Chu Chunhua tidak dapat menemukannya, ini karena Qin Chen memisahkannya di tempat lain.
Setelah semuanya usai, Qin Chen akan benar-benar pergi dari Alam Tertinggi dan terbang di lautan Dimensi besar mencari satu istrinya yang lain. Dimana, istrinya tengah tersegel oleh sesuatu yang tidak Qin Chen ketahui.
Chu Chunhua mengangguk paham sekali lagi, dia paham dengan dendam masa lalu harus di balas secepatnya. Dengan begitu, mereka dapat bersama lagi selamanya tanpa ada satupun gangguan.
"Setelah semuanya selesai, apa aku dapat bertemu dengan putra dan putriku? Jika tidak bisa, apa mereka semua baik-baik saja selama aku tidak ada?" Chu Chunhua bertanya kepada Qin Chen tentang anaknya yang berada di Istana Phoenix.
"Mereka? Tenang saja, mereka semua baik-baik saja sekarang. Untuk sekarang, mereka semua berada di Istana Phoenix Alam Surga. Dengan mereka disana, mereka akan aman dari apapun." Balas Qin Chen.
"Baguslah," Chu Chunhua menyentuh tangan Qin Chen sambil memegangnya dengan erat. "Jika mereka baik-baik saja, aku merasa senang."
"Ya, aku akan melakukan langkah terakhir. Setelah ini selesai, kita akan pergi dari sini menuju Alam Surga. Atau menuju tempat lainnya sebelum ke Alam Surga."
"Sebelum itu, apa kamu bisa menemaniku ke Alam Violet? Aku memiliki beberapa urusan di sana sebelum kembali ke Alam Surga. Apa kamu bisa?" Tanya Chu Chunhua.
"Tentu."
Qin Chen tidak tahu apa tujuannya, yang jelas Qin Chen akan pergi kesana untuk membantu ataupun menemani istrinya. Setelah masalah di Benua Selatan selesai, Qin Chen dan istrinya pergi dari sana kembali ke Benua Utara.
Sebelum kembali, Qin Chen menariknya kedalam pelukannya agar tidak berpisah saat melakukan Teleportasi, dan tentunya di dasarkan mencari keuntungan bagi Qin Chen.
Sementara itu ditempat lain, pasukan Qin Chen tengah menyebarkan berita tentang kemenangan Mutlak bagi Raja Sejati mereka di seluruh Dunia.
Meskipun tidak melihat secara langsung bagaimana pertarungan itu dimulai, namun mereka dapat merasakan Aura milik Raja Asura Selatan telah menghilang.
Jendral dapat membayangkan pertarungan sengit antara mereka dalam waktu singkat dapat dikalahkan. Dalam imajinasinya, dia menjadi ngeri melihat Qin Chen.
__ADS_1
Sedangkan untuk Mo Xiàn Yin, dia masih pergi menuju Benua Selatan. Mungkin ada sesuatu yang ingin dia lakukan disana, Qin Chen tidak menghalanginya dan membiarkannya begitu saja untuk melakukan apa yang dia inginkan.
***
Benua Utara
Hanya dalam hitungan detik saja, berita tentang kemenangan Qin Chen telah menyebar luas di seluruh Langit. Sorak kemenangan dan bahagia terdengar oleh Langit maupun Bumi.
Saat Qin Chen tiba disana, Qin Chen dan Chu Chunhua mendengar suara orang-orang di Kota begitu bahagia. Mereka bersorak gembira atas kemenangan Raja Sejati Utara melawan Raja Asura Tiran Selatan.
Dalam sorakan kemenangan, Qin Chen kembali kedalam Istana Utara. Dia masuk kedalam ruangan biasanya.
Kemenangan Qin Chen telah menyatukan keempat wilayah yang dipisahkan oleh laut membentang luas. Dengan Qin Chen menjadi Raja Utama dari empat Benua, Qin Chen dapat menggabungkan empat Benua menjadi satu.
Tangan Chu Chunhua masih memeluk Qin Chen dimana Qin Chen mendapatkan keuntungan dapat merasakan dua gunung surgawi saling menyentuh.
Did dalam ruangan, Qin Chen duduk di Tahtanya sambil menyenderkan punggung ke belakang.
"Huftt ... Meskipun tidak menggunakan tenaga sama sekali, namun ini melelahkan bagiku. Dalam hal ini, setidaknya aku telah memiliki Fisik Tertinggi. Seterusnya, aku dapat menggunakan serangan jarak jauh." Dalam gumaman Qin Chen, Chu Chunhua mendengarnya bagaimana Qin Chen menggerutu masalah ini.
"Hmph! Salah siapa berlagak kuat di hadapanku. Jika kamu membiarkan aku mengurusnya, ini tidak akan memakan waktu lama. Tentunya, kamu tidak akan kelelahan, kamu saja tidak boleh, humph!" Dia memalingkan wajahnya sambil kesal menanggapi Gumaman Qin Chen sebelumnya.
Qin Chen mengerutkan keningnya, dia mengangkat alisnya melihat ke arah Chu Chunhua dengan tajam. "Hoh ... Benarkah? Lalu, siapa yang membunuh pasukan secara diam-diam, dan siapa yang sudah berjanji tidak akan ikut campur. Apa kamu pikir aku tidak melihatmu melakukan hal tersebut secara diam-diam, sa-ya-ng!" Ucap Qin Chen dengan kata terakhir sedikit menekannya agar mengatakan sebenarnya.
Chu Chunhua tersentak terkejut mendengar perkataan Qin Chen. Chu Chunhua lalu memutar kepalanya melihat ke arah Qin Chen dimana dia tengah menatap tajam ke arahnya. Dengan gugup melihat, Chu Chunhua langsung menundukkan kepalanya sambil memainkan tangan kanan Qin Chen.
Melihat hal tersebut, Qin Chen menghela napasnya den dengan tangan kirinya mengusap kepalanya dengan lembut. "Sudahlah, aku tidak marah denganmu. Lalu, kenapa kamu ingin pergi ke Alam Violet? Aku belum pernah pergi kesana, memang, apa ada sesuatu yang ingin kamu lakukan di Alam tersebut?"
"Hewan besar? Jadi begitu, aku akan membantumu mengambil Senjata tersebut di Alam Violet. Untuk sekarang, kamu nikmatilah Istana ini sebelum kita pergi, dan aku juga ingin melihat bagaimana reaksi mereka nanti setelah melihatmu. Apa mereka akan sama sepertiku atau lainnya. Karena ini adalah pertemuan setelah perpisahan selama ratusan bahkan ribuan tahun."
Chu Chunhua tertawa kecil, "Ya, aku menantikannya juga. Sebelum kesana, aku akan menyiapkan hadiah untuk mereka sambil mengambil senjata milikku."
Qin Chen mengangguk kecil, setelah itu, Chu Chunhua berdiri dan meminta izin untuk berkeliling Istana. Setelah Chu Chunhua pergi menelusuri Istana, Qin Chen dapat bergerak bebas di Tahtanya.
Tidur dengan kaki di atas, Qin Chen sambil mengamati Dunia tersebut di hadapannya.
Bola kecil menyerupai Dunia berada di depan matanya, disana Qin Chen dapat mengamati segalanya.
"Qin Qui, apa kamu dapat memberikan aku sebuah benda untuk Teleportasi?"
Tiba-tiba, di hadapan Qin Chen muncul 4 benda Teleportasi berukuran kecil tengah melayang di depannya. Qin Chen mengambil benda tersebut, lalu melihat isinya dimana benda tersebut adalah sebuah Altar Teleportasi.
"Altar Teleportasi? Ini cukup, terimakasih banyak, Qin Qui."
[Sama-sama.]
"Dengan Altar Teleportasi, mereka dapat berpindah Benua satu ke Benua lainnya. Lebih baik aku menyuruh mereka untuk melakukan ini, setelah semuanya selesai, aku dapat pergi dari tempat ini menuju Alam Violet. Meskipun menjadi Penguasa Sejati, aku tidak pernah menunjukkan diri ke publik selain Alam Immortal Tertinggi." Qin Chen berbicara sendirian di dalam ruangan.
Sambil menunggu mereka kembali, Qin Chen berkultivasi menyerap kembali energi. Dalam hal ini, Qin Chen seperti tidak menarik apa-apa, bisa dikatakan bahwa Qin Chen hanya melakukan hal percuma.
__ADS_1
Namun Qin Chen tetap melakukannya.
***
8 Jam Kemudian
Setelah delapan jam berlalu, Qin Chen telah bermeditasi selama itu pula. Saat Qin Chen membuka matanya, dia melihat di hadapannya ada istrinya yang tengah melihatnya dengan wajah cemberut.
Qin Chen menghela napasnya, bagaimana bisa istrinya seperti tidak senang kalau Qin Chen bermeditasi. Seakan-akan dia telah ditinggalkan begitu lama oleh Qin Chen.
"Kenapa kamu melihatku sedang bermeditasi dengan cemberut?" Tanya Qin Chen.
"Aku tidak cemberut. Aku hanya melihatmu saja, kamu bermeditasi tanpa bantuan dari Artefak Ilahi, bagaimana bisa kamu mendapatkan energi Langit dan Bumi yang sangat besar. Dan lagi, tubuhmu yang sekarang sangat berbeda dibandingkan sebelumnya, sekarang kamu memiliki fondasi begitu mengerikan. Itu seperti Fondasi yang ditumpuk Fondasi lainnya." Balasnya dengan menceramahi Qin Chen yang berkultivasi tanpa bantuan Artefak tambahan sekarang.
Qin Chen mengerutkan keningnya, karena daya tarik energi dirinya lebih kuat dibandingkan Artefak lainnya. Tapi, bagaimana jika artefak itu memiliki sesuatu yang tidak Qin Chen miliki.
Dengan cepat, Qin Chen menutup bibirnya agar tidak melakukan tindakan aneh. Dia baru saja sembuh, dan sekarang seakan-akan meminta jatuh, tidak mungkin.
Sementara itu, saat Qin Chen dan Chu Chunhua tengah bermesraan. Jendral telah berada di bawah memberikan hormat kepada Qin Chen, disana Qin Chen berubah menjadi memiliki kepribadian yang hebat dibandingkan sebelumnya.
"Ada apa?"
"Lapor Raja, kami telah menyelesaikan tugas yang anda berikan. Sekaligus, kami telah menyebarkan Kemenangan anda di seluruh Benua, dan kami juga telah memindahkan orang-orang yang hidup ke Benua Utara untuk melanjutkan hidup mereka." Balas Jendral dengan baik memberikan laporan.
"Bagus, ini adalah tugas terakhir." Qin Chen memberikan Altar sebelumnya kepada Jendral. Ini mengejutkan Jendral karena Altar tersebut terbuat dari batu Surga. "Itu adalah Altar Teleportasi, letakkan Altar tersebut di Pusat benua dimana orang-orang disana berada dan dapat dengan mudah digunakan bepergian antara Benua."
"Baik, saya akan melaksanakan apa yang anda perintahkan."
"Pergilah."
Setelah itu, Jendral pergi dari ruangan tersebut melaksanakan tugasnya. Qin Chen yang berada di dalam ruangan, langsung menarik istrinya kedalam pelukannya.
"Bagaimana jika aku menghukummu karena berani menggodaku." Ucap Qin Chen dengan suara serius.
"Coba saja, sayang."
Qin Chen perlahan mendekatinya, dia hanya bercanda. Qin Chen langsung menghilang dari saja meninggalkan selembar kertas di atas Tahta.
Mereka berdua berteleportasi ke atas langit, dimana Qin Chen akan pergi menuju Alam Violet bersama istrinya.
Chu Chunhua melihat hal tersebut langsung kesal memalingkan wajahnya dengan cemberut. "Hmph! Dasar pembohong, tidak adil ... "
"Hahaha ... Maaf, untuk sekarang tidak untuk melakukan hal lain. Sekarang, kita akan pergi ke Alam Violet terlebih dahulu. Disana, aku akan membuatmu mendapatkan Senjata milikmu, lalu kembali ke Alam Surga."
"Huhmp!"
Qin Chen membawanya pergi dari sana menuju Alam Violet, meskipun dia ngambek tapi Qin Chen tetap tertawa kecil melihatnya.
...
__ADS_1
*See You Again :)