Supreme God System 2

Supreme God System 2
Chapter 186 : Ayah dan Ibu


__ADS_3

Setelah semua obrolan selesai, mereka semua keluar dari ruangan meninggalkan Qin Chen dan Mu Xuayin di dalam. Sementara Qin Chen, dia tidak akan meninggalkan bidang yang akan membuat semuanya menjadi kacau.


Mu Xuayin duduk diam dan tidak sedikitpun bergerak maupun bersuara.


"Xuayin ... Sebelumnya aku telah mengatakannya padamu, aku akan menempati janji itu. Setelah semuanya selesai, aku akan membantumu menerobos ke Ranah Deity."


"Apa kamu berencana meninggalkan kami semua di Alam Surga? Apa kamu tidak memikirkan putra dan putrimu?" Balas Mu Xuayin yang lemas dan menundukkan kepalanya.


"Benar ... Kamu tidak salah, aku berencana meninggalkan kalian semua di Alam Surga. Mungkin aku akan dibenci ataupun bersikap begitu kejam kepada mereka, namun bencana di luar begitu kuat sehingga aku tidak tahu apa kau bisa melindungi diriku sendiri atau tidak."


"Karena banyak alasan yang aku pikirkan, aku akan meninggalkan kekuatan kalian ke Deity. Sehingga dapat menjaga diri kalian di Alam Surga, dengan bantuan kekuatanku, aku berencana menyegel Surga agar terhindar dari kehancuran yang akan datang."


Mendengar penjelasan Qin Chen, Mu Xuayin hanya diam dan tidak berbicara. Dia hanya bertemu beberapa kali dan meninggalkannya begitu lama sendiri, sekarang hal yang sama akan terjadi.


Qin Chen berencana pergi dan Menyegel Surga dengan kekuatannya. Dengan begitu, Alam Surga tidak akan terkena dampak pertarungan yang akan datang.


Semuanya sudah di atur sedemikian rupa oleh Qin Chen dan Qin Qui di dalam dirinya. Segel itu akan menyelimuti Surga di dalam Domain miliknya dan memisahkannya dari Dunia luar.


"Satu tahu ini ... Apa kamu benar-benar akan tinggal disini sampai anak ini lahir? Atau kamu pergi menghilang tanpa sebab dan meninggalkan kami lagi?!" Tanya Mu Xuayin dengan serius.


Qin Chen tersenyum lalu mendekatinya, dan membiarkan Mu Xuayin tidur di pangkuannya. "Aku akan tinggal disini satu tahu penuh tanpa keluar dari pembatas Istana Surga. Tentang misteri, orang tuaku, ataupun hal lainnya aku hanya mengatakan satu hal. Waktu yang akan menentukan semuanya."


Setelah semuanya usai, Mu Xuayin hanya diam dan menutup matanya untuk beristirahat di pangkuannya.


***


Malam harinya, dibelakang Istana Phoenix tempat taman yang dibuat untuk bermain dan berkumpul. Qin Chen duduk menunggu Kaisar Naga Chen dan Ibu Dewi untuk menemui dirinya di belakang Istana.

__ADS_1


Qin Chen berencana mengatakan semuanya, karena dalam beberapa hal dia telah menyadari bahwa mereka adalah keluarganya dari Bumi.


Setelah menunggu beberapa menit, mereka berdua tiba dan duduk di depan Qin Chen. Sempat bingung karena tidak tahu apa-apa dan secara tiba-tiba Qin Chen mengundang mereka untuk datang ke dibelakang Istana.


"Ada apa Nak Chen?" Tanya Ibu Dewi.


Keduanya saling memandang satu sama lain, lalu melihat Qin Chen yang tengah menyeduh secangkir wine. Selama Qin Chen keluyuran di berbagai Alam, Qin Chen telah menciptakan beberapa argumen.


"Pertemuan Pertama, aku terluka berat saat melawan Penguasa Alam Mimpi, dan kalian merawatku. Pertemuan kedua, lagi-lagi aku terluka parah dan dirawat oleh kalian, terimakasih banyak."


Qin Chen sedikit menundukkan kepalanya kepada mereka, sontak mereka terdiam mendengarnya.


"Ti- Tidak apa-apa ... Angkat kepalamu Nak Chen. Ini bukanlah apa-apa, kamu telah berjuang keras sudah sewajarnya bagi kami generasi terdahulu membantu generasi muda sepertimu." Ibu Dewi merasa canggung menghadapi Qin Chen sekarang.


Qin Chen mengangkat kepalanya dan melihat mereka berdua benar-benar mirip dengan bayang-bayang orang tuanya di bumi. Bahkan, sekilas bayangan keluarganya muncul di belakang mereka sambil tersenyum.


Mereka berdua sontak membuka matanya tanpa bertanya mendengar kata-kata tersebut dari mulutnya sendiri.


"Aku lahir di Bumi ... Tepatnya Dunia dimana kehidupan yang penuh ketidakadilan ada. Kedua orang tuaku telah lama pergi karena insiden kecelakaan pesawat saat bekerja di luar kota. Sementara aku, aku hidup di ruangan kecil yang penuh dengan Fantasi."


"Tanpa Sebab dan Akibat, aku mati! Jiwaku berkeliaran di Ruang Hampa, dan memiliki kesempatan hidup di Dunia ini dengan memasuki tubuh sekarang ini. Seperti yang kalian lihat, aku adalah orang asing dari Dunia lain."


"Aku tidak tahu dimana Jiwa tubuh aslinya sekarang, yang jelas aku berharap dia hidup dengan baik di Dunia lain. Setelah menerima kenyataan, aku bekerja keras dalam meningkatkan kekuatan untuk kembali ke Bumi menemukan petunjuk atas kematian kedua orang tuaku. Namun ... Apa yang aku dapatkan sangat mengejutkan."


"Mereka meninggalkan sebuah pesan singkat yang mengatakan bahwa mereka berada di Alam Surga. Mendengar hal tersebut, aku terus mencari keberadaan mereka di Alam Surga untuk bertemu dengannya."


Mereka berdua diam dan tidak berkutik sama sekali, Ibu Dewi menahan dirinya untuk menutup mulutnya agar tidak bersedih di depannya.

__ADS_1


"Setelah sampai di Alam Surga, aku tidak menemukan apapun disana. Namun ... Ada beberapa petunjuk yang membuatku merasa senang, itulah kenapa aku terus berargumen tentang pemikiranku yang liar ini."


"Apa kamu mengetahui keberadaan keluarga yang kamu katakan?" Tanya Ibu Dewi.


"Ya ... Aku dapat mengatakan bahwa mereka hampir sama sepertiku, dimana mereka tidak tahu identitas aslinya."


"Apa maksudmu?" Tanya Kaisar Naga Chen.


"Jika aku kehilangan ingatan dan identitasku, sedangkan mereka menyebarkan pecahan Jiwa mereka di berbagai Bidang Dunia, dan pada saat itu tiba. Pecahan Jiwa mereka akan kembali ke Tubuh Utama dan membawa ingatan dari pecahan Jiwa."


Saat mendengar pernyataan Qin Chen, mereka sontak terkejut tidak dapat menahan hal tersebut. Karena Qin Chen telah mengetahuinya, dan tanpa sadar mereka telah memberikan petunjuk kepada Qin Chen sekarang.


Qin Chen hanya bersikap biasa saja, karena dia telah menyadari hal tersebut. "Ha! Besok adalah hari pernikahanku yang paling penting bagiku ... Aku akan kembali tidur lebih cepat untuk menyiapkan energi besok. Terimakasih karena sudah mendengar ceritaku yang payah ini. Aku akan kembali dulu, Ayah, Ibu."


Pada saat itu, mereka terdiam saat melihat Qin Chen melangkah meninggalkan mereka disana. Melihat bayangan Qin Chen mulai menghilang dari belakangnya, tubuh mereka gemetar saat mendengar perkataan terakhir Qin Chen.


"Sayang ... Apa tadi ... Apa tadi Chen'er mengatakan dengan jelas Ayah dan Ibu?!" Ibu Dewi dengan gemetar berbicara kepada suaminya.


"Benar ... Kamu tidak salah dengar, Chen'er mengatakan kepada kita dengan jelas menyebutkan kata Ayah dan Ibu. Apa dia telah menyadari bahwa kita adalah orang tuanya?!" Kaisar Naga sempat tidak memikirkan hal ini akan terjadi begitu cepat.


Jika Qin Chen menyadarinya dari awal, kenapa dia tidak mengatakannya sebelumnya. Kenapa harus sekarang, itulah yang mereka pikirkan sekarang ini.


Sementara itu, Qin Chen hanya tersenyum melihat reaksi mereka dan kembali untuk beristirahat di ruangannya yang penuh dengan wanita cantik tengah tertidur pulas.


...


*See You Again :)

__ADS_1


__ADS_2