
Alam Asura
Tepat di atas langit, Qin Chen muncul dengan merobek Ruang. Celah Kosong terbuka cukup lebar, Qin Chen keluar dari dalam Ruang tersebut dan berada di Alam Asura.
Qin Chen melihat kebawah, Jurang Akhir begitu besar dan dalam. "Memberikan Penjaga Jurang akan lebih baik dibandingkan kosong seperti ini."
Merentangkan tangannya, menarik Energi Langit dan Bumi di atas telapak tangannya. Menutup, lalu seberkas cahaya terang muncul memenuhi genggam tangan.
"Sebuah ledakan di masa lalu menciptakan Malapetaka, dan Perang menimbulkan korban Jiwa. Semuanya kembali pada keadaan di mana kehidupan mempunyai pasang surut seperti air. Lahir, tumbuh, menua lalu Mati."
Saat Energi Langit dan Bumi terkumpul di genggaman tangan Qin Chen, Qin Chen mengibaskan tangannya kebawah. Sebuah bola menyerupai Api Jatuh kebawah, berubah menjadi seekor Naga besar terjun membawa Nyala Api.
"Naga Langit yang membawa Nyala Api seperti Matahari, aku memerintahkanmu untuk menjaga Jurang Akhir ini. Ini adalah kekuasaan milikmu."
Naga Api Langit meraung menerima perintah dari Qin Chen, dia pergi kebawah menjalankan tugasnya sebagai Penjaga Jurang Akhir.
Qin Chen, dia telah selesai menciptakan Naga Penjaga, pergi meninggalkan Naga tersebut di dalam Jurang. Qin Chen kembali menuju Istana Raja Asura.
***
Di dalam ruangan, Qin Chen tiba-tiba muncul dengan Teleportasi. Berjalan mendekati Tahtanya, dia duduk dengan pose sombong melihat apapun dihadapannya adalah tidak berguna!
Disamping itu, Qin Chen tengah duduk sambil mengamati pergerakan Para Dewa di luar Dimensi Alam Surga. Terlihat, mereka berdatangan satu-persatu melihat tempat Perang sebelumnya.
Di sana, Langit Kosong membentang luas. Darah mereka membentuk debu nebula, tubuh mereka berserakan di langit-langit Kosong tersebut.
Pergerakan aneh terjadi disana, tubuh mereka secara perlahan akan ditelan oleh Kekacauan sebagai tumbal Langit.
Qin Chen tersenyum. "Di Dunia yang kejam ini, kekuatan adalah segalanya. Dirantai makanan, Langit juga menjadikan mereka Tumbal sebagai pembesaran Wilayah Langit. Singkatnya, Jika ada kehidupan pasti ada Kematian. Sesuatu yang diciptakan pada akhirnya akan kembali ketiadaan."
Qin Chen berbicara sendiri di dalam ruangan tersebut, membicarakan tentang Hukum Rimba di Seluruh Dimensi yang ada. "Dunia berputar saling memanfaatkan, mereka memanfaatkan kekuatan Langit dan Bumi, dan Langit memanfaatkan mereka sebagai tumbal. Pada akhirnya, mereka semua hanyalah ternak yang diciptakan Langit. Termasuk aku, namun aku secara bertahap telah melepaskan diri dari Langit."
Qin Chen termenung setelah mengatakan itu, mengingat dirinya adalah Pencipta. Jadi, semuanya mengacu pada Penciptaan, dimana Qin Chen sendirilah yang menciptakan Hukum Rimba tersebut.
Memperluas kekuasaan Langit, Qin Chen tertawa keras menutup wajahnya dengan tangan. Memikirkannya saja membuat Qin Chen tertawa, apa lagi jika dia benar-benar kembali menjadi Pencipta.
Jauh di atas Langit Surga, para Dewa berkumpul melihat kejadian tersebut.
"Bagaimana semua ini dapat terjadi? Satu orang dapat menghancurkan Dewa! Mengerikan! Namun benar saja, orang yang kita singgung bukanlah orang biasa." Ungkapnya dengan kata penuh histeris gemetaran.
"Dewa Tertinggi benar-benar memanggil Monster Malapetaka! Mereka, begitu bodoh hingga menyebabkan hal seperti ini terjadi. Jika benar akan terjadi lagi, aku akan pergi jauh dari langit ini menuju Langit selanjutnya."
"Jangan banyak bicara, lebih baik kita laporkan kepada Dewa Tertinggi. Hapus pikiran kalian semua tentang apa yang kalian katakan, jika Dewa Tertinggi mendengarnya, kalian akan mati."
Mereka mengangguk paham, setelah mereka melihat tempat kejadian. Mereka sekilas melihat Dimensi Alam Surga dengan tatapan bingung, amarah, dan membunuh. Namun berakhir dengan ketakutan.
Meninggalkan tempat tersebut dalam sekejap mata.
Sementara itu ditempat Qin Chen, Qin Chen tengah melihat ruangan kosong kembali. Menghela sedikit napas, Qin Chen menyenderkan kepalanya.
"Qin Qui, apa kamu bisa menjawab pertanyaan yang akan aku berikan?"
[Bisa Tuan. Apapun yang Tuan tanyakan, Qin Qui akan menjawabnya.]
"Avatarku ... Apa aku dapat bersantai untuk beberapa bulan dengan keluargaku? Meskipun sebelumnya aku tidak ingin kembali lagi, namun pikiranku sekarang berubah. Sekarang, aku telah mendapatkan kekuatan ini, seharusnya tidak ada yang dapat melukai diriku maupun keluargaku. Jadi, apa aku dapat bersantai?"
[Jawab Tuan. Tuan dapat bersantai sekarang, kekuatan Tuan sudah sangat kuat sekarang. Namun perlu di garis bawahi, meskipun Tuan kuat, tetap saja keluarga Tuan tidak. Sekalipun mereka menggunakan Harta Ilahi, jika Dewa Tertinggi menghendaki, maka tidak ada yang tidak bisa mereka lakukan untuk melawannya.]
[Singkatnya, mereka belum cukup kuat untuk menghadapi musuh dari Dewa Tertinggi. Meskipun Tuan melindungi mereka, Dewa Tertinggi adalah Sosok Licik, dia dapat melakukan segalanya dengan pemikirannya. Tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya, hanya kitalah yang harus bertahan.]
Qin Chen tertegun, jawaban Qin Qui benar-benar membuatnya bangun dari tidurnya. "Benar ... Dia licik dan kejam, dia dapat melakukan segalanya tanpa batas. Sedikit saja aku lengah, keluargaku pasti dalam bahaya. Jika begitu, aku akan meningkatkan kekuatan mereka hingga naik menjadi Deity."
__ADS_1
[...]
[Qin Qui tidak dapat melarang kehendak Tuan. Tetapi, tindakan ini akan menimbulkan dampak negatif bagi Tuan maupun keluarga Tuan sendiri. Dalam beberapa alasan, keseimbangan Surga dan Bumi terganggu, para Dewa akan merasakan peningkatan kekuatan begitu intens. Dimana, mereka berbondong-bondong mencari keberadaan tersebut dan memperebutkan kekuatan tersebut.]
"Ah!" Qin Chen tidak memikirkan hal tersebut dan hanya ingin fokus melindungi dan meningkatkan kekuatan keluarganya. "Maafkan aku, Qin Qui. Aku begitu ceroboh mengambil tindakan tersebut, aku akan memikirkan yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Dengan begitu, mereka dapat bersamaku tanpa ada satupun pengganggu dari luar."
Qin Chen berpikir untuk meninggalkan mereka kedalam Dunia buatan Qin Chen, namun itu sama saja seperti penjara. Mereka bukan tinggal di Dunia nyata, melainkan Dunia mimpi. Karena itu, Qin Chen tidak ingin meninggalkan mereka disana lagi.
Meningkatkan pemikiran dirinya untuk mencari solusi. Disini, Qin Chen lupa bahwa pikirannya sudah melampaui imajinasi dirinya sendiri, sehingga hal sepele seperti ini sangatlah sulit.
Dalam pertarungan, atau dalam hal lainnya selain memikirkan hal ini, Qin Chen adalah orang gila dalam imajinasi. Namun dia gagal memikirkan hal sepele, Qin Qui hanya melihatnya bahkan tertawa kecil di dalam dirinya.
Beberapa haru sebelumnya, Qin Qui secara diam-diam memeriksa tentang Holy Ring's. Setelah memeriksa nya, Qin Qui telah menemukan cara mendapatkan Holy Ring's kesembilan.
Awalnya, Qin Qui sangat terkejut dan ragu melihatnya, namun hal tersebut secara perlahan membuat Qin Qui yakin. Dimana Holy Ring's kesembilan selalu berada di sisi Qin Chen yang tidak dia ketahui.
Setelah mendapatkan bagaimana cara menemukan Holy Ring's kesembilan, Qin Qui tertawa kecil karena baru sekarang menyadarinya. Bagaimana dia tidak mengetahui hal sekecil ini, bahkan membuatnya sedikit malu.
Holy Ring's kesembilan, ada di Qin Chen itu sendiri.
Sekarang, Qin Qui melihat Qin Chen tengah bingung, dia melihat hari dan waktu di dalam ruangan sudah saatnya.
'Sudah waktunya bagi Qin Chen untuk berkumpul dengan keluarganya. Dengan begitu, ingatannya akan kembali secara perlahan, sedikit demi sedikit.'
[Tuan.]
Qin Chen terkejut mendengar suara Qin Qui secara tiba-tiba memanggil dirinya. Jantungnya hampir jatuh saat berpikir keras dikejutkan dengan kemunculan suara di pikirannya.
"Ada apa, Qin Qui?"
[Sebelumnya, Qin Qui telah menganalisa tentang Holy Ring's kesembilan. Sekarang, Qin Qui telah mengetahui tempat keberadaan Holy Ring's kesembilan.]
Qin Chen seketika berdiri, dia kali ini benar-benar mendapatkan kejutan dalam satu hari. "Apa kamu serius, Qin Qui? Bagaimana caranya? Cepat beritahu aku bagaimana cara mendapatkan Holy Ring's kesembilan."
Qin Qui melanjutkan apa yang dia ketahui untuk mendapatkan Holy Ring's kesembilan. Saat balok es tersebut telah berada di hadapan Qin Chen, Qin Chen bertanya.
"Apa yang kamu lakukan, Qin Qui?"
[Tuan, setelah Qin Qui menganalisanya, Holy Ring's kesembilan berada di antara Tuan dan Wanita tersebut.]
Di antara kami?
"Bisa kamu jelaskan Qin Qui? Aku belum mengerti, meskipun aku sedikit mengerti tentang setengah di diriku dan setengahnya berada di dia. Tetapi, aku belum mengerti maksud perkataanmu?"
[Kedelapan Holy Ring's berputar di langit, sebuah ikatan takdir akan terbuka, dan Holy Ring's kesembilan akan muncul.]
Qin Chen dibingungkan dengan teka-teki tersebut. Kenapa Qin Qui melakukannya tanpa mengatakan langsung, Qin Chen menyadarinya kenapa dia tidak mengatakannya secara langsung kepada Qin Chen.
Ini menyangkut tentang Takdir!
Qin Chen berjalan mendekati istrinya, duduk di lantai tepat di sampingnya. Melihat betapa cantiknya istrinya tengah tertidur di dalam balok es yang begitu dingin.
Qin Chen tidak tega melihatnya secara terus-menerus di abadikan dengan es seperti ini. Paras cantiknya, senyuman di bibirnya memberikan kebahagiaan.
"Kesembilan Holy Ring's berputar di langit, sebuah ikatan takdir akan terbuka, dan Holy Ring's kesembilan akan muncul ... "
Qin Chen diam ditempat, Qin Chen secara perlahan mengambil semua ingatan yang ia ketahui. Mengingat semua kenangan tersebut, mulai dari pahit dan manis kehidupan mereka berdua.
Qin Chen terus melihat ingatan tersebut hingga membawanya kedalam sebuah moments dimana Qin Chen dan Istrinya tersebut sedang berdua dibawah bintang dan bulan.
Cahaya mereka memberikan ikatan, dan mereka adalah saksi.
__ADS_1
"Takdir ... "
Qin Chen membuka matanya kembali, dia sekarang paham apa yang dimaksud oleh Qin Qui sebelumnya.
"Terimakasih banyak, Qin Qui. Aku paham sekarang tentang apa yang ingin kamu katakan sebelumnya."
[Sama-sama Tuan, ini adalah tugas Qin Qui.]
Qin Qui senang, Qin Chen dapat dengan cepat menyadari apa yang Qin Qui maksud. Di sana, Qin Chen mencairkan Es Abadi yang menyelimuti istrinya di dalam.
Saat Es tersebut mencair, uap dingin membuat tubuh istrinya bergetar. Qin Chen menyentuhnya dengan tangannya, dia memberikan kehangatan untuknya.
Di dalam ruangan, seluruh Istana di blokir oleh kekuatan tak terbatas. Qin Chen memisahkan dua Wilayah dalam satu wilayah, dimana mereka tidak akan masuk kedalam Wilayah Istana dan Qin Chen memberikan pertahanan berlapis-lapis untuk menghindari hal yang tidak dinginkan.
"Jika bukan karenamu, mungkin aku akan gagal sekarang, Qin Qui. Terimakasih karena menyadariku dari penyesalan."
Qin Qui mengangguk kecil.
Qin Chen menariknya ke dalam pelukannya, melihatnya dengan pandangan mata yang sulit di pahami. "Saat dua Mahluk berbagai pahit dan manisnya kehidupan, mereka akan terikat oleh Takdir. Jika aku tidak menyadarinya, mungkin akan gagal menjadi suamimu sekarang maupun dulu."
"Takdir membawa pertemuan dan Takdir juga membawa Perpisahan ... Semua makhluk hidup yang terikat Takdir tidak akan dapat menghindar dari Takdir. Dan Hari ini, Takdir kita telah berubah ... "
Aku akan mengakhiri Takdir!
"Jika Takdir membawa kita untuk bertemu lalu berpisah. Lebih baik aku melepaskan ikatan Takdir ini. Pertemuan kita berdua dan kenangan kita berdua, ini terjadi karena adanya Gema di antara kita. Gema lah yang membawa kita bersama, bukan Takdir. Gema lah yang menyatukan kita, bukan Takdir. Gema lah yang membawa kita berdua untuk bertemu kembali, dan bukan Takdir."
Untaian kata Qin Chen menggema di dalam dirinya. Dia yang menentang Takdir menciptakan keajaiban, kedelapan Holy Ring's keluar dan berputar di Langit.
Setelah mengetahui semuanya, Qin Chen melepaskan ikatan Takdir mereka berdua dari Alam Semesta ini. Apapun yang terjadi kedepannya, mereka berdua adalah satu.
Pertemuan mereka sebelumnya dikarenakan mereka berdua merasakan Gema yang membuat mereka yakin bahwa Gema tersebut mempertemukan mereka.
Gema yang memantulkan suara isi hati mereka hingga bertemu kembali.
Dalam pelukannya, Qin Chen memberikan ciuman hangat kepadanya. Pada saat itu juga, tubuh mereka memancarkan cahaya terang menerangi ruangan dan Istana.
Mereka berdua melayang di langit, tubuh mereka berdiri memberikan ciuman romantis hingga ledakan membuat pakaian mereka hancur. Tubuhnya di tutupi cahaya terang membutakan mata.
Awan putih seputih sutra menutupi mereka.
Di garis pertemuan, sebuah keajaiban terjadi.
Dalam diri mereka keluar cahaya terang menyerupai aliran sungai, aliran tersebut berputar membentuk cincin di langit. Kedelapan Holy Ring's mengelilingi cincin di atas mereka.
Jauh di dalam diri mereka berdua, Rantai Takdir yang mengikat mereka berdua bergetar hebat hingga menciptakan ledakan besar. Rantai tersebut dihancurkan berkeping-keping.
Takdir, dilenyapkan!
Jika mereka bertanya kenapa Takdir harus di hancurkan, bukankah Takdir yang mengikat seluruh kehidupan di Semesta ini. Tanpa takdir, kalian bukanlah apa-apa!
Namun sebaliknya, mereka belum mengetahui bahwa Takdir juga akan membawa mereka semua dalam penyesalan seumur hidup mereka sekarang, masa lalu, masa depan, maupun masa selanjutnya!
Qin Chen adalah orang yang telah mengalami hal tersebut berulangkali. Selalu bereinkarnasi memperbaiki dirinya, namun kenyataannya sama saja, semuanya di atur oleh Takdir.
Dalam hidupnya sekarang, Qin Chen menentang Takdir dan melepaskan diri mereka dari Takdir! Pertemuan mereka atas Gema dalam hati mereka dan bukan Takdir!
Saat Takdir dihancurkan, mereka berdua telah berjalan atas diri mereka sendiri. Mereka telah terikat satu sama lain, dimana tidak ada yang dapat memisahkan mereka.
Meskipun seluruh Langit Berbintang dihancurkan secara bersamaan!
Gema antara mereka berdua akan menyatukan mereka kembali.
__ADS_1
...
*See You Again :)