
Area tempat parkir menjadi tidak terkendali, orang-orang disana mulai panik karena terbunuhnya Song Cui, Tuan Muda dari Sekte Ular Surgawi!
Orang-orang dari Sekte Ular Surgawi mengepung area parkir, dan mengepung Chu Xiawei disana. Tidak hanya panik, mereka juga tidak menyangka bahwa Song Cui dibunuh hanya dengan satu kali serangan biasa.
Suasana berubah menjadi tidak bisa bernapas, tekanan demi tekanan diberikan Sekte Ular Surgawi, meskipun di kepung oleh Sekte Ular Surgawi, mereka dapat sedikit menjauh dari sana.
Para tetua lainnya berdatangan saat mendengar salah satu tetua bersuara keras mengatakan Song Cui terbunuh. Saat mereka semua berada diluar, tentunya mereka dikejutkan oleh tubuh Song Cui yang telah terbelah menjadi dua bagian.
Bang! Bang! Bang!
Dentuman dan dentuman diciptakan, Kelian tetua mengeluarkan Aura mereka disana memperingati siapa yang membunuh Song Cui. Aura tersebut membuat banyak orang disekitarnya tertekan, dampak dari mereka berlima membuat penguasa Istana Malam sedikit kesal.
Dari Istana Malam, penguasa Istana memberikan peringatan pertama agar mereka tidak membuat kerusuhan di kota. Dentuman aura begitu besar mencakup satu kota terlepaskan!
Perasaan ingin mati dirasakan oleh mereka semua, ini benar-benar duel antara Immortal Supreme awal dan Immortal Supreme menengah!
Para Dewa lainnya tengah terduduk santai melihat orang-orang bodoh dibawah sana. Mereka seolah-olah adalah penguasa Surga, dan menduduki puncak Dunia!
Ditempat lain, Chu Xiawei tampak tenang meskipun dua aura saling menyerang. Tubuhnya mendapatkan pelindung dari ayahnya, ini untuk berjaga-jaga jika memang terjadi sesuatu.
Ini bukanlah pengalaman pertamanya dikepung oleh banyak orang, melainkan sudah sekian kalinya dikepung. Namun mereka tidak ada yang selamat dari satu gerakan Chu Xiawei!
Merasakan perlawanan dari Istana Malam, para tetua Sekte Ular Surgawi melihat kearah Istana, dimana penguasa Istana ikut campur dengan urusan mereka. Kini meningkatkan kekuatan ke titik tertinggi mereka, melepaskan aura begitu hebat menyeimbangkan penguasa kota!
"Jika kalian membuat keributan di wilayahku, aku tidak akan segan-segan mengambil tindakan untuk membunuh kalian!" Ucap penguasa Istana Malam.
"Lancang! Kau hanya penguasa wilayah kecil! Mencoba memperingati kami? Haa ... Bahkan Dewa tidak berani menentang kami disini!" Sahut tetua lain membalas perkataan penguasa Istana Malam.
Qin Chen disana terasa menjadi pemeran pembantu disaat dirinya ada protagonis dalam cerita ini.
Tidak terima!
Qin Chen menghantam kedua Aura mereka dengan Aura miliknya!
Bang!
Hanya satu dentuman mengakibatkan satu wilayah terjatuh ke titik terendah! Awan gelap dilangit berputar seperti badai dan bergemuruh mengisi kekosongan, petir-petri memancarkan serangan ke Bumi.
Mata Qin Chen sedikit berkedip merah, semua orang dibuat berlutut tanpa terkecuali. Menarik pedang hitam kecil miliknya dari celah kekosongan, tangan dan pedang mengeluarkan aura gelap!
"Berani-beraninya kalian membuatku menjadi peran pembantu disaat aku adalah protagonis di dalam cerita ini!" Ucap Qin Chen.
Suaranya terdengar sedang kesal, berjalan melalui langit dan terdengar oleh orang-orang di kota. Istana malam juga mendapatkan tekanan dari Aura Qin Chen.
Ini hanyalah puncak Immortal Supreme!
Wajah mereka semua syok melihat pemuda kisaran usia 18 tahun telah mencapai puncak Alam Surga! Padahal Qin Chen sendiri tidak mengeluarkan banyak Aura, jika dihitung dalam bentuk bola, itu hanya seperempat bola bisbol.
Sedangkan jika mengukurnya melalui besar energi tersebut, jelas itu melampaui energi yang berada di Alam Surga. Qin Chen disana tiba-tiba melesat ke arah para tetua, ia mengayunkan pedangnya berusaha menghabisi mereka.
Trangg!
Serangan Qin Chen seperti ada yang menahannya, saat melihat ke arah senjata tersebut. Senjata seperti sabit panjang terlintas di pikiran mereka siapa orang itu sebenarnya?
Qin Chen melihat kedepan, jelas tatapan matanya sedingin iblis dengan warna hitam dan biru bercampur. Mengambil langkah mundur, melihat siapa dia sebenarnya.
Menyadari bahwa itu ada Iblis Ular, yang sepertinya telah bermanifestasi menjadi Iblis Surgawi. "Ternyata dibelakang kalian ada Iblis bodoh yang bersembunyi?! Pantas kalian bersikap sombong sebelumnya. Apa penyokong kalian adalah Iblis Surgawi dari Alam Transenden, bukan?" Qin Chen bertanya kepada mereka, ini adalah rahasia Sekte Ular Surgawi yang tidak pernah mereka lihat.
"Hahahaha ... Bocah apa kau takut sekarang? Meskipun Aura milikmu dapat menekan kami, kah tidak akan sanggup melawan Dewa kami!"
"Bersujudlah pada Dewa Ular! Bahkan Ratu Surga tidak aka sanggup melawan kekuatan Dewa Ular! Jika kau bersedia, kau mungkin akan selamat dari kematian ini! Dan jika kau menolaknya, maka tunggulah dan saksikanlah kematian wanita disana!"
"Hahahaha! Konyol!" Tawa Qin Chen membatah perkataan mereka semua.
Perkataan mereka telah mengejutkan para Dewa lainnya, bagaimana tidak bahwa Sekte terkuat ke-lima memiliki pendukung dari Alam Transenden.
Mengambil gerakan lain, tangan kanannya berada di samping lehernya. Mengayunkan seperti memotong sesuatu, serangan Qin Chen melesat dengan kecepatan tinggi!
Srash! Srash! Srash!
__ADS_1
Secara tiba-tiba Qin Chen telah berada di belakang mereka berlima, ketiga tetua mati dalam satu serangan Qin Chen. Dua tetua lainnya tidak Qin Chen lukai, itu adalah rencana Qin Chen sekarang.
Pemimpin Sekte melihat mereka dari atas sana dengan kesal, ini adalah penghinaan terbesar yang mereka terima. Iblis Surgawi memancarkan Aura miliknya, menekan orang-orang disana begitu hebat, ini hanyalah sebagian kecil kekuatannya!
Membalas!
Bang!
Dua kekuatan besar beradu satu sama lain. Iblis Surgawi melihat itu tidak bergerak karena belum saatnya. Dari atas perlahan muncul sosok pria paruh baya dari dalam ruangan kecil.
Saat diluar, ia melihat ke arah tubuh putranya yang kini terbunuh, ia murka lalu menghantam Aura Qin Chen dengan Aura miliknya hingga mencakup satu wilayah!
Melesat menghantam Qin Chen dari atas, serangan tersebut mengandung kekuatan Surgawi.
Bang!
Pukulan bayangan miliknya di tahan oleh Qin Chen, pemandangan ini di lihat oleh banyak orang-orang disana. Bahkan Qin Chen tidak bergerak satu inci dari tempat ia berada sebelumnya.
"Brengsek!"
Gertakan pertama pemimpin Sekte, ia sebelumnya murka namun tertahan dan sekarang dilepaskan. Menarik tangan ke langit, tiba-tiba muncul senjata besar berbentuk sabit Dewa kematian dengan menggabungkan kekuatan para tetua.
Sabit raksasa mengarah pada Qin Chen!
"Mati!"
Swushh!
Serangan besar mengarah padanya, pandangan Qin Chen tidak berubah hanya melihat sesuatu yang tidak akan mampu melukainya. Ia mengangkat satu jari ke langit, itu terlihat oleh semua orang.
Swoosh!
Bang!
Crack!
Itu hanyalah satu jari!
Menghilang dari pandangan mereka semua, Qin Chen muncul di belakang pemimpin Sekte, tepat dimana ia menoleh kebelakang. Mengarahkan satu tendangan keras mengenal wajahnya.
Bang!
Menghantam Bumi begitu keras, ledakan mengakibatkan parkiran disana hancur. Para Dewa lainnya dikejutkan dengan kekuatan Qin Chen dapat mengalahkan pemimpin Sekte.
"Itu tendangan pertama karena kesombongan kalian, dan serangan kedua akan mengakhiri hidup kalian!"
"Brengsek!" Kedua tetua saling berteriak keras kearahnya.
Qin Chen sedikit mengerakkan matanya, itu adalah pandangan Dewa Asura miliknya. Membunuh tanpa menyentuh, tatapan penuh kekuatan menghancurkan tubuh mereka.
Boom!
Meledak dan berceceran, darah merah mengalir Lalau membentuk danau kecil di tanah. Melihat sekelilingnya, orang-orang yang menghinanya sedari tadi, ia memberikan satu isyarat. "Yang menghinaku, akan mati!"
"Telapak Guntur!"
Telapak Guntur Qin Chen mengarah ke orang-orang dari berbagai Sekte maupun orang penting lainnya. Ini adalah kemampuan Qin Chen pertama kali di Dunia Kultivator, untuk melawan beberapa serangga seharusnya tanpa kekuatan sudah cukup.
Namun pemikiran Qin Chen berbeda, sekarang dialah protagonis disini dan tentunya menunjukkan seberapa kuat toko protagonis. Telapak tangan begitu besar, membawa guntur-guntur di langit.
Jatuh!
Boom!
Hancurkan semuanya menjadi retakan tanah, satu orang yang berbuat, maka semua orang yang akan menerima akibat!
Menyingung 9 Sekte Abadi lainnya, maupun orang-orang penting dari berbagai kalangan kultivator hebat. Qin Chen secara terang-terangan memprovokasi mereka semua tanpa henti!
Melihat sekelilingnya masih ada serangga-serangga lain, "Pemecah Langit Peri!"
__ADS_1
Puluhan siluet bulan sabit berwarna-warni beterbangan menghantam mereka semua di bumi. Getaran dan ledakan mengguncang wilayah ibu kota, penguasa Istana Malam tidak bergerak melihat Qin Chen bertindak, aura miliknya tertekan!
Sunyi tanpa teriakan orang-orang, Qin Chen tidak bergerak disana melihat Chu Xiawei melawan serangga. Dari langit, ia menjaga putrinya jika ada orang yang berniat menyentuhnya.
Para Dewa murka, Aura mereka terpancar keluar dari dalam diri. Dari segala sisi Aura mereka menekan Aura Qin Chen, ini benar-benar seperti ramalan Qin Chen.
Tanah yang diberkati, kini akan menjadi tanah darah yang ditinggalkan!
"Tidak, pertarungan ini seharusnya tidak terjadi. Rakyatku akan dalam penderitaan jika ini terjadi, usahaku selama ratusan tahun membuat negara idaman akan hancur." Gumam penguasa Istana Malam.
Pergi melesat mendatangi mereka semua meksipun taruhannya adalah menghadapi 9 Sekte Abadi di Alam Surga!
Tekanan Dewa Pucak Alam Surga memang begitu kuat, bahkan langit mulai mengalami retakan. Orang-orang dibawah tertindas, sedangkan Qin Chen masih dengan tenang menerimanya.
Dari sisi Istana Malam terlihat cahaya melesat dengan kecepatan tinggi, itu adalah penguasa Istana Malam berserta rombongannya. Ini terlihat seperti permasalahan besar, Qin Chen menghadapi 9 Sekte Abadi dan orang-orang penting!
"Berhenti!" Suara teriakan seseorang terdengar di langit meminta mereka semua berhenti. Dalam kemarahan, mata mereka semua bergerak melihat orang yang lancang dan berteriak di hadapan mereka.
Perasaan gelisah diterima oleh penguasa Istana Malam, ia berhenti tidak jauh dari perkara terjadi. Tekanan tersebut sudah membuatnya berkeringat dingin, melihat sekitarnya banyak rakyat yang tertindas.
Qin Chen sedikit mengangkat alisnya, melihat tindakan ceroboh penguasa Istana Malam.
"Cukup! Jika kalian ingin membuat keributan di wilayahku, aku tidak akan tinggal diam melihat rakyatku kalian tindas!" Ucap penguasa Istana Malam begitu lantang.
"Huh!"
Satu tarikan napas para Dewa menekan penguasa Istana Malam, Aura mereka dapat dilihat melesat mengarah pada penguasa Istana Malam.
Menepis!
Qin Chen menampar Aura tersebut hingga menghilang mengejutkan mereka semua, seharusnya Aura itu dapat menekan kekuatan dibawah mereka maupun setara mereka sekalipun.
"Sungguh naif! Apa kau mencoba menjadi pahlawan disini!" Ujar ketua Sekte Abadi.
"Kau salah, ketua Sekte. Aku bukanlah orang naif yang coba-coba menjadi pahlawan di hadapan semua orang. Hari ini, kita sudahi pertarungan ini disini, dan besok adalah perebutkan harta ilahi, aku harap kau membawa banyak pasukan agar bisa bertahan satu tarikan napas dariku." Qin Chen melihat mereka dengan penuh provokasi, ia menunda pertarungan melawan sekte abadi lainnya karena alasan lain.
"Bocah! Apa kau merendahkan sembilan Sekte Abadi! Lancang!"
Menyebar dengan aura Domain milik mereka, Qin Chen menghela napasnya dan menghentakkan sedikit kakinya ke langit.
Bang!
Duarr!
Domain Dewa milik Qin Chen menghancurkan Domain Dewa mereka. Jelas itu adalah kekuatan besar, banyak orang-orang berkeringat dingin melihat pancaran Domain dari tubuh Qin Chen menekan semua Dewa yang berada di sana.
"Apa kau menantangku sekarang?" Tanya Qin Chen, matanya melihat rendah orang-orang disekitarnya.
Para Dewa menggertak kesal walaupun mereka merasakan penindasan besar, wajah mereka dibuat malu oleh Qin Chen. Jika berhadapan dengan Qin Chen sekarang, mereka pasti kalah telak karena membawa sedikit orang dari Sekte.
Menarik Domain Dewa, mereka menatap Qin Chen penuh ketajaman. "Pegang perkataan kau sebelumnya. Dan lusa adalah Kematian atas kesombongan mu, bocah!"
Pergi dari sana meninggalkan perkara sebelumnya. Qin Chen melihat kearah orang-orang Sekte Ular Surgawi, mengangkat tangannya dan mengarahkan telapak tangan kebawah.
"Mati!"
Boom! Boom! Boom!
Murid-murid maupun tetua Sekte, kini telah mati tanpa pergerakan satupun. Ketua Sekte maupun iblis Surgawi melihat tindakan Qin Chen semakin memprovokasikan mereka.
Iblis Surgawi pergi menghilang dari sana, ia pergi menuju Dimensi tempat dirinya berada karena merasakan bahwa Qin Chen bukanlah orang yang harus dia singgung.
Qin Chen menyadari bahwa Iblis Surgawi melarikan diri ke Dimensi lain, itu jelas terlihat bahwa Tatanan Alam ini mengalami beberapa masalah Ruang dan Waktu saat Iblis Surgawi melarikan diri.
Mengikat ketua Sekte Ular Surgawi dengan rantai, ia tidak membunuhnya karena darah Dewa Ular di tubuhnya sangat bermanfaat bagi Qin Chen sekarang ini. Tidak ada perlawanan, ini Domain Dewa Qin Chen telah menekan orang-orang dari Sekte Ular Surgawi!
...
*See You Again :),
__ADS_1