Supreme God System 2

Supreme God System 2
Chapter 146 - Kehancuran Benua Timur!


__ADS_3

Di Kota, para Prajurit Asura Mo Xiàn Yin menggila dalam darah, mereka semua membantai orang-orang yang berada di Kota maupun pasukan musuh. Secara alami, mereka membantai Klan mereka sendiri walaupun beda kekuasaan.


Disana, banyak kegaduhan dan kehancuran terus meledak-ledak. Dibawah langit, debu-debu ledakan berterbangan menciptakan guntur-guntur di langit begitu mengerikan.


Salah satu Asura berteriak. "Mengamuklah Asura! Tinju Kehancuran!"


Batas langit terlihat tangan besar tengah jatuh ke bumi. Pasukan musuh menciptakan pertahanan, dimana sebuah bayangan iblis hitam muncul menahan serangan tersebut dengan tangannya.


Bersamaan guntur-guntur meledak menyambar Bumi, tanah dibawah kakinya retak dan tenggelam ke bawah. Pasukan musuh tertekan disana, saat itu pula pasukan Mo Xiàn Yin menambahkan serangan di atasnya.


Bayangan telapak tangan jatuh menekan pukulan sebelumnya, ini memberikan serangan doubel kekuatan. Pertahanan Iblis dibawah mulai tenggelam lebih dalam, mereka mendorong kebawah hingga pertahanan tersebut hancur berkeping-keping di langit.


Boom!


Meledak membawa gemuruh, dibawah sana banyak orang-orang yang mati karena pukulan tersebut. Ditempat lain, banyak kilatan-kilatan cahaya membentang memenuhi kobaran api di Kota.


Seluruh pasukan tidak ada yang diam, mereka merobek dan membelah semua musuh yang menghalanginya. Jendral memberikan perintah menyerang dan menjadi komandan di pasukan ini.


Tiba-tiba, Jendral pasukan musuh datang berhadapan dengan dirinya. Disana, tanpa suara maupun kata, mereka melesat satu sama lain menyerang.


***


Ditempat Raja Asura Mo Xiàn Yin dan Raja Asura Lo Bai, mereka masih bertarung melintasi langit saling bertukar serangan kuat satu sama lainnya hingga dari mereka berdua benar-benar mendapatkan luka parah.


Pertarungan terus menciptakan ledakan-ledakan di langit hingga mereka berdua turun ke bumi menginjakkan kaki di tanah.


"Huh! Kau lumayan juga, Mo Xiàn Yin! Telah lama aku menunggu moments pertarungan ini, namun hari ini kau membuatku kesal, menyerang secara diam-diam adalah tindakan pengecut!"


"Sigh! Banyak bicara, bersikaplah layaknya seorang Raja Asura, hadapi aku sekarang dan jangan banyak bi-ca-ra!"


Mendengar perkataannya saja membuat Raja Asura Lo Bai murka, hawa membunuh terbuka dan meluas!


"Seni iblis, Domain Kegelapan!"


Bang!


Pada saat itu, Aura kegelapan membentang luas dan menyebar di penjuru langit, auranya menutupi Bumi dalam kegelapan. Sekarang, dibawah Domain kegelapan Raja Asura, kekuatan prajuritnya meningkat pesat dan dapat bersaing dengan prajurit Raja Asura Mo Xiàn Yin.


Jendral disana kesulitan menghadapi Jendral musuh, kekuatan miliknya meningkat sangat dratis. Mulai dari kecepatan, daya tahan, dan serangan.


Dalam pertarungan ini, pasukan Raja Asura Mo Xiàn Yin terpukul mundur dalam beberapa menit saja. Kekuatan musuh bertambah kuat dan kuat setiap detiknya. Raja Asura Mo Xiàn Yin telah mempersiapkan ini, dia tahu kekuatan spesial dari Raja Asura Lo Bai.


"Domain Kematian!"


Saat Kegelapan menyelimuti Bumi, Domain lain menghantam Domain tersebut. Domain Kematian miliknya mendominasi bagian dalam Domain, mereka berdua beradu satu sama lain dalam Domain.


Kekuatan pasukannya ikut meningkat satu sama lain ke titik ekstrim. Ini mengejutkan Raja Asura Lo Bai, dia benar-benar serius dalam bertarung kali ini.


Dalam hal apapun, mereka berdua seimbang satu sama lain meskipun ada beberapa kekurangan.


Tanah dibawah kaki mereka hancur saat mereka berdua melesat satu sama lain saling menukar pukulan di tengah-tengah.


Boom!


Meledak, Tanah dibawahnya terangkat naik ke langit menghancurkan dan menciptakan lubang besar di Bumi! Kedua Raja Asura benar-benar mengguncang Surga dan Dunia kali ini dalam pertarungan serius.

__ADS_1


Pertarungan sengit tidak dapat dihindarkan, ada banyak kehancuran dan banyak pengorbanan yang telah di berikan. Semuanya untuk kemenangan masing-masing di kedua belah pihak.


Bang! Bang! Bang!


Hanya sebuah asap yang muncul disaat keduanya beradu fisik. Mereka melesat menyerang, pukulan mengandung kematian di arahkan kepadanya. Sebaliknya, pedang kegelapan memotong Langit dan Kehampaan dunia juga ikut.


Boom!


Benua tersebut terbelah menjadi beberapa bagian lagi, Bumi dalam keadaan kritis untuk beberapa saat. Dibawah sana, kedua pasukan saling melihat Pemimpin mereka mendominasi Perang dibandingkan mereka.


Melihat hal tersebut, Jiwa membantai muncul, mereka semakin menggila di atas Medan Perang. Pertumpahan darah terus mengalir membajari kota dengan warna merah darah yang pekat hitam.


Sementara itu, Raja Asura Lo Bai mengerahkan kemampuan miliknya untuk membelah Raja Asura Mo Xiàn Yin menjadi dua bagian.


"Pedang Iblis, Tebasan Kegelapan!"


Swushh!


Siluet bulan sabit membentang secara vertikal, menyerang Mo Xiàn Yin di bawah sana. Dia menyatukan kedua tangannya, menarik petir-petir di bawah telapak tangan.


"Seni Iblis, Naga Guntur!"


Roarrr!


Meraung di bumi, melesat ke Langit menyerang serangan. Bertemu pada titik yang sudah ditentukan, ledakan meledak-ledak di langit membuat guncangan hebat.


Mereka bertarung terus-menerus di langit mengabaikan Ruang dan Waktu. Pertarungan mereka menghancurkan segalanya dibawah menjadi debu.


***


Sementara itu, ditempat orang yang membuat semuanya menjadi kacau yaitu Qin Chen sendiri. Kini dia tengah bersantai di bawah dimana tengah dimanjakan oleh Qin Qui di dalam ruangan.


"Apa sudah puas? Tuan?"


"Kupikir, Ya. Sangat nyaman tidur disini, andai saja setiap hari dapat tidur seperti ini. Mungkin beban pikiranku akan menghilang digantikan kesenangan."


"Itu di larang, karena Qin Qui hanyalah Sistem yang membantu Tuan menjadi Tertinggi." Balasnya mencoba menghindar.


Qin Chen hanya tersenyum, lalu dia membalasnya. "Jika aku menjadi Tertinggi, maka aku akan menghancurkan penghalang ini. Lalu membuatmu setara denganku, Mahkluk Tertinggi."


Qin Qui tersenyum manis menanggapinya, dia membalasnya dengan lembut. "Qin Qui ingin melihat sampai dimana Tuan dapat melampaui kekuatan Qin Qui saat ini, jika Tuan dapat melampaui Qin Qui. Qin Qui berjanji akan melakukan apapun yang Tuan inginkan, termasuk hal-hal yang ada di pikiran Tuan."


Saat mendengar balasan Qin Qui, Qin Chen tertawa kecil, dia akhirnya tahu perbedaan mereka berdua sangat jauh. Qin Chen juga sekarang tahu, bahwa Qin Qui dapat dengan mudah pergi darinya maupun membunuh saat ini.


Semuanya, Qin Chen tidak pikirkan. "Baiklah, pegang janjimu, Qin Qui. Dalam beberapa tahun kedepan, aku akan melampaui kekuatanmu saat ini dan membuatmu menjadi istriku, hehehe ... " Di akhir katanya, Qin Chen tertawa kecil karena bercanda.


"Ya, kalau begitu, Qin Qui akan pergi kembali kedalam diri Tuan. Tuan, anda masih memiliki tugas yang belum di selesaikan, bukan? Jangan memperlambat waktu, jika dapat mempercepat waktu."


"Ya."


Setelah itu, Qin Qui menghilang dari sana meninggalkan Qin Chen yang masih baring digantikan oleh bantal. Qin Qui meninggalkan Qin Chen sendiri di dalam ruangan tersebut.


Ini adalah pertama kalinya, bagi Qin Chen dimanjakan oleh Qin Qui sendiri sebagai bentuk keinginan Qin Chen.


Qin Chen berdiri dari tempat tidurnya, dia melihat ke tempat Perang berlangsung begitu sengit di sana.

__ADS_1


Berteleportasi secara instan menuju Benua Timur dimana perang berlangsung selama berjam-jam.


***


Setibanya disana, Qin Chen berada di langit melihat orang-orang dibawah saling membunuh. Dua Raja Asura saling beradu kekuatan dan mendapatkan luka-luka parah di sekujur tubuhnya.


Qin Chen memancarkan Aura dirinya di langit, semuanya terhenti menyerang. Semuanya melihat ke tempat Qin Chen berada, begitu dia datang, dia membawa Kekacauan.


"Badai Kekacauan!"


Membalikkan tangannya kebawah, sebuah badai kekacauan tercipta di bumi. Menghancurkan segalanya menjadi butiran debu, pasukan Lo Bai di hancurkan dalam satu kali serang.


Qin Chen turun kebawah, menginjakkan kakinya di atas reruntuhan Kota. Melihat pasukan dirinya telah berkurang banyak, dia melihat ke arah Raja Asura Lo Bai tengah melayang di Langit melihatnya.


"Apa kau Raja disini?" Tanya Qin Chen.


"Siapa kau, aku tidak memiliki masalah dengan kau. Kau benar, aku adalah Raja di Wilayah ini." Balasnya.


"Aku? Yama, Dewa yang membawa kematian pada orang-orang di Dunia!" Balas Qin Chen, dia dengan cepat melesat ke depannya.


"Mati!"


Qin Chen mengarahkan pukulannya ke atas kepala dengan keras menghancurkan tubuhnya hingga berkeping-keping menjadi gumpalan daging yang tak dapat dibentuk kembali oleh Sihir.


Setelah kematian Lo Bai, Qin Chen melayang di langit melihat Mo Xiàn Yin dibawah sana dengan tatapan tajam. "Lanjutkan tugas yang ku berikan, dalam waktu sesingkat mungkin untuk membersihkan tempat ini. Biarkan berita kehancuran ini menyebar, dengan begitu, Raja Asura lainnya akan mendapatkan desakan."


"Baik."


Qin Chen langsung melesat menuju Istana Lo Bai, disana, Qin Chen duduk menikmati hari-hari sebagai Penguasa Alam Asura. Urusan diluar, Mo Xiàn Yin akan mengurusnya bersamaan dengan Jendral kepercayaan Mo Xiàn Yin.


***


Di dalam Istana, Qin Chen mengeluarkan layar yang melihat jendela status miliknya. Banyak yang berubah, namun tidak membuat Qin Chen berubah.


"Pedang Asura legendaris berada di Benua bagian Selatan. Dimana, jika aku menghancurkan Benua Barat. Maka, Selatan akan terdesak untuk bertahan maupun kabur tidak ada pilihan lain, karena dia akan dikepung."


[...]


Qin Chen kembali berpikir, di depannya terdapat bagian-bagian layar memisahkan kekuatan dirinya. Sekarang, Qin Chen ingin mengungkapkan tentang misteri yang pernah ia dapatkan sebelumnya agar tidak ada tanda tanya lagi.


Kota yang hancur membuat banyak kehidupan mati, pasukan Qin Chen beristirahat di reruntuhan Kota. Menyembuhkan luka-luka mereka sebelum melanjutkan menyerang Benua barat.


Mo Xiàn Yin Duduk di puncak gedung, di belakangnya Jenderal berdiri melihat Raja Asura Mo Xiàn Yin tengah duduk, dia Jendral yang setia dalam apapun itu.


"Raja, beristirahatlah ... Jika anda memaksakan diri, itu tidak akan baik untuk tubuh anda yang sekarang."


"Tidak apa-apa, ini sangat menyenangkan. Sudah lama aku menunggu moments seperti ini, Dimana aku bertarung dengan Sang Raja disampingnya."


"Baiklah, jangan memaksakan dirimu, Raja." Jendral membalasnya dengan sedikit menundukkan kepalanya.


"Berhentilah memanggilku Raja, bodoh. Aku bukanlah Raja disini." Mo Xiàn Yin menghela napasnya dengan pelan, bagaimana bisa jendral nya selalu mengikutinya.


"Namun, anda tetaplah Raja sana." Balasnya.


Mo Xiàn Yin hanya tersenyum tipis, pada saat itu, hembusan angin menghapus debu-debu di sana. Mereka berdua benar-benar Legenda yang baru.

__ADS_1


...


*See You Again :)


__ADS_2