
Paginya
Setelah pembicaraan kemarin, Qin Chen paginya telah berada di dalam ruangan miliknya. Dia seperti pekerja kantoran, membaca dokumen dan melihat perkembangan Alam Neraka, Alam Asura dan Alam lainnya yang ia tundukkan.
Di dalam ruangan tersebut, secangkir teh melati telah tersedia disampingnya tepat di atas tempat meja kerjanya.
Wushh!
Secara tiba-tiba sosok menyerupai iblis muncul disampingnya, memberikan hormat kepada Qin Chen untuk menerima perintah langsung dari Qin Chen.
"Memberi hormat kepada Yang Mulia." Ucapnya sambil memberikan hormat kepada Qin Chen saja tidak dengan orang lain.
"Baik, aku terima. Aku memanggilmu karena ada tugas yang akan aku berikan, apa kamu dapat menjalankannya?" Ucap Qin Chen sambil memberikan pertanyaan kepada sosok tersebut.
"Saya akan menjalankan tugas dari anda sebaik mungkin dan tidak akan mengecewakan harapan anda." Balasnya.
"Baiklah, pertama. Pergi kembali ke Alam Neraka dan perintahkan para prajurit untuk menyebarkan undangan kenaikan Tahtaku, dan datang ke acara. Kedua, setelah semuanya selalu, kirim undangan kesemua iblis berbakat untuk datang ke istana dan Terakhir, aku akan melihat kondisi Alam Neraka lalu memperbaiki semuanya dari awal." Ucap Qin Chen.
Sosok tersebut terdiam mendengarnya, namun semuanya akan dia lakukan. "Baik, saya mengerti, jika begitu saya akan kembali menjalankan tugas saya."
"Pergilah."
Setelah sosok itu pergi, Qin Chen kembali duduk tenang melihat kedua alam di hadapannya.
"Sekte telah berkembang karena aku mengisi kekuatan Sekte dengan kloningku sendiri, dan bahkan tidak ada mengetahuinya."
Qin Chen duduk sambil menikmati secangkir teh, untuk mencari Ayah Mu Xuayin, dia akan mencarinya dari sana. Karena mencari orang sepertinya akan sangat sulit .
"Aku tidak tahu seperti apa dia sebenarnya, tapi pria sebelumnya kenapa bertanya tentang Mu Xuayin. Atau jangan-jangan dia adalah ayahnya, dan menyembunyikan dirinya sampai waktunya tiba lalu bertemu?" Qin Chen bingung dengan pria sebelumnya.
Setelah beberapa menit berlalu, Qin Chen dengan pria itu sama-sama memiliki kepribadian yang sama. Dimana menyembunyikan rahasia masing-masing dan lebih memilih untuk low profil.
***
Setelah beberapa jam di dalam ruangan, Qin Chen pergi keluar ke area luas di belakang Istana. Disana, putra dan putrinya yang tinggal di Istana tengah berlatih kekuatan masing-masing.
__ADS_1
Melihat hal tersebut, Qin Chen mendekati mereka yang dimana mereka semua berhenti karena kedatangan Qin Chen.
'Qin Qui, apa kamu menjual Artefak Pengumpulan Qi?'
[Tentu Tuan.]
'Beri aku satu.'
Seketika, Artefak Pengumpulan Qi muncul di tangan Qin Chen. Qin Chen disana lalu meletakkannya di hadapannya, dimana artefak tersebut melayang dan sebuah cahaya berputar di hadapannya.
Cahaya tersebut lalu menarik seluruh energi di sekitarnya di area tersebut. Mereka merasakan penuh dengan energi, dimana energi tersebut terkumpul di tempat tersebut.
"Baiklah, Ayah telah memasangkan Artefak Pengumpulan Qi. Kalian dapat bermeditasi meningkatkan kekuatan disini, dan Ayah akan mengawasi kalian." Ucap Qin Chen kepada mereka.
Qin Chen lalu duduk di kursi, mereka mengangguk paham lalu bermeditasi. Qin Chen yang duduk, dia melihat Panel di hadapannya dan melihat ke arah laporan selama ini yang ia dapatkan.
'Coba aku mundurkan beberapa tahun sebelum aku naik. Aku tertekan oleh Surga sebelumnya dan tertidur Abadi selama 500 tahun, lalu bangun menghadapi Dewa Kekacauan Tiran. Setelah itu, aku bertemu Mu Xuayin dan Dunia yang sekarang semakin kacau.'
Qin Chen mengingat beberapa tahun sebelumnya karena ada satu masalah yang belum diselesaikan.
[Tuan, Kekacauan terjadi karena banyak hal, namun satu yang membuat semuanya menjadi seperti ini.]
'Apa itu?'
[Kekuatan Tuan.]
[Kekuatan Tuan yang telah menyebabkan Kekacauan Besar ini, jika bukan karena kekuatan Tuan, maka Dunia akan Damai dan hanya ada kekacauan Skala kecil perebutan Tahta Tertinggi.]
Qin Chen mengingat kembali ke masa lalu karena terjebak dan mencari kekuatan Primordial miliknya. Sampai sekarang, Yu FeiFei masih mengingatnya.
'Jadi, apa mungkin Kekacauan yang sekarang karena aku kembali ke masa lalu dan membuat garis Waktu berubah besar. Seperti butterfly?' Tanya Qin Chen.
[Mungkin, karena perubahan kecil di masa lalu akan menimbulkan kekacauan besar di masa selanjutnya. Ini lah yang memicu Kekacauan besar ini.]
'Maksudmu, semua ini karena perubahan kecil yang aku perbuat di masa lalu? Yu Feifei yang masih mengingatku, dan kekuatan Primordial Time Travel yang masih ada sampai sekarang yang dulunya menghilang.'
__ADS_1
[Benar Tuan. Jadi, bencana Kekacauan Besar ini tanpa sadar telah Tuan ciptakan sendiri sewaktu di masa lalu.]
'Jadi begitu, aku mengerti sekarang.'
Qin Chen sedikit menunduk melihat tangannya sendiri, benar, Qin Qui sebelumnya melarang Qin Chen untuk berhubungan dengan orang di masa lalu namun Qin Chen tetap melakukannya.
Sekarang, ini lah yang terjadi dimana tindakan kecil Qin Chen telah membuat Dunia dalam kekacauan besar. Mengingatnya saja sudah membuat Qin Chen bersalah, jika bukan karena Alam Surga, Ratu Surga dan lainnya tidak akan seperti ini.
"Sigh ... Aku memang orang yang suka buat Kekacauan ya, Qin Qui." Qin Chen bergumam sendiri di sana.
[Benar Tuan.]
"Jika begitu, sudahlah ... Lebih baik menikmati hidup yang ada. Jika memang ingatanku kembali, mungkin aku akan meninggalkan mereka semua di Alam Surga." Balasnya.
[Benar Tuan.]
"Wanita itu mengetahui siapa aku, apa dia juga termasuk kehidupan masa lalu atau dialah satu-satunya orang yang mengetahui segalanya tentangku."
[Benar Tuan.]
Dari jawaban Qin Qui, Qin Chen sudah menemukan sedikit tentangnya. Dimana Qin Chen memang akan pergi meninggalkan mereka semua di Alam Surga setelah menemukan Wanita tersebut.
Namun, hal tersebut masihlah sebuah kata yang dapat berubah kapan saja. Seperti sekarang ini, Qin Chen sekarang tengah duduk melihat mereka.
'Lebih baik aku menulis Seni kekuatan keluarga Primordial. Dengan begitu, mereka dapat menggunakan kekuatanku, ini juga untuk mengisi waktu luang sebelum pesat di Alam neraka.'
Qin Chen menarik sebuah kertas dan juga kuas kecil untuk menulis Seni Primordial. Di belakangnya, ketiga istrinya tengah berdiri memperhatikan Qin Chen yang duduk sambil menulis disana.
Setelah melihat beberapa menit lamanya, mereka kembali ke tempat masing-masing. Dimana Mu Xuayin masih mengurus Alam Surga, Qiu Yu Ran dengan Istana Langit, dan Chu Chunhua dengan cemilannya.
Mereka begitu sibuk akhir-akhir ini, namun ini memang tugasnya. Sementara itu, Ayah dan Ibu Qin Chen yang telah berbicara dengan Mu Xuayin kini melihat Qin Chen dari kejauhan.
"Setelah ini, ibu akan jujur padamu, Chen'er." Ucapnya sambil melihat Qin Chen yang duduk di hadapannya.
...
__ADS_1
*See You Again :)