Supreme God System 2

Supreme God System 2
Chapter 058 - Desa Elf dan Sikap!


__ADS_3

Danu Lily


Qin Chen berdiri di tepi Danau melihat air Danau begitu tenang, sama seperti masa lalunya. Tenang di permukaan, namun kacau di dalam, begitu juga dengan hidup ini.


Tampak tenang di luar, namun di dalamnya sangat kacau. Perkataan Qin Chen sebelumnya membuat rombongan Elf terkejut, bukan tanpa alasan mereka semua terkejut. Melainkan nama-nama sebelumnya hanya Ratu dan orang-orang Ratu mereka yang mengetahuinya.


Tentunya, nama itu hanya untuk nama muridnya.!


Qin Chen lalu melanjutkan perjalanan setelah mengatakan hal tersebut. Dewi Suci semakin bingung, Kaisar Naga Chen mendekatinya karena melihat istrinya bingung dengan apa yang terjadi sekarang.


"Istriku, apa yang kamu pikirkan?" Tanya Kaisar Naga Chen.


"Tidak apa-apa, aku hanya terkejut mengetahui bahwa chen'er adalah murid temanku. Tapi bagaimana bisa? Aku benar-benar dibingungkan dengan apa yang chen'er lakukan selama ini." Dewi Suci membalas pertanyaan dari suaminya, karena ia kali ini benar-benar dibingungkan oleh putranya sendiri.


"Jadi begitu, namun ini belum jelas ... Untuk sekarang, lebih baik kita memperhatikan Qin Chen saja, aku yakin pasti dia memiliki banyak alasan nantinya." Ujar Kaisar Naga Chen.


Permaisuri dan Chu Xiawei juga dibingungkan dengan mereka, ini benar-benar diluar pengetahuan mereka berdua. Untuk sekarang, mereka berdua setuju tentang kebingungan kali ini.


Melihat Qin Chen pergi melanjutkan perjalanan, mereka kembali mengikuti Qin Chen. Berjalan masuk kedalam hutan dengan dikawal oleh rombongan Elf menuju tempat tinggal mereka.


Kesampingkan hal tersebut, Qin Chen hanya ikut menuju Desa Elf untuk mencari tahu sekaligus tentang sejarah Yu Feifei bisa naik ke Alam Tertinggi.


***


Desa Elf


Setelah melakukan perjalanan selama dua jam, mereka akhirnya sampai di depan Desa Elf. Jarak antara gerbang dan mereka hanya berjarak 10 meter. Gerbang kokoh dengan batu bata, dan ada banyak prajurit berjaga-jaga disana demi keselamatan penduduk.


Mereka masuk kedalam setelah melewati penjagaan Desa. Di sana, Qin Chen melihat banyak ras Elf dari wanita, gadis, anak kecil, maupun orang dewasa. Jelas semuanya seperti sedang bermain Video Game di dunia asalnya dulu.


Melewati Desa, mereka semua dibawa ke ruangan dimana para tamu undangan bisa beristirahat. Sedangkan orang sebelumnya, mereka pergi untuk memanggil para terdahulu untuk menyambut mereka.


Qin Chen duduk dengan tenang sambil memperhatikan daerah sekitarnya, Chu Xiawei duduk disampingnya melihat ayahnya dengan wajah bingung.


'Apa yang ayah pikirkan? Apa ada masalah lagi?' Pikir Chu Xiawei.

__ADS_1


Pikirannya bisa Qin Chen dengar dengan baik, ia langsung meletakkan tangannya ke atas kepala putrinya. Mengusap-usap lagi dengan lembut sambil berkata. "Ayah tidak ada masalah, Xiawei kecil tidak perlu khawatir."


"Eh! Apa ayah mendengar apa yang Xiawei pikirkan?!" Dia terkejut saat pikirannya dapat dibaca oleh ayahnya.


"Itu hal mudah bagi Ayah."


Chu Xiawei jadi malu, ia langsung menutup wajahnya dengan tangannya. Bagaimana jika ayahnya membaca pikirannya, itu akan membuatnya malu seumur hidupnya.


Qin Chen hanya tertawa kecil, ia melihat ke arah permaisuri yang sedari tadi hanya diam. Sifat dinginnya muncul lagi, ia bahkan melihat ke arah Qin Chen dengan tatapan yang berbeda dari sebelumnya. Itu seperti iblis yang ingin memangsa tangkapannya.


Apa dia cemburu?


Sedikit mengerutkan keningnya, namun tiba-tiba pintu ruangan terbuka membuat semuanya melihat ke arah pintu ruangan tersebut.


Perlahan dari luar muncul para pendahulu Elf yang berusia puluhan ribu tahun atau bahkan lebih dari itu. Mereka ada empat orang dengan tubuh tua, ada satu Elf wanita tua melihat ke arah Qin Chen.


[Tuan, wanita Elf di sana mencoba menekan anda dengan kekuatan Jiwa.]


'Jadi begitu, lawan balik.'


Saat matanya tertuju pada Qin Chen, pendahulu Elf disana langsung mendapatkan serangan mental dari Qin Chen. Tubuh bergetar hebat dengan darah keluar dari dalam mulutnya, mata mereka langsung tertuju pada Qin Chen yang duduk disana.


"Seharusnya tidak melakukan seorang tamu seperti penjahat, jika ini terjadi lagi. Aku tidak akan mengampuni kalian semua, jikapun ini adalah Wilayah yang dilindungi oleh Yu Feifei, aku tidak akan segan-segan menghancurkannya!"


Sontak mereka dibuat diam. Pandangan mata Qin Chen begitu tajam dan memiliki kekuatan Jiwa besar. Itu dapat menghancurkan tubuh mereka dalam satu tarikan napas.


"Maafkan atas kelancangan sebelumnya." Ucap pendahulu satunya.


Qin Chen tidak menanggapi perkataannya, ia kesini hanya untuk beberapa alasan dan istirahat. Jadi, apapun yang terjadi disini bukanlah urusannya, meksipun mereka mengenal Yu Feifei.


Setelah situasi menjadi lebih tenang, mereka semua kembali duduk dengan memperkenalkan siapa mereka. Dari pendahulu pertama hingga keempat, mereka adalah orang yang dibawah pelindung Yu Feifei.


[Tuan, ada panggilan jiwa yang mencoba menghubungi Tuan.]


'Panggilan Jiwa? Apa itu Yu Fefiei?'

__ADS_1


[Sepertinya begitu.]


Qin Chen menghela napasnya. "Apa di Desa ini ada patung ataupun barang peninggalan Yu Feifei?" Tanya Qin Chen.


Satu orang di dalam sana kesal dengan sikap Qin Chen. Jelas Qin Chen hanya melakukan apa yang dia inginkan, tidak peduli tempat maupun suasana. Semuanya akan sama saja dimata Qin Chen.


Tidak ada satupun tanggapan yang mereka berikan, Qin Chen lalu berdiri dan berjalan membawa putrinya dan permaisuri untuk ikut bersama. Penghinaan ini benar-benar membuat pria tersebut kesal.


Brukk!


"Lancang! Apa kau tidak menganggap kami semua! Dasar anak muda tidak tahu diri!"


Qin Chen mendengar hentakan suara itu, kini dia berhenti. Sedikit memalingkan kepalanya kesamping. Tatapan matanya menunjukkan ketidak kesenangan, dan tatapan membunuh. Aura Roh jahat dan kebaikan muncul memenuhi Desa Elf!


Satu tatapan matanya menyebabkan banyak orang-orang di Desa menjadi ketakutan, keempat pendahulu Elf gemetar melihat pemuda di hadapannya menguasai kekuatan Roh! Ini bahkan melebihi Ratu mereka semua.


Swoosh!


Sinar cahaya seperti laser melesat kesamping leher pendahulu Elf. Itu hampir membunuhnya! Serangan Qin Chen memberikan peringatan keras, satu ruangan dibuat geger dengan sikap Qin Chen kali ini.


"Aku dibawa kesini dengan orang kalian, dan ini sambutan kalian? Jika begitu, orang-orang yang berhubungan dengan Yu Feifei, mereka semua lebih baik pergi dari Wilayah ini. Kalian membuatku muak!"


Qin Chen pergi setelah mengatakan hal tersebut dengan keras di dalam ruangan. Diikuti dengan putrinya dan permaisuri dibelakang, saat ini tidak ada yang dapat bergerak lagi.


Rombongan Dewi Suci tidak dapat bergerak untuk membantu, karena sepertinya Qin Chen dapat mengatasi semuanya dengan begitu mudah.


Mereka bertiga menuju dimana arah suara Jiwa yang memanggilnya. Ada banyak Elf memperhatikan mereka, dan ada banyak prajurit berwaspada terhadap Qin Chen.


Menuju ke tempat pohon besar yang dijaga oleh banyak prajurit, karena suara tersebut berada di dalam sana. Permaisuri hanya ikut, ia tidak tahu apa-apa dan tidak mau tahu untuk sekarang.


'Apa disana?'


[Benar Tuan.]


...

__ADS_1


*See You Again :)


__ADS_2