
Di Dunia Rendah
Tepat di atas bukit, Chu Chunhua tengah berdiri di depan pohon besar. Pandangan matanya terlihat sedih melihat dedaunan di pohon tersebut mulai gugur dan kering.
Bahkan, dapat dikatakan hanya tinggal beberapa ratus daun yang masih tersisa, Daun itu berjatuhan satu persatu dimana ini adalah akhir dari kehidupan pohon tersebut.
Chu Chunhua melihatnya dengan mata yang membuat Qin Chen tidak dapat bergerak. Begitu cerah dan sedikit genangan di bawah matanya.
Saat Qin Chen melihat sedikit lebih tinggi, Qin Chen dapat melihat tulisan yang terukir disana.
“Satu pertemuan untuk segala kehidupan, Qin Chen dan Chu Chunhua.”
Tulisan tersebut terukir jelas meskipun hampir menghilang karena usia pohon. Namun, memiliki arti yang berarti. Dimana, pohon dan ukiran itu adalah bukti bahwa mereka akan bersatu di segala kehidupan yang ada.
Qin Chen mendekati istrinya, berdiri disamping melihat Pohon tersebut sambil mengusap bahu istrinya. "Pohon ini akan mati dalam beberapa hari kedepan, apa kamu mau aku membantunya?"
"Tidak ... Aku datang kesini untuk melihat Pohon ini untuk terakhir kalinya. Meskipun Pohon ini akan mati, aku senang dapat melihatnya terakhir kali, dia adalah bukti bahwa kita pernah bertemu disini dan menjadi saksi Abadi antara kita." Balas Chu Chunhua kepada Qin Chen.
Qin Chen mendengar, dia tidak dapat berkata lagi setelah mengerti jawaban istrinya. "Begitu, ya ... "
Chu Chunhua lalu menyenderkan kepalanya ke tubuh Qin Chen. Dia melihat pohon tersebut sambil memegang tangannya kanan Qin Chen, disana Qin Chen memberikan semangat agar tidak runtuh.
"Kehidupan lalu Kematian, mereka berdua adalah Aturan Dunia. Tidak ada yang dapat menghentikan Aturan tersebut, sama halnya seperti manusia yang berjuang menjadi Immortal. Pada akhirnya mereka akan mati karena usia ataupun penyakit ...
Aku pernah membaca sebuah cerita yang memiliki judul; Rebirth Supreme God. Dimana dia mati saat melepaskan diri dari Alam Semesta karena penyesalan tidak dapat melindungi orang yang dia sayangi. Sama sepertiku dulu, saat melindungimu dan akhirnya kita bertemu kembali dalam keadaan yang baik."
"Apa kamu menyesal?"
"Menyesal? Mungkin, aku sangat menyesal saat itu karena tidak dapat melindungimu. Penyesalan ini hingga saat ini masih terukir sebelum orang itu bertanggung jawab. Jika bukan karena dia, kita tidak akan terpisah begitu lama dalam lingkup Ruang dan Waktu berbeda ...
Tapi, aku berterimakasih kepadanya. Karenanya, aku dapat mengubah pandanganku kepada Dunia. Aku dapat membangkitkan kekuatan lain untuk membalasnya dan segala sesuatu di Dunia hanyalah sebuah rekayasa yang aku permainkan dibawah tanganku."
Chu Chunhua melihatnya dengan seksama dimana Qin Chen benar-benar membuatnya sadar. Dimana dia tidak boleh ragu, dan kembali pada jalan yang ia pilih sekarang ini bersama Qin Chen.
"Terimakasih ... "
"Sama-sama, ini ada tugasku sebagai suami yang membawamu kembali ke jalan yang kamu pilih. Terlepas dari semuanya, apa yang ingin kamu lakukan selanjutnya?"
"Aku? Mungkin menghibur diri dengan berjalan-jalan di Kota untuk membeli beberapa hadiah, dan kembali ke Alam Surga setelah berkunjung ke satu tempat lagi." Balasnya.
Qin Chen mengangguk memahaminya, dan mengeluarkan sebuah bunga mawar dimana untuk diberikan kepada pohon tersebut. Bunga itu turun di bawah pohon dimana angin menyapu dedaunan hingga banyak berjatuhan.
"Tidak ada yang dapat bertahan selamanya, segala kehidupan akan mati pada waktunya, pertemuan pasti ada perpisahan, kehidupan pasti bertemu kematian, hanya satu yang Abadi, Kenangan."
Begitu sederhana namun berarti selamanya, saat kita terlahir ke Dunia, kita telah melihat dan mengingat banyak hal. Kenangan itu terukir jelas di dalam diri hingga akhir kehidupan.
Pada saat itu, Daun terakhir gugur tepat setelah Qin Chen memberikan hadiah terakhirnya. Pohon itu mulai bercahaya dan secara perlahan naik menjadi butiran cahaya terang di hadapan mereka.
Chu Chunhua melihat hal tersebut, dia tersenyum bahagia melihatnya. Pohon Ajaib yang telah mengukir nama mereka berdua selama ratusan ribu tahun lamanya kini benar-benar mengambil keputusan untuk pergi dari dunia.
Dia bertahan hingga sekarang untuk menggunakan kedatangan mereka berdua dan melihat mereka berdua untuk terakhir kalinya.
Saat dia menghilang, dia memberikan dua hadiah terpisah satu sama lainnya. Qin Chen menerimanya dan melihat dia menghilang dari Dunia.
Setelah kepergian Pohon Ajaib, mereka berdua melihat hadiah yang diberikan oleh Pohon Ajaib tersebut. Saat Qin Chen melihatnya, dia dikejutkan dengan hal tersebut.
__ADS_1
"Air Keabadian yang telah terkondensasi selama lebih dari seratus ribu tahun hingga membuatnya menjadi Air Keabadian Suci. Hadiah lainnya adalah Benih Dunia."
Asal usul Pohon Ajaib bahkan Qin Chen sendiri tidak mengetahuinya, namun hadiah yang dia berikan begitu berarti bagi mereka berdua saat ini.
Qin Chen dan Chu Chunhua memejamkan matanya memberikan rasa terimakasih kepadanya.
Setelah semuanya usai, mereka berdua masih berdiri disana melihat Kota dari atas bukit tinggi. Qin Chen lalu berbicara kepada istrinya. "Air Keabadian ini bagus untukmu dan Benih Dunia akan aku tumbuhkan di dalam Dunia baru. Mungkin, dia memberikan Benih Dunia kepada kita agar kita dapat menciptakan Dunia yang dimana tidak ada kekacauan."
"Maksudmu adalah, Dunia baru tanpa ada Aturan kekuatan adalah segalanya."
Qin Chen tersenyum mendengarnya, tidak ada yang tidak mungkin bagi Chu Chunhua saat ini. Namun, masih dini bagi Qin Chen untuk melakukan segalanya.
Chu Chunhua mengambil Air Keabadian Suci untuknya dan Qin Chen menyimpan Benih Dunia. Dia telah meminta Qin Qui mengurus semuanya dan Qin Chen akan menerima bersih sekaligus laporan Qin Qui.
Setelah semua selesai, mereka berdua pergi dari sana menuju Kota dengan jalan kaki. Saat keluar dari hutan, Qin Chen dan Chu Chunhua menunggu Taxi.
Kebanyakan orang Dunia ini yang berkultivasi hanyalah sedikit. Bahkan bisa dikatakan bahwa Dunia modern ini tidak memiliki begitu banyak kultivator maupun Seni Bela Diri.
Beberapa menit berlalu, akhirnya mereka berdua mendapatkan Taxi, mereka lalu pergi ke Kota dengan menggunakan Taxi umum. Chu Chunhua cukup mengetahui Dunia ini, jadi Qin Chen hanya perlu menyiapkan uangnya.
'Qin Qui, tolong ya, aku tidak tahu uang yang digunakan disini.'
[Baik Tuan.]
[Selamat Tuan, karena berhasil menukarkan 1 Juta koin emas menjadi uang dunia ini.]
Setelah mendapatkan uang dunia ini, Qin Chen dan Chu Chunhua mengendarai mobil menuju ke Kota. Di sepanjang jalan, Chu Chunhua mengandeng tangan Qin Chen sambil menyenderkan kepalanya.
Dari sana, Qin Chen dapat melihat bangunan dan juga hutan yang begitu besar. Dapat di pastikan bahwa ini benar-benar dunia modern yang sama seperti Bumi.
***
Saat itu juga, Qin Chen mendapatkan hadiah dari supir Taxi, dia diberikan bunga mawar untuk Qin Chen karena memiliki seorang wanita begitu cantik.
Setibanya mereka disana, mereka menjadi Pusat perhatian semua orang. Karena apa? Pakaian mereka dan penampilan mereka menyerupai Dewa dan Dewi. Tentunya, kedatangan mereka menjadi perbincangan hangat bagi orang-orang Kota.
Qin Chen mengabaikan mereka, dan melihat istrinya tengah terkagum dengan perkembangan di Dunia tersebut. Melihat hal tersebut, Qin Chen hanya dapat tersenyum.
"Kemana kita akan pergi?" Tanya Qin Chen.
"Belanja." Chu Chunhua dengan suara yang gembira menjawab pertanyaan Qin Chen.
Dia ingin belanja?
Dikejutkan dengan sikapnya, Qin Chen menurutinya kemana dia akan pergi. Tidak heran karena mereka berdua bertemu di zaman modern ini. Tentunya, pengetahuan Chu Chunhua tidak dapat diprediksi.
Chu Chunhua mengandeng tangan Qin Chen dan membawanya menuju tempat Pusat Perbelanjaan Kota. Mungkin, dia ingin memberikan hadiah untuk putra dan putrinya di Alam Surga.
Mengikutinya sampai di Pusat perbelanjaan, Qin Chen melihat gedung tinggi dan besar begitu luas di dalam. Melihat hal tersebut, Qin Chen benar-benar kagum tentang perkembangan ini.
"Sayang, apa kamu punya uang?" Tanya Chu Chunhua kepada Qin Chen di sampingnya, dia lupa kalau dia tidak mempunyai uang di sana.
Qin Chen memberikan elusan lembut di kepalanya, lalu berbicara. "Uang? Belilah apa yang kamu suka, sekalipun kamu mau membeli gedung ini, aku dapat membelinya untukmu ... "
"Benarkah? Terimakasih banyak, sayang ... " Balasnya sambil memberi kecupan di pipinya dengan sangat lembut.
__ADS_1
Qin Chen tersenyum puas, dia mendapatkan hadaih kecil. Chu Chunhua langsung membawa Qin Chen berjalan untuk belanja di dunia modern ini adalah hal yang tak terduga bagi Qin Chen.
Sebagai Kultivator, dia malah belanja di dunia modern, seakan-akan dunia ini adalah miliknya. Walaupun memang benar bahwa seluruh dunia ini adalah miliknya.
Saat berjalan di dalam, mereka sekali lagi menjadi Pusat Perhatian. Chu Chunhua membawa Qin Chen ketempat toko sepatu dimana Istrinya memilih sepatu modern untuk putrinya.
'Dia ... Ah, sudahlah. Aku tidak tahu apa yang dia jalani selama aku tidak ada. Bagaimana bisa Dewi sepertinya begitu paham terhadap zaman modern.'
Qin Chen kebingungan atas pengetahuan istrinya yang ini, dia begitu mengerti tentang zaman modern dan menyukai barang-barang dunia modern.
Dia memilih sepatu untuk putrinya, Qin Chen duduk di kursi melihatnya memilih. Di belakang Qin Chen, ada banyak orang-orang yang mengambil gambarnya dan mengambil Video tentang mereka.
Melihat semakin banyak orang-orang disana, Qin Chen berdiri dengan melirik ke belakang dengan tatapan Merah darah begitu terang mengejutkan mereka semua.
"Pergi dari sini sekarang, atau mati."
Suara Qin Chen membuat mereka semua ketakutan setengah mati, Chu Chunhua mendengar hal tersebut langsung tertawa kecil mendengarnya. Dia telah mendapatkan sepatu yang bagus, dan meminta Qin Chen membayarnya.
"Sayang, aku telah memilih sepatu untuk mereka. Selanjutnya adalah pergi mencari barang untuk Putraku." Ucap Chu Chunhua.
Qin Chen kembali mendekatinya, memberikan pembayaran melalui uang tunai tanpa transfer. Qin Chen terus dibingungkan tentang ini, sebenarnya ini dia berada di Dunia Kultivasi atau moderen.
Setelah mendapatkan barang pertama, mereka berdua pergi dari sana menuju tempat lain selain Pusat Perbelanjaan. Menuju Kota Kuno di bagian Selatan Benua tersebut.
***
Bagian Selatan, mereka tiba di bukit rendah dimana pepohonan di bawah membentang luas di Wilayah tersebut. Qin Chen dan Chu Chunhua tiba di satu tempat yang Qin Chen tidak ketahui, disana Chu Chunhua membawa nya ketempat aneh.
Ada gua kecil di bebatuan, mereka berdua masuk kedalam dimana Chu Chunhua membawanya kesana.
Tempat persembunyian? Tidak, ini bukan tempat persembunyian!
Saat Qin Chen melihat Titik cahaya di depannya, Qin Chen terus maju dan keluar dari dalam gua. Saat di luar, Qin Chen dikejutkan dengan pemandangan di hadapannya.
Ribuan orang berterbangan menggunakan daun, gunung-gunung berjejer tinggi di tanah yang luas. Sembilan Paviliun begitu besar mengambil posisi Penguasa.
"Ini ... Apa ini!"
"Negeri Daun, ini adalah Negeri Daun yang pernah aku kunjungi. Gua sebelumnya adalah jalan menuju Negeri ini, hanya aku yang dapat melihatnya. Tentunya, aku mengetahui semua yang ada disini dibandingkan siapapun. Meskipun jarak Negeri Daun sangat sejauh dengan Alam Surga, namun Negeri Daun terkenal akan barang-barang terbaiknya."
"Negeri Daun? Barang-barang terbaik? Apa yang selama ini kamu lakukan tanpa aku disisimu?" Tanya Qin Chen.
"Aku? Tentunya menjelajahi bidang struktur Semesta kecil hingga besar mencari Reinkarnasimu. Selama itu juga, aku telah menemukan lebih dari ribuan tempat rahasia yang ingin aku perlihatkan padamu." Balasnya.
"Termasuk dunia modern?"
"Benar, termasuk Dunia modern, aku telah melihat banyak hal di langit inu. Jadi, apapun yang aku lakukan pasti akan mengejutkanmu."
"Ah, benar. Kamu memang membuat ku terkejut sedari tadi. Sekarang lagi, baiklah. Sampai kita ke Alam Surga, aku akan mengikutimu sebagai hadiah kebangkitan mu."
"Hmm!"
Penjelajahan Dunia? Bagaimana bisa dia menjelajahi Dunia saat kondisinya semakin parah? Atau, kesadaran miliknya telah menjelajahi Dunia.
Qin Chen masih memikirkan hal tersebut, mungkin dia akan bertanya padanya langsung setelah ini.
__ADS_1
...
*See You Again :)