Supreme God System 2

Supreme God System 2
Chapter 165 - Kelahiran Garis Darah Primordial!


__ADS_3

Alam Surga


Di Alam Surga, mungkin akan terjadi bencana kedua setelah Kekacauan Besar melanda Dunia Kecil hingga Besar.


Dikehidupan ini, Kekacauan telah begitu parah hingga menyebabkan banyak gelombang aneh terjadi dimana-mana. Kemunculan Ras baru, Serangan Monster Angkasa, dan terakhir Perang Dewa.


Setelah kepergian Qin Chen, Alam Surga mendapatkan banyak penyerangan yang berasal dari banyak kalangan. Ras Kuno, Dewa, Monster, Sprit, dan lain sebagainya.


Bahkan, Immortal di Alam Surga telah memberontak atas semua yang terjadi sekarang ini. Ini menyebabkan banyak keributan dimana hingga Ratu Surga harus melakukan pekerjaannya dengan Ektra.


Dalam kondisi ini, dia tidak mungkin dapat baik-baik saja. Di satu sisi dia harus menjaga kandungannya dan satu sisinya harus melakukan tugasnya.


Di belakangnya, mereka telah menahan agar Mu Xuayin tidak memaksakan dirinya. Namun beberapa kali sifat alaminya muncul seperti dulu lagi, mengambil tindakan egois sendirian dan keras kepala.


Kaisar Naga kembali ke Alam Dewa Naga karena disana juga terdapat Perang. Karena Bangsa lain menyerang Alam Dewa Naga dimana mereka adalah Pilar Terakhir Alam Surga.


Dewi Suci berada di sisi Mu Xuayin dan Mother God berada di sisi Istri kecil Qin Chen. Mereka semua telah menjaga Wilayah masing-masing untuk kedamaian.


Kata Damai hanyalah omong kosong belaka!


Nyatanya, meskipun Surga dan Neraka berdamai, namun Bangsa lain tidak akan berdamai di dalam Era Kekacauan seperti ini.


Kekuatan adalah segalanya, kekuasaan adalah salah satu tujuannya. Siapa yang kuat akan mendominasi seluruh Alam dan siapa yang lemah akan menjadi budak.


Dalam hal ini, Alam Surga masih berperang dengan Ras atau Bangsa lain yang tidak ada kaitannya dengan Alam Surga. Mereka menyerang untuk merebut kekuasaan dan kekuatan Alam Surga.


***


Sementara itu, jauh di Langit Berbintang yang mengambang membentuk Semesta dengan ukuran bervariasi. Sebuah kilatan cahaya melintas menembus lapisan langit dengan kecepatan tinggi.


Kilatan tersebut adalah Qin Chen yang tengah melesat dengan kecepatan tinggi. Bersamaan Chu Chunhua di gendongannya, Qin Chen melesat tanpa henti sedikitpun disana.


Dibawah tekanan gravitasi dan perasaan, Qin Chen mendapatkan hal yang buruk sedang terjadi. Mungkin, dia akan mendapatkan hal yang tidak selama ini dia inginkan.


Monster dan celah Langit dia tembus apapun yang terjadi. Melenyapkan keberadaan mereka dari Dunia dengan kekosongan menyelimuti dirinya.


Kilatan tersebut membawa ataupun menyeret kehancuran Dunia, terlihat dari garus khatulistiwa yang membentang luas dari ujung hingga ujung yang tidak diketahui.


Kegelapan Dunia dihancurkan dalam sekali lewat, Chu Chunhua membantu Qin Chen melenyapkan keberadaan Dunia tersebut dari Semesta.


Selama perjalanan itu, sudah ada ribuan bahkan puluhan ribu Bintang kecil dan besar dihancurkan.


***


Alam Surga, Istana Phoenix


Di Langit Berbintang, Qin Chen dan Chu Chunhua telah melakukan perjalanan cukup panjang menghabiskan waktu terbilang sangat lama. Mereka akhirnya tiba di Langit Alam Surga.


Saat tiba disana, Qin Chen dapat melihat bahwa Alam Surga sedang tidak baik-baik saja. Perasaan intens seperti kehilangan membuatnya tergoyahkan saat melayang.

__ADS_1


Ini dapat dirasakan oleh Chu Chunhua di gendongannya. Terlihat jelas dari wajah Qin Chen yang ketakutan, bukan dari melihat musuh namun seperti melihat kejadian yang tidak ingin diulanginya.


Chu Chunhua sedikit mengerti, ini mungkin berhubungan dengan keadaan istrinya yang lain. Dia paham, mungkin ini adalah kisah Qin Chen saat ini dengan semua Istrinya.


"Sayang ... Apapun yang terjadi nanti, jangan memikirkan aku ... Lakukan apa yang kamu bisa, aku mengetahuinya."


Dari cara bicaranya, Qin Chen mengerti apa maksudnya. Qin Chen dan Chu Chunhua turun ke Istana Phoenix, dimana Qin Chen akan turun di depan gerbang istana Phoenix.


Dalam hal ini, Qin Chen menutup keberadaannya agar tidak diketahui oleh siapapun di Istana. Sama halnya dengan Chu Chunhua di sampingnya, dia juga ikut menyembunyikan keberadaan.


Turun di depan gerbang istana Phoenix, Qin Chen dan Chu Chunhua berjalan untuk masuk kedalam istana. Di depan gerbang terdapat dua prajurit tengah menjaga gerbang.


Saat ingin masuk, mereka berdua cepat menghadang mereka berdua. Dimana pada saat itu mereka melihat penampilan Qin Chen adalah Raja membuat mereka semuanya langsung berlutut.


Mereka ketakutan saat melihat Raja Neraka, Raja Surga, Ayah Dewa, Kaisar Abadi, dan gelar lainnya.


Qin Chen tersenyum kepada mereka ini membuat keringat dingin bercucuran bagai air mengalir. "Kembali berjaga dan jangan memberitahukan aku telah kembali."


"Ba- baik."


Mereka gugup bagaimana cara membalas perkataan Raja Surga, namun keadaan sekarang mungkin menjadi hal baik bagi Alam Phoenix dan Alam Surga sekarang.


Setelah mengetahui bahwa dia adalah Raja Surga, gerbang Istana dibuka dan membiarkan mereka berdua masuk kedalam.


Dengan berjalan kaki, di dalam Istana para Prajurit memberikan hormat kepada Qin Chen atas kembalinya dia ke Istana Phoenix.


Qin Chen dan Chu Chunhua memasuki Istana, disana mereka berjalan menuju tempat biasanya keluarga Qin Chen berkumpul menjadi keluarga.


Kreek ...


Suara pintu terbuka di dalam ruangan, mereka semua melihat ke arah sumber suara. Pada saat itu pula, keluarga Qin Chen dikejutkan dengan kembalinya Qin Chen ke Alam Surga di Istana Phoenix.


Disampingnya, mereka semua melihat Qin Chen membawa Wanita Cantik. Saat melihat wanita itu, keempat anaknya gemetaran dan genangan air mata muncul di mata mereka semua.


Di hadapan mereka, sosok ibu yang lama menghilang sekarang berada di depan mata dengan keadaan sehat. Melihat hal tersebut tidak dapat menahan rasa rindu mereka semua.


Dengan tergesa-gesa mereka berlari mendekatinya untuk memeluknya dan menyambut kedatangan Ibu mereka selama ini menghilang.


"Ibu ... "


Chu Chunhua tersenyum manis melihat mereka berempat tumbuh dewasa dan begitu hebat sekarang. Mereka semua memeluknya dengan erat tidak ingin melepasnya meskipun Langit dan Bumi dihancurkan sekali lagi.


Chu Chunhua benar-benar bangga kepada mereka semua karena mereka adalah kebanggaannya dari kecil hingga sekarang menjadi wanita cantik dan pria hebat seperti sekarang ini.


Mereka berempat benar-benar memberikan pelukan hangat atas kembalinya Ibu mereka ke sisinya. Qin Chen melihat hal tersebut ikut tersenyum, meskipun banyak hal yang di laluinya.


Meksipun harus mejadi musuh Dewa, mengabaikan Keluarga dan kasih sayang kepada anaknya. Qin Chen benar-benar bukan ayah yang baik.


Dia melihat sekitarnya tidak terdapat Mu Xuayin di dalam ruangan, disana hanya ada Istri Kecil nya tengah memangku Putri kecil mereka.

__ADS_1


'Dimana Xuayin?'


Qin Chen sama sekali tidak melihatnya ada di dalam ruangan, ini tidak seperti biasanya dia tidak hadir. Ketidak hadirannya membuat Qin Chen merasakan sesuatu yang aneh telah terjadi saat dia pergi.


Sementara itu, disamping Qin Chen mereka semua senang melihat kembalinya ibu mereka semua.


"Ibu ... akhirnya kami dapat kembali melihatmu kembali, kami benar-benar senang melihat ibu kembali ke sisi kami lagi."


"Selamat datang kembali, ibu ... "


Chu Chunhua tidak dapat menangis, dia hanya dapat merasakan kehangatan ini begitu mendalam di hatinya. Dia dengan lembut memberikan usapan di kepala mereka semua seperti anak kecil.


"Kalian telah tumbuh dewasa menjadi wanita cantik dan pria hebat ... Chu Xiawei, terimakasih karena telah menjaga adik-adikmu dengan baik tanpa ada ibu disampingmu." Ucap Chu Chunhua kepada putrinya, Chu Xiawei.


"Tidak ... Aku belum cukup baik untuk menerima kata terimakasih darimu, ibu. Aku pernah gagal sekali, dan tidak ingin mengulanginya kembali. Aku belum pantas."


Chu Chunhua mengerti, di Dunia yang kejam seperti ini akan sangat sulit baginya untuk melindungi semuanya sendiri. Sama seperti masa lalu dia dengan Qin Chen saat melindungi mereka berempat.


Pasti membutuhkan pengorbanan agar kebahagiaan datang.


Dengan bekal pengalaman sedikit di masa lalu, Chu Chunhua masih bangga kepadanya karena telah melindungi adik-adiknya hingga sekarang ini.


Sementara mereka tengah berbicara ringan, Qin Chen melihat ke arah Mu Mei Yin di sana. Terlihat jelas bahwa pandangan mata Mu Mei Yin kepada Qin Chen dengan padangan kecewa dan sedih.


Qin Chen yang melihat hal tersebut lalu berjalan mendekati Putrinya. Ini membuat Qin Chen merasa bersalah, dan dia berlutut di sampingnya menyentuh tangan kecilnya.


Tindakan Qin Chen membuat semuanya melihatnya, kepergian Qin Chen telah menyebabkan banyak kejadian aneh di Istana Phoenix.


Beberapa kali energi meledak dan menghilang, dan hal lainnya ikut terjadi. Mu Mei Yin di sana lalu berbicara. "Yin'er benci ayah!"


Sontak mereka semua mendengar langsung kata-kata itu keluar dari mulut Mu Mei Yin. Ini mengejutkan mereka, karena ini pertama kalinya bagi dia mengatakan kata kasar seperti ini kepada Qin Chen.


Tangan yang Qin Chen pegang, dengan cepat dia tarik dan memalingkan wajahnya ke arah lain. Ini membuat Qin Chen merasa bersalah karena tidak dapat menjadi ayah yang baik.


Mu Mei Yin lalu berdiri dan membentangkan sayap Phoenix miliknya. Dia pergi menghilang dari sana tanpa mengucapkan sepatah katapun kepada Qin Chen lagi.


Qin Chen yang mendengar hal tersebut terdiam melihatnya pergi tanpa kata lain selain 'Yin'er benci Ayah!'. Kepala Qin Chen perlahan turun melihat Bumi yang dia tempat saat ini.


Mereka di dalam ingin menahannya namun Yin'er pergi dengan cepat dari sana. Qin Chen beberapa menit terdiam, lalu kembali berdiri melihat kedepan begitu kosong.


Matanya sedikit bercahaya keemasan mencari tahu keberadaan Mu Xuayin. Saat dia melihat ke kamar, Mu Xuayin terlihat terbaring lemas tak berdaya.


Dengan cepat, Qin Chen berjalan menuju ruangan mereka. Disana, keluarga Qin Chen mengikuti dari belakang karena khawatir jika terjadi sesuatu kepada Qin Chen saat melihat keadaan Mu Xuayin saat ini.


[Ding!]


[Kelahiran garis darah Primordial, terdeteksi.]


Pada saat ini, pikiran Qin Chen di kejutkan dengan pemberitahuan Qin Qui. Kelahiran garis Primordial memicu Kehidupan dan Kematian Mu Xuayin.

__ADS_1


...


*See You Again:)


__ADS_2