
Qin Chen berdiri di pusat kekacauan dunia, memandang kehampaan yang luas dengan mata redup dan ekspresi dingin, dibawahnya istana surga kembali pulih secara perlahan.
Sementara kehendak ilahi di atas sana meringkuk ketakutan, dia meringkuk karena merasakan penindasan dari serangan Qin Chen sebelumnya.
Bahkan dia yang ilahi tidak dapat menggunakan kekuatan yang mahakuasa itu kembali.
Setelah itu, Qin Chen kembali ke ruangan dan meninggalkan kloningnya untuk menghantam kehendak ilahi di atas sana. Qin Chen dengan cepat-cepat kembali karena luka di dalam dirinya.
Pada saat itu juga, suara tawa terdengar di dalam ruangan hingga keluar ruangan membuat semuanya merasa bahagia sekali mendengarnya.
Qin Chen tersenyum bahagia melihat anaknya terlahir sehat dan tawa yang bahagia membuat mereka berdua benar-benar tidak memiliki kata apapun untuk diucapkan.
Dewi Peramal memberikan kepada Qin Chen, Qin Chen mengendongnya.
"Sayang, akan kamu namakan siapa anak kita?" Tanya Mu Xuayin.
"Zixuan, Qin Zixuan." Ucap Qin Chen.
Suara Qin Chen menyebar di udara dan seluruh langit berbintang dapat mendengar suara Qin Chen. Nama itu akan menggema suatu hari nanti, dan akan menggantikan posisi tertinggi di seluruh alam.
Saat suaranya menyebar, seluruh kehidupan di dunia, monster, iblis, manusia, dan lain sebagainya berlutut menghadap surga. Memberikan hormat kepada sosok yang akan menggantikan kedudukan tertinggi.
Tepat di keningnya, ada simbol menyerupai api berwarna emas.
Mu Xuayin tersenyum bahagia mendengar perkataan Qin Chen, Qin Chen menurunkan Qin Zixuan tepat disampingnya setelah menggendongnya. "Xuayin ... Terimakasih banyak."
"Hmm ... "
Mu Xuayin menyentuh pipinya dan tersenyum manis, Dewi Peramal berbicara dengan Qin Chen cukup lama dan setelah itu dia keluar setelah mengucapkan selamat kepada Mu Xuayin.
Sementara keluarganya masuk kedalam untuk melihat putra kecil Qin Chen yang tengah terbaring di samping Mu Xuayin.
"Selamat nak." Ucap Kaisar Naga.
__ADS_1
"Chen'er selamat atas kelahiran putramu, kedepannya jadilah lebih bijak untuk menuntunnya."
"Baik bu, terimakasih banyak." Balas Qin Chen.
Satu-persatu dari mereka memberikan ucapan selamat kepada Qin Chen dan Mu Xuayin. Mereka semua begitu harmonis bahkan tidak memiliki perasaan iri ataupun hal lainnya, karena mereka semua adalah istrinya.
Setelah hari itu, hari-hari Qin Chen dipenuhi dengan banyak kebahagiaan. Bahkan hal yang berputar-putar sebelumnya berubah, karena dia mendapatkan banyak hadiah dari setiap istrinya.
Karena hal tersebut, hal-hal yang berputar-putar sebelumnya berubah menjadi bersemangat untuk lembur mengurus semua masalah sendirian sambil memperhatikan kelima istrinya.
Sementara itu, di ruangan Qin Chen berada sekarang ada banyak laporan yang dia terima dari sebelumnya.
"Ha! Hari-hari begitu sulit disemangati beberapa Dewi Kecantikan tidaklah buruk, aku rela lembur malam untuk tugas-tugas ini. Sepertinya aku benar-benar pria sejati." Qin Chen mengangguk beberapa kali mengatakan hal tersebut.
Qin Chen kembali lembur melihat pekerjaan miliknya seperti orang kantoran tumpukan kertas tertimbun tinggi seperti gunung di atas mejanya.
Bahkan, dilantai ikut tertimbun tinggi kertas-kertas laporan yang diberikan oleh Dewa lainnya. Semua itu adalah hal-hal yang berkaitan dengan pembangunan, dan juga wilayah yang hancur dimana-mana.
Setelah pukul tengah malam, Qin Chen keluar mencari udara segar setiap malamnya, dan setiap malam itu Chi Wuyao juga keluar mencari Qin Chen yang biasa mencari udara segar.
"Suami, apa kamu mencari udara segar lagi?"
"Benar, mencari ditengah malam adalah waktu yang baik karena Qi Surga dan Bumi akan kembali direset setiap malam sehingga begitu murni." Balas Qin Chen.
"Begitu ... Alasanmu tidak pernah berubah, ngomong-ngomong tentang menembus Deity. Apa kamu benar-benar akan pergi setelah satu tahun yang dihitung dari sekarang hanya tinggal beberapa bulan lagi." Tanya yang masih penasaran meskipun dia tahu tujuan Qin Chen sekarang.
Qin Chen meliriknya dan menghela nafas. "Benar, aku pernah mengatakannya padamu, meskipun semuanya baik-baik saja, namun sebenarnya alam tertinggi masih menyerang alam surga. Itu semua karena aku ada disini, denganku menyerang alam tertinggi maka semuanya akan berakhir baik-baik saja."
"Tapi, apa kamu yakin meninggalkan mereka semua? Mengingat mereka semua termasuk aku adalah istrimu, bagaimana kamu bisa meninggalkan mereka." Sahutnya.
"Wuyao kecil, aku lebih baik menerima kebencian dari mereka dibandingkan kehilangan mereka. Aku pergi karena ingin menyelesaikan balas dendam terdahulu dan memberikan pelajaran untuk alam tertinggi."
"Setelah itu, aku akan berkuasa disana sehingga tidak ada yang berani dengan kalian lagi. Ini akan menjadi bantuan yang baik bagiku karena musuh kuat telah tidak ada." Jelasnya.
__ADS_1
"Begitu rupanya ... "
Chi Wuyao lalu menyederkan kepalanya ke lengan Qin Chen sambil melihat bulan berada di hadapannya begitu besar seolah bergerak mendekat.
Setelah malam itu, Qin Chen menyelesaikan tugasnya dengan cepat menggunakan kloning-kloning miliknya membantu Qin Chen menyelesaikan semuanya.
"Bagaimana sayang? Apa kamu akan menembus Deity sekarang? Atau menunggu mereka menembus Deity." Tanya Chu Chunhua.
"Pertama-tama, aku akan membuat Xuayin kecil menembus Deity dengan mendapatkan 3 kemampuan yang dia bicarakan sebelumnya. Sehingga dia akan menjadi makhluk ilahi pertama di surga. Setelah itu, gadis kecil karena dia mencapai puncak. Untuk Wuyao kecil dan Su'er, mereka menunggu satu bulan lagi agar energi dalam diri terkumpul." Jelas Qin Chen.
"Baiklah, lalu siapa yang akan menjadi Dewa yang memberikan Divine Blessing? Aku atau kamu?" Tanya Chu Chunhua.
Mereka hanya diam karena ini urusan mereka berdua yang memiliki kekuatan setara dengan Dewa Tertinggi sehingga dapat memberikan Divine Blessing.
"Biarkan aku yang memberikan Divine Blessing kepada Xuayin dan juga gadis kecil." Ucap Qin Chen.
"Baiklah, namun apa kamu sudah bisa? Kamu harus berada di ranah God King untuk memberikan Divine Blessing." Sahutnya.
"Hehehe, kamu meremehkanku? Walaupun Ranah ku berada di Puncak Surga, namun kekuatanku sama seperti Dewa Tertinggi." Balasnya.
Chu Chunhua mengangguk kecil, dia mundur kebelakang dan membiarkan Qin Chen disana memberikan Divine Blessing kepada mereka berdua.
Qin Chen melangkah kedepan dimana Mu Xuayin dan Qiu Yu Ran tengah duduk di hadapannya menunggu peningkatan kekuatan mereka menembus Deity.
"Untuk kalian berdua, apa sudah siap?" Tanya Qin Chen.
"Ya, kami sudah siap, tolong mulailah." Balas mereka berdua.
Qin Chen tersenyum dimana putra dan putrinya berada di sekitarnya tengah melihat bagaimana cara Dewa Tertinggi memberikan berkah kepada abadi yang akan menembus naik menjadi Deity.
Ditambah, mereka ikut penasaran dengan kekuatan ayah mereka yang masih tanda tanya seberapa kuat saat ayah mereka benar-benar serius mengeluarkan kekuatannya apa itu dapat meruntuhkan alam tertinggi?
Pada saat itu, dibawah telapak tangannya mengeluarkan cahaya keemasan!
__ADS_1
...
*See You Again :)