
Istana Phoenix
Ruangan mereka dipenuhi oleh putra dan putri Qin Chen yang siap menghadapi pertempuran nyata. Keluarga Qin Chen hanya diam dan tidak ikut campur, Qin Chen pasti telah memiliki rencana untuk ini.
"Qin Qui, bukan? Apa Qin Chen berada di salah satu Alam Surga?" Tanya Mu Xuayin.
"Ya, Tuan berada di sana tengah mengamati seluruh Alam Surga. Tuan ingin putra atau putrinya memimpin Alam Surga tersebut dibandingkan di hancurkan. Dengan begitu, kesembilan Surga akan tetap ada namun dengan Penguasa satu keluarga."
Sembilan Surga? Satu keluarga! Bukankah ini sama saja serahkan!
Mother God diam dan hanya sedikit membungkuk menghadap Qin Qui. Dia seolah-olah melihat sosok yang hebat, mereka menyadari hal tersebut hanya bisa diam karena Pelayan Qin Chen begitu misterius.
"Apa Qin Chen tidak kerepotan mengurus semuanya sekaligus? Melindungi mereka bukanlah hal yang mudah, aku tahu bahwa Qin Chen kuat, namun mengerjakan semuanya dalam satu tarikan napas bukankah ide buruk." Mu Xuayin sedikit khawatir, dia berbicara dengan Qin Qui.
Qin Qui sedikit menutup matanya melihat Mu Xuayin dan nada Qin Qui sedikit menekan disini. "Jangan membuat Tuan seolah-olah dia lemah. Itu sama saja kamu tidak mempercayai keberadaan Tuan sebagai Mahkluk Tertinggi!"
Dari kata ini, Qin Qui memberikan isyarat bahwa Qin Chen sekarang sebanding dengan Mahkluk Tertinggi. Namun ingatannya masihlah sedikit dia buka, Mu Xuayin terdiam mendengarnya.
Setelah mereka selesai bersiap-siap, Qin Qui membuka Enam Portal di dalam ruangan, keenam Portal tersebut terhubung ke Alam Surga masingmasing.
Mereka berdiri di depan portal yang aka berhadapan dengan Penguasa Alam Surga untuk pertama kalinya. Qin Changyi sedikit takut, namun tekadnya sudah bulat untuk menjadi Raja Surga yang baru!
"Jika kalian sudah siap, maka kita akan pergi sekarang untuk menguasai Alam Surga. Dengan begitu, perjalanan Tuan akan cepat di selesaikan lalu naik ke Alam Tertinggi!"
"Baik!"
Mereka masuk ke dalam Portal, Qin Qui menggendong Qin Xiuying dan mengatakan kata-kata terakhir. "Aku akan kembali ke tempat Tuan, kalian lanjutkan apa yang ingin kalian lakukan."
"Terimakasih, dan tolong jaga mereka semua."
"Serahkan semuanya padaku."
Setelah mengatakan hal tersebut, mereka semua masuk bersamaan dengan Qin Qui pergi berteleportasi kembali ke tempat Qin Chen berada bersama dengan Qin Xiuying di gendongannya.
Qin Xiuying di gendong oleh kakak cantik dengan body super power menggoda, mereka sampai di samping Qin Chen tengah duduk di tahtanya.
"Ayah!"
Suara Qin Xiuying membuat Qin Chen terkejut, dia lalu meraihnya dan menggendongnya. "Kenapa Xiuying kecil kemari?"
__ADS_1
"Xiuying ingin menjadi Ratu Surga sama seperti Ibu Xuayin. Kalau Xiuying menjadi Ratu Surga, Xiuying dapat membantu Ayah." Balasnya begitu tulus.
"Hahahaha ... " Qin Chen tertawa keras mendengarnya, dia membelai lembut rambutnya yang panjang.
Di hadapannya muncul layar menampilkan Pegerakan putra dan putrinya. Qin Chen melihat semuanya dengan jelas, dibawah kendali Qin Chen. Semuanya tampak sempurna, dan dapat di jalankan begitu mulus.
"Pertama-tama memberikan proyeksi sihir di langit, dengan bantuan peta ini akan memudahkan posisi yang dapat menjangkau segalanya."
Saat berbicara, Qin Xiuying menjadi bingung. Dia melihat ayahnya hanya menatap kedepan tidak melihat apa selain kekosongan tanpa orang sedikitpun.
"Apa ayah tidak lelah? Xiuying takut ayah lelah terus bekerja."
Mereka berdua memalingkan wajah bersamaan melihat Qin Xiuying yang tadi bertanya dengan khawatir. Qin Chen masih membelai rambutnya dengan lembut. "Xiuying kecil tidak perlu khawatir, ayah baik-baik saja."
"Tapi ... Ayah terus pergi dan beristirahat di rumah hanya sebentar."
Qin Chen hanya tersenyum, dan berdiri dari tahtanya. "Qin Qui, urus sisanya disini. Aku akan pergi ke tempat Penguasa lainnya, dan memberikan kepada Xiuying."
"Baik."
Setelah meninggal Istana tersebut, Qin Chen pergi menuju tempat dimana Penguasa Alam Surga lainnya berada.
Alam Surga ketujuh
Qin Chen telah sampai di depan Istana Alam Surga ketujuh. Bersama dengan putri kecilnya di gendongan Qin Chen, mereka menerobos masuk ke dalam Istana untuk memporak-porandakan Istana Penguasa Surga Ketujuh!
Tap! Tap! Tap!
Langkah kaki prajurit bergegas ke arah Qin Chen dengan tergesa-gesa membawa Senjata. Qin Chen mengayunkan tangannya seperti pedang menghempaskan mereka semua menghantam dinding!
Kuaakkk!
'Setidaknya jangan ada adegan berdarah di depan mata putriku. Menghempaskan mereka seharusnya cukup, setelah putriku tidak melihat mereka, aku akan melenyapkan mereka.'
Qin Chen berjalan masuk kedalam, menelusuri lorong Istana dan tiba di ruangan besar dimana Qin Chen merasakan energi besar di dalamnya. Masuk!
Duarr!
Tanpa basa-basi, Qin Chen menerjang pintunya hingga hancur, putrinya sempat terkejut dan memukuli Ayah nya dengan tangannya. Mereka masuk kedalam melihat di sana ada 2 tetua tengah berdiri di antara Penguasa.
__ADS_1
"Bocah, berani juga kau datang ke Wilayah ini dengan membawa anak kecil!" Ucap Tetua tersebut dengan momentum menekannya.
Qin Chen menurunkan putrinya, mengusap-usap kepalanya dengan lembut dan berkata. "Xiuying, disana ada beberapa orang bodoh. Apa Xiuying membawa hadiah yang ayah berikan?"
Qin Xiuying menunjukkan Bell yang diberikan Qin Chen sebelumnya. Mereka diabaikan oleh Qin Chen. "Apa yang bunyi ini, ayah?"
"Tentu, sekarang bunyikan tiga kali agar Xiuying memanggil Prajurit Xiuying untuk mengalahkan mereka bertiga."
"Baik." Qin Xiuying sedikit bingung bahkan menyentuh bibirnya dengan jari.
Ting! Ting! Ting!
Gelombang panggilan tersebut membuat di sekitarnya merasakan penindasan besar. Mereka bertiga bertekuk lutut merasakan Aura besar ini!
Celah retakan di dalam ruangan muncul, mengejutkan mereka termasuk Qin Chen. Qin Xiuying takut, dia memeluk tangan Qin Chen yang tengah disampingnya.
Perlahan dari dalam memperlihatkan prajurit ilahi muncul dengan armor full, dan senjata tingkat Surgawi tinggi. Berjalan dengan pasukan setidaknya ada ratusan orang, namun ini belum sepenuhnya.
Brukk!
"Memberikan hormat kepada, Nona."
Secara bersamaan memberi hormat kepada Qin Xiuying. Xiuying melihat ayahnya, dia seperti takut tiba-tiba ada yang datang. Qin Chen mengusap-usap kepalanya. "Tidak apa-apa, mereka adalah prajurit untuk melindungi Xiuying. Sekarang, Xiuying bisa memberikan perintah."
"A- Apa tidak apa-apa? Ayah? Xiuying takut."
"Hmmm."
Qin Xiuying memberanikan diri, dia berjalan di hadapan Qin Chen. Menunjuk ke arah mereka bertiga disana. "Xiuying sedang bermain untuk mengalahkan mereka, paman bisa bantu Xiuying mengalahkan mereka."
Para prajurit melirik sedikit ke arah mereka bertiga, menerima tatapan membunuh membuat mereka terlempar jauh kebelakang menghantam dinding!
"Nona, serahkan semuanya pada kami. Nona dapat beristirahat, dan permainan ini telah Nona menangkan." Balas salah satu dari mereka.
Mereka berdiri dan berjalan ke arah mereka bertiga, dan langsung membawa mereka masuk kedalam celah ruang. Mungkin akan ada penyiksaan tanpa batas yang akan di berikan atau kematian Instan!
...
*See You Again :)
__ADS_1