
Alam Violet, Altar Qilin
Mata Qin Chen melihatnya dengan tajam, sama halnya dengan Qilin. Mereka berdua memancarkan Aura masing-masing begitu ganas hingga badai angin tercipta atas benturan Aura mereka.
Chu Chunhua melihat mereka berdua akan bertarung tidak melihat batasan, Wilayah dan batas hanyalah kata. Pertarungan ini tidak memandang batasan lagi, mereka mengabaikan Ruang dan Waktu maupun segala sesuatu di sana.
Di hadapan mereka berdua, merekalah Aturan Dunia!
Melihat hal tersebut, Chu Chunhua mundur sedikit kebelakang. Ia menciptakan pertahanan miliknya yang berlapis-lapis antara Dimensi kehidupan dan Kematian.
Qin Chen mengangkat tangannya, dia memberikan pertahanan tambahan di lapisan pertahanan miliknya. Di sana, pertahanan miliknya berlapis-lapis Dimensi Qin Chen.
"Tetaplah di dalam pertahanan, jangan keluar sebelum Qilin bodoh ini menerima ganjarannya." Ucap Qin Chen.
Chu Chunhua mengangguk, dia paham apa yang dikatakan Qin Chen. Disana, Chu Chunhua tidak membantu kali ini, karena dia melihat Qin Chen sebelumnya begitu serius dan marah mendengar perkataan Qilin.
Karena hal tersebut, Chu Chunhua tidak akan menganggu pertarungan mereka berdua. Dia aka menonton di belakang Qin Chen sampai Qilin mendapatkan ganjaran.
Sementara itu, Qin Chen melangkahkan kakinya kedepan dengan langkah kecil, tangannya mulai diselimuti oleh petir-petir dari elemen petir miliknya.
Setelah Qin Chen melengkapi Elemen Langit dan Bumi, dia sekarang adalah Kaisar Elemen dimana dapat menggunakan kekuatan elemen sesuka hatinya.
Qin Chen melihat dan berbicara. "Qilin, aku datang kesini bukan hanya untuk mengambil Senjata milik istriku. Namun, nyawamu cukup berguna bagiku. Jadi, matilah dan serahkan nyawamu."
Perkataan membangkitkan amarah Qilin, dia dihina di depan mata secara terang-terangan. Qilin mengeluarkan Aura membunuh di dalam dirinya.
Aura terpancar ganas di atas Altar, aturan-aturan Alam Violet tertulis di langit dengan sangat jelas dapat dibaca oleh semua orang disana.
Qin Chen dapat melihatnya dengan jelas, di hadapannya adalah Aturan Dunia begitu rumit tengah dikendalikan. Hewan Mistis do hadapannya ini memiliki potensi hebat dibandingkan Hewan Mistis lainnya.
Namun, masih banyak Hewan Mistis lainnya yang memiliki kekuatan di atasnya. Qin Chen berjalan dengan langkah kecil dan terus membesar hingga Qin Chen berlari secepat cahaya mendekati Qilin.
Qilin melihat gerakan Qin Chen secepat cahaya kini mulai bergerak, dia dengan cepat bergerak kedepan melawan Qin Chen secara langsung. Di sertakan dengan mengumpulkan Thunder di atas mulutnya.
Bola-bola cahaya bermunculan dengan sambaran thunder dimana-mana, Qin Chen melihat hal tersebut masih melesat. Seketika, serangan tersebut di lepaskan oleh Qilin.
Bzzzt! Bzzzt!
Ternyata, serangan tersebut bukanlah bola petir melainkan serangan berkelompok. Menyerupai akar pohon yang merambat menyerang Qin Chen. Namun, Qin Chen dapat dengan cepat menghindar dengan kemampuan Teleportasi Skala kecil miliknya.
Kedepan, mereka berdua sampai para titik baku hantam. Qin Chen mengerahkan pukulan tangan kanannya ke atas, bersamaan dengan Qilin mengeluarkan Roh miliknya menyerang Qin Chen kebawah.
Boom!
Qin Chen terhempas kebelakang menyeret tanah di bawah kakinya, ledakan mendadak tersebut mengeluarkan gelombang ultrasonik begitu hebat hingga menyeretnya.
Setelah itu, Qin Chen mengangkat tubuhnya kembali berdiri melihat Qilin yang ikut terhempas kebelakang.
Mereka berdua benar-benar saling melihat satu sama lain dengan tajam.
"Menarik." Ungkap Qin Chen melihat ke arah Qilin, dia berjalan kedepan dengan santainya tanpa melakukan gerakan satupun.
Qilin yang telah berdiri kembali menggerang mengeluarkan suara permusuhan. Dibawah kekuasaan miliknya, dia adalah kekuatan tanpa batas dan Aturan Dunia ini.
Dunia tanpa Dewa dimana dia lah satu-satunya kekuatan terbesar. Memegang kendali atas aturan dunia, Qilin mengeluarkan asap-asap dari mulutnya.
"Manusia ... Jangan sombong kau!"
Qilin dengan sombongnya menarik Petir ungu dari langit. Tiba-tiba, fenomena alam terjadi kembali, di langit terlihat putaran badai menarik segala sesuatu di Bumi.
__ADS_1
Qin Chen, dia hanya sekilas melirik ke langit lalu melanjutkan kembali berjalan kedepan ketempat Qilin berada.
Meskipun begitu, Qin Chen tidaklah bodoh, dia tengah bersiap menarik Pedang Asura Legendaris di tangan kanannya.
Jika Qilin menyerang, dia akan menggunakan pedang tersebut untuk menyerang. Sekaligus, Qin Chen tengah menguji coba senjata baru yang ini.
Saat tarikan Pedang Asura Legendaris keluar dari sarungnya, Aura pekat hitam memancar ke Langit membuat gelombang aneh yang menakutkan.
Tanpa ada titik cahaya, Qin Chen tersenyum iblis yang siap membunuh.
Chu Chunhua tidak khawatir, namun dia langsung khawatir. "Sayang ... Hati-hati dengan serangan air dan angin miliknya. Serangan tersebut lebih berbahaya dibandingkan Lapisan Pertama."
Dengan suara yang cukup besar, Chu Chunhua memberitahu Qin Chen tentang kekuatan Qilin agar dia berwaspada terhadap Qilin.
Qin Chen mengangguk membalasnya dan membuat Chu Chunhua merasa legah. Qin Chen lalu mengarahkan bilah pedang miliknya kedepan.
Mengeluarkan niat pedang, Qilin merasakan Aura pedang di hadapannya begitu intens dan sangat berharga dibanding kekuatan yang pernah ia hadapi.
Roarrr!
Bzzzt! Bzzzt!
Serangan Qilin di lepaskan mengarah pada Qin Chen, sedangkan Qin Chen dengan cepat mengayunkan pedangnya membelah langit secara vertikal.
Tiba-tiba, sebuah kilatan menyerupai siluet bulan sabit membentang luas menghancurkan bumi. Serangan mereka berdua membentur satu sama lain menyerang memberikan kerusakan di sekitarnya.
Boom! Boom!
Suasana di sekitar mulai terasa mencekam, tiba-tiba dari langit Qilin muncul untuk menyerang Qin Chen dibawah secara langsung. Serangan sebelumnya hanyalah digunakan untuk memancing Qin Chen agar tidak memiliki kesempatan.
Membuka mulutnya selebar mungkin, Qilin menjatuhkan Qin Chen kebawah dimana mah melahap Qin Chen seutuhnya.
Qin Chen terjatuh kebawah di tekan oleh Qilin dimana Qin Chen menahan serangan Qilin di atasnya.
"Apa kau menyerah Manusia! Dimana sikap sombongmu itu! Rasakan kekuatan sebenarnya!" Ucap Qilin.
Saat suaranya berakhir, Qin Chen melihat ada cahaya dari dalam mulutnya. Cahaya itu menyerupai bola, namun itu adalah laser yang Qilin punya.
Jika Qin Chen terkena, maka sudah dipastikan akan lenyap seutuhnya dan meninggalkan puing-puing tanah.
Qin Chen dengan cepat mengeluarkan kekuatan laser dari matanya, saat serangan Qilin menyerang. Kedua kekuatan tersebut saling membentur dan mendorong satu sama lain.
Bang!
Boom! Boom!
Qin Chen terhantam kebawah hingga lubang besar tercipta. Qilin terhempas ke Langit tinggi karena tidak kuat menahan Laser Qin Chen begitu mengerikan.
Mereka berdua mendapatkan serangan mereka masing-masing. Hari sial Qin Chen benar-benar terjadi, dia tidak menyangka akan masuk kedalam tanah oleh benturan serangannya sendiri.
Sedangkan di atas langit, Qilin meraung memberikan peringatan bagi Dunia Bawah. Dimana dia adalah Penguasa Mutlak di Alam Violet, dan dia mengangkat kepalanya sekali lagi menghadap langit.
Tiba-tiba, sebuah lingkaran sihir berputar di atas kepalanya memberikan ukiran rune kuno. Sementara itu, Qin Chen yang berada dibawah mulai berdiri dan melompat ke permukaan tanah.
"Kau lumayan, Qilin. Tapi ini begitu lemah, keluarkan yang kau punya, aku ingin melihatnya sebelum kau mati." Ucap Qin Chen.
"Sombong! Aku akan membuatmu tahu siapa yang memiliki keberadaan tanpa batas. Aku Qilin!"
Mendengar hal tersebut, Qin Chen merentangkan kedua tangannya kesamping selaras oleh angin, tiba-tiba terdengar nada kematian di seluruh Alam.
__ADS_1
Suara nada dan nyanyian Kematian membawa seluruh kehidupan di Dunia mati. Padang rumput hijau membentang luas di dunia mulai layu dan kering hingga menjadi gelap, Qilin mengertak kesal melihat tindakan Qin Chen.
Nyanyian itu membawa kematian, apapun dan siapapun yang hidup aka mati. Tidak ada satupun makhluk hidup yang akan lepas selain Qin Chen menunjuk objek agar tidak mati.
"Keparat! Apa yang kau lakukan dengan Dunia ini!" Dengan suara keras dan lantang terdengar begitu kuat di langit mempertanyakan apa yang Qin Chen lakukan.
"Apa yang aku lakukan? Apa kau tidak melihatnya? Kalau aku sedang membawa kematian bagi seluruh kehidupan di Dunia, apapun yang memiliki kehidupan akan mati. Termasuk kau, Qilin." Balas Qin Chen sedikit tersenyum dengan mata tertutup.
Qilin murka! Aura miliknya semakin kuat dibandingkan sebelumnya, guntur-guntur menyelimuti dirinya dan Air maupun Angin menyertainya di sekitar.
Sementara itu, Qin Chen dibawah tengah melihat Hewan Mistis yang dapat mengendalikan tiga elemen sekaligus. Hewan ini benar-benar berbeda dibandingkan hewan lainnya yang mati dalam beberapa kali serangan.
Qin Chen mulai bersuara kembali. "Wahai Roh Jahat, bernyanyilah dengan suara merdu di Alam ini, dan bawa Kematian pada mereka yang hidup."
Seketika, mereka menerima perintah Qin Chen. Alam Violet mulai bergetar dengan nada-nada Kematian semakin terdengar keras dan jelas disana.
Qilin yang murka, kini mengarahkan serangan ke arah Qin Chen.
"Dewa Petir Sembilan keabadian!"
Swushh!
Serangan Qilin melesat bagaikan pedang yang mengarah pada Qin Chen. Saat itu pula, Qin Chen sedang melihat serangan tersebut dengan acuh tak acuh.
Qin Chen menggerakkan tangannya dengan senyuman licik terukir di bibirnya.
Di matanya, Ruang dalam kendali. Tiba-tiba, sebuah lingkaran muncul di hadapan Qin Chen tepat pada lima langkah sebelum mengenai Qin Chen.
Ruang itu menghisap serangan Qilin.
Qilin mengertak kesal sekaligus murka atas kekuatan Ruang. Qin Chen menunjuk ke atas dan jatuh kebawah secara tiba-tiba. Namun Qilin melihat ke atas dimana telah muncul ruang lainnya.
Jderr! Jderr!
Sambaran memecahkan langit dibawah kakinya, asap hitam memenuhi langit dan darah menetes kebawah, Qilin terluka hebat akibat serangan sendiri.
Sesaat setelah itu, luka-lukanya menghilang. Qilin memiliki regenerasi dan pemulihan Super Cepat dimana dalam sekejap mata dia telah kembali pulih.
Qin Chen kesal karena melihat regenerasi tersebut. "Sungguh curang."
"Manusia, kau cukup pintar. Namun, kau begitu bodoh mengira aku akan mati dengan serangan milikku sendiri!"
"Oh? Aku tidak memiliki niatan untuk membunuhmu tadi. Karena aku memiliki ending yang bagus untuk kau mati, aku akan memberikan kematian dengan rasa sakit tak tertahankan hingga roh-roh mu menyesal membantumu. Tentunya, itu adalah kematian yang bagus."
"Begitu sombong, kau akan memakan kata-kata mu sendiri."
Mata Qilin bercahaya terang dengan lingkaran Dewa muncul di punggungnya. Wujudnya menjadi lebih besar dan menawan dibandingkan sebelumnya.
Qilin berevolusi, dia mengeluarkan cincin di punggungnya, dan dia begitu kuat hingga kekuasaan domain miliknya menahan Qin Chen agar tidak bergerak sedikitpun.
Satu langkah kakinya menyebabkan Langit dan Bumi bergetar, kekosongan terguncang dan gemuruh berdatangan. Semuanya membawa kehancuran di sekitar Qin Chen.
Sedangkan Qin Chen, dia hanya melihat Qilin dengan mata biasa saja. Istrinya sedikit khawatir, Qin Chen hanyalah ranah Alam Surga dan Qilin berada jauh di atas Qin Chen saat ini.
Saat dia melihat senyuman Qin Chen, Chu Chunhua mengerti bahwa kemenangan sudah di tangan Qin Chen, sebagai Dewa tertinggi dimasa lampau, kemampuan berpikir Qin Chen lebih intens dibandingkan Dewa.
...
*See You Again :)
__ADS_1