
Alam Immortal Tertinggi, Istana Qin Chen
Di Alam Immortal Tertinggi, tepat di Wilayah kekuasaan Qin Chen. Wilayah tersebut begitu luas membentang menaungi Alam itu sendiri, hanya ada keindahan sejauh mata memandang.
Siapapun, apapun orang yang melihatnya, mereka akan terpesona dan jatuh kedalam imajinasi mereka masing-masing. Lalu memutuskan untuk tinggal disana selamanya tanpa mempedulikan apapun.
Wilayah tersebut menyerupai Surga begitu indah dengan keajaiban memenuhi wilayah tersebut. Macam-macam ras telah menciptakan aliansi, dimana mereka hidup berdampingan demi kebaikan masing-masing.
Dibandingkan Wilayah lain, mereka telah menjadi Tanah kehancuran yang terjadi setelah perang melawan Alam Roh. Kaisar Immortal telah mati dalam Perang, dan Dunia di atas di pimpin oleh Qin Chen.
Di Kota yang tidak diketahui namanya, tepatnya di sebuah rumah kecil tidak jauh dari Istana Qin Chen. Terlihat wanita cantik dengan dua tanduk di keningnya tengah tertidur pulas di atas tempat tidurnya.
Dia menguap.
Terbangun dari tidur panjangnya, wanita itu beranjak dari tempat tidur. Berjalan mendekati jendela, dia melihat Istana Qin Chen dari ruangannya.
"Seribu tahun telah berlalu, aku telah mencarimu di Alam Immortal namun tidak menemukanmu. Selama itu juga, aku telah mendengar namamu menggema di seluruh langit, Pertarungan dan Perang tentangmu selalu ku dengar. Kamu, benar-benar orang yang sulit di pahami."
Seribu tahun berlalu begitu saja di matanya, namun semangatnya tidak memudar sama sekali. Selama itu juga, dia telah melewati banyak Pertarungan hidup dan mati, menghadapi musuh kuat tak terhitung jumlahnya.
Dia juga telah mengukir namanya di setiap Alam sebagai; Ratu para Iblis, Chi Wuyao!
Hidup dan matinya terus berjalan, sampai dia mendapatkan sesuatu yang dapat membuatnya naik ke Alam Surga tanpa melibatkan pencerahan. Ini seperti menentang Hukum Surga maupun Aturan di sana.
Sama seperti Qin Chen, namun Chi Wuyao telah memiliki Dao Iblis di dirinya. Tidak seperti Qin Chen yang baru saja membangkitkan Dao miliknya di Alam Surga.
Dia hanya berdiri disana, namun paras cantiknya telah berubah semakin menggoda. Lengkung tubuhnya sempurna! Bibirnya kecil, dan pandangan mata sedikit tajam namun mempunyai daya pikat tersendiri.
Iblis kecil Qin Chen benar-benar menggoda, pantas menjadi wanita cantik dari Ras Iblis Dunia Bawah.
Ratu Roh juga telah mengenalnya, mereka seperti teman baik namun jarang bertemu. Urusan mereka masing-masing membuat mereka terpisah, bagaimana jika mereka berdua saling bertemu pada satu titik dimana mereka berdua kejar.
"Sudah waktunya aku naik untuk mengejarnya kembali." Namanya juga telah tergila-gila, pasti akan melakukan segalanya demi sesuatu yang dinginkan.
Setelah mendapatkan cara untuk naik ke Alam Surga tanpa mengandalkan Jalan Surga. Wanita itu pergi dari ruangan mencari tempat yang sempurna untuk kepergiannya.
Sementara itu, di Alam Roh, Wanita cantik juga tengah bersiap-siap untuk naik ke Alam Surga. Mereka berdua memiliki tujuan yang sama, menemui Qin Chen!
***
Benua Selatan
Dibawah tekanan dari Benua Utara, Benua Selatan mendapatkan banyak dampak kehancuran dan dampak yang harus mereka hindari dari sekarang. Kehancuran besar yang baru saja mereka dapatkan dari serangan Chu Chunhua.
Guncangan hebat di antara Langit dan Bumi, suara gemuruh membawa Malapetaka. Semuanya dapat mereka rasakan dari rumah mereka masing-masing.
Sebagian Benua Selatan telah di hancurkan oleh serangan sebelumnya. Benua Selatan memiliki Wilayah kekuasaan lebih besar dibandingkan Tiga Benua lainnya. Kekuasaan miliknya adalah 50% dari Dunia itu sendiri.
Buka hanya itu saja, Benua Selatan adalah Pusat bagi Asura bertalenta dan kuat terpilih berada disana. Mereka dilatih menjadi seorang pejuang maupun Prajurit Istana sebagai Pilar Benua.
Kekuasaan dengan kekuatan tak tertandingi telah menggema di seluruh langit Alam Asura. Namanya di takuti oleh Asura lainnya, bukan hanya itu saja, dia adalah Penguasa 112 Dunia Besar di berbagai belahan Dimensi.
Sekarang, Raja Asura Barat telah di tampar keras oleh Raja Asura Utara, Qin Chen. Dia berdiri di alun-alun Istana, memandangi langit dengan tajam.
__ADS_1
Saat keberadaan hebat mulai memasuki Wilayahnya, dia dapat merasakan bahwa musuh ini sangat kuat. Bahkan, jika dia mengerahkan seluruh kekuatan, dia akan kalah.
Di hadapannya, Pedang Asura Legendaris tengah tertancap di tanah. Berdiri tegak mendominasi wilayah, Raja Asura masih memiliki keberanian untuk menghadapi sosok itu.
Tiba-tiba, kilauan cahaya terlihat di langit, kilauan tersebut melesat menuju Istana Raja Asura dan berhenti di atasnya. Seluruh Prajurit terkejut dan bersiap-siap menyerang jika mendengar perintah dari atasan.
Qin Chen, melayang tinggi di langit melihat kebawah dengan tajam lalu bersuara. "Dimana Raja kalian? Katakan untuk keluar dan menghadapku sekarang."
"Tidak perlu kau tanya, aku telah berada di hadapanmu." Tiba-tiba suara seseorang terdengar dibawah, Qin Chen melihatnya yang penuh Energi berdiri begitu bangga dan sombong dibawah sana.
"Huh? Kau? Raja? Baiklah, aku tidak akan basa-basi lagi, hari ini adalah hari kehancuran Benua Selatan dan Seluruh tahta Asura berada di tanganku!"
"Sombong!"
Kata-kata terakhirnya membuat semuanya terdiam, kedua orang tersebut memancarkan Aura membunuh dalam diri mereka masing-masing. Chu Chunhua bingung, dia hanya mundur beberapa langkah ke belakang.
Qin Chen melesat kebawah dengan kecepatan tinggi, bersamaan dengan Raja Asura melompat ke atas sambil mengayunkan pedang Asura Legendaris ke arah Qin Chen.
Bang!
Boom! Boom!
Tebasan tersebut tertahan oleh tangan Qin Chen. Namun tidak di belakangnya, di belakang Qin Chen hancur berkeping-keping membuat garis vertikal jauh.
Meskipun tertahan, nun kenyataan serangan tersebut dapat menyerang bagian dalam Objek ataupun di belakangnya. Ini mengejutkan Qin Chen.
Melihat serangan mematikan seperti ini, Qin Chen menatapnya dengan tajam. "Cukup bagus, namun itu hanyalah bagian kecil dari kekuatan sebenarnya."
Qin Chen puas mendengar tanggapan Raja Asura, bergerak kesamping mematahkan serangan miliknya. Dengan sedikit lincah, Pertarungan mereka membuat tanah dibawah bergetar hebat hingga hancur.
Pergerakan mereka secepat kilat di bawah asap. Bersamaan dengan itu, Qin Chen tengah merebut Senjata tersebut. Saat mereka berdua berjarak jauh satu sama lainnya, Qin Chen sekali lagi melihatnya dengan sedikit menutup matanya.
'Fisikku sepertinya tidak di ragukan lagi, karena aku sering menggunakannya dan mempertajam fisik. Mungkin dari sekarang akan akan menganti cara bertarungku.'
Chu Chunhua dari atas tengah mengamati Qin Chen. Dia mempelajari kemampuan Qin Chen saat ini, dimana kekuatan Fisik Qin Chen sangat hebat dibandingkan sebelumnya.
Sambil mengamati Qin Chen, dia diam-diam menghabisi pasukan musuh dengan kekuatan miliknya tanpa ketahuan oleh Qin Chen.
Sementara itu, Qin Chen yang tengah mengahadapi musuh merasakan pasukan musuh mengurang tanpa sebab membuat dia yakin.
'Haa ... Dia kira aku tidak menyadarinya?'
Qin Chen lalu mengeluarkan pedang andalannya, keluar dari Kekosongan lalu berada di tangannya. Kaki kanannya sedikit kedepan dengan mengarahkan ujung pedang ke arah Raja Asura.
"Membosankan, mari kita akhiri ini Dengan satu gerakan terkuat?"
"Huh! Sungguh lancang, apa kau pikir kau dapat mengalahkanku! Aku terima tantanganmu!"
Qin Chen mengangkat pedangnya tinggi ke langit, secara bersamaan menarik fenomena Langit begitu mengerikan. Putaran badai berpusat pada Qin Chen dengan guntur-guntur di sekitarnya.
Energi pedang mulai terisi, Qin Chen menahan diri agar tidak membelah Dunia ini dan hancur berkeping-keping.
Sementara itu, Raja Asura Selatan menarik pedangnya ke langit. Sama seperti Qin Chen, serangan miliknya menciptakan badai angin disertai guntur-guntur hitam pekat.
__ADS_1
Langit-langit meledak dan terguncang, bumi mengalami retakan sepanjang jalan. Sekitar mereka hancur, disana hanya ada badai yang menghancurkan segalanya.
Swushh!
Secara bersamaan mengayunkan pedangnya kedepan. Serangan mereka menciptakan siluet bulan sabit menghancurkan segalanya, melesat di atas langit dan kedua kekuatan tersebut membentur di Kehampaan.
Boom! Boom! Boom!
Ledakan besar menghempaskan seluruh bangunan di bawah, serangan Raja Asura Selatan membawa ketiadaan tanpa akhir.
Qin Chen sedikit terkejut melihat kekuatan tersebut. Tersenyum puas, dia melihat kehancuran di sekitarnya begitu luas setelah asap menghilang.
Saling melihat dan masih memegang pedang, pedang Qin Chen menghilang, dia mengangkat tangannya kedepan. "Wahai Pedang yang dapat membelah segalanya, membawa kehancuran kedalam ketiadaan, terima panggilan Raja ini!"
Bergetar!
Pedang di tangannya bergetar mendengar panggilan Qin Chen, dia memancarkan cahaya terang yang mencakup menutup langit. Dengan kecepatan tinggi melepaskan diri dari tangan Raja Asura.
Qin Chen dengan cepat menangkap pedang tersebut kedalam genggamannya. Pedang tersebut bercahaya terang saat Tuannya telah kembali.
Boom!
Dentuman besar menghempaskan angin menyapu bersih udara. Qin Chen disana telah mengenggam pedang Asura Legendaris, Raja Asura Selatan tercengang.
"Bagaimana bisa! Siapa kau sebenarnya, bagaimana bisa kau dapat mengendalikan pedang tersebut!"
Mendengar hal tersebut, Qin Chen mengangkat pedangnya kesamping. "Bagaimana jika kau bertanya kepada Yama di Neraka!"
Swushh!
Satu ayunan tangan Qin Chen menciptakan siluet bulan sabit. Serangan tersebut membentang luas di hadapannya, warna hitam dan unggu mendominasi tebasan Qin Chen.
Raja Asura menarik tangannya, lalu mengeluarkan kembali menciptakan pertahanan surgawi. Tiba-tiba sebuah pertahanan petir terbentang mengelilingi dirinya.
Boom!
Meledak ditempat, serangan Qin Chen menghancurkan pertahanan tersebut hingga membunuh Raja Asura Selatan dalam sekali serang.
Seluruh pasukan yang melihat Raja mereka mati, kini benar-benar terjatuh kebawah tanpa ada sedikitpun Semangat. Qin Chen yang memegang pedang tersebut, kini menjentikkan jarinya ke bilah pedang.
Trang!
Bergetar menghancurkan kerak-kerak pada pedang. Saat seluruh kerak pecah, pedang tersebut bercahaya sekali lagi dan membentuk dirinya ke bentuk Utama.
Dengan bilah ramping, gagang tangan yang sesuai, Qin Chen melihat katana Hitam pekat sesuai dengan selera dirinya. Melihat dan mengamati setelah itu memasukan kembali kedalam sarung.
Qin Chen meletakkannya di pinggang belakang secara horizontal. Dengan begitu, dia dapat menggunakannya sesuka hati tanpa harus mengambilnya dari kekosongan.
...
*See You Again :)
ini bab kemarin, bab hari ini akan di up besok doubel
__ADS_1