
Istana Timur, Pusat Pemberontak
Diantara pasukan musuh dan pasukan Qin Chen, Qin Chen berdiri di depan memperhatikan pasukan pemberontak yang mengacaukan Neraka saat pergantian Tahta Raja.
Ribuan bola api menyambut mereka, sambutan hangat yang tidak tergantikan apapun. Saat melihat hal tersebut, Qin Chen menyeringai kecil membawa napas kematian.
"Hajar mereka semua!" Ucapnya dengan keras disana.
Mereka melompat ke langit, memberikan serangan tombak memecahkan kekosongan di udara.
Puluhan pilar emas melesat seperti bintang jatuh, menghancurkan serangan musuh berkeping-keping. Sambutan hangat tersebut mulai memanas, pihak musuh begitu ramah menyambut kedatangan Qin Chen.
Qin Chen turun dari kudanya, saat menyentuh daratan, hentakan pelan menciptakan kehancuran di daratan tersebut. Guncangan, hempasan angin yang kencang merobohkan pasukan musuh.
Melesat dengan kecepatan tinggi, melewati berbagai serangan hingga ditempat pria tersebut.
Bang!
Terhempas jauh kebelakang saat pukulan keras dari Qin Chen mengenai wajahnya. Di atas sana, Qin Chen melihat pemuda yang tidak lain adalah Pemimpin Pemberontak.
Dia melihat ke arah Qin Chen dengan tajam memberikan penindasan. Namun sayangnya, segalanya aka lenyap setelah tiba di tempat Qin Chen.
Boom!
Napas Qin Chen meledakan kekosongan hingga berkeping-keping. Qin Chen melayang ke langit, melihat pemuda itu dengan tatapan tajam.
'Misi selesai, Qin Qui.' Qin Chen berbicara dengan Qin Qui di dalam benaknya.
[Baiklah Tuan ... Tuan dapat mengakhiri semuanya. Sesuai dengan rencana, setelah ini Tuan dapat muncul di langit-langit Surga dan menghentikan perang di atas sana.]
'Aturlah, aku hanya mengikuti rencanamu saja sebelum menembus Ranah Surga menuju Ranah besar.' Jelas Qin Chen.
Qin Chen sedikit melirik kesamping, ada ratusan ribu iblis dengan kekuatan mengerikan disana. "Aku kira Pemimpin Pemberontak adalah orang yang hebat, ternyata hanya bocah ingus yang memiliki kekuatan Puncak Surga." Jelas Qin Chen.
"Kau!" Pemuda itu melesat dengan geram memberikan serangan, Qin Chen dengan cepat menendang punggung bocah tersebut hingga menghentakkan tanah.
Boom!
__ADS_1
Meledak dibawah, pemuda itu mengeluarkan seteguk darahnya. Kekuatan dia seolah-olah sangat berbeda jauh dengan Qin Chen di atas sana.
"Kembali ... Kemenangan di pihak Istana." Jelas Qin Chen kepada Prajurit Istana.
Mereka bersorak keras karena kemenangan, rombongan pemberontak terdiam tidak berkutik sama sekali. Di antara tubuh Qin Chen, terdapat pelindung yang berlapis-lapis, tidak memiliki sedikitpun celah untuk di serang.
Qin Chen mengenggam tangannya, seketika, Langit dan Bumi bergetar hebat. Tangan yang besar muncul dari dalam tanah, menutupi seluruh daratan tersebut di dalam genggamannya.
Sementara itu, Qin Chen dan pasukannya sudah berada di luar Wilayah tersebut. Melihat dengan mata mereka sendiri, bagaimana kematian yang tidak dapat dibayangkan terjadi.
Ledakan-ledakan terdengar di dalam genggaman tangan itu, namun sedikitpun tidak ada gerakan yang dapat memecahkan kehancuran total.
Hingga napas terakhir, ledakan besar mengakhiri segalanya.
Duarr!
Wilayah Utara berubah menjadi Samudera tak berujung, hanya ada lubang besar tanpa air di dalamnya. Qin Chen mengibaskan tangannya, hujan turun memenuhi lubang tersebut.
Ikan-ikan mulai bermunculan, seluruh kehidupan di dunia laut mulai tercipta. Tidak ada lagi kehancuran, hanya ada keabadian tanpa batas.
"Perintahkan seluruh prajurit, sebarkan berita kehancuran Wilayah Timur. Sekarang, Dunia ini hanya ada Istana Neraka yang memimpin. Siapapun yang memberontak, hal yang sama akan terjadi pada Wilayah mereka!" Qin Chen dengan nada lantang memberitahukan mereka.
Mereka mulai menyebarkan berita tentang kehancuran Wilayah Timur. Dalam Waktu yang sesingkat ini, mereka mendapatkan banyak pengalaman bertarung dan dapat melihat kekuatan Raja Sejati Neraka.
Setelah semuanya selesai, Qin Chen dan lainnya kembali ke Istana. Melakukan perjalanan panjang, Qin Chen mengobrol dengan Qin Qui.
'Bagaimana keadaan di atas sana?'
[Tidak ada masalah, karena Chu Chunhua berada di sisi mereka. Kekuatannya berada di setengah Puncak Supreme God.]
'Begitu ... Baguslah, sekarang aku akan kesana karena urusan besar di Dunia ini sudah selesai. Jika hanya masalah kecil, aku dapat menyelesaikannya dari atas sana.' Jelas Qin Chen.
Setelah beberapa waktu terlewatkan, mereka tiba di Istana. Qin Chen kembali ke ruangan, duduk lalu menciptakan bayangan miliknya sendiri.
"Tidak buruk ... Gantikan aku disini, lalu hilangkan masalah internal dan eksternal. Jika terjadi sesuatu, segera laporkan padaku secepat mungkin." Jelas Qin Chen.
Bayangan itu menunduk, Qin Chen lalu mengeluarkan cincin yang berisikan harta yang dia pendam selama petualangan bertahun-tahun di Dunia Rendah.
__ADS_1
"Didalam cincin ini terdapat banyak harta siap pakai, gunakan sebaik mungkin. Aku akan datang beberapa kali dalam sebulan ke Dunia Bawah."
"Sisanya, aku serahkan padamu untuk mengurusnya. Satu hal lagi, Samudera di Timur jadikan sebagai Samudera bintang." Jelas Qin Chen.
Sementara itu, bayangan tersebut mengangguk paham dan Qin Chen melangkah keluar dari Istana miliknya. Melihat ke langit, masalah di Neraka telah di atasi dan tidak ada musuh lagi selain masalah kecil.
"Secepatnya aku harus menembus Ranah Surga." Qin Chen menghilang setelah mengatakan hal tersebut.
***
Langit-langit Surga tampak tidak terkendali, banyak pasukan berterbangan di antara awan-awan. Mengendarai kuda perang maupun membawa senjata perang pemusnah massal yang begitu besar.
"Dengar ... Kaisar telah memberikan dekrit untuk menyerah atau mati!" Suara pria yang terlihat muda dengan armor di sekujur tubuhnya memegang gulungan.
Orang-orang dibawah sontak membicarakan hal tersebut, sementara Mu Xuayin yang masih berada di atas Istana hanya melihatnya dengan acuh tak acuh.
Sementara itu, Qin Chen di atas mereka semua menyembunyikan diri. Melihat dengan diam apa yang di lakukan oleh penduduk kota, dan melihat Mu Xuayin yang acuh tak acuh.
Huh!
Qin Chen seperti mendengar Napas Dewa di sekitarnya, napas itu mengandung kekuatan hebat.
Setelah beberapa saat, waktu di sekitarnya berhenti bergerak. Seluruh langit dan bumi menjadi gelap, tidak ada satupun mahkluk hidup yang bergerak di Dunia.
_______
Melihat kekuatan tersebut, Qin Chen merasakan ada sosok lain yang ikut campur dalam urusan Perang ini. Walaupun waktu berhenti sesaat, tubuh Qin Chen masih bisa bergerak karena dia tidak terikat waktu lagi.
Sesaat sesudah, semua orang merasa bingung, sama halnya dengan pasukan musuh yang terkejut merasakan waktu berhenti.
'Waktu? Siapa yang menghentikan waktu sesaat sebelumnya!' Qin Chen melihat kanan dan kiri, menggunakan pengelihatan Spiritual miliknya mencari keberadaan orang tersebut.
Dalam jarak yang tak diketahui, Qin Chen tidak menemukan apapun. Perasaan familiar yang tiba-tiba muncul, ini seperti bertemu dengan sosok sebelumnya.
'Sial!' Qin Chen kesal karena ini sedikit rumit dibandingkan mencari jarum di tumpukan jerami.
Qin Chen sedikit melirik kebawah, lalu pergi dari sana dengan merobek ruang waktu di depannya. Masuk kedalam aliran waktu yang rumit, dan bercabang.
__ADS_1
...
*See You Again :)