
"Terimakasih."
"Aku akan memberikanmu cerita ini, jika dibicarakan disini secara langsung akan membutuhkan banyak waktu. Aku tidak dapat mempertahankan sisa Jiwa ini di Dunia begitu lama."
"Tidak apa-apa, aku sudah bertemu dengan ibu Mu Xuayin, dan berbicara langsung tanpa ragu ini sudah membuatku senang. Aku berpikir, bahwa aku tidak pantas untuknya, dan terus berpikir sampai aku sadar, kami berdua memang ditakdirkan bersama."
Sang Phoenix Api Surgawi tersenyum bahagia melihat Qin Chen. "Kau adalah yang paling pantas untuk Mu Xuayin, tidak ada yang lebih pantas dibandingkan kamu. Qin Chen, aku menyerahkan Mu Xuayin padamu, lindungi dia. Meskipun dia kuat, dia masih memiliki kelemahan."
"Ya."
Menarik ingatannya keluar dari ingatannya, memberikan Qin Chen secara langsung masuk kedalam ingatan Qin Chen. Dimana Qin Chen melihat dengan jelas tentang apa yang terjadi di Alam Surga dulu.
"Ini ... Apa ini adalah kebenaran yang terjadi di Alam Surga?"
"Itulah yang sebenarnya terjadi, Qin Chen. Rahasiakan hal ini pada orang-orang, aku harap kamu mengerti dan dapat menyelesaikan apa yang terjadi di masa lalu. Ini juga masalah hidupmu yang sekarang, semuanya ada disana."
"Baiklah, aku akan merahasiakan ini, tidak ada yang mengetahuinya selain aku."
"Apa lagi yang ingin kamu tanyakan, aku akan menjawabnya selama aku tahu." Balasnya.
"Sepertinya tidak ada lagi, aku hanya ingin mendengar hal ini. Sekarang aku telah menemukannya, dan semuanya akan jelas jika aku menyelesaikan apa yang terjadi di masa lalu ...
Aku akan tahu sedikit tentangku dan tempat yang seharusnya aku kunjungi selanjutnya sebelum naik menjadi seorang Deity."
Mereka berdua duduk saling berhadapan, dengan perlahan Jiwa Sang Phoenix Api Surgawi menghilang. Batas waktunya telah habis, dia terkejut dan melihat dirinya akan menghilang.
"Sepertinya sudah selesai, ya."
Mengangguk membalasnya, Sang Phoenix Api Surgawi mendekati Qin Chen dan menarik kepalanya kedepan, ia lalu mencium kening Qin Chen dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
Setelah beberapa detik tubuhnya mulai memudar sebelum menghilang, ia berbicara. "Tolong jaga Mu Xuayin untukku."
Menghilang dari pandangan Qin Chen setelah memberikan ciuman kening hangat. Qin Chen disana menunggu beberapa menit setelah itu berdiri, mendekati Pedang di hadapannya.
"Seharusnya ini adalah peninggalannya untuk Mu Xuayin, lebih baik aku membawanya dan memberikan kepada Mu Xuayin." Gumamnya.
Mengambil Pedang tersebut lalu menyimpannya ke dalam penyimpanan, Qin Chen kembali berjalan keluar dari gua kecil tersebut.
***
Setelah keluar dari Jurang Kematian Abadi, Qin Chen tidak tahu lagi mau bagaimana. Apa yang dia dapatkan dari Sang Phoenix Api Surgawi benar-benar mengejutkan dirinya sehingga membuatnya bingung untuk mengambil langkah apa sekarang.
"Menyerang Dewa, Menghancurkan Pusat masalah atau mencari Ayah Mu Xuayin?" Gumamnya.
Menyerang Dewa bisa kulakukan bersamaan dengan langsung menyerang Dewa Tertinggi, ini ada sangkut pautnya dengan dia!
Apa yang diberikan oleh Sang Phoenix Api Surgawi adalah ingatan tentang pengkhianatan Dewa Surga di masa lampau yang kini telah naik menjadi Deity di Alam entah berantah.
Setidaknya ada 3 atau 5 Dewa yang memberikan berita bohong tersebut dan membuat Sang Phoenix Api Surgawi mati, cerita ini tidak ada yang mengetahuinya selain Dewi Suci, Kaisar Naga Chen.
Mereka adalah orang yang Sang Phoenix Api Surgawi katakan membantunya memalsukan kematian ayah Mu Xuayin, dan mengubah sejarah tentang perang ini.
Sang Phoenix Api Surgawi tidak ingin putrinya berjalan ke jalan yang salah untuk membalaskan dendam keluarganya yang mati. Karena itulah Dewi Suci membantunya untuk memalsukan cerita sejarah.
Kaisar Naga Chen adalah Mahkluk Mistis yang sama seperti Sang Phoenix Api Surgawi, maka dari itu mereka begitu akrab karena dilahirkan sama satu sama lain.
"Jadi, apa sejarah lainnya juga di ubah oleh orang yang sama untuk menghindarkan konflik yang dapat menghancurkan aturan Surga?"
[Secara pendapat Qin Qui, tidak.]
__ADS_1
"Kenapa?" Tanya Qin Chen.
[Sangatlah sulit untuk mengubah cerita sejarah, jika telah ada banyak yang mengetahui kebenarannya. Maka akan sulit untuk diubah, namun berbeda jika tidak ada yang mengetahuinya. Seperti sekarang ini, hanya Sang Phoenix Api Surgawi dan Dewi Suci yang mengetahuinya.]
Qin Chen mengerti, kesempatan untuk mengubah sejarah sangatlah sulit. Jika banyak yang mengetahui tentang cerita aslinya, maka untuk mengubah sebuah sejarah akan semakin sulit.
"Kamu benar, sekarang aku lebih baik memproritaskan satu hal. Menyerang Dewa dan menghancurkan Pusat masalah, mereka satu arah. Orang yang membuat semuanya menjadi rumit adalah dia! Kaisar Iblis Tertinggi!"
[Benar Tuan. Keserakahan dirinya menyebabkan banyak hal yang tak terduga terus muncul, seperti sekarang ini. Semuanya disebabkan oleh dirinya.]
"Mau bagaimana lagi, Kaisar Iblis Tertinggi takut kekuasaan miliknya di rebut oleh Mahkluk Mistis. Dengan Kematian Sang Phoenix Api Surgawi, maka dia akan menjadi satu-satunya Dewa terkuat sekarang."
Meskipun Sang Phoenix Api Surgawi berada di Puncak Alam Surga, namun dia dapat bersaing satu tingkat di atasnya. Dengan membutuhkan waktu beberapa tahun kedepannya, dia mungkin dapat naik lebih tinggi dan tinggi.
Lalu tentang Ratu Alam ibu dari Chu Xiawei, mungkin ada kisah lain di balik penyerangan dan pembunuhan Sang Phoenix Api Surgawi. Ini belum dapat diprediksi, sekalipun dapat namun semuanya tidak sesuai dengan apa yang Qin Chen pikirkan.
[Selanjutnya, apa yang akan Tuan lakukan? Dengan apa yang Tuan dapatkan sekarang.]
"Pulang dulu, aku tidak memiliki mood lagi untuk pergi kemana-mana setelah mengetahui hal ini. Aku juga akan bertanya kepada Ibu Dewi tentang ini, dan mungkin aku dapat petunjuk lain."
Qin Chen baru mendapatkan bahwa Kaisar Naga Chen adalah ayahnya, meskipun masih dalam teori dan ragu. Qin Chen mengetahui ini karena ingatan yang diberikan oleh Sang Phoenix Api Surgawi kepadanya.
[Baiklah, Tuan tidak lupa dengan hadiah mereka, bukan?]
"Ya, aku akan menyiapkannya saat kembali ke Istana Phoenix. Aku telah janji, besoknya aku akan memulai kembali penghancuran terhadap Alam tersisa dan sekaligus mengunjungi Delapan Alam Surga lainnya."
Setelah mengatakan hal tersebut, Qin Chen pergi dari tempat ia berdiri sebelumnya. Perhi menuju Istana Phoenix untuk memberikan hadiah yang telah dia janjikan, sekaligus Qin Chen ingin bertanya langsung kepada Ibu Dewi tentang ini.
Di Langit, Qin Chen tengah disibukkan dengan menyiapkan hadiah untuk mereka sesuai dengan karakteristik masing-masing putra maupun putrinya. Semuanya berada di dalam cincin sehingga mereka bebas menggunakan sesuka hati, Qin Qui hanya diam dan membantu Qin Chen, dia sempat tertawa kecil melihat Qin Chen sekarang ini.
__ADS_1
...
*See You Again :)