Supreme God System 2

Supreme God System 2
Chapter 141 - Alam Asura dan Membunuh Perampok!


__ADS_3

Alam Asura


Bagian Tengah Wilayah Asura, Qin Chen telah menginjakkan kakinya di tanah tersebut. Di sekitarnya, hamparan dataran kekacauan membentang luas.


Dibawah langit, sungai lava mengalir panjang hingga membentuk garis-garis geografi. Di sekitarnya, tanah tandus dan gersang menyelimuti daratan.


Neraka dan Asura tidak jauh berbeda dibandingkan Surga dan Bumi.


Setelah Qin Chen tiba di tanah Asura, Qin Chen melangkahkan kakinya menuju Istana Asura. Di atas tanah, dibawah awan hitam, suara-suara iblis mencoba menggodanya.


Lihat aku ...


Hei ... Temani aku bermain ...


Qin Chen mengabaikan mereka, telinganya hanya masuk dan keluar. Saat beberapa langkah kedepan, suara jiwa menangis dan kesakitan memenuhi daratan.


Suara itu, meminta tolong kepada Qin Chen saat ini. Qin Chen berhenti di atas tanah Asura, melihat sekitarnya penuh jiwa-jiwa yang mati penuh penyesalan.


Mata Roh miliknya dapat melihat dengan jelas bagaimana mereka mati. Qin Chen bersuara di bawah lolongan panjang mereka. "Jiwa-jiwa yang telah mati, aku akan memurnikan kalian semua untuk mendapatkan kehidupan yang layak di kehidupan selanjutnya."


Saat setelah itu, bibirnya bergerak merapalkan sebuah mantra kuno. Tulisan kuno muncul melalui bibirnya, membentuk sebuah lingkaran sihir begitu luas.


Tangan Qin Chen membentang, mengeluarkan cahaya di genggam tangan. Dibawah langit yang gelap, awan hitam menyelimuti Dunia.


Rintik hujan berjatuhan, turun ke bumi untuk membasahi kehidupan. Untuk pertama kalinya, di tanah tandus ini terjadi hujan lebat. Tubuh Dewa di lapisi oleh pelindung, hujan tak dapat menyentuhnya, dan cahaya akan terus meneranginya.


Di bawah kakinya, cahaya mulai bersinar dan membentang luas di dataran. Naik ke langit membentuk Pilar begitu besar, pada saat itu. Jiwa-jiwa yang telah mati dalam penyesalan, kini mendapatkan kehidupan yang layak.


Mereka di selimuti oleh cahaya keemasan yang keluar dari tanah, di sekitar Pilar, cahaya tersebut menyilaukan banyak Asura yang berada disana.


Terimakasih banyak penyelamat ...


Semoga, anda mendapatkan berkat dari Pencipta ...


Dalam dua untaian kata, ucapan terimakasih dan doa menggema di langit. Qin Chen hanya tersenyum mendengarnya, mereka semua mulai menghilang menjadi serpihan cahaya di Dunia Kejam ini, dan akan memasuki Fase Reinkarnasi.


Tahun xxx, Bulan Suci, lembaran baru terbuka dan mencatat sebuah keajaiban muncul. Tanah Asura di guyur hujan, dan jiwa-jiwa penuh penyesalan mendapatkan kesempatan kehidupan kedua mereka.


Tangisan dan tawa memenuhi telinga Qin Chen, mereka senang mendapat kesempatan untuk hidup kedua kalinya.


Kunang-kunang cahaya beterbangan, serpihan cahaya terbang ke langit membawa harapan mereka semua. Di atas tanah Asura, Qin Chen telah membuat kebajikan.


Setelah beberapa saat berlalu, mereka telah pergi dari Dunia ini. Lingkaran cahaya menghilang secara perlahan memudar, Qin Chen masih berdiri disana melihat ke arah langit.


Reinkarnasi? Kenapa Qin Chen tidak menggunakan Reinkarnasi untuk istrinya? Sebelumnya, istrinya mendapatkan kutukan dimana dia tidak dapat bereinkarnasi, meskipun jiwanya memasuki Fase Reinkarnasi.


Saat semuanya telah selesai, Qin Chen melanjutkan menuju Istana Asura untuk bertanya dan menundukkan mereka semua di bawah kendalinya.


***

__ADS_1


Istana Raja Asura


Ditempat Raja Asura, Istana Asura tampak sepi dengan para Prajurit Asura berpatroli di berbagai Kota maupun tempat Istana itu sendiri.


Singgah sana Raja Asura terlihat sosok bertubuh besar tengah terduduk menyenderkan kepalanya. Melihat cahaya keemasan begitu terang di bagian timur, Raja Asura tertegun-tegun.


Perasaan kekuatan tak terbatas kuat dapat dirasakan oleh dirinya, insting bertarung terus mengasah hingga membuat darah dalam dirinya mendidih.


"Kekekeke ... Ribuan tahun berlalu begitu cepat, bukan? Aku merasakan ada kekuatan tak terbatas akan datang ke tempat ini. Aku, aku tidak sabar menunggu pertarungan ini, bagaimana dia akan menghiburku!"


Suaranya terdengar oleh Jendral di samping, dia juga dapat merasakan kekuatan besar memenuhi Wilayah Timur. Di hadapannya, kekuatan musuh akan mengarah ke tempat mereka sekarang.


Saat mendengar Raja Asura berbicara, dia tidak dapat mengekspresikan dirinya. Sebagai Klan Asura, Pertarungan kuat akan dapat meningkatkan gaya bertarung mereka semua dibandingkan berdiam diri.


"Raja ... Kekuatan ini begitu besar, hingga tak terbatas sulit untuk di capai. Apa dia adalah sosok dari Surga yang di utus untuk menghapus Klan Asura?" Tanyanya, sebagai Jendral dia harus mempersiapkan semuanya sebagai mungkin.


"Benar ... Kekuatan Suci hanya dimiliki oleh Dewa di Surga. Namun, sosok ini begitu istimewa hingga dapat menggunakan kekuatan Asura! Dari sini, aku dapat merasakan ada kedekatan dengan Aura ini. Ini seperti, sosok di masa lalu yang sekarang menjadi Legenda dan Mitos Alam Asura!"


Jendral tertegun. "Raja dari segala Raja Asura, Raja Dewa Asura yang memegang kekuasaan atas kekuatan tak terbatas. Memiliki kemampuan merebut kuasa musuh, ini ... "


Raja Asura sedikit melirik ke arah Jendral. "Apa di teman atau musuh, semuanya akan ditentukan sebentar lagi ... Saat dia tiba, jangan berikan sedikitpun gerakan kepadanya, aku akan langsung berbicara secara langsung kepadanya."


"Baik!"


Saat pembicaraan itu berakhir, di atas tahtanya, Raja Asura tertawa terbahak-bahak dapat melihat Perwujudan kekuatan tak terbatas di matanya.


Qin Chen akan tiba sebentar lagi, ini membuat darah dalam dirinya mendidih untuk melakukan pertarungan sengit.


***


Saat Qin Chen tiba disana, Kota tersebut banyak mengeluarkan Aura membunuh dimana-mana. Ada banyak Hukum Dunia yang mereka abaikan.


Perwujudan orang-orang memiliki bentuk menyerupai Iblis dengan tanduk bermacam-macam di kepala. Qin Chen yang ada disana menjadi pusat perhatian mereka, pakaian dan tampilan Qin Chen adalah Manusia!


Dalam garis miring, Aura Qin Chen adalah Iblis Asura. Qin Chen menyelimuti dirinya dengan Aura yang sama dengan mereka untuk menghindari pembantai masal.


Berjalan menuju gerbang selanjutnya, Qin Chen telah mengklaim bahwa mereka semua disana adalah warga biasa dengan daya tempur kuat untuk menjadi Prajurit.


Di gerbang, Qin Chen telah keluar tanpa sedikitpun gangguan. Pada saat berada di jalan bebatuan, beberapa Asura mengikutinya dengan senjata di tangan mereka.


Perampokan? Bukan, mereka menghadang Qin Chen karena merasakan bahwa Qin Chen adalah musuh.


Mereka muncul dari balik-balik batu lalu menghadang Qin Chen, tubuhnya besar dan kekar. "Manusia ... "


"Ho? Kau dapat mengenaliku? Dengan aura seperti ini?" Tanya Qin Chen.


"Cih! Kau mengira kami siapa? Meskipun kau menyamarkan Aura mu, namun insting kami mengatakan kau adalah manusia! Dari mana asalmu? Jika tidak menjawab, aku akan membunuhmu!"


Kelima Asura lainnya bergerak mengepung Qin Chen di tengah, dia hanya tertawa kecil melihat tingkah bodoh mereka. "Jangan menggangguku saat berjalan, itu tidak baik untuk mati dengan cepat!"

__ADS_1


"Kahahah ... Bunuh manusia ini, dan kita akan menyantapnya sebagai sumber kekuatan!" Perintah Asura di hadapan Qin Chen.


Mereka berlima mulai menyerang dengan ayunan pedang, Qin Chen yang berada di tengah sedikit kesamping hingga serangan mereka meleset menghancurkan bebatuan di sekitar sana.


Duarr! Duarr!


"Konyol!" Berputar, Qin Chen melompat ke langit dan berdiri di atas batu, melihat mereka semua dengan tatapan sombong. "Beginilah seharusnya, kalian semua melihatku!"


"Manusia Keparat!" Mereka bersama melompat ke langit, dan tiba-tiba berada di hadapan Qin Chen dan melesat menyerang kembali.


Qin Chen merentangkan tangannya lalu memberikan tamparan pelan ke wajah mereka. Tamparan itu mengandung kehancuran Langit dan Bumi.


Bang!


Sreakk!


Kelima Asura tersungkur ke dalam tanah dengan luka-luka fatal, leher mereka patah dan darah mengalir membajari tanah, genangan air merah mendominasi tanah tandus!


"Kau ... " Asura sebelumnya melesat dengan amarah, menarik pedangnya dari sarungnya. Dia menebas Qin Chen.


Siluet bulan sabit dengan domain merah melesat, Qin Chen menamparnya dengan tangan hingga serangan tersebut tereliminasi oleh satu gerakan Qin Chen.


Dia terkejut sekaligus kesal, bagaimana bisa serangan dia dihancurkan hanya dengan sebuah tamparan pelan. Sekali lagi, dia menyerang.


"Pedang iblis, pembelah Jiwa!"


Swushh!


Melesat lebih cepat dibandingkan sebelumnya, Qin Chen tanpa basa-basi lagi. Dia menamparnya kembali hingga serangannya dihancurkan sekali lagi, Asura itu mendapatkan serangan mental begitu dalam, keyakinan dirinya dihancurkan dengan mudah.


Serangan terhebat nya dengan mudah di hancurkan hanya dengan dengan tamparan pelan saja!


"Bagaimana bisa ... Bagaimana bisa kau menghancurkan serangan terhebat milikku! Siapa kau sebenarnya!"


"Ho ... Terhebat? Itu bahkan tidak sebanding dengan serangan putraku. Untuk orang yang akan mati, bersikaplah layaknya seorang iblis Asura!"


Setelah membalasnya, Qin Chen muncul di hadapannya hingga membuat dia tercekik mati oleh ketakutan! Dia tidak sengaja menatap mata Qin Chen, saat melihat mata Qin Chen, dia merasakan ketakutan mendalam.


Dalam pengelihatannya, sosok iblis kejam dan jahat menatapnya dengan tajam!


Qin Chen tidak melakukan apa-apa, dia lalu bergerak mengambil barang-barang mereka. Tidak ada yang bagus, namun semuanya lumayan di jual dan dijadikan uang.


"Begitu miskin, lebih baik merampok harta Istana Asura dibandingkan mereka." Gumamnya sambil menghitung rampasan kali ini.


Setelah itu, Qin Chen melanjutkan kembali perjalanan menuju Istana Raja Asura. Qin Chen, dengan Aura Asura menyelimuti dirinya, dia mengambil langkah penyembunyian.


Tidak terbang karena dia tengah mencari tahu tentang tubuh Asura miliknya, dengan berjalan kaki seperti ini, dia dapat dengan mudah mendapatkan informasi tentang hal yang ia inginkan.


'Tubuh Asura, bagaimana hasilnya nanti, ya.'

__ADS_1


...


*See You Again :)


__ADS_2