
Malam harinya
Di Istana Phoenix disibukkan dengan orang-orang bersiap-siap untuk pergi ke Acara yang di adakan di Alam Neraka.
Semua keluarga Qin Chen sibuk mempersiapkan diri dan berganti pakaian untuk pergi ke sana. Dalam hal ini, mereka bersikap normal layaknya orang-orang modern yang pergi ke acara besar.
Sebelumnya, mereka membicarakan tentang banyak hal dimana Qin Chen menjawab semuanya.
Sekarang, Qin Chen yang berada di ruangan tengah duduk sembari menukar pakaian dengan sekejap mata.
Selama beberapa menit berlalu, Qin Chen masih menunggu wanita-wanita berhias cantik di dalam ruangan.
"Merepotkan ... Benar-benar merepotkan, menunggu wanita berhias lebih merepotkan dibandingkan menunggu kepastian." Ucapnya yang mengeluh.
Qin Chen melihat kanan dan kiri hanya terdapat dekorasi ruangan yang modern. Dimana-mana begitu mewah, karena ini adalah Ruang Keluarga untuk berkumpul dan mengobrol ringan.
Selama itu pula, Qin Chen menunggu belum ada satupun wanita-wanita merepotkan itu muncul. Namun secara perlahan putra-putranya muncul di dalam ruangan.
Penampilan Qin Chen biasa saja, hanya pakaian biru miliknya yang dia gunakan sewaktu di Alam Rendah dan Immortal.
"Ayah ... Apa ibu belum selesai?" Tanya Chu Feng.
"Jangan ditanya ... Bukan hanya ibumu, yang lain juga lama soal berhias di dalam kamar." Balas Qin Chen.
Putra Qin Chen hanya tertawa mendengarnya, dia duduk di kursi menunggu ibunya dan juga Keluarga yang lainnya.
Setelah satu jam berlalu, akhirnya mereka masuk kedalam ruangan satu-persatu. Melihat hal tersebut, Qin Chen menampilkan ekspresi wajah yang cemberut kesal karena menunggu satu jam lebih.
"Satu jam ... Satu jam kemana saja kalian bertiga? Aku disini menunggu sampai jamuran." Tanya Qin Chen dengan nada yang terdengar marah.
"Fufufu ... Maafkan kami sayang, kami harus berpenampilan cantik agar kamu tidak terpikat dengan wanita lain." Balas Chu Chunhua dengan menggoda Qin Chen menggunakan penampilannya.
Qin Chen mengangkat alisnya, melihat mereka bertiga dengan wajah yang biasa-biasa saja. "Begitu ... Baiklah, kalian cantik." Ucap Qin Chen dengan nada yang dingin kepada mereka.
"Huhmp ... Dingin sekali." Qiu Yu Ran tiba-tiba bersuara dengan nada cemberut kepada Qin Chen.
Saat suaranya terdengar, sontak mengejutkan mereka semua. Bahwasanya, Qiu Yu Ran yang dikenal pendiam, sekarang berbicara dengan lepas di ruangan.
__ADS_1
Bahkan memberikan ekspresi cemberut dan marah saat Qin Chen tidak mengatakan dirinya cantik dengan tulus.
Qin Chen lalu berdiri, berjalan mendekati Qiu Yu Ran disana. Semenjak bertemu, Qin Chen jarang berbicara dengan Qiu Yu Ran. Qin Chen menyentuh tangannya dan menciumnya.
Ini di lihat oleh mereka semua di ruangan.
"Dimataku, apapun yang kalian kenakan tetap cantik, tidak ada yang dapat menggantikan kecantikan kalian. Tidak perlu ku ungkapkan, aku hanya mengagumi kalian di dalam hatiku, itu saja. Jadi, kalian tetaplah cantik di mataku." Balas Qin Chen.
Mendengar perkataan Qin Chen, mereka bertiga jadi malu dan memeluk Qin Chen bersamaan di ruangan. Adegan romantis ini membuat putrinya dan putranya memalingkan badan karena tidak kuat melihat.
Putri kecil Qin Chen di tutup matanya agar saat tumbuh dewasa, dia tidak mengikuti sifat ayahnya.
"Sekarang kita akan pergi ... "
"Hmmm ... "
Saat itu juga, Qin Chen menggunakan kekuatan Teleportasi untuk memindahkan mereka semua ke Alam Surga. Lingkaran tersebut membentuk lingkaran, bercahaya keemasan muncul di bawah kaki mereka.
Di dalam ruangan, mereka di telan cahaya menuju Alam Neraka.
***
Di Istana Neraka, para tamu undangan telah berdatangan memasuki Istana. Ada banyak penjaga dikerahkan untuk keamanan saat acara berlangsung.
Di sebuah ruangan, cahaya muncul melingkar fi dalam ruangan tersebut. Perlahan, cahaya keemasan muncul dengan kabut memenuhi ruangan dan perlahan muncul wujud yang tidak lain adalah mereka.
Kabut tersebut menghilang dan mereka semua telah berada di dalam ruangan. Dimana mereka telah berada di Alam Neraka, saat putrinya melihat keluar jendela, Wilayah tersebut benar-benar Neraka.
Sementara mereka di Alam Neraka, Alam Surga telah Qin Chen perintahkan Bayangannya untuk menjaganya selama mereka di Alam Neraka. Semuanya sudah di atur oleh Qin Chen sebaik mungkin dan sesempurna mungkin.
Qin Chen melihat kanan dan kirinya, sepertinya sudah sampai di Alam Neraka. "Baiklah ... Kita telah sampai di Alam Neraka, kalian dapat beristirahat sejenak sampai para tamu semuanya berdatangan. Aku masih ada sedikit urusan di ruangan lain."
"Kamu mau ngapain?" Tanya Istrinya.
"Aku? Aku akan pergi ke ruangan untuk melihat hasil laporan yang aku dapatkan dari bawahan. Kamu dapat menunggu disini sebentar saja." Balas Qin Chen.
"Tidak, aku ingin ikut."
__ADS_1
"Kami sama."
Qin Chen mengangkat alisnya, dia menghela napas untuk sekian kalinya. "Baiklah ... Ibu Dewi dan Ibu tunggu lah disini, aku akan kembali."
"Ya, pergilah ... Bawa Istrimu agar tidak cemberut lagi."
"Benar, ini merepotkan." Balas Qin Chen.
Mereka bertiga marah kepada Qin Chen dengan mencubit tubuhnya. Qin Chen merasa kesakitan, dan mereka berempat keluar dari ruangan.
Setelah tiba di dalam ruangan lain, Qin Chen duduk di kursinya dan ketiga istrinya duduk di kursi lainnya yang tidak jauh dari tempat Qin Chen berada.
Mereka menunggu Qin Chen selesai membaca laporan, mereka seperti tidak ingin membiarkan Iblis kecil berkeliaran mendekati Qin Chen sedikitpun.
Qin Chen yang canggung di tatap oleh mereka, kini mengambil laporan dan membacanya di sana.
Setelah beberapa menit berlalu, Qin Chen akhirnya selesai melihat laporan tersebut. Di dalam laporan, ada beberapa kekuatan besar menolak kedamaian sama seperti di Alam Surga.
"Dari laporan, ada beberapa kekuatan besar menolak kedamaian dan menolak kenaikan Tahtaku yang secara tiba-tiba. Baiklah, ini bukanlah masalah besar, cepat atau lambat mereka akan mengetahui siapa aku." Gumam Qin Chen.
Saat bergumam, mereka secara langsung mendengarnya apa yang dikatakan Qin Chen sebelumnya. Mereka saling melihat satu sama lain, dan membiarkan Qin Chen berbicara sendiri.
Setelah membaca laporan, Qin Chen kembali berdiri dan melihat keluar melalui jendela ruangan. Dari sana, Qin Chen dapat melihat orang-orang berdatangan.
Melihat hal tersebut, Qin Chen memikirkan orang yang sebelumnya memberikan keabadian padanya. Apa dia akan datang atau tidak.
"Baiklah, kita juga harus bersiap-siap untuk ke Acara ... Disini aku telah selesai, sebaiknya kembali ketempat keluarga dan pergi bersama-sama."
"Benar, disini cukup mengerikan ... Aura negatif terus menghantui." Qiu Yu Ran sedikit terganggu dengan suara-suara yang memintanya untuk menolongnya.
Qin Chen yang mendengar hal tersebut, dia menyebarkan aura positif di Wilayah istana. Seketika, para tamu undangan merasakan kekuatan besar baru saja tiba, itu adalah Qin Chen sendiri.
"Mari kita kembali."
...
*See You Again :)
__ADS_1
Berantakan-berantakan, lelah, pegal-pegal, pusing semuanya tercampur. Mungkin bakalan stabil update Minggu depan, dan sekaligus auhtor mau mempermudah cara nulis agar mudah di pahami dan gak ribet-ribet harus pakai imajinasi tinggi.
Terimakasih banyak yang masih baca🙏