
Di atas Langit, Qilin terbang lebih tinggi dimana Qin Chen dapat melihat wujud aslinya begitu besar setelah evolusi. Qilin menjadi Hewan Mistis Tertinggi.
Dia memiliki keberadaan kuat di antara Hewan Mistis lainnya, namun bukan hanya dia yang sudah berevolusi. Ada banyak Hewan Mistis lainnya yang telah berevolusi.
Qin Chen, melihatnya sedikit takjub dengan apa yang dia lihat. Pandangan matanya sedikit terbuka, ada cahaya mengelilinginya hingga membuat Qin Chen diam.
Namun, Qin Chen yang diam melihatnya hanya membalas serangan sebelumnya menggunakan langkah kaki miliknya. "Nine Step of Nirvana!"
Bang!
Langit dan Bumi ditumpuk oleh penghancur Qin Chen, Qilin mengertak kesal melihat kekuatan Qin Chen tidak memiliki batas lagi. Tidak terima, dia menarik kekuatan matahari di atas mulutnya.
Sungai matahari mengalir membuat Dunia di sekitarnya lenyap, setelah mengalir, aliran itu membentuk gumpalan-gumpalan cahaya di mulutnya.
Qin Chen melihat hal tersebut lalu mengarahkan ujung jarinya ke langit. Melawan balik dengan kekuatan miliknya.
"Mati kau Manusia!"
Swoosh!
Tiba-tiba, sebuah Pilar cahaya melesat jatuh kebawah menyerang Qin Chen. Bersamaan dengan itu, Qin Chen melesakan Pilar cahaya berwarna hitam pekat disertai petir-petir di sekitarnya.
Boom! Boom!
Beradu antara lain saling mendorong satu sama lain. Suara teriakan Qilin begitu keras hingga terdengar oleh Qin Chen dibawah. Sementara itu, Qin Chen melawannya dengan cukup santai, bahkan tidak menggerakkan sedikit energi dalam dirinya.
Dia menggunakan Energi sekitar untuk melawan Qilin, melihat ada banyak energi di sekitarnya dibandingkan terbuang sia-sia, Qin Chen memanfaatkan energi tersebut untuk melawan.
Amukan Qilin menyebabkan gunung-gunung di sekitarnya meledak hingga menimbulkan banyak bencana Alam. Asap hitam pekat vulkanik menyebar dan menyelimuti Dunia, batu-batu berjatuhan menghancurkan apapun.
Di Dunia ini, tidak ada satupun kehidupan setelah kematian, Qin Chen melihat dengan jelas bahwa Qilin mengabaikan kehidupan dan Aturan Dunia.
Dengan tangan, dia melindungi istrinya dari hal apapun yang terjadi. Dalam bentuk pelindung, Qin Chen telah menyiapkan banyak hal untuk melakukannya.
Dari atas gunung, aliran lava mengalir, mengalir membelah bumi dan membentuk sungai merah hitam. Suasana disana begitu panas dan ganas bahkan tidak dapat berkata-kata lagi.
Mereka berdua mengabaikan semuanya, tiba-tiba dari langit serangan lainnya muncul untuk menyerang Qin Chen.
Sebuah Cakaran besar dan kekuatan angin milik Qilin melesat ke arahnya. Qin Chen dengan cepat mengerakkan matanya memblokir serangan tersebut, dibawah kendali, Qin Chen semuanya akan dimulai.
Seketika, setelah kejadian sebelumnya, Qilin membesar dengan kakinya menginjak Qin Chen dibawah. Dia seperti Gunung, dan Qin Chen adalah kuman di bawah kakinya, tidak ada apa-apanya.
Boom!
Ledakan dibawah membuat tanah retak dibawah kaki Qin Chen. Qin Chen menahan serangan tersebut menggunakan pertahanan miliknya, dia tidak bergerak sama sekali menghadapi serangan tersebut.
"Kau membuat kesalahan, sekarang matilah dalam penyiksaan."
Qin Chen mengibaskan tangannya, seketika itu pula kaki serta tubuh Qilin terhempas ke atas langit dengan kecepatan tinggi. Hanya lambaian tangan!
__ADS_1
Saat yang bersamaan, Qin Chen merentangkan tangannya kesamping seperti memberikan isyarat kematian penuh penyiksaan bagi Qilin saat ini
"Munculah dan berikan kematian Qilin dengan siksaan kalian." Ucap Qin Chen.
Sebagai Raja Neraka, Qin Chen memiliki otoritas penuh dalam mengendalikan Alam Neraka. Pasukan, dan juga kekuatan Alam Neraka serta Hukum disana di bawah kendali Qin Chen.
Rantai-rantai hitam pekat mulai bermunculan mengikat Qilin. Kegelapan menyelimutinya, dia mencoba memberontak, namun hasilnya sama saja, gagal!
Dibawah Kematian, siapapun yang memberontak akan semakin disiksa di Alam Neraka maupun Dunia.
Secara perlahan, Rantai tersebut menariknya untuk mundur. Saat melihat kebelakang, Altar pemenggalan kepala telah di sediakan bersamaan orang-orang hitam di sekitarnya.
Itu adalah roh-roh Jahat berdiri menyaksikan kematian atas kejahatan Qilin. Berani menentang Kematian, dia menjadi bahan tontonan bagi Roh Jahat lainnya.
Di samping Altar Kematian, dua Iblis dengan sabit besar panjang di samping berdiri dengan tegas. Matanya merah memancarkan niat kematian mendalam, segalanya akan berakhir.
Mereka berdua adalah utusan Qin Chen, dimana bertugas untuk memengal Kepala orang yang berbuat banyak dosa dan menghina Neraka.
"Tidak mungkin ... Apa-apaan ini! Kau, kau adalah Raja Neraka!" Qilin berteriak dalam ketakutan saat melihat Sang utusan Neraka di samping Altar.
"Raja Neraka atau bukan, untuk orang yang segera mati, apa gunanya memberitahukan itu." Balas Qin Chen.
Qilin terdiam mendengar jawaban Qin Chen, tidak disangka kalau musuhnya adalah Raja Neraka, dimana dia adalah Penguasa Neraka, hidup dan mati di bawah kendalinya, itulah Raja Neraka!
Saat kepalanya sudah siap di penggal, kedua iblis itu mengangkat tinggi sabit mereka ke atas. Secara bersamaan melesatkan tebasan ganas di kepala Qilin.
Srash!
Tubuh Qilin terjatuh kebawah, bersamaan dengan kepalanya yang terlepas menggelinding di tanah.
Qin Chen melihat, setelah semuanya selesai, Qin Chen berjalan mendekati tubuh tersebut. Dia menarik Senjata milik istrinya, saat dia menarik senjata, tiba-tiba dia mendapatkan kipas dengan ukiran bunga sakura disana.
Chu Chunhua langsung melepaskan pertahanan tersebut dan langsung melesat ke arah Qin Chen. Dia mengambil kipas tersebut dari tangan Qin Chen, ini membuat Qin Chen terkejut, dan berpikir tentang senjata Chu Chunhua adalah kipas.
"Apa itu senjatamu, sayang?"
"Benar, ini adalah Senjata milikku. Ini sangat berarti bagiku dibandingkan senjata kuat di luar sana." Balas Chu Chunhua.
Qin Chen mengerutkan keningnya karena bingung. Dengan tangan lainnya, Qin Chen mengambil tubuh Qilin dan memasukkannya ke dalam inventori miliknya untuk disatukan besok.
Setelah itu, Qin Chen melihat pandangan mata Chu Chunhua merasa sangat senang mendapat kipas tersebut, ini membuatnya menyadari sesuatu tentang kipas tersebut.
'Kipas itu, coba aku cari di dalam ingatanku.'
Dengan cepat, Qin Chen menelusuri ingatan miliknya. Dia mencari tahu tentang kipas di tangan istrinya. Pada saat Qin Chen menemukannya, Qin Chen terkejut bahwa dia melihat kipas tersebut adalah hadiah pemberian dia sendiri saat pertama kali bertemu dengannya.
Qin Chen langsung keluar dan melihat ke arah Chu Chunhua tengah senang melihat kipasnya kembali. Mendekatinya, Qin Chen memberikan pelukan dari belakang, ini mengejutkan Chu Chunhua.
Namun, Chu Chunhua menerimanya dengan bahagia. Qin Chen menyenderkan dagunya di bahu Chu Chunhua. "Terimakasih, karena kamu masih mengingat kipas ini."
__ADS_1
Saat suara Qin Chen terdengar, Chu Chunhua terkejut bahwa Qin Chen masih mengingat barang ini. Dia dengan cepat memalingkan wajahnya kesamping hingga kedua bibir mereka bersentuhan.
Qin Chen mendapatkan jatah kali ini, dia mendapatkan rasa manis dan kecil seperti blueberry semakin madu. Hingga beberapa menit berlalu, mereka melepasnya dan melihat satu sama lain.
"Hmmm ... Ini adalah barang berharga bagiku, karena ini adalah barang pertama yang kamu berikan padaku sebagai hadiah pertemuan kita dulu." Balas Chu Chunhua.
Tangan Qin Chen yang memegang pinggang rampingnya merasakan bahwa tubuhnya benar-benar bagus. Dia jatuh kedalam imajinasi miliknya sendiri dalam beberapa menit, namun semuanya kembali.
Qin Chen bertanya kepada istrinya. "Kemana kita akan pergi selanjutnya? Kembali ke Alam Surga atau berkunjung ketempat lain?"
"Aku ... Alam Surga dan Alam Violet begitu jauh, apa kita akan sampai dengan cepat?" Tanya Chu Chunhua.
"Aku dapat menggunakan Teleportasi langsung ke Alam Surga, karena kamu ingin ke Alam Violet ini, aku pergi kesini. Jadi, kamu tidak perlu khawatir dengan jarak, aku dapat pergi ke Alam Surga kapanpun kamu mau." Balas Qin Chen.
"Jadi begitu, baiklah. Kalau begitu, apa kamu dapat menemaniku satu kali lagi, karena ada tempat yang ingin aku kunjungi. Tentunya, kamu akan mendapatkan hadiah spesial dariku." Chu Chunhua sedikit mengeluarkan lidahnya sambil tersenyum menggoda Qin Chen.
Qin Chen tersenyum membalas, hadiah untukku? Pasti menyenangkan kedua hati kecil ini. Namu, Qin Chen berpura-pura menjual mahal.
"Tempat? Tempat seperti apa yang ingin kamu kunjungi? Apa ada suatu hal disana? Jika iya, kita akan pergi kesana sekarang."
"Tempat Itu adalah tempat Dunia Rendah berada, aku ingin melihat perkembangan di sana apa sudah maju atau belum. Dulu, aku ingin pergi kesana untuk mencari Reinkarnasimu apa kamu telah bereinkarnasi atau belum. Karena kekuatanmu dulu tidak cukup, aku menyimpannya hingga sekarang ini." Balas Chu Chunhua kepada Qin Chen agar tidak ada kesalahpahaman.
"Baiklah, aku membawamu kesana untuk melihatnya."
Sebelum pergi, Qin Chen memeluknya dengan erat aroma wangi yang keluar darinya begitu membuat Qin Chen terdiam dan merasakan. Tubuhnya begitu sempurna, bahkan sulit dilepaskan jika sudah dipeluk.
Chu Chunhua menyenderkan kepalanya dan melihat Qin Chen dalam beberapa menit kedepannya.
Setelah itu, Qin Chen mengendongnya kembali. Qin Chen terbang membawanya menembus lapisan langit. Benar, apa yang dikatakan Chu Chunhua sebelumnya adalah benar.
Dari langit, Qin Chen melihat sesuatu yang mengubah pandangannya. Di bawah kakinya, Lautan darah membentang luas di mana-mana, kabut ungu menyelimuti Dunia dimana Dunia itu adalah keajaiban dengan kutukan.
Memalingkan wajahnya, Qin Chen menuju Dunia Rendah.
Chu Chunhua mengarahkan Qin Chen ke Dunia Rendah dimana dia dulu berada. Dengan arahan Chu Chunhua, Qin Chen melesat dengan kecepatan luar biasa.
Qin Chen menembus Ruang dan Waktu lalu tiba di Dunia Rendah dalam hitungan detik saja.
Meskipun dapat Teleportasi, namun Qin Chen tidak ingin membuat perjalanan ini merasa hampa. Mendapatkan jatah seperti ini sudah baik, apa lagi dapat jatah yang Qin Chen pikirkan.
Sepanjang perjalanan, Chu Chunhua melihat bintang-bintang tak terhitung jumlahnya di sana.
Saat mereka tiba di Dunia tersebut, Qin Chen melihat Dunia itu begitu kecil dan hanya memiliki satu Wilayah Besar. Mungkin itu adalah Pusat dari Dunia tersebut.
"Apa ini Dunia adalah tempat tinggalku dulu? Begitu kecil, tapi merasa begitu familiar, apa ini yang namanya kembali pada kampung halaman?"
Qin Chen memperhatikan semuanya,. Chu Chunhua membawa Qin Chen masuk kedalam dunia dimana mereka berdua pergi ke bukit paling tinggi di Benua tersebut.
Sesampainya disana, Qin Chen dapat melihat Kota begitu luas telah didirikan di Dunia tersebut. Bahkan, Kota itu adalah Kota modern dengan alat-alat canggih menyerupai Bumi.
__ADS_1
...
*See You Again :)