
Istana Phoniex sepanjang hari mendapatkan banyak masalah di Wilayah kecil di pinggir perbatasan maupun bintang-bintang lainnya. Namun semuanya telah selesai dikerjakan dengan cepat.
Ditempat Qin Chen, mereka berdua duduk di kursi menikmati secangkir teh setelah membahas banyak sekali pembahasan. Dibawah atap ruangan, Qin Chen melihat Langit yang sama dengan Permaisuri.
Pembahasan End Of Story, dan Jalan menjadi Deity. Itu membuat Qin Chen mendapatkan pengalaman, tentunya saat dia telah mencapai puncak Alam Surga maka ia akan mudah untuk menjadi Deity.
Kembali pada pembahasan pertama. "Jadi, apa kamu tidak mau aku bantu untuk naik menjadi Deity? Mungkin aku dapat membantumu untuk naik dan mendapatkan kemampuan ilahi yang hebat." Ucap Qin Chen.
"Bukan begitu, aku hanya tidak ingin merepotkan kamu lagi. Sudah banyak aku merepotkanmu, sekarang aku tidak ingin merepotkan lagi. Jadi, aku akan melakukannya sendiri dan dengan itu aku bisa melihat apa pantas disampingmu atau tidak." Balas Permaisuri.
Qin Chen terdiam beberapa saat sebelum dia menjawab pertanyaannya, ia lalu melihat sebentar ke arahnya. "Begitu ya ... Baiklah, aku tidak akan memaksamu. Jika kamu membutuhkan bantuanku, katakanlah kepadaku, aku dapat membantumu."
"Baik, terimakasih karena mengerti perasaanku, dan terimakasih karena memberikanku Golden Apel. Jika kamu mencapai puncak Alam Surga, aku akan mencari Golden Apel diberbagai Dimensi agar kamu dapat menjadi Deity." Permaisuri begitu penuh kepercayaan diri dimana dia akan mengembalikan Golden Apel kepada Qin Chen.
"Akan aku tunggu itu."
"Hmmm ... "
Waktu berjalan begitu cepat, meksipun disana masihlah sing namun mereka memiliki banyak Jam kosong. Qin Chen sedari tadi tidak bergerak dan hanya duduk melihat langit, matanya tertutup bukan tidur, melainkan pikirannya sedang menciptakan Seni khusus untuk Sekte.
Pikirannya naik mencapai titik ekstrem dan melampaui imajinasi itu sendiri. Qin Chen mulai menciptakan kemampuan baru, dimana itu adalah kemampuan khusus untuk Sekte yang akan Qin Chen buat.
Dengan menggabungkan unsur materi-materi yang pernah dia baca, Qin Chen dapat menciptakan apapun secara Mutlak tanpa memandang bentuk dan kekuatan tersebut di Dunia.
Dibawah pikirannya, Qin Chen berhasil menciptakan Seni kelas Surgawi tinggi. Meksipun begitu, kesulitan kemampuan tersebut dibilang standar, namun ini semua sempurna!
Perlahan membuka matanya. "Xuayin, apa kamu tahu dimana Dewi Bulan berada?"
"Dewi Bulan? Kenapa? Apa dia wanitamu yang lain?!" Tanya Permaisuri dengan wajah kesal dan marah.
"Tidak, aku hanya ada urusan dengan dirinya, mungkin setelah Sekte jadi, aku akan pergi ke tempatnya dan menyelesaikan urusanku sebelumnya." Balas Qin Chen.
" ... Aku akan mengatakannya setelah pembangunan Sekte selesai, tidak ada penolakan!"
"Baiklah."
'Qin Qui, tampilkan statusku.'
[Baik Tuan.]
[~Status~]
__ADS_1
[Nama: Qin Chen]
[Gelar: The Outer Author Supreme, » ]
[Usia: Ditiadakan]
[Level: Penciptaan]
[Budidaya: Heavenly Sovereign (Puncak)]
[Exp: 97/100%]
[Supreme Skill: Hukum Ruang dan Waktu (100%), Time Travel (100%), Reality and Unreality (100%), Manipulation Beyond Infinite Things (100%), Multi Dimensional Sky Barrier (100%), Imagination Beyond Infinite Things (100%), Transcend Infinite Empty Space (100%), Speed Transcend the Concept of Imaginary Speed (100%), Reality Dimension Slash (100%), Transcendent Multi-Dimensional Barrier (100%), All In One (100%), Authority Author (Tersegel).]
[Pekerjaan: Alkemis (100%), Array (100%)]
[Toko: » ]
[Penyimpanan: » ]
[Poin Tukar: Ditiadakan.]
[Tubuh Tuan menjadi sempurna setelah di bentuk kembali oleh wanita sebelumnya. Hanya tinggal peningkatan setiap tubuh yang Tuan beli belum sepenuhnya di selesaikan.]
Qin Chen lalu menghilangkan panel statusnya, ia kembali menikmati minuman teh.
***
Malam harinya
Sebelumnya, Qin Chen telah banyak mengobrol dengan putri-putri tercintanya hingga malam hari. Setelah itu, dia mengobrol kembali dengan permaisuri malamnya, membicarakan tentang masalah Alam Surga.
Alam Surga sangat berharga dan berarti bagi Qin Chen, karena semua misteri yang dia dapatkan hanya Alam Surgalah yang memiliki jawaban. Sekarang malam telah tiba, Qin Chen sedang baring di atas tempat tidur.
Clek!
Suara pintu terbuka, tiba-tiba Qin Chen melihat Permaisuri masuk kedalam dengan pakaian serba putih. Itu adalah pakaian khusus miliknya saat pertama kali bertemu dengan Qin Chen di Alam Rendah.
Qin Chen langsung duduk melihatnya datang ke kamar, Permaisuri berdiri di depan cermin menyisir rambutnya. "Qin Chen ... "
"Ya? Kenapa kamu menggunakan pakaian ini? Ini mengingatkanku saat pertama kali bertemu dulu." Qin Chen duduk dengan wajahnya yang bingung.
__ADS_1
Permaisuri berjalan setelah selesai meluruskan rambutnya, mendekati Qin Chen dan mendorongnya ke atas tempat tidur. "Benar, aku menggunakan pakaian ini untuk memberikanmu hadiah. Khusus malam ini, tidak ada lagi lain kali, jika aku tidak mau kamu tidak mendapatkan hadiah jika aku mau kamu mendapatkan hadiah, paham."
"Gadis bodoh, aku tidak meminta apapun padamu ... "
Tidak, ini bukan seperti Permaisuri biasanya, dilihat dari wajahnya yang memerah karena malu, kesal, dan cemburu terpancar di wajahnya. Qin Chen mengerti bahwa Permaisurinya sedang di bawah kendali api cemburu sebelumnya.
Sinar bulan mulai menerangi Alam Surga, dibawah atap dua kekasih saling bermadu kasih. Bersamaan di ikuti dengan kicauan burung malam, kupu-kupu cahaya beterbangan menghiasi Alam Surga.
Keajaiban terjadi, Ratu Surga yang dingin kini benar-benar mengambil inisiatif melahap Qin Chen.
***
Paginya, Qin Chen terbangun melihat sekelilingnya, matanya perlahan terbuka lebar. Napasnya sedikit sesak karena dikuras habis-habisan oleh Permaisuri semalaman. Dia seperti Iblis kecil yang dalam hal ini, Qin Chen sampai dibuat merinding jika melakukannya lebih dari semalam.
[Ding~]
[Selamat Tuan, karena berhasil menerobos ranah baru. Immortal Sovereign tahap awal.]
Pemberitahuan sistem tentang peningkatan kekuatan dirinya mengejutkan Qin Chen. Ini seperti Qin Chen memanfaatkan gadis kecil menjadi bahan peningkatan kekuatan.
Duduk bersandar di dinding, melihat kesamping ada Permaisuri tengah tertidur pulas dengan wajah tersenyum senang maupun bahagia. Memberikan belaian lembut kepadanya, dan menyingkirkan rambut yang menghalangi mata.
"Gadis ini ... Dia membuatku menjadi bingung dengan sifatnya yang sering kali berubah, namun itulah ciri khasnya yang membuatku menyukainya."
Memberikan kecupan manis di kening, Qin Chen perlahan berdiri untuk mengenakan pakaian miliknya. Masih ada banyak urusan yang harus di selesaikan, ia lalu membenarkan selimut agar Permaisuri tidak kedinginan.
Setelah selesai, Qin Chen pergi keluar dari ruangan meninggalkan Permaisuri. Saat sedang berada di lorong Istana, Qin Chen tidak sengaja berpapasan dengan Dewi Suci beserta Kaisar Naga Chen di lorong Istana.
"Selamat pagi, Chen'er ... "
"Ya, pagi juga."
Membalas sapaan Ibu Dewi, tentunya Qin Chen begitu ramah. Dewi Suci dan Kaisar Naga Chen tidak sengaja melihat benang merah berada di jari Qin Chen. Benang itu mengalir masuk kedalam ruangan kamar.
Benang yang mengikat takdir dua pasangan, setelah kedua pasangan benar-benar memahami perasaan. Mungkin ini penjelasan yang cocok untuk sekarang, Qin Chen bingung melihat mereka berdua yang tersenyum melihatnya.
"Fufufu~ Sepertinya Ibu Dewi akan mendapatkan cucu kecil yang manis." Ucap Dewi Suci mengejutkan Qin Chen.
Bagaimana dia bisa tahu!
Qin Chen terkejut saat Dewi Suci mengatakan mendapatkan cucu manis secara terang-terangan di depannya. Bagaimana dia tahu apa yang terjadi semalam. Qin Chen cepat-cepat memalingkan wajahnya melihat tempat lain, dan langsung mengganti topik. "Ah, benar, aku memiliki urusan yang harus diselesaikan."
__ADS_1
...
*See You Again :)