
Di belakang Istana, Qin Chen tengah duduk disana sambil menulis Seni Primordial untuk putra dan putrinya. Meskipun dia hanya mengetahui sedikit, namun dengan bantuan ini bisa membuat putra atau putrinya memiliki kekuatannya.
Dibawah garis Primordial, mereka tidak memiliki batasan dalam peningkatan. Kekuatan mereka semua akan melampaui batas Dunia ini dan menembus batas selanjutnya sampai titik Tertinggi.
Sebagai Ayah mereka, Qin Chen mengharapkan yang terbaik untuk mereka. Sekarang, Qin Chen menggabungkan pikirannya dan menulis Seni Primordial.
'Pertama, Seni Primordial haru mengutamakan kekuatan dan juga Fondasi tubuh. Karena kekuatan sebesar ini harus mempunyai Fondasi kuat agar tidak kehilangan kendali, dan untuk Fondasi tersebut aku akan menggunakan Fondasi void.' Batin Qin Chen.
'Kekuatan yang dapat meningkat tanpa batas, dan dapat menggabungkan apapun di Dunia tanpa batas.'
Qin Chen menulis di atas kertas dengan tintah hitam. Qin Qui menyempurnakan Seni tersebut di dalam pikirannya.
[Void Body Fusion Arts, berhasil di ciptakan.]
Dalam beberapa menit kedepan, Qin Chen telah menyelesaikan Seni keluarga Primordial. Meskipun masih dalam kesempurnaan setengah, namun Seni ini lebih baik dibandingkan apapun.
Qin Chen yang selesai menulis lalu berhenti, melihat cahaya di kertas keluar membentuk benang sembilan warna. Melihat hal tersebut, Qin Chen tersenyum tipis.
"Akhirnya selesai." Ucap Qin Chen.
Qin Chen memperhatikan mereka yang masih bermeditasi. Qin Chen membangunkan mereka, mereka membuka matanya karena dibangunkan oleh ayahnya.
Sekarang, mereka hanya menyerap Qi dan tidak dalam keadaan lainnya. Jadi, mereka tidak akan mendapatkan dampak apapun, sekalipun mendapatkannya, rasa sakit itu akan ke transfer ke tubuh Qin Chen.
Mereka melihat ke arah Ayah mereka yang tengah duduk, pandangan mata mereka bingung.
"Ada apa Ayah?" Tanya mereka.
Qin Chen yang telah selesai menulis sebelumnya, dia menggandakan Seni tersebut hingga cukup untuk putra dan putrinya.
Ia lalu membagikan ke mereka semua, mau dari kecil ataupun besar. Mereka melihat Seni Primordial keluarga Qin, ayah mereka.
"Ini ... Apa ini Seni Keluarga Primordial ayah?" Tanya Chu Xiawei.
"Ayah, apa ini Ayah yang membuatnya sendiri." Tanya putrinya.
__ADS_1
Qin Chen tersenyum mendengarnya, dia lalu membalasnya. "Benar, meskipun masih setengah sempurna, namun Seni Primordial yang ayah buat sangatlah hebat, jadi kalian gunakan Seni tersebut untuk membuka Potensi garis darah Primordial."
Mata mereka kagum dan senang melihat Seni tersebut. Qin Chen tertawa kecil melihat mereka semua yang senang menerimanya, tidak ada tanda yang tidak kagum kepada Qin Chen, semuanya kagum.
"Baiklah, kalian dapat menggunakan Seni tersebut, ayah telah membagikan banyak peningkatan. Mulai dari penyerapan, Fondasi, pengabungan dan lain sebagainya. Kalian dapat berlatih disini, ayah akan menemani dan juga membimbing kalian hingga dapat menggunakan Seni Primordial." Ucap Qin Chen kepada anaknya.
"Baik Ayah."
Qin Chen melihat putrinya yang terkecil, Xiuying juga mempelajari Seni tersebut dengan ditemani Boneka kesayangannya di sampingnya.
Sedangkan adik Qin Chen sebelumnya, dia berada di dalam kultivasi tertutup sama seperti Su'er.
Disana, Qin Chen mulai berjalan membimbing Putri kecilnya terlebih dahulu baru putranya dan seterusnya hingga mereka semua memahami Seni Primordial.
"Xiuying, biar Ayah bantu ... "
"Terimakasih Ayah ... " Balasnya dengan suara manisnya.
Qin Chen duduk di hadapannya, membantu putrinya memahami Seni Primordial tersebut. Putrinya dengan cepat bermeditasi mengikuti arahan dari ayahnya, dimana Qin Chen disana membantu memperkuat kembali Fondasi tubuh dengan tubuh kosong.
Qin Chen tersenyum puas, dia masih membantu putrinya untuk membangun Fondasi kuat.
'Qin Qui, bagaimana energi sekitar sini? Apa masih cukup?'
[Tidak Tuan, Energi disini kekurangan karena Seni Primordial menyerupai Gluttony Divine Veins milik Tuan.]
'Jadi begitu.'
Qin Chen langsung melepaskan Energi besar miliknya di sekitarnya, pada saat itu Istana mendapatkan tekanan hebat.
Keluarga Qin Chen dan bahkan orang-orang di Istana merasakan Energi Qin Chen begitu melimpah dan sangat padat memenuhi Istana Phoenix.
"Ini energi Qin Chen ... Apa yang dia lakukan di belakang Istana? Apa dia sedang membuat kekacauan baru lagi." Ucap Kaisar Naga Chen yang baru tiba di Istana Phoenix.
"Mungkin, sebelumnya dia dengan anak-anaknya di belakang sedang bermeditasi. Mungkin Chen'er sedang melatih mereka semua dengan pengalamannya, dengan begitu kekuatan anaknya tidak dapat di anggap remeh lagi di Alam Surga." Balas ibu Dewi.
__ADS_1
"Sigh ... Bocah itu tidak membiarkan aku bisa bernapas, setiap hari pasti melakukan hal aneh yang bisa di lakukan. Sekarang meningkatkan kekuatan anaknya, besok apa yang dia lakukan."
"Hahahaha ... " Tawa mereka.
"Ya ... Mau itu masa lalu ataupun masa sekarang, dia memang tidak pernah berubah dari sifat konyolnya dan juga sifat yang sulit di tebak. Selalu melakukan hal yang diluar logika manusia dan Dewa." Ucap Chu Chunhua di dalam ruangan.
Mereka mendengar perkataannya dan mengerti apa yang dimaksud olehnya, karena Chu Chunhua merupakan istri Qin Chen di masa lampau dan sekarang bertemu kembali di masa ini.
"Apa dia di masa lalu selalu melakukan hal seperti ini?" Tanya Mu Xuayin yang penasaran.
"Ya, dulu dia begitu sulit ditebak ... Sampai-sampai aku bingung dengan pikirannya. Tapi yang pasti, dia tidak akan mundur maupun melanggar kata-katanya sendiri."
"A- Apa Qin Chen sungguh hebat di masa lalu?" Tanya Qiu Yu Ran.
Chu Chunhua mengangguk membalasnya. "Jika di katakan hebat, Qin Chen lebih ke arah yang sulit di jangkau, meskipun begitu, hari itu kekuatan Qin Chen tersegel dan kalah melawan Dewa Tertinggi. Jika saja kekuatan Qin Chen tidak tersegel, maka dia dapat membunuh Dewa Tertinggi."
"Apa maksudmu tersegel?" Balas Ibu Dewi yang penasaran.
"Aku tidak tahu jelas, pada saat aku tengah melahirkannya ketiga anakku, kekuatan Qin Chen Tersegel oleh sesuatu yang tidak kami ketahui, kekuatannya hingga turun ke titik terendah dimana dia tidak sebanding dengan Dewa Tertinggi."
"Apa mungkin Hukum Sebab dan Akibat mengikatnya dan menyebabkan kekuatannya atau jangan-jangan. Semua yang kalian alami adalah Takdir dan dipertemukan di masa ini." Balas ibu Dewi.
Mereka menerima tanggapan tersebut, karena itu adalah hal yang masuk akal dibandingkan sebab Hukum Sebab dan Akibat.
Chu Chunhua mengangguk, "Mungkin saja ... Karena Qin Chen dulu adalah manusia biasa yang berjalan di jalan keabadian hingga menempuh kekuatan hebat di masa lalu."
"Intinya, Qin Chen saat ini adalah satu tubuh dengan dua ataupun lebih Jiwa di dalam dirinya di masa lalu." Ucap Mu Xuayin di dalam ruangan.
Sontak mereka menerima hal tersebut, karena kekuatan tidak masuk akal dan logika mereka, dan perang ini terhubung satu sama lainnya. Jika benar, maka Qin Chen adalah sumber akhir bagi Mahluk hidup.
Karena dia mengetahui Akhir dari semua ini.
...
*See You Again :)
__ADS_1