
Dimensi Waktu
Qin Chen keluar dari sobekan langit, berada di antara miliaran cabang waktu yang tidak diketahui. Berada disana seperti dialah Dewa yang mengatur waktu di Dunia.
"Seharusnya sosok itu berada di antara aliran waktu disini."
Qin Chen melesat setelah meninggalkan tempat tersebut, mencari di seluruh aliran waktu dengan kecepatan miliknya. Berputar, dan berbelok-belok mencari setiap sudut waktu yang berjalan.
'Tidak ada yang mencurigakan, dimana dia bersembunyi.'
Memikirkan hal tersebut, Qin Chen menggunakan kemampuan miliknya. Ruang dan Waktu bergerak, aliran energi kehidupan dapat di rasakan oleh Qin Chen dimana aliran tersebut tidak akan dapat menyembunyikan keberadaan seseorang.
Di dalam Dimensi Waktu, hanya Qin Chen lah penguasa. Setelah beberapa menit berlalu, aliran energi kehidupan yang misterius dirasakan, merasakan hal tersebut Qin Chen melesat mendekati tempat tersebut.
Setelah melewati ribuan aliran waktu, Qin Chen tiba di sana. Disana ada seorang pria yang tengah berdiri memandang satu aliran waktu yang sangat familiar.
"Siapa kau sebenarnya?" Tanya Qin Chen.
Pria itu menoleh kesamping, sedikit menarik napasnya. "Siapa aku? Aku hanyalah manusia yang lewat untuk mencari kehidupan yang damai tanpa Perang."
Saat mendengar hal tersebut, Qin Chen merasakan ada sesuatu yang aneh dengan sikapnya. Mencoba melihat aliran waktu di hadapannya, Qin Chen merasakan aliran itu sangat kuno.
"Jawab aku, kenapa kau membantu Alam Surga? Jika kau tidak suka perang, kenapa kau membantunya. Jelas ini semua tidak terjadi secara sengaja, kita pernah bertemu sebelumnya." Tanya Qin Chen.
"Itu hanyalah kebetulan, aku hanya lewat di Istana Phoenix untuk menuju tempat ini. Sikap Dewa Tertinggi sangat arogan, aku hanya memberikan sedikit peringatan untuk pasukannya."
Qin Chen mengerutkan keningnya, dia sedikit bingung dan semuanya hampir masuk kedalam logikanya. "Baiklah ... Aku tidak akan mempersalahkan hal tersebut, satu hal yang ingin aku dengar. Kenapa sebelumnya kau bertanya tentang darah Phoenix Es milikku. Apa kau ada hubungannya dengan istriku?" Tanya Qin Chen.
Pria itu hanya diam tidak menjawab, Qin Chen semakin curiga dan semakin yakin bahwa di depannya adalah mertuanya.
"Begitu ... " Qin Chen menghela napasnya. "Sekarang aku mengerti kenapa kau membantunya ... Di Jurang Kematian Abadi, aku bertemu Sang Phoenix Surgawi secara langsung."
__ADS_1
"Dia hanyalah sisa-sisa Jiwa yang bertahan dalam penyesalan. Setelah mengobrol cukup lama, dia menghilang meninggalkan sebuah Pedang untuk Mu Xuayin."
"Di akhir pertemuan, dia memintaku untuk mencari suaminya. Entah itu dimana, Dimensi terkecil maupun luar Dunia ini, aku berjanji padanya untuk menemukannya."
Pria itu membuka matanya, perkataan Qin Chen menarik perasaannya yang membeku itu. Dia sedikit gemetar dan merinding, setelah triliunan tahun berpetualang mencari keberadaan, dia tidak menemukannya.
Qin Chen merasakan getaran jiwa itu, di hanya tersenyum puas. "Bukankah begitu, Ayah Mertua?" Ucap Qin Chen memanggilnya dengan sengaja.
Pria itu terdiam, lalu tertawa. "Hahahaha ... " Tawanya seolah senang karena kalah dalam kecerdikan Qin Chen. "Aku tidak menduganya kau akan mengetahui secepat ini."
"Ya ... Aku sempat ragu, namun setelah menggabungkan beberapa argumen dan pertemuan kita sebelumnya. Semuanya sangat jelas di mataku, seolah semuanya hanyalah pertemuan tanpa tujuan."
"Hahaha ... Sepertinya aku tidak dapat mengelak disini. Aku Yu Qianfan, Ayah Mu Xuayin dan suami Sang Phoenix Surgawi." Ujarnya dengan nada yang terdengar hangat.
Qin Chen tersenyum puas, dia akhirnya jujur padanya. Qin Chen lalu mendekat di sampingnya. Melihat aliran waktu yang sedari tadi dia lihat.
"Aku mengira akan membutuhkan seribu tahun untuk mencari Ayah Mu Xuayin. Ternyata, pertemuan ini seolah di telah di atur oleh Takdir." Jelas Qin Chen.
"Ya ... Saat itu aku ingin membuat Mu Xuayin tersenyum lagi, aku mencoba untuk membangkitkan. Namun Asal Muasal Sang Phoenix Surgawi telah di lenyapkan dari Dunia."
"Kami sempat berbicara panjang tentang Mu Xuayin, setelah pembicaraan yang panjang. Dia menghilang karena jiwa-jiwa miliknya tidak dapat bertahan lebih lama lagi."
"Begitu ... " Yu Qianfan tersenyum bahagia mendengarnya.
Qin Chen lalu berbicara. "Dia memintaku untuk mencarimu dan membawamu kembali ke Mu Xuayin. Dia ingin Mu Xuayin mengetahui siapa ayahnya yang sebenarnya, dan siapa yang melindunginya secara diam-diam selama ini."
"Tidak ... Aku tidak bisa bertemu dengannya sekarang ... Masih ada masalah yang harus aku selesaikan sebelum bertemu dengannya." Yu Qianfan menolak untuk bertemu dengan putrinya sendiri.
Ambisinya dapat Qin Chen rasakan, dia hanya diam. "Baiklah ... Jika itu soal Kaisar Iblis Tertinggi, maka masalahmu sama denganku. Dendam ini masih berputar di dalam jiwa yang terukir jelas tanpa menyembunyikan apapun."
"Ya ... "
__ADS_1
Qin Chen melihat lagi ke arah aliran waktu, dia tidak tahu apa itu. Namun yang jelas itu adalah aliran waktu kuno. "Jika boleh tahu, kenapa kau melihat aliran waktu ini."
Yu Qianfan hanya diam beberapa saat lalu berbicara. "Ini adalah aliran waktu masa lalu ... Tempat dimana dia masih ada, namun sekarang aliran waktu di masa lalu telah berubah total, dia tidak pernah ada hanya ada kekacauan abadi hingga sekarang."
Mendengarnya, Qin Chen melihat sekelilingnya. Memang benar, aliran waktu di depannya terpisah oleh aliran waktu lainnya. Seolah dia bergerak sendiri tanpa pembimbing, namun di depannya ada manusia dengan kekuatan Dewa.
Manusia? Dewa Waktu!
"Kau berada di tahap Menengah Immortal Supreme. Apa kau ada kendala dalam peningkatan kekuatan?" Tanya Yu Qianfan.
"Tidak ... Aku hanya kekurangan Energi. Tubuhku sedikit spesial, dia membutuhkan energi sepuluh ataupun ribuan kali lipat dibandingkan Dewa pada umumnya. Karena hal itu, aku membutuhkan waktu untuk mengumpulkan energi sebesar itu." Balas Qin Chen.
"Begitu ... "
Setelah mereka mengobrol panjang disana, Qin Chen memutuskan untuk kembali karena harus menyelesaikan masalah di Alam Surga. Yu Qianfan tetap disana mengamati aliran waktu sebelumnya.
Mereka telah berbincang tentang Kaisar Iblis Tertinggi dan juga Alam Surga. Telah mendapatkan banyak pencerahan, Qin Chen merobek langit kembali.
"Ayah mertua ... Aku akan kembali ke Alam Surga. Aku harap, Ayah Mertua memikirkan apa yang aku katakan sebelumnya. Kembalilah, Mu Xuayin membutuhkan Ayahnya disampingnya setelah kehilangan ibunya." Ucap Qin Chen sambil memasuki robekan langit.
Yu Qianfan hanya diam, dan Qin Chen meninggalkannya di sana sendiri.
Qin Chen muncul di langit Alam Surga, telah terjadi perang di langit-langit menciptakan retakan-retakan dimana-mana. Ada banyak kehancuran di daratan, namun pasukan Surga masih bertahan.
"Aku harap dia memahami isi hatinya sendiri dan kembali ke tempat ini. Bertemu dengan Mu Xuayin karena dia adalah putrinya." Gumam Qin Chen.
Melihat kebawah, dia mulai bergerak untuk membersihkan sampah-sampah Kaisar Iblis Tertinggi.
...
*See You Again :)
__ADS_1