Supreme God System 2

Supreme God System 2
Chapter 194 : Dewi Bulan


__ADS_3

"Sungguh luar biasa ... Jadi kamu selama ini hanya memiliki satu tujuan dan melewati periode kesengsaraan hidup dan mati sampai tiba di Alam Surga." Chu Chunhua mengangguk beberapa kali mendengar perjalanan Chi Wuyao begitu patut di apresiasi.


Sementara Qin Chen seperti dipojokkan oleh mereka, didalam ruangan itu Qin Chen hanya mendengar pembicaraan wanita yang sulit untuk dia pahami karena sedikit-sedikit menyindir Qin Chen.


"Ngomong-ngomong tentang Dewi Bulan, dia akan datang sebentar lagi. Apa yang akan kamu lakukan dengannya? Membawanya masuk kedalam keluarga lagi!" Tanya Mu Xuayin.


"Tidak, ini hanyalah masalah sebelum aku bertemu denganmu di Alam Rendah. Setelah masalah ini selesai, kita akan liburan ditempat yang kalian tentukan." Balas Qin Chen.


Setelah mengobrol cukup lama, Dewi Bulan tiba di Alam Surga dengan beberapa petinggi alam bulan. Mereka masuk kedalam dan disambut oleh Mu Xuayin sebagai Ratu Surga, Dewi Bulan cukup akrab dengannya.


Mau bagaimanapun, Dewi Bulan merupakan salah satu dari dua belas Penguasa Surga sebelumnya. Sekarang, dia mencopot jabatan tersebut dan memberikan kepada Mu Xuayin yang sekarang menjadi Ratu Surga.


"Ngomong-ngomong, Xuayin. Kenapa, kamu memanggilku datang ke Istana, apa ada sesuatu yang perlu kita bahas?" Tanyanya yang penasaran.


"Tidak, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu. Karena itu, aku mengundangmu untuk datang, tidak perlu khawatir, dia orang yang ramah dan baik."


Saat mendengarnya, Dewi Bulan merasakan merinding di sekujur tubuhnya. "Kenapa aku merasakan akan bertemu monster yang menyeramkan akan melahapku hidup-hidup."


Mu Xuayin juga bingung, jadi dia membawa Dewi Bulan masuk kedalam ruangan dimana disana berkumpulnya para petinggi Istana Surga.


Sementara putra dan putri mereka berada di belakang Qin Chen tengah berdiri untuk menghormati yang lebih tua dan berpengalaman.


Saat Dewi Bulan melangkah masuk, dia merasakan sesuatu tengah mengintainya dengan tajam.


"Suami ... Dia adalah Dewi Bulan yang kamu minta mengundang datang." Ucap Mu Xuayin kepada Qin Chen.


Dewi Bulan sedikit bingung, suami? "Xuayin, apa dia ayah Yin'er?"


"Benar, pria yang aku katakan padamu dulu." Balasnya dengan halus.


Dewi Bulan langsung menyadari bahwa dia ada pria yang sebelumnya membuatnya muntah darah. Dia mengigit bibirnya, lalu melangkah mendekati tempat duduknya sambil melirik ke arah Qin Chen.

__ADS_1


"Lama tidak bertemu Dewi Bulan!" Qin Chen sedikit menyeringai kecil melihatnya sambil memberikan sedikit penindasan.


Semua orang dapat melihat bahwa hubungan mereka tidak baik sama sekali, Mu Xuayin jadi bingung akan membantu siapa jika di antara mereka bertemu bertarung.


"Hahaha ... Lama tidak bertemu." Dewi Bulan tertawa canggung lalu membuang wajahnya kesamping.


Qin Chen tersenyum sambil tertawa kecil melihat reaksi Dewi Bulan. Dia sedikit bermain, beberapa roh hewan mistis muncul di belakangnya mengingatkan kenangan masa lalu yang belum bisa dia lupakan.


Semua orang bereaksi sama mereka melihat 4 roh mistis yang Qin Chen keluarkan dari belakang punggungnya. Dewi Bulan merasakan familiar akan hal ini, dia masih memalingkan wajahnya.


"Bagaimana Dewi Bulan? Apa kamu masih mengenaliku? Atau berpura-pura tidak kenal, baiklah. Sebenarnya aku sangat kesal dulu, karena aku lemah aku tidak mengutukmu."


"Tapi itu semua tidak masalah, memiliki ukuran 86, lumayan juga. Sekaligus, tamparan sebelumnya masih terasa sampai sekarang, bagaimana caramu membalas?"


"Hehehe ... Tuan, itu hanyalah kenangan lama. Tolong jangan di ungkit-ungkit, gadis kecil ini sangat bersalah sebelumnya. Jadi, apa Tuan dapat memaafkan gadis kecil ini?" Balasnya sambil memasang wajah dua.


Qin Chen tertawa kecil mengikuti Dewi Bulan yang merasa ditekan. "Hahaha ... Baiklah, bagaimanapun kamu teman istriku, tidak baik bagiku menghukummu bukan?"


"Benar-benar, gadis kecil ini sangat berterimakasih atas kemurahan hati Tuan yang bijaksana." Balasnya.


"Lihatlah, karena hanya keinginan mendapatkan kekuatan hebat, aku harus menjelajahi labirin menjengkelkan! Siapa yang membuatnya, setibanya disana langsung di tampar dan memintaku membawakan pakaian ini ke Alam Bulan." Jelas Qin Chen.


"Tuan ... Gadis kecil ini sebelumnya tidak tahu siapa anda, maafkan saya karena membuat anda kerepotan menjelajahi labirin. Tapi setidaknya, tuan mendapatkan apa yang Tuan inginkan."


"Tamparan?" Balas Qin Chen.


Dewi Bulan menahan kesalnya yang ingin melampiaskannya langsung, Qin Chen menyeringai kecil. "Baik-baik ... Lupakanlah, ini pakaian yang kamu minta bukan? Ambillah, namun tidak gratis."


"Apa yang anda minta Tuan, Gadis kecil ini begitu miskin untuk memberikan harta surgawi maupun ilahi." Balasnya dengan bingung membalas pemikiran Qin Chen.


"Sudahlah, aku hanya bercanda. Ambillah, cincinku penuh karena pakaian ini." Qin Chen memberikan pakaian itu kepada pemilik, karena janjinya telah di tepati.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong tentang Alam Bulan, apa Alam Bulan terikat dengan Alam Surga?" Tanya Qin Chen.


"Meskipun terikat, namun Alam Bulan saya adalah Alam terkecil di antara Alam lain. Karena hal tersebut, Alam Bulan tidak ikut campur dengan masalah Alam Surga." Jelas Dewi Bulan.


"Sayang ... Alam bulan adalah Alam yang mengatur penerangan di kegelapan. Meskipun terbilang kecil, namun Alam bulan banyak melakukan kontribusi kepada Alam Surga." Sahut Mu Xuayin.


"Bagaimanapun, Alam Bulan telah melakukan kontribusi, apa kamu bersedia memperluas wilayah? Seharusnya ini adalah keuntungan kalian, tidak hanya mempunyai wilayah yang luas, kamu mendapatkan banyak manfaat lain, bagaimana?" Tanya Qin Chen.


Dewi Bulan memikirkan hal ini, karena ini memang sangat menguntungkan bagi Alam Bulan. Sekaligus, dengan bertambahnya wilayah kekuasaan, maka Alam Bulan mendapatkan pemasukan Qi Surga dan Bumi begitu besar.


Setelah beberapa waktu berdiam diri memikirkan hal tersebut, Dewi bulan mulai berbicara. "Sebelum menerima, apa Tuan dapat menjamin keamanan Alam Bulan? Bagaimanapun, Alam Bulan adalah Alam terlemah di antara Alam lainnya. Sekalipun kami memiliki otoritas cahaya di malam hari, kami tidak memiliki pasukan tempur seperti Alam Surga."


"Soal keamanan, sebagai Raja Surga aku akan melindungi pengikutku. Keamanan Alam Bulan akan di urus olehku, sekarang apa kamu bersedia?"


"Tidak ada kata untuk menolak, karena ini menguntungkan Alam Bulan, sekaligus kami mendapatkan pemasukan Qi Surga dan Bumi yang padat sehingga dalam peningkatan kekuatan akan semakin besar."


"Bagus."


Qin Chen menutup matanya, dan perlahan tangannya bergerak menyentuh langit. Saat matanya terbuka, seluruh langit berbintang muncul di hadapan membawakan proyeksi miniatur.


Alam Bulan berada di bagian tenggara dari Alam Surga, ukurannya yang kecil membuatnya tidak menjadi incaran para Dewa. Qin Chen lalu menyatukan daratan lainnya memperluas wilayah Alam Bulan.


Semua kejadian di Alam Bulan dapat mereka saksikan secara langsung dimana gunung-gunung bermunculan, samudera tak berujung dan hamparan daratan yang luas di tumbuhi dengan pepohonan dan lainnya.


Memasang Formasi Ilahi yang menarik Qi Surga dan Bumi beserta Formasi Pertahanan Ilahi yang sama dengan Alam Surga sehingga akan ada banyak Dewa kesulitan untuk menembusnya.


Saat semuanya selesai, mereka dapat melihat luas Alam Bulan bertambah 10× lipat dibandingkan sebelumnya. Ini membuat Dewi Bulan merasa senang mendapatkan kekuasaannya.


"Perluasan kekuasaan selesai, aku telah mengatur Formasi Pengumpulan Qi, dan pertahanan. Kehidupan di daratan telah aku berikan, sisa hanya kamulah yang mengatur bagaimana mengembangkan kekuasaan yang aku berikan."


"Terimakasih Tuan."

__ADS_1


...


*See You Again :)


__ADS_2