
Langit Alam Surga, Istana Phoenix
Keberadaan Dewa sebelumnya telah mengguncang kehidupan di sekitarnya. Serangan ya diberikan telah menciptakan badai kekacauan yang menakuti banyak kehidupan dan Serangan kali ini tidak diketahui asal usulnya!
Qin Chen tidak terlalu fokus memperhatikan gerakan musuhnya, hingga secara tiba-tiba muncul di sekeliling Qin Chen tulisan kuno yang tidak diketahui oleh Qin Chen!
Swushh!
Rantai-rantai menyerupai kristal mengikatnya dengan begitu erat. Tidak hanya itu saja, dua belas bayangan pilar dari Langit jatuh ke tempat Qin Chen berada dengan menerjang segalanya pada satu titik di tengah Qin Chen sekarang ini!
Boom! Boom! Boom!
Ledakan-ledakan besar terdengar, pilar tersebut menghantam tubuh Qin Chen dan membakar segalanya lalu menghancurkannya tanpa sedikitpun sisa! Qin Chen di dalam sana terkena serangan begitu hebat!
Kibas!
Boom!
12 Pilar hancur berkeping-keping menjadi kepingan-kepingan kaca yang tidak berguna kembali! Qin Chen berdiri dengan posisi tampak baik-baik saja meskipun dia di serang habis-habisan.
Satu tangan mengarah ke Langit, menunjuknya dengan percaya diri dan mengayunkan kebawah seperti memotong kekosongan Tanpa Batas hanya menggunakan jari kosong!
Swoosh!
Siluet bulan sabit membelah Langit Tanpa Batas di hadapannya dengan kecepatan luar tinggi! Sekitarnya menjadi kekosongan Abadi, kekuatan tersebut seolah Mutlak yang dapat menghancurkan segalanya menjadi hampa!
Dengan cepat membuka matanya mengganggap musuhnya remeh, namun sekarang matanya terbuka lebar-lebar! Panik dan menciptakan pertahanan doubel Multi Dimensi dengan lapisan-lapisan tak terhitung jumlahnya di dalamnya!
Dibawah serangan Qin Chen, segala keberadaan di bawahnya akan terhapus tanpa satupun jejak! Qin Chen hanya tersenyum tipis, sarangan Qin Chen mengenai pertahanan doubel Multi Dimensi milik Dewa!
Duarr!
Suara ledakan pertahanan menggema di kehancuran, pertahanan miliknya lenyap terhapus oleh serangan besar Qin Chen. Dewa tersebut membuka matanya lebar-lebar melihat kematian sudah tiba!
Wushh!
__ADS_1
Tanpa jejak maupun suara yang tidak terdengar di langit, kecepatan serangan Qin Chen menghapus frekuensi suara maupun batasan Dunia. Qin Chen menghela napasnya melihat dibawahnya telah lenyap!
"Bukan hanya Dewa Tertinggi yang ingin melenyapkan keberadaanku, tapi Dewa Hukum juga mengejarku sebagai ancaman aturan Dunia yang telah banyak melanggar aturan dan Hukum Surga."
Melihat sekitar, tidak ada satupun orang disana selain Qin Chen. Dalam benaknya untuk bekerja keras telah di tempuh, musuhnya bukan lagi Dewa Tertinggi melainkan Dewa Besar lain yang tersembunyi mulai keluar!
Setelah memutuskan untuk pergi menuju Alam Besar yang menjalani hubungan baik setidaknya dengan 20 Alam Besar lainnya!
***
Dimensi Surga, 20 Alam Besar
Ditempat Qin Chen berada sekarang, kini dia tengah mengamati 29 Alam Besar memiliki tempat Sistem Bintang baru yang memutari satu bintang besar di tengah-tengah dengan 20 Alam lainnya memutar mengelilinginya.
Qin Chen di atasnya mengamati hal ini secara Pararel, mengubah segalanya sesuai imajinasi dan mencari tahu apa yang akan terjadi. Sesaat setelah Qin Chen tiba disana, Qin Chen tidak disambut dengan baik oleh Penguasa maupun Mahkluk Hidup di dalam bintang tersebut!
Tidak mendapatkan sambutan baik oleh mereka, Qin Chen hanya bersikap biasa saja melihat mereka tengah berdiri di hadapannya dengan wajah lagat sombongnya.
Di hadapannya ada banyak Pria paru baya dan wanita muda yang mungkin saja Penguasa baru di Alam ini.
Mereka telah bersiap bertarung hidup dan mati, menatap Qin Chen penuh membunuh.
"Qin Chen, tidak peduli siapa kau disini sekarang. Kau telah di takdirkan mati di tangan kami."
Mereka mengangguk percaya diri, Qin Chen sedikit mengerutkan keningnya. Setelah dia selesai mengamati Alam tersebut, Qin Chen memberikan satu gerakan yang mengakhiri Dunia ini.
Mengangkat tangannya ke langit, mereka semua bersiap-siap menyerang Qin Chen dengan kekuatan penuh. Namun sayangnya, Qin Chen kini tengah memanggil Pagoda Sembilan lantai miliknya!
Cahaya emas menerangi langit, gaya gravitasi di bawah Pagoda terasa berat dan tak beraturan! Hantaman angin di bawahnya menyebabkan kehancuran, di samping itu percikan api seperti meteor jatuh begitu jelas!
Dibawah Pagoda akan menjadi debu, para Dewa sebelumnya terbakar dan menjadi debu yang berterbangan di Langit, ledakan bergema di penjuru Dunia.
Qin Chen menggaruk sedikit wajahnya melihat mereka mati tanpa perlawanan seperti Dewa yang ia hadapi. Begitu monoton sehingga membuat Qin Chen sedikit tidak terhibur, sehingga membuat ingin cepat naik ke Alam Tertinggi.
***
__ADS_1
Alam Tertinggi, Wilayah Dewa Hukum
Ditempat Wilayah Hukum, Langit terlihat gelap kosong tanpa satupun cahaya bintang menerangi langit. Meskipun tanpa cahaya, kekacauan memenuhi Ruang penuh rangkaian variasi Sebab dan Akibat.
Sosok Dewa Agung yang dikenal sebagai Dewa Hukum kini berada di kekacauan yang menentang Langit. Bermeditasi diantara Kekacauan Langit menyempurnakan kekuatan kesempurnaan abadi!
Saat Prajurit Ilahi Mati, Dewa Hukum mendapatkan dirinya melihat Giok Ilahi hancur berkeping-keping menandakan bahwa Prajurit Ilahi telah dikalahkan oleh Qin Chen seorang diri.
Aura miliknya tiba-tiba muncul menyebabkan ledakan dahsyat yang merobek Ruang dan Waktu. Momentum Ilahi terpancar keluar meledak-ledak di langit, Dewa Hukum berdiri dan langsung mengibaskan tangannya.
Boom! Boom! Boom!
Langit kembali kacau, Dewa melampiaskan kemarahannya yang mengakibatkan hari akhir Langit sekitar. Qin Chen adalah patokan pertama yang akan di incarannya.
"Kalian semau kemari!"
Dengan suara begitu keras dan lantang memanggil Prajurit Ilahi ke hadapannya, setidaknya ada 112 Prajurit Ilahi dengan ranah yang sama seperti Qin Chen saat ini. Salah satunya berada di atas Puncak God Emperor, mungkin dia adalah Jendral Ilahi Dewa Hukum!
"Memberi hormat kepada Dewa Agung." Serempak memberikan hormat kepada Dewa Hukum.
"Turun ke Dimensi Surga dan tangkap Qin Chen hidup atau mati sekarang!" Tintanya langsung kepada 112 Prajurit Ilahi.
"Baik!"
Tanpa panjang lebar, mereka menerima tugas baru dari Dewa Agung yang mereka sembah sebagai Dewa Hukum. Mereka semua pergi menuju tempat dimana Qin Chen berada sekarang dengan kecepatan masing-masing.
Jika mereka semua terbang dengan kecepatan God Emperor, maka dalam beberapa hari mereka akan sampai. Jika mereka terbang dengan kecepatan masing-masing, maka hanya Jendral Ilahi yang akan sampai terlebih dahulu dibandingkan mereka semua.
Qin Chen tidak tahu bahwa kali ini akan benar-benar ada pertarungan terus tanpa henti. Tidak ada kedamaian, dan hanya ada Kekacauan yang ditumpuk oleh Kekacauan lagi hingga Kekacauan menjadi Abadi selamanya!
Semuanya benar-benar dimulai dari sekarang, pertarungan tanpa henti dan Jalan Qin Chen akan berubah-ubah setiap harinya. Tujuan awalnya akan terus berubah-ubah seiring dengan kedatangan musuh-musuh lama maupun baru.
Satu mati, maka semuanya akan bertindak menghabisi!
...
__ADS_1
*See You Again :)