
Sekejap suasana yang tegang menjadi cerah, mereka semua sudah siap untuk menyerang pasukan iblis. Bahkan para Dewa di Alam Transenden diabaikan karena bukanlah apa-apa dimata mereka semua.
Qin Chen tertawa di dalam ruangan, entah apa yang membuatnya tertawa tidak diketahui. Namun satu hal yang Qin Chen ketahui sekarang adalah, keluarganya benar-benar sesuatu yang menarik.
Orang-orang yang berada di dalam ruangan mendengar tawa Qin Chen, tidak tahu apa yang sebenarnya Qin Chen tertawakan. "Hahaha ... aku tidak menyangka jawaban yang akan aku terima seperti ini."
"Apa yang kamu tertawakan! Apa kamu mengejekku karena lemah?" Tanya Permaisuri.
"Tidak, aku hanya menyukai sifat dan sikapmu. Sering kali berubah, itu membuat daya tarik sendiri bagiku." Bala Qin Chen.
Permaisuri mendengar itu langsung memalingkan wajahnya dengan wajah cemberut. "Hmph! Kamu kira aku sudah memaafkanmu? Jangan harap! Pergi tanpa memberitahu, pulang bawa wanita baru! Hmph! Aku tidak akan memaafkanmu sampai kapanpun itu!" Permaisuri membantah perkataan Qin Chen secara terang-terangan di depannya.
Memiliki istri yang sifatnya seperti ini membuat Qin Chen ingin melahapnya hidup-hidup. Namun, dia mendekatinya dan duduk di samping menggunakan satu kursi. "Bukankah sebelumnya aku sudah berjanji? Jika begitu, aku akan pergi lagi untuk melakukan sesuatu yang cukup berbahaya. Mungkin aku akan terluka karena misi ini."
"Apa kamu akan pergi lagi?" Tanya Permaisuri yang menoleh menatap Qin Chen dengan wajah sedih.
"Ya, aku berencana pergi ke Alam Neraka. Dengan begitu, aku dapat mengubah sejarah dan menciptakan sejarah baru, dimana Alam Surga dan Alam Neraka berdamai, dan kedua belah pihak di pimpin oleh sepasang suami istri, bukankah ini bagus?"
Permaisuri menyentuh wajahnya, di dalam ruangan maupun seluruh Semesta yang ada seolah-olah hanya milik mereka berdua!
Benar saja, mereka mengabaikan orang-orang di dalam ruangan. "Apa Alam Surga tidak sebaik dan sebagus yang kamu bayangkan? Sampai-sampai kamu tidak betah untuk tinggal disini."
Qin Chen merasakan tangan kecilnya menyentuh wajahnya, ia membalasnya dengan menyentuh pipinya seperti ingin mencubit, namun sebenarnya Qin Chen memang mencubit kecil. "Tidak bodoh, aku pergi demi keselamatan keluarga. Apa kamu yakin dapatkan menang melawan Alam Neraka beserta pasukannya, sekaligus menghadapi Alam Transenden?"
Permaisuri terdiam, meksipun kekuatan dirinya dapat mengalahkan Deity, namun tidak menutup kemungkinan ada kekuatan besar lainnya di balik kejadian ini. Memang tidak berguna, batinnya.
"A-Aku yakin aku dapat menang, apa kamu tidak percaya? Atau aku harus memberikanmu bukti?" Balas Permaisuri.
"Tidak perlu, perkataanmu sudah cukup bagiku. Namun, keputusanku menuju Alam Neraka sudah bulat. Aku akan mengubah sejarah Alam Surga dan Alam Neraka, jika aku menjadi Kaisar Iblis baru, aku akan mendeklarasikan perdamaian Dunia disana ...
__ADS_1
Dengan begitu, kita berdua memegang kendali atas kehidupan dan kematian. Para Dewa sekaligus Mahkluk hidup ada dibawah kendali hidup ataupun mati. Setelah pewaris sudah besar, kita dapat menyerahkan kepada pewaris untuk melanjutkan Takdir menjadi Penguasa."
Permaisuri malu, wajahnya menjadi memerah membuat semuanya semakin yakin apa yang sebenarnya terjadi kemarin. Dia memalingkan wajahnya kesamping, dan kembali bersuara. "Ba- Baiklah, aku tidak menghalangimu lagi, tapi berjanjilah kamu akan kembali ke tanah ini."
"Ya, aku janji."
Melepaskan pelukan Qin Chen, ia mendorong kebelakang dan duduk kembali dengan wajahnya memerah sekaligus sedikit dingin. "Lanjutkan laporan yang kalian dapatkan, mereka ingin menyerang Istana Phoniex maka aku akan berikan penyerangan balik!" Permaisuri dengan tegas memberikan peringatan keras kepada Aliansi Tiga Kaisar dan Alam Neraka.
Mereka memberikan laporan apa yang mereka dapatkan sebelumnya kepada Permaisuri. Qin Chen hanya diam dan mendengarkan, dia memiliki tugas penting di Neraka, jadi hal-hal Surgawi akan di urus oleh Permaisurinya.
Putrinya melihat ke arah Ayahnya yang diam dan melihat saja, mereka mengangguk paham. Qin Chen juga tidak lupa mencari Holy Ring's, karena untuk membuat putrinya bahagia jika mereka berkumpul bersama ibunya kembali.
Semuanya sudah dalam skenario, hanya tinggal berjalan mengikuti alur untuk mendapatkan semuanya kembali. Keluarga, kekuatan, kekuasaan, identitas, keempat hal tersebut lebih penting dibandingkan hal lainnya.
Setelah satu jam berlalu, laporan mereka telah diterima oleh Permaisuri. Sekarang, hanya perlu menunggu perintah dari Ratu Surga untuk menyerang Aliansi Tiga Kaisar beserta iblis-iblis dibelakangnya.
"Apa kamu akan pergi sekarang atau besok?!" Tanya Permaisuri seakan-akan ingin mengusir Qin Chen dari Istana Phoniex.
Permaisuri memegang tangannya untuk menghentikan Qin Chen pergi, "Si-siapa yang mengusirmu, aku hanya bertanya kapan kamu akan pergi."
Qin Chen mendekati telinga untuk membisikkan sesuatu. "Aku akan pergi sekarang, jika aku pergi besok, tenagaku akan di kuras habis-habisan olehmu, dan mungkin tidak dapat bergerak lagi." Bisik Qin Chen.
Permaisuri langsung memerah, wajahnya yang dingin cair dengan kepalanya mengeluarkan asap-asap. "Dasar Qin Chen!"
Bang!
"Urghh!"
Terhempas kebelakang menghantam dinding Istana hingga hancur menciptakan lubang cukup besar. Qin Chen jatuh ke taman Istana Phoniex karena terkena pukulan Permaisuri yang malu dan tidak sengaja memukul Qin Chen dengan keras.
__ADS_1
Mereka semua tercengang melihat hal ini, bahkan tidak dapat bergerak dari sana. Permaisuri yang kelepasan, dia melesat keluar menuju tempat Qin Chen berada karena khawatir dengan keadaannya.
Sedangkan Qin Chen terjatuh ke tanah dengan luka-luka cukup parah, 6 tulang rusuknya patah karena hantaman yang begitu tiba-tiba. Meksipun begitu, tulangnya tetap kuat dibandingkan tulang sebelumnya.
Terduduk dengan darah keluar dari mulutnya, Qin Chen melihat Permaisuri keluar dengan tergesa-gesa seperti orang khawatir. Mendekati Qin Chen, melihat keadaannya luka akibat pukulannya.
"Maaf ... "
"Tidak apa-apa, aku yang salah karena menggodamu sebelumnya."
Permaisuri mendengarnya, ia langsung memberikan sesuatu yang Qin Chen sadari. Begitu manis antara paduan rasa manis dan asin di mulutnya, energi permaisuri mengalir masuk ke dalam menyembuhkan luka-lukanya.
Qin Chen terdiam melihat luka-lukanya mulai sembuh, namun bibirnya masih terkunci beberapa saat. Permaisuri melepaskan, melihat Qin Chen dengan malu.
Meraih permaisurinya untuk tidur di pangkuannya, hari mulai sore dengan begitu malam akan tiba sebentar lagi. Permaisuri baring di pangkuan Qin Chen, ia melihat langit tidak marah karena telah diberikan hadiah kecil.
"Aku akan pergi besok, kamu tidurlah karena setelah ini, tugasmu menjadi Ratu Surga akan berat." Ucap Qin Chen.
"Hmmm ... Itu sudah biasa aku alami, apa kamu bisa berjanji padaku. Setelah Alam Neraka dikalahkan, dan Dunia damai, kamu akan membawa Yin'er kembali ke Alam Surga."
"Ya, dia berada di Dunia buatanku agar dia aman dari kejahatan Dunia ini, setelah semuanya selesai, aku Qin Chen akan membawanya ke sini untuk bertemu denganmu."
"Terimakasih, aku mencintaimu sampai kapanpun itu meksipun harus mati." Ucap Permaisuri, secara perlahan matanya tertutup untuk tidur di pangkuannya.
Qin Chen terdiam mendengar perkataannya yang terakhir, ia pernah mendengar hal tersebut dalam ingatannya, dan wanita itu menghilang setelah mengatakan hal sama.
...
*See You Again :)
__ADS_1
(Mewakili sifat wanita, kalau sedang marah jangan bangunkan Harimau :V