Supreme God System 2

Supreme God System 2
Chapter 180 : Menyerang Wilayah Timur


__ADS_3

Di dalam ruangan, setelah waktu berlalu begitu lama, mereka telah selesai menjelaskan tentang situasi di Wilayah Timur kepada Qin Chen dan berbagai konflik yang belum berhenti hingga pergantian Raja baru di Alam Neraka.


Masalah internal dan eksternal Qin Chen dapatkan, dia menerimanya dengan baik. Bahkan, konflik kehidupan dan kematian, maupun konflik yang menyangkut tentang kekuatan dan kekuasaan di Wilayah sekitar.


Setelah Qin Chen menjadi Raja Neraka, konflik perebutkan kekuasaan di berbagai wilayah terus terjadi. Ada banyak penentangan terhadap Raja baru.


Menangani hal tersebut, Qin Chen berpikir dengan otak dingin.


"Tidak seperti yang aku pikirkan, aku mengira mereka akan menunduk kepada istana neraka dengan mudahnya. Bahkan, menundukkan Alam Neraka sepenuhnya cukup sulit. Mereka belum pernah melihat kekuatan Raja Baru, sudah dipastikan mereka tidak akan takut dengan hal tersebut.'


[Hmm.]


Tiba-tiba suara Qin Qui yang seperti menghela napas seolah dia mengetahui soal ini. Begitu dingin sampai-sampai Qin Chen tertegun mendengarnya.


"Baiklah ... Laporan kalian telah aku terima, kalian dapat kembali ke wilayah masing-masing, masalah ini akan di atasi setelah mendapatkan rencana yang matang dengan satu cara." Jelas Qin Chen.


"Satu cara? Apa maksud Raja." Tanya pria di depannya yang penasaran.


"Jelas mereka sedang mengujiku, apa Raja baru pantas menduduki Tahta atau tidak. Jika hanya itu, buat pikiran mereka semua berhenti dan merasakan kekuatan Raja ini!" Balas Qin Chen dengan senyuman misterius.


Seluruh orang di dalam ruangan terdiam setelah mendengar suara Qin Chen. Qin Chen berdiri dari tempatnya, melangkah keluar dari ruangan meninggalkan orang-orang itu di dalam sana.


Di pikiran mereka sudah terbayang bagaimana kehancuran dan juga pembantaian besar-besaran.


Sementara di tempat Qin Chen saat ini, dia tengah pergi keluar Istana. Tepatnya pergi mengunjungi tempat barak militer pasukan Alam Neraka berada.


***


Di barak militer


Ditempat tersebut, Qin Chen hanya melihat 100 Prajurit tangguh yang tengah melihat kedatangan Qin Chen di tengah latihan militer.


Mereka semua berlutut saat melihat Qin Chen, memberikan hormat kepadanya dengan penuh rasa hormat dan kekaguman yang tak terhitung besarnya.


"Kalian yang berada di sini, berkumpul di depanku sekarang." Ucap Qin Chen dengan lantang.

__ADS_1


Saat mendengar suaranya, mereka cepat-cepat berkumpul di depan Qin Chen. Ada yang berlarian, dan ada yang berjalan kaki, mereka tersusun rapi di depannya.


Melihat mereka terlihat tangguh dengan aura mereka melebihi prajurit Asura sebelumnya. Prajurit kali ini benar-benar memiliki keinginan untuk menang dalam pertempuran.


"Karena kalian semua telah berkumpul, lima puluh dari kalian berjaga di Istana. Sisanya, kalian ikut denganku untuk meratakan sebuah Wilayah! Siapkan kuda kalian!" Tintah nya dengan suara keras dan lantang terdengar di telinga semua orang.


Setelah mendengar tintah Raja, mereka bergerak membagi dua regu. Satu untuk menjaga Istana Neraka, dan satunya ikut dengan Qin Chen meratakan sebuah Wilayah di Timur.


Saat membagi regu, mereka telah mempersiapkan mental dengan sungguh-sungguh. Kematian bisa saja terjadi, jadi mereka sudah siap.


Beberapa saat setelahnya, mereka membawa kuda masing-masing dan termasuk kuda legendaris Neraka untuk Qin Chen, Raja Neraka mereka.


Qin Chen sempat terkejut melihat kudanya, namun dia dengan cepat naik ke atas kuda hitam pekat dengan mata biru cerah menyerupai api Abadi.


Segala sisi kuda di tutupi dengan Armor merah darah menyala seperti nyala lava panas. Begitu terang hingga membuat semua orang disana kagum.


Qin Chen mengangkat tangannya ke langit. "Berangkat!" Dengan satu ayunan tangan, mereka semua berangkat keluar Istana.


Berkuda keluar Istana menuju Wilayah Timur. Sebenernya, Qin Chen ingin melakukannya sendiri mengatasi semuanya, mengingat bahwa mereka tidak menerima dengan kenaikan Tahta Qin Chen.


Karena hal tersebut, Qin Chen memutuskan untuk membawa 50 Prajurit tangguh di sampingnya yang siap bertempur di garis depan dan mati dengan kemenangan mutlak di pihak Istana.


'Heh! Jika mereka ingin melihat, maka akan aku perlihatkan kekuatan Iblis paling mengerikan pada mereka! Mati di Neraka, dosa mereka akan semakin besar!'


Langkah kaki kuda semakin cepat dan cepat, melewati Kota. Seluruh penduduk Kota melihat Raja baru tengah menunggangi kuda Perang miliknya keluar dari Kota.


***


Sementara Qin Chen di Alam Neraka, Alam Surga tengah menghadapi masalah baru. Penyerangan Alam Tertinggi ke Alam Surga telah terjadi.


Informasi tersebut langsung melalui Chu Chunhua yang mengetahuinya. Dia menyampaikan kepada mereka untuk bersiap-siap menghadapi Perang kedua setelah yang pertama.


Selama Kaisar Iblis Tertinggi belum mati, maka Perang akan terus berlangsung hingga generasi muda di masa selanjutnya.


"Rencana apa lagi yang kau gunakan, Kaisar Iblis!" Chu Chunhua mengertak giginya sendiri menahan kesal dengan sikap arogan dari Kaisar Iblis Tertinggi.

__ADS_1


Mereka yang berada di ruangan hanya diam mendengar gertakan menahan amarah dari Chu Chunhua.


Tak! Tak! Tak!


Jari telunjuknya menghasilkan suara saat menyentuh meja. Mengingat masa lalu, hal ini membuatnya ingin langsung mendatangi Kaisar Iblis Tertinggi lalu memborbardir Alam Tertinggi dengan paksa.


Sayangnya, hak tersebut harus di tahan sampai Qin Chen menembus Alam Surga dan naik menjadi Mahkluk Ilahi. Alam Tertinggi!


"Chu Chunhua ... Tolong tahan amarahmu terlebih dahulu, kamu kartu terakhir jika penyerangan ini menembus Istana Surga." Jelas Mu Xuayin terhadap Chu Chunhua.


Chu Chunhua sedikit meliriknya dan menarik napas pendek. "Lakukanlah, aku akan menahan diri disini sampai dia kembali pada keadaan dulu."


"Bagus." Mu Xuayin langsung melempar plat emas yang menghilang dari ruangan menuju Jendral Surga di barak.


Plat emas yang bertuliskan mempertahankan Alam Surga dari Dunia lain. Saat Jendral melihat hal tersebut, matanya bersinar dengan cepat memerintahkan seluruh pasukan bersiap menuju perbatasan maupun langit-langit Surga.


Sementara di dalam ruangan, Mu Xuayin tengah mengatur strategi. Di dalam hanya ada orang-orang penting, sementara putra dan putrinya berada di ruangan lain yang tengah merencanakan rencana mereka.


Mu Xuayin, Qiu Yu Ran, Chu Chunhua, Mother God, Dewi Suci, Kaisar Naga, dan beberapa Tetua Dewa Alam Surga lainnya berkumpul di dalam ruangan.


Sementara itu, Qin Chen di Alam Neraka tengah berkuda menuju Wilayah Timur untuk memperlihatkan kekuatan yang mereka inginkan.


Lima puluh prajurit dengan gagah berani berkuda dengan kecepatan tinggi menuju Wilayah Timur.


Qin Chen tersenyum tipis merasakan hal tersebut, untuk kali pertamanya merasakan petualangan menegangkan seperti ini.


"Terus maju, ratakan semua yang di lalui!" Teriak Qin Chen.


"Yoooo ... "


Langkah kaki kuda semakin cepat, bendera Istana Neraka berkibar sepanjang jalan tanpa henti. Sorakan mereka membara membakar nadi mereka.


...


*See You Again :)

__ADS_1


__ADS_2