
Di dalam ruangan, Qin Chen menggertak giginya dengan berat. Keluarga Qin Chen sontak merasakan sebuah kekuatan besar menerobos keluar tubuh Qin Chen.
"Keparat!"
Suaranya terdengar marah, kedua istrinya langsung menahan tangan Qin Chen agar tidak murka di tempat. Mereka menariknya, ini membuat Qin Chen tertahan dan perlahan Aura yang bocor mereda dengan cepat.
Matanya Qin Chen sewaktu tadi berubah ganas dan kini perlahan kembali ke bentuk semulanya. Qin Qui tanpa perintah sedang mencari Yin'er yang menghilang dari Alam Surga.
Sementara itu, Qin Chen terduduk di kursinya sambil menyenderkan kepalanya. Matanya mencari tahu keberadaan putrinya kecilnya, bahkan hingga ke celah-celah terkecil tidak ditemukan.
"Qin Qui ... Dimana Yin'er ... " Tanya Qin Chen, dia belum bisa melihat lebih jauh alam tertinggi.
Sekarang, hanya Qin Qui yang dapat membantunya untuk melihat Alam Tertinggi. Suara Qin Chen sebelumnya membuat mereka bingung, kenapa Qin Chen tiba-tiba bertanya kemana Yin'er.
"Chen'er ... Ada apa? Apa yang terjadi pada Yin'er ... " Tanya Ibu Dewi kepadanya.
"Yin'er tengah dalam bahaya, keberadaannya di Alam Surga tidak ditemukan. Kemungkinan besar, Yin'er dibawa pergi ke Alam Tertinggi oleh Dewa."
"Apa!"
Ibu Dewi dan Mother God tiba-tiba mengaktifkan mata mereka, mereka membantu mencari keberadaan Yin'er di Alam Surga. Selama ini, mereka masih menahan diri untuk menggunakan kekuatan penuh mereka.
Dalam pencarian, Qin Qui tiba-tiba bersuara kepada Qin Chen.
[Ditemukan, Tuan.]
"Cepat katakan, dimana Yin'er berada!" Balas Qin Chen.
[Titik koordinat Yin'er berada di batas Alam Tertinggi. Wilayah Kekacauan Besar, yang menghubungkan Alam Surga dan Alam Tertinggi.]
Qin Chen tertegun mendengarnya, ini membuat khawatir mereka semua. Karena dapat dilihat dari wajah Qin Chen yang seperti khawatir dengan Putrinya.
Ibu Dewi dapat memahaminya, dia pernah merasakan kehilangan sebelumnya. Sekarang, dia telah menemukannya, apapun yang dilakukannya akan di support oleh dirinya hingga selamanya.
"Kekacauan Besar, apa itu Qin Qui? Kenapa aku baru mengetahuinya." Tanya Qin Chen.
__ADS_1
Mereka yang mengetahuinya sontak terkejut, Kekacauan Besar. Itu adalah tempat paling mengerikan di sepanjang Era kehidupan yang terus berputar-putar ini.
"Ke- Kekacauan Besar ... Apa Yin'er berada di sana?" Tanya Ibu Dewi, Qin Chen yang mendengar hal tersebut melihatnya.
Ibu Dewi seperti mengetahui sesuatu tentang Kekacauan Besar. "Benar ... Apa Ibu Dewi tahu tempat seperti apa itu?" Tanya Qin Chen setelah dia membalas pertanyaan dia.
Ibu Dewi sedikit takut menjelaskan, karena dia tahu betul keadaan disana seperti apa. Ada banyak Mahluk kuat yang tidak dapat diprediksi tingkat kekuatan.
Begitu besar hingga dapat melahap Alam Surga seutuhnya. Pemandangan itu, adalah tempat Kematian bagi kehidupan di Era masa lampau lama sekali.
"Kekacauan Besar ... Itu adalah pembatas Alam Surga dan Alam Tertinggi. Menyerupai Lorong Waktu, namun ... Makhluk Kuat di dalam Kekacauan lebih kuat dibandingkan apa yang kamu bayangkan" Ibu Dewi tidak dapat menjelaskannya lebih banyak, disana Mother God mengambil alih.
"Intinya, Kekacauan Besar adalah pembatas, untuk masuk kedalam pembatasan, harus memiliki izin Penjaga Pembatas. Jika masuk secara paksa, maka kamu akan menjadi buronan para Penjaga Pembatas."
"Memasuki Wilayah Kekacauan Besar secara paksa akan menimbulkan dampak besar bagi Alam Surga dan Alam Tertinggi. Karena Energi yang bocor ataupun Mahkluk Kekacauan lain dapat menerobos dan menghancurkan Alam ini."
Setelah mendengar jawaban Mother God yang menjelaskan seberapa kuat pembatas antara Alam Surga dan Alam Tertinggi membuat Qin Chen terdiam beberapa saat.
Qin Chen melihat ke arah Mu Xuayin, disana dia gemetaran tubuhnya mulai dingin dan memanggil nama Yin'er terus-menerus. Sebagai ibunya, tentunya dia memiliki firasat yang kuat terhadap putrinya dalam bahaya.
Mereka tidak dapat memungkiri kenyataan ini, Qin Chen selalu bertindak sendiri dan selalu melakukan apapun sendiri. Dimana Keluarga Qin Chen tidak dapat berbicara satu sama lainnya.
Sementara itu, Qin Chen tiba-tiba berdiri dan mereka bergerak untuk menahan Qin Chen. Di dalam pikiran Qin Chen, siapa yang berani membawa Putrinya dalam bahaya!
Saat Qin Chen ingin bergerak, tiba-tiba rantai Suci mengikat dirinya disana. Qin Chen melihatnya, ini adalah kekuatan dari Orang Suci.
Melihat ke arah Ibu Dewi dan Mother God menahannya, bahkan Putra dan Putri Qin Chen tidak dapat bergerak membantu Ayahnya. Di hadapan mereka, dua sosok di masa lampau yang dapat mengguncang Dunia.
"Ibu Dewi ... Apa ini ... Apa kamu mencoba menahanku untuk menyelamatkan Putriku?" Tanya Qin Chen kepadanya, pandangan mata tajam Qin Chen membuat Ibu Dewi menahan sedihnya.
"Chen'er ... Pikirkan baik-baik ... Ini bukanlah menghadapi Dewa Tertinggi! Jika kamu melawan Dewa Tertinggi, Ibu Dewi tidak akan melarangnya. Tapi ... Tapi tidak untuk masuk kedalam sana, kekuatan Mahkluk disana lebih besar dari apa yang kamu bayangkan."
"Ibu Dewi tidak akan membiarkanmu mati disana, jika kamu mati, bukan kamu saja yang akan dalam bahaya. Istrimu, dan putra-putrimu akan dalam bahaya! Sekalipun kamu adalah Dewa Tertinggi di masa lampau, Wilayah itu bukanlah tempat yang dapat dikunjungi olehmu."
Suara Ibu Dewi begitu tinggi berteriak kearah Qin Chen. Mereka semua mendengarnya, Chu Chunhua tidak bergerak disaat seperti ini. Kekacauan Besar itu bukanlah sesuatu yang dapat dimasuki dengan mudah.
__ADS_1
Sekalipun para Dewa masuk, mereka akan terjebak pada aliran Ruang dan Waktu. Sudah banyak korban dan telah banyak pula sejarah dan Legenda tentang Kekacauan Besar.
Meskipun hanya beberapa persen yang mereka ketahui, namun sudah dipastikan bahwa disana tidak baik-baik saja.
Qin Chen menggertak giginya, semuanya menahan Qin Chen. Melihat hal seperti ini membuat Qin Chen kecewa, dia berteriak keras. "Lalu, siapa yang akan menyelamatkan Yin'er, Haa! Apa itu Ibu Dewi! Atau Mahkluk Keberuntungan! Kalian bahkan tidak ada yang berbicara!"
Sontak mereka terdiam tidak berbicara saat Qin Chen berteriak keras disana. Perlahan, Rantai yang mengikatnya mulai mengendor, Qin Chen terlepas dari ikatan tersebut.
Ibu Dewi dan Mother God melepaskan Qin Chen, Qin Chen adalah orang keras kepala yang paling sulit di jelaskan. Selalu bertindak semaunya, Mahluk Egois dengan kekuatan besar seperti nya tidak memiliki pandangan kematian.
"Aku harap ini terakhir kalinya kalian menahanku ... " Ucap Qin Chen, dia melangkahkan kedepannya dan bersuara kembali. "Qin Qui, buka Portal Kekacauan Besar."
Dalam ruangan, perlahan Portal Hitam dan gelap pekat muncul di hadapan Qin Chen. Qin Chen melirik ke arah Mu Xuayin sejenak sebelum pergi. "Berikan aku Waktu beberapa hari untuk membawa Yin'er, karena itu, bermimpi indah lah."
Pada saat itu juga, Qin Chen masuk kedalam Portal dan meninggalkan mereka semua disana. Portal langsung menghilang seketika saat Qin Chen masuk kedalam sana.
Chu Chunhua, dia mengambil inisiatif berdiam diri di sana. Meskipun Putra dan Putri nya melihat ke arahnya dengan pandangan kenapa tidak mengejar Ayah.
Tapi Chu Chunhua tahu bahwa Qin Chen akan baik-baik saja walaupun akan mendapatkan luka-luka besar. Karena kepergian Qin Chen, dia akan menjaga Alam Surga dari serangan yang akan datang.
Kata khawatir pasti ada, namun ini sudah sifat Qin Chen. Jadi, dia akan menunggu disana sambil melindungi Alam Surga. Jika mereka berdua menuju Kekacauan Besar, maka sudah dipastikan Alam Surga akan lenyap dari Dewa Tertinggi.
Penculikan Putri Qin Chen, kepergian Qin Chen. Semuanya sudah direncanakan oleh mereka, dan Chu Chunhua menyadari hal tersebut saat mendengar Yin'er menghilang.
Walaupun ini adalah trik kecil, tapi akan berhasil. Karena Qin Chen akan pergi menyelamatkan Putrinya, dan pada saat yang bersamaan, musuh akan datang ke Alam Surga dan menghancurkannya.
Menghadapi Qin Chen secara langsung akan membuat pasukan mereka semua mati, karena itu harus memancing Qin Chen jauh dari Alam Surga sehingga Qin Chen tidak dapat membantu Alam Surga.
Tapi mereka tidak tahu, bahwa Ratu telah bangkit. Dengan kebangkitan Ratu, maka sudah dipastikan mereka tidak akan dalam baik-baik saja.
Chu Chunhua melihat Langit, melihat kemana Qin Chen pergi.
...
*See You Again :)
__ADS_1