Supreme God System 2

Supreme God System 2
Chapter 181 : Menyerang Wilayah Timur


__ADS_3

Wilayah Timur bagian Timur


Wilayah yang tandus tanpa kehidupan tanaman di sekitarnya, perbatasan antara Wilayah Istana Neraka dengan Wilayah Timur.


Perbatasan yang dijaga oleh banyak Prajurit Istana mempertahankan kedamaian dalam Wilayah.


Diluar Wilayah Istana Neraka, ratusan ribu bahkan tak terhitung jumlahnya iblis-iblis berkeliaran saling gencatan senjata dan adu mekanik satu sama lain.


Di antara kerumunan iblis, ada beberapa iblis tipe mata-mata, sensor, dan lainnya sebagainya.


Setelah perjalanan selama satu hari di jalanan, mereka pada akhirnya tiba di perbatasan Wilayah. Setelah tiba disana, sambutan hangat di berikan kepada Qin Chen sebagai bentuk penghormatan.


Banyak prajurit perbatasan mengambil tugas menyambut kedatangan Qin Chen. Qin Chen melihatnya, ada banyak prajurit gugur dalam Perang.


"Selamat datang Yang Mulia Raja Neraka." Ucapnya dengan hormat.


"Ya, bagiamana situs di perbatasan ini? Apa ada yang kekurangan?" Tanya Qin Chen.


"Menjawab Raja, tidak ada kekurangan apapun, hanya beberapa prajurit yang gugur dalam Perang. Ada yang terluka berat, namun semuanya dapat di atasi." Jelasnya memberikan laporan.


"Begitu." Qin Chen mengibaskan tangannya mengeluarkan banyak Pil penyembuhan, dan banyak perlengkapan Perang untuk menjaga perbatasan.


Saat melihat semuanya, seluruh prajurit tercengang melihat Raja mereka dengan santainya membuang perlengkapan kelas tinggi begitu saja.


"Gunakan barang-barang ini, mereka tidak berguna bagiku. Untuk menjaga perbatasan, kalian membutuhkan perlengkapan baik untuk bertahan." Jelas Qin Chen.


Prajurit itu menundukkan kepalanya memberikan hormat sekaligus ucapan terimakasih. "Terimakasih banyak, Yang Mulia Raja."


"Ya, tugas kalian buka Gerbang Perbatasan ... Karena ada sesuatu yang harus di urus di ujung sana."


"Baik."


Tanpa pertanyaan lagi, mereka yang berjaga mulai memutar roda pembuka gerbang. Qin Chen menunggu beberapa detik, setelah gerbang besar terbuka, mereka bergegas keluar dengan kuda.


"Maju!"


Tap ... Tap ... Tap ...


Langkah kaki kuda membawa getaran di sekitarnya, melangkah maju membawa sabit kematian dan kehancuran di Wilayah Timur, akan penuh pembantaian.


Saat melintasi sekumpulan iblis-iblis, puluhan ribu anak panah jatuh ke bumi membersihkan sekumpulan iblis di sekitarnya, pasukan Qin Chen membelah daratan.

__ADS_1


Sekumpulan iblis yang rapat kini terbelah menjadi dua bagian, kanan dan kiri. Dengan pasukan Qin Chen, mereka dengan mudah menerobos menuju Wilayah Timur menggunakan Formasi serang telak.


"Dialah yang hidup mengatur Dunia, dialah yang mati mengatur ketiadaan. Langit hitam membentang luas menyerupai tintah, garis horizon memisahkan Dunia."


Dengan kosa kata melafalkan mantra kuno, Qin Chen menarik kuas miliknya secara horizontal kesamping. Tiba-tiba, sebuah garis lurus membelah apapun di hadapannya.


Tintah hitam memotong segalanya, seluruh iblis Dunia bawah menghilang dan kembali ke ketiadaan tanpa batas.


Pasukan Qin Chen sekali lagi tercengang dengan cepat mereka berteriak keras dengan rasa bangga dan penuh percaya diri bahwa mereka akan menang.


Setelah seluruh Iblis menghilang dari hadapannya, hanya Iblis di bagian belakang tersisa beberapa yang tertinggal, namun itu dapat di atasi oleh mereka.


"Humph!" Qin Chen sedikit kecewa dengan kekuatan miliknya sekarang, seperti ditekan oleh Qin Qui agar tidak Terlepas kendali dan menghilang semuanya menjadi kegelapan.


Dunia Fantasi yang penuh misteri, identitas diri dan keluarga yang memiliki ribuan pararel rumit. Saat semuanya dalam kekacauan, seluruh aspek bergabung.


Kekuatan, Ketrampilan, Ras, Senjata, Formasi dan lain sebagainya, seluruh bergabung dalam satu Dunia.


Setelah semuanya selesai, mereka melanjutkan perjalanan menuju Wilayah Timur Pusat Utama. Berkuda dengan kecepatan tinggi hingga tiba di Wilayah Timur bagian Menengah.


Berhenti.


Di hadapan mereka, ada pasukan Iblis dengan jumlah tak masuk akal tengah menghalangi kedatangan mereka semua. Melihat dari ketinggian, hampir seluruh Wilayah Tengah telah di tutupi oleh mereka.


Qin Chen tertegun melihat pasukan musuh, menahan rasa tegang dan mendebarkan. Bagiamana tidak, Qin Chen hanya membawa 50 Prajurit tangguh di belakangnya.


Mereka siap mati, dan penuh percaya diri. Sekarang menghadapi hampir seluruh populasi wilayah tengah.


Saat melihat kebelakang, sedikitpun tidak ada rasa gentar di wajah mereka, bahkan rasa takut digantikan dengan kebanggaan tersendiri bagi mereka.


Melihat hal tersebut, Qin Chen menyeringai.


"Begitu ... " Qin Chen mengerti sekarang, dia lalu menarik kekosongan di dalam genggamannya.


Mengeluarkan topeng hitam yang pekat terbuat dari bayangan, memakainya, mata biru bercahaya terang menyerupai api Neraka yang Abadi.


Diikuti dengan getaran hebat dibawah, beberapa pasukan bayangan Qin Chen muncul dibelakangnya.


"100 melawan kalian semua. siapa yang akan menang?!" Ucap Qin Chen.


"Serang!" Salah satu Jendral musuh berteriak keras memerintahkan pasukannya untuk menyerang.

__ADS_1


Sama halnya dengan Qin Chen, Qin Chen menghenuskan pedang miliknya kedepan memberikan perintah Mutlak untuk melawan penyerangan.


Mereka semua melesat dengan kecepatan tinggi, menyerupai kstaria kuda tanpa kepala dari Neraka.


Dullahan!


Kedua kubu saling bentrok satu sama lainnya, mengangkat senjata saling adu mekanik satu sama lainnya.


Qin Chen tengah memperhatikan pertarungan dari belakang sembari berpikir sejenak.


"Pertarungan ini menghancurkan satu pihak ... Dibandingkan penyerangan Kaisar Iblis Tertinggi, ini lebih mendominasi dibandingkan dia begitu pecundang." Jelas Qin Chen.


[Apa Tuan sekarang tengah di fase sombong? Karena telah mendapatkan kekuatan sejati walaupun sedikit?]


Dengan kesal Qin Qui bertanya kepada Qin Chen, Qin Chen tertawa canggung. Dia tidak dapat mengelak lagi, karena kekuatan miliknya masih di segel.


"Hehehe ... Setidaknya wibawa seorang pemimpin tidak jatuh. Bukankah sombong adalah pangkal kemenangan?"


[Sejak kapan sombong menjadi pangkal kemenangan? Apa ini filosofi yang Tuan buat lagi?]


"Tentu saja, sejak kamu membuatku menjadi Monster Primordial sekarang ini." Sahut Qin Chen membalasnya.


Qin Qui hanya diam, dia menghela napasnya terdengar oleh Qin Chen.


[Humph! Seterah Tuan saja, Qin Qui mengantuk ingin tidur, jangan ganggu Qin Qui saat tidur.]


Qin Qui menghilang dari pikirannya, Qin Chen hanya tertawa kecil mendengarnya. Mendengar perkataan Qin Qui yang berubah sudah menunjukkan bahwa Qin Qui telah memiliki kesadaran sendiri.


"Ha! Wanita yang yang merepotkan. Apa dia sedang masa pms-nya, sedikit-sedikit marah, ngambek dan lain sebagainya, sangat-sangat mendokusai."


Qin Chen menggelengkan kepalanya, lalu memperhatikan pertarungan di depannya. Karena, di belakang pasukan musuh ada musuh kuat tengah menanti pegerakan Qin Chen.


"Dibandingkan membuang-buang waktu, lebih baik menyelesaikan masalah di depan mata." Qin Chen menarik katana hitamnya, semua prajurit Istana Neraka melihat.


Raja mereka telah bergerak, semangat yang berkobar-kobar muncul membantai pasukan musuh.


Qin Chen melesat menerobos masuk kedalam pertarungan, mengayunkan pedangnya membelah daratan menjadi beberapa bagian benua.


Boom! Boom!


Meledak-ledak pasukan musuh seperti bermain petasan, Qin Chen menyeringai sembari memberikan seni ledakan miliknya karena ini adalah seni terbaik dibandingkan menghilang semuanya tanpa suara.

__ADS_1


...


*See You Again:)


__ADS_2