Supreme God System 2

Supreme God System 2
Chapter 163 - Paviliun Pelelangan (4)


__ADS_3

Paviliun Pelelangan


Ruang Pelelangan begitu ramai hingga banyak orang-orang yang menonton lelang hari ini, ada banyak dari mereka juga ingin berpatisipasi namun gagal oleh kekayaan.


Sedangkan sembilan Paviliun besar saling menawarkan harga tinggi untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Di sana terjadi perebutkan harga tinggi, bahkan mempengaruhi emosional masing-masing.


Didalam ruangan, tepatnya di tempat Qin Chen berada sekarang. Dia tengah menyeduh teh melati yang sudah di dinginkan oleh istrinya, dia melihat ke arah mereka semua yang tengah memperebutkan barang.


'Benar juga, di dalam bar status, aku belum memiliki Martial Soul dan belum membangkitkan.'


[Apa Tuan ingin membelinya? Jika iya, maka Qin Qui akan membantu Tuan untuk mendapatkan Martial Soul yang paling hebat di dunia.]


'Jadi, apa kamu mau?'


[Tentu.]


'Baiklah, aku akan membelinya dan membangkitkan Martial Soul milikku.'


Qin Chen tersenyum setelah mendapatkan kesepakatan dengan Qin Qui untuk membantunya membangkitkan Martial Soul miliknya.


Ditempat Qin Chen, dia tertegun melihat hal tersebut kenyataan dia belum sama sekali membangkitkan Martial Soul miliknya sendiri hingga sekarang ini. Sekalipun, sebuah gulungan datang dan muncul secara tiba-tiba disaat Qin Chen membutuhkannya.


Gulungan yang membantu Qin Chen ada di depan matanya, Qin Chen tersenyum tipis melihat Gulungan tersebut.


Meskipun Qin Chen dapat membangkitkan Martial Soul dengan bantuan Sistem, namun dia masih memerlukan Roh Bela Diri miliknya sendiri yang kuat. Dimana Qin Chen belum sama sekali mendapatkan hal tersebut yang cocok.


Qin Chen melihat ke arah Chu Chunhua dan berbicara agar dia yang menawarnya. "Sayang, aku membutuhkannya ... Apa kamu dapat menawarkannya untukku?" Ucap Qin Chen kepada istrinya sambil mengelus bahunya dengan lembut.


"Baik ... Sayang." Chu Chunhua membalasnya karena ini permintaan suami, dan suami menginginkan Gulungan tersebut untuk dirinya sendiri.


Mengenggam tangannya dan mengangguk paham kepada Qin Chen, dalam benaknya, Qin Chen ingin membangkitkan Martial Soul karena dia sendiri tidak dapat melihat Martial Soul milik Qin Chen.


"100 Batu Ilahi!"


Bang!


Dentuman keras setelah perkataan Chu Chunhua terdengar oleh orang-orang disana tidak berkutik. 100 Batu Ilahi bukanlah perkara yang mudah, dan beberapa ruangan VIP merasakan dentuman kalah dengan cepat melirik ke arah ruangan tersebut.


Qin Chen yang duduk diam melihat ke arah mereka dan menandai mereka semua sebagai kuman yang harus di basmi secepatnya. Satu orang yang membuat masalah, maka yang lainnya akan mendapatkan karma.


Saat itu juga, pria lainnya berbicara keras kepada Chu Chunhua dengan begitu lantang dan membentak..


"Cukup gadis kecil! Meskipun kau memiliki orang kuat dibelakangmu, kau sekarang telah menyinggung kesembilan Paviliun. Sekalipun kau berlutut meminta maaf, aku tidak akan memaafkan apa yang kau lakukan sekarang, penghinaan ini akan kau terima!"


Chu Chunhua memalingkan wajahnya kesamping dengan wajah cemberut. "Hmph! Menyebalkan, jika kau punya uang maka tawar dan jangan banyak bicara keledai kecil."

__ADS_1


"Kau—"


Sebelum dia membalas perkataan Chu Chunhua, Qin Chen dengan cepat mengarahkan pandangan ke arah pria tersebut. Seketika itu juga, dia mendapatkan cekikan hebat di lehernya, dan tidak dapat bernapas dalam beberapa menit membuatnya bergerak sana kemari menghancurkan properti lainnya seperti orang gila.


Keributan di ruangan VIP membuat semua orang dibawah merasakan merinding tak tertahankan. Ini adalah dominasi Qin Chen sebagai seorang Dewa dan Suami yang hebat bagi Istri.


Dengan matanya saja, Qin Chen memberikan rasa sakit tak tertahankan sebelumnya Qin Chen membunuhnya menjadi gumpalan daging dan genangan darah dilantai.


Mata Qin Chen sedikit berputar dan pupil matanya mengikuti irama Qin Chen. Pria sebelumnya membentak Chu Chunhua meledak berkeping-keping menjadi pecahan darah yang berceceran di dalam ruangan.


Seluruh orang yang berada disana ketakutan setengah mati melihat kematian begitu mengerikan terjadi didepan mata. Pandangan mata mereka tertuju pada Qin Chen yang tersenyum menyeringai dan masih memeluk istrinya.


Chu Chunhua membusungkan dadanya dan berbicara. "Humph! Rasakan itu! Karena berani membentakku, suamiku akan menghancurkan kalian semua berkeping-keping menjadi gumpalan daging keledai busuk!"


Terdengar begitu lantang dan sombong, mereka dibuat ketakutan hingga terjatuh ke lantai tak berdaya. Menghadapi kekuatan Jahat seperti ini, mereka hanyalah gumpalan serangga yang berkumpul mencari Kematian jika melawan.


Qin Chen meletakkan tangannya kembali ke atas kepalanya dimana Chu Chunhua seketika langsung berubah menjadi boneka manis dan baik. Menempel ke tubuh Qin Chen, dia melihat Qin Chen dengan beberapa kali mengusap-usap wajahnya.


Pikiran Qin Chen terus didatangi dengan nama 'Qin BaoBao'. Dan Qin Chen dibingungkan dengan sifatnya dan sikapnya karena senang sebentar lagi mendapatkan Qin BaoBao atau hal lainnya.


Qin Chen mungkin akan gila, karena nama itu terus muncul di kepalanya. Beberapa menit kemudian, Qin Chen menyudahi pemikiran itu dan kembali seperti semula walaupun masih ada.


Melihat sekelilingnya dan berbicara. "Kalian benar-benar ingin mencari kematian sekarang? Baiklah, jika itu yang kalian inginkan, aku akan memberikan kematian!"


Mata Qin Chen sekali lagi berdenyut beberapa kali setelah itu cahaya merah muncul menyerupai petir di pupil matanya. Bergerak dari satu sisi ke sisi lainnya, Qin Chen seakan-akan menyeret sesuatu tak terlihat di pandangannya.


Suara ledakan-ledakan di dalam ruangan membuat semuanya mendengarnya, serangan Qin Chen tidak terlihat namun menyebabkan banyak kematian.


Darah mereka mengubah warna kayu dan seluruh orang dibawah dapat melihat maupun mendengar suara ledakan tersebut. Teriakkan minta ampun dan kesakitan dapat dirasakan oleh mereka.


Darah yang tergenang mulai menetes ke lantai bawah, ini mengejutkan mereka sekali lagi. Orang-orang dari Paviliun besar mendapatkan kematian di akhir Pelelangan bahkan tidak mendapatkan satupun barang yang mereka inginkan.


Direktur Pelelangan tidak dapat berbuat banyak kali ini, di Ruangan VVIP adalah orang yang dia kenal. Meskipun pemuda disampingnya tidak ia kenal, namun hubungan orang itu dengannya begitu nyata.


Qin Chen lalu berbicara. "Aku telah mengatakan untuk tidak bertindak lebih, namun kau telah berlebihan. Membentak istriku, kematian akan mendatangimu!"


Seketika, mata Qin Chen melihat ke arah Pangeran sebelumnya. Qin Chen mengeluarkan niat membunuh, dan dia ketakutan setengah mati saat mendapatkan niat membunuh.


Qin Chen tidak akan membunuhnya dengan gampang, karena dia ingin melenyapkannya beserta Paviliun miliknya dalam sekali serang di luar.


"Kau Pangeran. Jangan harap dapat kembali hidup-hidup setelah ini, berani berpikir merebut istriku! Satu pukulanku belum cukup untuk menebus dosa-dosa yang kau buat sekarang ini!"


Tersentak ketakutan mendengar perkataan Qin Chen, dia melihat kanan dan kirinya telah menjadi darah. Sedangkan ayahnya tidak dapat bergerak dan hanya menampilkan sosoknya yang gemetaran.


Dibawah kekuasaan Qin Chen, mereka semua yang hidup gemetaran. Membunuh dalam jarak seperti ini sudah mengandalkan kekuatan terlarang, ini adalah kemampuan membunuh tanpa menyentuh.

__ADS_1


Direktur Pelelangan tidak dapat bergerak sama sekali, kakinya tersegel oleh sesuatu yang tak terlihat dan kuat. Dia melihat ke arah Qin Chen dengan tatapan mata yang sedikit takut, dan istrinya yang masih memeluknya dengan erat.


Direktur Pelelangan lalu berbicara. "Pemenang kali ini adalah nyonya cantik di ruangan sana. Selamat kepada pelanggan yang membeli barang-barang kami, akhir kata saya ucapkan terimakasih. Sampai bertemu di acara lelang selanjutnya."


Dia mengakhiri Pelelangan dan kembali ke tempat dia berada. Semua orang di dalam sana buru-buru keluar untuk menyaksikan kematian Pangeran sebelumnya, sekaligus mereka ingin menyelamatkan diri mereka sendiri agar tidak mati.


Sedangkan Qin Chen, dia masih duduk santai menikmati secangkir teh sambil merasakan hangatnya pelukan Sang Istri sedari tadi hingga sekarang. "Fiuh ... Sayang, ambillah ini dan bayar barang-barang sebelumnya. Aku ada beberapa urusan untuk menghajar orang, kamu paham."


"Apa tidak bisa berdua membayarnya? Aku akan menunggu disini, jadi cepatlah kembali setelah memberikan mereka pelajaran."


"Baiklah, tunggu disini 1 menit saja. Aku akan mengurusnya secepat mungkin."


'Baik."


Chu Chunhua melepaskan Qin Chen dimana Qin Chen berdiri lalu menghilang dari hadapan Chu Chunhua. Qin Chen pergi menuju tempat dimana Pangeran itu berada sekarang.


***


Di depan Paviliun Pelelangan, semua orang mengelilingi Paviliun dan hanya memberikan satu jalan arah dimana Pangeran itu berlari ketakutan dan tergesa-gesa keluar dari sana bersamaan dengan keluarga besar lainnya yang tersisa.


Qin Chen yang muncul secara tiba-tiba di belakang mereka membuat semuanya terkejut satu sama lain.


Qin Chen melangkahkan kakinya kedepan, ini membuat langkah kaki mereka terhenti dan tidak dapat bergerak lagi setelah dikunci oleh Qin Chen.


"Siapa yang meminta kalian semua pergi? Aku telah mengatakan, keluar dari Pelelangan maka akan mati!"


"Sialan! Kau pikir kau siapa! Aku adalah Pangeran dari Paviliun Core, berani melawanku kau akan tahu akibatnya!" Balasnya dengan suara sombong.


Qin Chen melangkahkan kakinya kedepan, dia tidak jauh dari tempat orang itu berdiri. Lalu Qin Chen berbicara. "Paviliun Core? Apa itu? Kau tahu siapa aku? Bahkan, Paviliun akan berlutut minta maaf padaku untuk Kematian mereka semua di batalkan."


Qin Chen menyentuh langit di hadapannya, tiba-tiba sebuah aliran cahaya membentuk bola di ujung jarinya. Berwarna keemasan dan begitu murni hingga hembusan angin di sekitarnya dapat dirasakan.


Saat mencapai titik Tertinggi, Qin Chen melepaskan Serangan tersebut hingga membentuk Pilar panjang menghapus segalanya.


Swoosh!


Dalam sekejap mata, tubuh pemuda sebelumnya lenyap dengan kehancuran panjang membentang di Kota. Kekuatan Mutlak ini di saksikan oleh orang-orang yang berada di sana hingga orang lain yang ikut mati karena serangan Qin Chen.


Setelah itu, Qin Chen menurunkan tangannya kebawah lalu berbicara. "Mereka yang mati beruntung mendapatkan kehidupan kedua di Dunia lain."


Qin Chen melangkah kakinya kembali kedalam Paviliun untuk menemui istrinya, karena dia janji hanya 1 menit, Qin Chen menghabiskan mereka semua dalam waktu satu tarikan napas saja.


Semua orang yang berada disana tidak bergerak, padangan ketakutan menghantui mereka semua hingga Jiwa mereka bergetar sekali lagi.


...

__ADS_1


*See You Again:)


__ADS_2