
Istana Phoenix
Setelah Perang satu Minggu penuh, mereka memenangkan pertarungan tersebut. Meskipun terdapat luka-luka ringan, karena banyak dari musuh bermain licik menyerang Alam Surga dan mereka.
Namun dapat di atasi dengan cepat oleh Chu Chunhua, kedatangannya di Medan Perang membawa ketakutan bagi kehidupan. Walaupun begitu, kemunculan Chu Chunhua akan mengundang Dewi Iblis Tertinggi.
Karena, Qin Chen dan Chu Chunhua adalah musuh lamanya. Keberadaan Chu Chunhua sekarang telah terbongkar karena berada di Alam Surga.
Hanya menunggu waktu, antara Qin Chen dan Chu Chunhua menyerang Alam Tertinggi, atau Alam Tertinggi yang menyerang Alam Surga dan mereka berdua.
"Bagaimana? Apa sudah mendapatkan kabar darinya akan kembali?" Tanya Mu Xuayin kepada Chu Chunhua.
Chu Chunhua menggelengkan kepalanya beberapa kali memberitahukan bahwa belum mendapatkan kabar dari Qin Chen.
"Begitu, Ya ... "
Keluarga Qin Chen hanya menunggu dan berharap kembali, sementara Qiu Yu Ran cenderung diam sambil mengurus putra dan putrinya yang masih kecil.
Pada saat mereka tengah mengobrol, Qin Chen tiba-tiba muncul dengan Teleportasi miliknya. Seketika itu juga, mereka dikejutkan dengan penampilan Qin Chen yang sekarang ini seperti orang lain.
Disana, hanya Mu Xuayin yang mengetahui penampilan Qin Chen dengan mode Malaikat miliknya. Kebanyakan mereka hanya melihat Qin Chen dengan mode Iblis.
Secara bersamaan mereka berdiri dari tempat duduknya. Melihat Qin Chen kembali membuat kabar yang baik bagi mereka, Yin'er yang di pelukan Qin Chen melepaskan dan berlari ke arah ibunya.
Melihatnya dia pulih membuatnya sangat senang, Qin Chen masih berdiri disana melihat sekitarnya telah menjadi Medan Perang pertama.
"Mereka benar-benar ingin mati!" Gumam Qin Chen terdengar oleh mereka disana.
Dari pandangan mata Qin Chen saja sudah ketebak, bawah dia tengah marah. Namun, Qin Chen menghilangkan penampilan tersebut dan kembali ke wujud semulanya.
'Qin Qui ... Bagaimana dengan Mutan?'
[Masih dalam proses Tuan.]
'Baiklah.'
Di ruangan ada satu kursi yang kosong, itu adalah tempat Qin Chen duduk dimana berada di tengah-tengah. Qin Chen duduk dan meringankan tubuhnya.
"Alam Tertinggi terus menjadi-jadi menyerang Alam Surga. Jika terus terjadi, Alam Surga akan benar-benar di hancurkan." Ucap Qin Chen.
__ADS_1
"Lalu, apa tindakan yang akan kamu ambil?" Tanya Ibu Dewi kepadanya.
Qin Chen meliriknya sekilas, samar-samar dia merasakan sesuatu yang familiar namun Qin Chen abaikan.
"Selanjutnya? Setelah Xuayin melahirkan, aku akan membantunya menerobos ke Ranah Deity. Dengan begitu, kekuatan Alam Surga setingkat lebih tinggi dibandingkan Alam Nirwana. Aku juga akan membawa Chu Chunhua naik ke Alam Tertinggi untuk membalaskan dendam masa lalu."
"Sekaligus, menciptakan pelindung untuk kalian semua. Untuk istri kecil, aku akan meningkatkan kekuatannya sama seperti Xiuying, tapi mereka berdua memiliki kekuatan berbeda-beda dan mungkin akan mendapatkan sesuatu yang baik nantinya."
"Dan ... " Qin Chen terhenti sejenak karena masih ada banyak urusan yang belum dia selesaikan disini.
Tapi Alam Tertinggi tidak membiarkan Qin Chen untuk menyelesaikannya semua.
'Sepertinya memang seperti ini ... '
Qin Chen menghela napasnya, bahkan sampai sekarang dia belum bertemu dengan keluarganya. Karena dia terlalu sibuk dengan urusannya sebagai Qin Chen.
Mereka melihat Qin Chen yang berhenti bicara dan belum melanjutkannya. Sementara itu, Qin Chen tengah diam lalu berbicara kembali. "Xuayin ... Apa kamu bisa mencarikan seseorang?" Tanya Qin Chen.
"Siapa?"
Qin Chen langsung melakukan telepati disana, karena di dalam ruangan masih banyak keluarganya. Mulai dari Alam Rendah, dan yang sekarang ini.
Mu Xuayin mendengar semuanya terkejut, karena sampai sekarang Qin Chen belum tahu bahwa ayah dan ibunya berada di hadapannya saat ini.
"Apa kamu bisa?" Tanya Qin Chen kembali.
Mereka bingung, namun mengerti karena ini mungkin rahasia Qin Chen. Mu Xuayin melirik ke arah ibu Dewi dan mengatakan. "Baiklah ... Itu mudah bagiku untuk mencari orang yang berada di Surga."
"Terimakasih."
"Huhmmm ... Apa yang kamu bicarakan dengan Xuayin?" Tanya Chu Chunhua yang sedikit cemberut melihat Qin Chen berbicara secara telepati kepada Mu Xuayin.
Qin Chen tersenyum manis dengan jawaban. "Rahasia ... "
Dia memalingkan wajahnya kesamping meninggalkan mereka, Qiu Yu Ran hanya diam karena dia tidak tahu apa yang harus dilakukan sekarang.
Sebagai seorang Alkemis, Qiu Yu Ran hanya kultivator biasa yang memiliki kekuasaan di bagian lain dari Alam Surga sebagai Ratu Langit.
"Selanjutnya ... Aku perlu menunggu balasan dari seseorang di Alam Tertinggi. Sampai waktunya tiba, aku akan tinggal di sini sangat lama sebelum ke Alam Tertinggi. Namun, aku memiliki tugas yang harus di selesaikan di sekitar sini." Ucap Qin Chen.
__ADS_1
Dari sekian banyak pembicaraan, hanya pembicaraan ini yang membuat mereka senang. Alam Tertinggi? Mereka bukanlah apa-apa, yang terpenting adalah Qin Chen tinggal disana.
"Apa kamu tidak berbohong pada kami?" Tanya Qiu Yu Ran.
Qin Chen mengerutkan keningnya, seakan-akan dia berbohong. Berpikir sejenak, dia memang pernah bilang untuk tinggal tapi malah kabur ke tempat lain.
"Ya, kali ini aku akan benar-benar tinggal dan mengurus Surga dan Neraka. Jika aku berbohong, aku tidak akan pernah menambah istri lagi." Qin Chen sambil menggoda mereka bertiga secara bersamaan.
"Tidak!"
Sontak, mereka bertiga menolaknya bersamaan. Mendengar mereka, Qin Chen tertawa terbahak-bahak. Suasana di dalam sana berubah menjadi tempat Qin Chen tertawa.
Keluarga Qin Chen ikut tertawa, mereka senang melihat mereka semua kumpul dan saling bertukar tawa.
Sementara itu, di sisi lain Alam Surga sebuah portal terbuka dan dari dalam muncul dua wanita cantik.
Mereka adalah Ratu Roh, dan Permaisuri Iblis dari Alam Bawah maupun Alam Roh. Mereka berdua mungkin bekerjasama untuk naik ke Alam Surga.
Dengan Permaisuri memegang gulungan rahasia dan Ratu Roh memegang kekuatan Ruang. Mereka mampu memecahkan teka-teki tersebut.
Mereka berdua menuju Kota besar di Wilayah tersebut.
Sedangkan Qin Chen, dia tengah tertawa dimana Putri kecilnya minta duduk di pangkuannya.
"Ayah ... Ayah tidak boleh pergi, Ayah harus temani Xiuying bermain." Ucap Putrinya.
Qin Chen melihat kekuatannya telah meningkat tanpa dia sadari, bahkan Dunia yang berada di kalungnya juga berkembang. Energi disana setengah di ambil putrinya dan sisanya untuk perkembangan.
Melihat hal tersebut, Qin Chen tersenyum.
"Baiklah ... Ayah akan bermain dengan Xiuying kecil, dan mengajari Putri kecil cara menggunakan pedang." Balas Qin Chen.
Mereka sontak melihat ke arah Qin Chen. Putrinya mengangguk beberapa kali karena menginginkannya, mereka tidak dapat menahannya lagi.
Ketika putra dan putri nya berada di tangan Qin Chen, maka sudah dipastikan mereka akan menjadi Monster ganas. Sama seperti ayahnya, Qin Chen.
Sembari liburan, Qin Chen juga harus mengurus Alam Neraka yang sudah di tinggalkan beberapa hari ini.
...
__ADS_1
*See You Again :)
🙏🙏 Tidak bisa up dua hari ini, karena mood nulis dan buka hp gak ada, dan disibukkan dengan kerja buat masa depan, sekali lagi maaf🙏🙏🙏