Supreme God System 2

Supreme God System 2
Chapter 142 - Membunuh Monster Air dan Istana Raja Asura!


__ADS_3

Setelah beberapa jam berlalu, Qin Chen tiba di tepi sungai yang memisahkan dua daratan di sana. Berdiri melihat sekitarnya, ada dua kemungkinan besar yang tidak dapat di ambil oleh dirinya.


Berada di Sungai dengan Air Panas, mendidih. Qin Chen terhenti di tepi Sungai. Tidak ada satupun jalan yang dapat dia lalui sekarang, di dasar Sungai terdapat Monster Air yang dapat menghancurkan perahu kecil dan besar saat menyebrang.


Di atas Langit, Monster Langit selalu berada di atas untuk mengintai makanan segar di bawah. Kedua sisi di jaga oleh dua kekuatan hebat, Qin Chen mau tidak mau mengeluarkan kapal miliknya untuk mengarungi lautan untuk sampai di Wilayah Raja Asura.


Dari tangannya memunculkan sebuah Kapal besar, Qin Chen mengambilnya dari penyimpan sistem. Kapal tersebut jatuh ke air, dan mengambang disana.


Qin Chen lalu naik ke atas kapal, dan perjalanan langsung di lancarkan kedepan. Kapal bergerak dengan kecepatan tinggi, gelombang ombak membelah lautan!


Di tengah laut, Qin Chen berdiri di puncak kapal. Melihat air laut mulai memunculkan gelembung-gelembung kecil di permukaan. Beberapa kali getaran dirasakan olehnya, dan raungan monster mengguncang air bagian depan, ombak menghantam!


Byurr!


Air ombak membasahi seisi kapal, Qin Chen disana berdiri melihat ekor Monster begitu besar tengah bergerak di bawah Kapal. Monster tersebut mengelilingi dirinya dan beberapa kali berputar.


Monster tersebut menyelam lebih dalam kebawah, setelah menghilang. Guncangan dari dalam laut semakin intens, Monster tersebut dari bawah melesat naik kepermukaan.


Saat putaran terakhir, Kepala Monster terlihat di langit seakan ingin terbang bebas di langit. Dia mengarahkan kepalanya ke kapal Qin Chen, membuka mulutnya lebar-lebar dan melahap sebagian kapal Qin Chen.


Brukk!


Setengah kapal telah hancur di telan oleh Monster, Monster tersebut menyerupai ikan emas, namun memiliki antena dengan bola lampu di ujungnya.


Taring di mulutnya begitu besar dan tajam, saat terkena akan langsung tercabik-cabik menjadi gumpalan daging. Melahap kepala dengan skala besar.


Krakk!


Duarr!


Qin Chen sempat melompat menjauh dari kapal, Qin Chen menginjakkan kakinya di atas permukaan air. Berada di atas sana melihat kebawah, pergerakan Monster menghilang dalam sekejap.


Pusaran air tercipta dan membesar, melahap segalanya yang berada di atasnya. Kapal Qin Chen tengelam kedalam ke dasar laut yang dalam.


"Monster ini, dia tidak memiliki otak, namun menyerang secara intens terang-terangan." Gumam Qin Chen.


Monster dibawah meraung, raungan dirinya mengguncang lautan. Suara gelombang ultrasonik pecah menyebabkan getaran di dasar laut.


Peringatan tentang Wilayah Kekuasaan dirinya, siapapun melewati Wilayah tersebut, akan Mati!


Saat Qin Chen hendak berjalan, monster tersebut muncul kembali, mencoba menyerang Qin Chen dengan taring yang ia miliki. Dengan cepat, Qin Chen mengibaskan tangan menampar monster tersebut.


Bang!


Terhempas jauh menghantam permukaan air dengan keras, Monster tersebut mengalami insomnia saat merasakan tamparan Qin Chen. Dia berenang kebawah dengan gaya tidak beraturan, kepalanya mengalami pusing berat tak tertahankan.


"Monster bodoh, jika dia muncul lagi, aku benar-benar membunuhnya nanti!" Ucap Qin Chen.


Dalam gerutunya kesal, Qin Qui hanya diam mendengar. Tidak bersuara saat melihat Qin Chen tengah kesal, Qin Chen melanjutkan jalan menuju Wilayah kekuasaan Raja Asura.


Dibawah, Monster tersebut berdiam diri karena pusing. Pukulan Qin Chen membuat dia sulit untuk tidur. Rasa sakit nyeri terkikis di wajahnya.

__ADS_1


Sepanjang jalan, Qin Chen tidak dapat melihat ujungnya. Bahkan, sepanjang jalan dia mengalahkan Monster laut berukuran kecil karena menyerang.


Tiba-tiba, dari bawah laut, mulut monster sebelumnya terbuka lebar dan mencoba melahap Qin Chen dari bawah. Melihat hal tersebut, Qin Chen mengangkat kaki kanannya sedikit ke atas dan jatuh kebawah.


Bang!


Boom!


Ledakan besar dibawah air memecahkan tubuh monster berkeping-keping. Gelombang ledakan menciptakan Tsunami besar, mengalir ke pinggir pulau, air laut begitu ganas mula dari sekarang.


Tsunami membentuk lingkaran, terus melaju menghancurkan apapun di sekitarnya. Hutan-hutan tenggelam dalam air, tebing tinggi terkikis oleh hantaman gelombang tsunami yang datang.


Saat air mulai menyurut, banyak kerusakan di berbagai tempat. Termasuk tempat yang akan Qin Chen kunjungi setelah ini.


Qin Chen kembali berjalan, dalam beberapa menit kemudian terus berlalu hingga Qin Chen tiba di pinggir daratan yang sangat luas.


***


Wilayah Raja Asura


Diwilayah tersebut, ladang hijau membentang luas disana. Banyak kehijauan di mana-mana, pohon begitu lebat di wilayah tersebut, dan banyak macam kehidupan tengah membangun kota mereka.


Qin Chen, dia melangkahkan kakinya memasuki hutan yang harus di lewati sebelum tiba di istana Raja Asura. Di sekelilingnya, Qin Chen hanya dimanjakan oleh buah-buahan segar dipandang namun saat dimakan akan langsung datang Dewa Kematian.


Semua buah-buahan disana beracun! Walaupun ada buah yang tidak, namun sangat sulit untuk dicari.


"Hey, Qin Qui."


[Ya, Tuan.]


[Selamat, Tuan. Karena telah berhasil membeli topeng iblis. Selamat mencobanya dan semoga beruntung.]


Suara Qin Qui menghilang di telan sesuatu, Qin Chen mengambil topengnya, lalu dikenakan di wajahnya. Seluruh wajahnya tertutup topeng, dan wajahnya akan sulit dikenali sebagai manusia.


Setelah mendapatkan topeng hitam pekat dengan satu tanduk samping keningnya. Qin Chen pergi melanjutkan perjalanan.


Di tengah hutan, para Monster mengikuti Qin Chen dari belakang. Aura hebat dalam diri Qin Chen terpancarkan dan menarik perhatian banyak Monster.


Saat Qin Chen mengetahuinya, dia mengibaskan tangannya kebelakang. Seluruh pohon terpotong habis dengan darah menjadi kabut asap!


Seluruh pepohonan rata, darah mengalir dimana-mana dan Qin Chen menghela napasnya.


Beberapa menit berlalu, Qin Chen telah keluar dari hutan. Hutan tersebut terlalu besar, namun bagian belakang telah rata dengan tanah. Di langit, monster berterbangan mengawasi sekitarnya.


Tiba di Kota akhir, dimana Istana Raja Asura berada di hadapannya. Begitu besar hingga dapat dilihat dari luar Kota, Qin Chen hendak berjalan namun dihentikan dengan penjagaan disana.


Sebelum di tegur, Qin Chen berteleportasi masuk kedalam dengan instan! Kenapa tidak dari tadi, Qin Chen tengah menikmati petualangan dan bukan bar-bar tak karuan.


Di dalam Kota, Qin Chen muncul di gang bangunan. Saat masuk kedalam kota, keberadaan Qin Chen telah dirasakan oleh Raja Asura, instingnya begitu kuat hingga tahu bahwa musuh telah masuk.


Qin Chen melihat sekitarnya, kekuatan mereka benar-benar sesuatu yang tidak diduga. "Kekuatan mereka, mereka semua benar-benar mendapatkan buff dari Pencipta! Sial! Jika ini adalah Dunia game, mereka benar-benar menggunakan cheat! Ini terlalu op sampai-sampai GM akan marah!"

__ADS_1


Bergumam entah apa yang dia gumamkan, di hadapannya kekuatan hebat berada dimana-mana. Benar, Kota ini begitu menyeramkan!


Energi mereka terpancar panas dan padat, bahkan Qin Chen dapat merasakan dari yang kecil hingga yang besar.


Qin Chen berjalan di kota tanpa menggunakan tanda pengenal, dia menjadi tamu tak di undang dan pulang tak di antar. Namun, dirinya sekarang telah sama seperti mereka, dimana memiliki Aura Asura!


Dengan begitu, Qin Chen sekarang tidak akan di curigai sebagai Manusia. Hanya satu yang akan tahu, itu adalah Raja Asura itu sendiri sebagai Raja dari para iblis Asura.


***


Istana Raja Asura


Qin Chen sekarang berada di depan gerbang Istana Raja Asura, disana, ada dua penjaga gerbang berdiri di sisi gerbang menggunakan senjata lengkap.


Pandangan penjaga tersebut tajam kepada Qin Chen, memberikan niat membunuh mendalam. Namun, semuanya tidak berefek sama sekali kepada Qin Chen.


Qin Chen yang dengan tidak ramah masuk kedalam rumah orang, dia berjalan kedepan mendekati mereka. Sebelum berbicara, Qin Chen mengarahkan pukulannya.


Bammm!


Pukulan pelan membuat kedua Asura jatuh pingsan dibawah. Qin Chen masuk kedalam menerjang gerbang pintu, dia melihat ke atas disana seseorang tengah memperhatikan dia sedari tadi.


Itu adalah Raja Asura!


Qin Chen menyadari hal tersebut, namun dia tetap masuk kedalam untuk berbicara baik-baik dan adu pukul beberapa kali. Saat dipertengahan jalan, rombongan Asura lainnya berdatangan menghadang jalan Qin Chen.


Dengan tidak ramah, Qin Chen mengibaskan tangannya kesamping. Serangan tak kasat mata membelah dua bagian tempat mereka berdiri, tubuh mereka terhempas menghantam dinding.


"Arrghhh!"


Terjatuh dengan luka parah di sekujur tubuh, teriakan kesakitan membanjiri Istana. Qin Chen kembali masuk kedalam istana, dia lalu membuka pintu dengan kakinya.


Duarr!


Pintu terhempas kedepan, orang-orang di dalam Istana melihat kedatangan Qin Chen yang tidak ramah. Qin Chen yang masuk, dia melihat Raja Asura tengah duduk di Tahta, posisi kekuasaan dan wajah sombong.


Sudah tidak diragukan lagi, dia memang Raja Asura. Dimana posisi tersebut sudah biasa bagi Klan Asura. Qin Chen mengabaikan orang-orang di samping, berjalan mendekati Raja Asura, Qin Chen berhenti di tengah-tengah ruangan.


Raja Asura mengangkat kakinya dan menjatuhkan ke atas kaki lainnya, menyenderkan kepalanya di atas tangannya. Melihat Qin Chen seperti mahkluk kecil tidak berarti.


"Ho ... Ada mahkluk kecil yang sanggup tiba di Istana ku tanpa terluka? Kau mendapatkan apresiasi dari Raja ini. Tapi, bagaimana jika aku mengunjungimu, apa kau layak atau tidak."


"Ho?"


Kedua mata mereka saling menatap, sebuah kilatan Petir saling beradu di dalam ruangan. Menghancurkan barang-barang di sekitar dan lantai Istana, mereka menghindari dari serangan tersebut.


Kehancuran di dalam telah menyebabkan banyak kerugian, namun, Raja Asura puas akan hal ini. Qin Chen hanya meladeni Raja gila perang ini, dia datang untuk membunuhnya dan mencari informasi dari bawahannya.


Qin Chen meladeni serangan tersebut dengan kekuatan kecil. Raja Asura semakin intens untuk menghadapi Qin Chen secara terang-terangan.


Mereka, menghancurkan segalanya di dalam menjadi debu!

__ADS_1


...


*See You Again :)


__ADS_2