Supreme God System 2

Supreme God System 2
Chapter 187 : Pernikahan


__ADS_3

Fajar menyingsing menyelimuti Surga dengan kehangatannya. Seluruh keributan di Kota membuat mereka tidak dapat mempercayainya, bahwa Ratu Surga akan menikah hari ini bersama Raja Surga yang telah berkontribusi terhadap Surga.


Berita tentangnya menyebar di seluruh daratan Surga, tidak ada yang tidak mengetahuinya bahwa Ratu Surga akan menikah. Bahkan, dari berbagai Bidang Dunia dan bintang-bintang lainnya dapat mendengarkan berita tersebut.


Didalam sebuah ruangan, Mu Xuayin duduk dengan tenang dimana dia dihiasi oleh pakaian merah. Setiap inci dari kecantikan dapat meruntuhkan Surga dan Bumi.


"Hari ini aku akan menikah ... " Gumamnya yang tidak menyangka hari yang selama ini dia tunggu terjadi juga.


Sementara disampingnya, Chu Chunhua dan Qiu Yu Ran tersenyum setelah dia selesai menghiasi Mu Xuayin agar menjadi lebih cantik dari hari sebelumnya.


Sementara itu, Qin Chen yang berdiri di depan Istana mengenakan pakaian merah tengah mengamati langit yang dimana mata Kaisar Iblis Tertinggi mengamatinya.


Qin Chen menyeringai kecil. "Bodoh!" Ucapnya sekilas.


Setelah waktunya, Qin Chen melangkah masuk kedalam menjemput Mu Xuayin yang berada di ruangannya.


Beberapa batang dupa telah berlalu, Qin Chen dan Mu Xuayin berjalan di lorong tepat sebelum memasuki ruangan resepsi pernikahan mereka berdua.


Saat masuk, seluruh tamu undangan yang mereka kenal langsung memalingkan pandangannya melihat kecantikan Surgawi tiada duanya.


Tepat di depan mata Qin Chen, kedua orangtuanya duduk di kursi mereka sebagai saksi bahwa mereka menyetujui pernikahan ini.


"Terimakasih banyak kepada para tamu undangan sekalian ... Hari ini adalah hari yang penting bagi sosok yang Agung di Surga." Suara pria Tua bergema di dalam ruangan, dimana dialah moderator pembawa acara kali ini.


Pada saat upacara pernikahan akan di laksanakan, pintu aula terbuka membuat semuanya terkejut tanpa terkecuali. Mereka semua berpaling dengan kebingungan, melihat sosok berjubah hitam berdiri di tengah-tengah pintu.


Para pasukan langsung begegas mengacungkan senjatanya, ada banyak persiapan untuk menghadapi musuh yang menerobos masuk.


Qin Chen yang melihatnya, dia langsung melambaikan tangannya untuk perintah mundur.


"Apa anda telah mendengar berita ini?" Tanya Qin Chen yang membuat semuanya kebingungan.


"Ya ... Selamat Qin Chen." Balasnya.


Qin Chen tersenyum tipis, ini membuat Mu Xuayin kebingungan sekaligus dia merasakan bahwa pria di depan sana memberikan kehangatan sebuah keluarga.

__ADS_1


"Begitu ... Naiklah, bangku untuk anda kosong di atas sana. Hari ini adalah hari penting bagi kami, aku harap kau menjadi saksi pernikahan ini."


Pria itu mengangguk kecil, dia lalu melangkah kedepan mendekati Kaisar Naga dan Ibu Dewi. Bahkan mereka berdua akan kesulitan mengenali Pria berjubah itu siapa.


Pria itu duduk di kursi tepat di samping Kaisar Naga yang memisahkan kedua tempat dengan meja kecil.


"Lanjutkan." Ucap Qin Chen.


Acara berlangsung dengan ritual pernikahan pada umumnya, Qin Chen dan Mu Xuayin memberi hormat kepada Langit dan Bumi, serta kedua orangtuanya.


Tiga batang dupa telah berlalu, Qin Chen dan Mu Xuayin berdiri disana merayakan Acara mereka berdua. Mu Xuayin lalu mengobrol dengan yang lainnya.


Sementara Qin Chen, Qin Chen berdiri disamping Pria berjubah dimana masih tanda tanya bagi mereka, siapa pria itu hingga duduk di bangku Keluarga Mu Xuayin.


Mu Xuayin sempat menegur Qin Chen, namun Qin Chen menggelengkan kepalanya dan membiarkannya untuk duduk di sana, sehingga Mu Xuayin tidak dapat menolaknya.


"Apa yang akan anda lakukan sekarang? Menelusuri Alam Waktu? Atau menelusuri Aliran Waktu yang Abadi ini?" Tanya Qin Chen sambil meneguk sedikit wine.


"Aku berencana untuk menelusuri Aliran Waktu ... Berharap dia akan kembali hidup di Dunia lain, seberapa lama waktu berlalu, selama itu aku akan menunggunya."


"Huh!" Pria itu menghela napasnya. "Lalu bagaimana denganmu? Apa kau akan pergi ke Alam Tertinggi?" Tanyanya.


"Sepertinya ... Aku melakukan hal ini untuk menepati janjiku padanya. Setelah satu tahun berlalu, aku akan meninggalkan tempat ini dan pergi meninggalkan mereka disini untuk menyelesaikan urusanku."


"Begitu ... Jangan biarkan dia menangis, dia satu-satunya bunga salju yang aku miliki sekarang ini. Walaupun aku tidak dapat muncul secara nyata di depannya, aku selalu melindunginya dari belakang."


"Jangan khawatirkan hal ini ... Aku akan menjaganya, dia benar-benar Bunga Salju yang mudah hancur dalam beberapa hal. Meskipun dingin, dia begitu cantik melebihi Peri Surga."


Pria itu tersenyum kecil, dia menyeduh secangkir wine di tangannya. Saat Kaisar Naga dan Ibu Dewi mendekat, pria itu menyentuh Qin Chen dan pergi dari sana meninggalkan pesta yang belum selesai.


Mereka berdua terkejut karena pria itu menghilang, lalu mereka mendekat ke arah Qin Chen. "Nak Chen ... Siapa Pria sebelumnya? Kenapa kamu terlihat begitu akrab dengannya."


"Dialah satu-satunya keluarga yang Mu Xuayin miliki." Balas Qin Chen yang singkat mengejutkan mereka berdua.


"Apa dia tadi ... "

__ADS_1


"Benar, dia adalah Ayah Kandung Mu Xuayin ... Ibunya, memintaku untuk mencari Ayah Mu Xuayin, dan kami bertemu beberapa waktu lalu. Beberapa kali mengobrol dan saling memberikan cerita." Jelas Qin Chen.


Mereka berdua tidak menduganya, walaupun sebelumnya merekalah orang yang Ratu Phoenix katakan sebelumnya, dimana merekalah yang membantunya.


"Begitu ... Pantas kamu membiarkan dia duduk di kursinya. Baguslah, walaupun begitu kenapa dia pergi sebelum pesta berakhir, apa ada masalah yang serius?" Tanya Ibu Dewi.


"Tidak ... Dia pria yang bijak, dia tengah pergi ke Aliran Waktu untuk mencari Reinkarnasi Istrinya. Aku tidak dapat memaksanya untuk tinggal disini, walaupun begitu, dia sudah hadir sebelum sudah lebih dari cukup."


Mereka bertiga pada akhirnya mengobrol panjang dimana Ibu Dewi tengah menggendong cucu kecilnya yang manis, itu adalah Qin Changyi yang sedang mengemil kue manis.


Acara pernikahan itu berlangsung beberapa waktu kedepannya sampai semuanya berakhir dengan sangat meriah.


Para tamu undangan yang datang menikmati acara, bahkan mereka mengobrol layaknya seorang yang telah kenal begitu lama di dalam ruangan tersebut.


Mungkin, berita tentang pernikahan Qin Chen akan sampai di telinga mereka berdua. Dimana, Chi Wuyao mungkin telah mendengar pernikahan tersebut.


Sementara itu, di ruangan Qin Chen tengah duduk di bangkunya menatap langit melalui jendela. Mu Xuayin di samping berdiri menyentuh pundaknya.


"Apa kamu sedang memikirkan sesuatu?" Tanyanya.


"Tidak ... Aku memikirkan bagaimana caraku merawat kalian untuk kedepannya. Tetapi, ada sesuatu yang aku pikirkan yang menurutku janggal."


"Apa itu?'"


"Bagaimana caraku menghiburmu di malam pernikahan ini?" Balas Qin Chen sambil menariknya ke atas pangkuannya.


Mu Xuayin memalingkan wajahnya dengan polesan merah merona di wajahnya. "Ja- Jangan berbicara hal aneh, aku tengah mengandung anakmu."


"Hahaha ... Aku hanya bercanda." Qin Chen tertawa terbahak-bahak di dalam ruangan sampai terdengar di luar ruangan dimana putra dan putrinya tengah menguping.


Qin Chen menyadari hal tersebut, lalu jarinya menghentak bangku membuat sebuah gelombang kejut menjatuhkan mereka semua ke lantai.


Mereka kabur karena sudah ketahuan, berlarian mencari tempat yang aman untuk berlindung dari ayahnya.


...

__ADS_1


*See You Again


__ADS_2