Supreme God System 2

Supreme God System 2
Chapter 067 - Kembali dan Rencana membuat Sekte!


__ADS_3

Istana Phoniex


Setelah mengungkapkan apa yang selama ini Chu Xiawei rahasiakan pada adik-adiknya, kini mereka bertiga bertanya tentang kemana Ayah sekarang?


Dalam ruangan terasa tegang, mengetahui kebenarannya dan mereka melihat sekeliling ruangan tidak menemukan apapun yang mencurigakan. Dimana ayah? Dalam ruangan tersebut tidak ada ayah.


Disana hanya ada Ratu Surga, Dewi Suci, Kaisar Naga Chen dan Qin Chen. Tidak ada orang lain selain mereka berempat. Mereka berpikir bahwa kakaknya sedang menghibur agar tidak bersedih, itulah yang mereka pikirkan.


Ditempat Qin Chen, dirinya tengah menyenderkan kepala. Melihat mereka semua sedang kebingungan. Chu Xiawei melihat ke arah ayahnya, ia juga belum memberitahukan bahwa Qin Chen adalah ayah mereka.


Sebelum itu, ia ingin melihat respon dan tingkah adik-adiknya yang manis.


"Kak ... Apa kakak sedang menghibur kami? Kami tidak melihat ayah disini? Dan bagaimana penampilannya?" Tanya Chu Fengying.


"Kalian pernah bertemu dengan ayah, dan sekarang bahkan bertemu lagi." Balas Chu Xiawei.


Mereka semua tiba-tiba terdiam, pernah bertemu? Dan sekarang bertemu lagi? Mengingat sebelumnya, hanya ada satu orang yang mereka temui dan sekarang bertemu kembali, itu adalah Qin Chen!


Qin Chen hanya tersenyum dengan mata tertutup melihat mereka semua. Pandangan mereka langsung tertuju pada Qin Chen. Memalingkan pengelihatan ke arah kakaknya, mereka sekali lagi melihat senyuman kakaknya.


"Ba- Bagaimana ... Bisa."


"Bukankah Ayah sudah memanggil kalian sebelumnya?" Ucap Qin Chen dengan tersenyum melihat mereka bertiga.


Benar, mereka pernah mendengar Qin Chen memanggil sebelumnya. Tidak, mereka menahan sedih sambil mengigit bibir mereka sendiri agar tidak mengeluarkan air mata.


Tidak ada orang yang mau mengorbankan dirinya untuk menentang larangan Dewa Tertinggi, selain Ayahnya. Tidak ada yang dapat menyembuhkan kakak mereka, selain Ayahnya.


Semuanya sudah jelas, Qin Chen adalah ayah mereka!


"Chu Fengying, Chu Fang, dan putri kedua, Chu Yuxuan. Ketiga putri memiliki penampilan seperti ibunya, dan satu putra memiliki penampilan seperti ayahnya."


Penampilan Qin Chen benar-benar mirip dengan Chu Fang, itu tidak dapat dibedakan lagi karena benar-benar sama. Meskipun Qin Chen lebih mendominasi ke arah lain, namun dalam segi penampilan mereka berdua benar-benar mirip.


"Fufuf ~ Apa kalian tidak merindukan ayah kalian yang tampan ini?" Ucap Qin Chen.

__ADS_1


Qin Chen berbicara seperti ini agar suasana di dalam ruangan lebih ke arah senang dibandingkan bersedih. Qin Chen membuka matanya melihat mereka bertiga, saat melihat mereka, mereka langsung mendekati Qin Chen.


Tidak ada penolakan bagi mereka bertemu ayah mereka. Memeluk Qin Chen dengan erat, itu membuat Qin Chen kesulitan untuk bernapas namun sudahlah. Hari ini adalah hari mereka bertemu dengan ayahnya, Qin Chen menerima mereka dengan tulus dan penuh kasih.


Membelai rambut panjang kedua putrinya yang tumbuh dewasa, itu benar-benar membuatnya tenang di Duniawi. Meksipun masalah Surgawi terus berdatangan.


Selang beberapa menit berlalu, Qin Chen masih mendapatkan pelukan putrinya. Sedangkan untuk putranya, ia menghapus air matanya, mengingat mereka ada di Wilayah Ratu Surga dan dia adalah satu-satunya putra Qin Chen disana.


Setelah satu jam berlalu, mereka berdua akhirnya melepaskan pelukan tersebut. Berdiri di hadapan Qin Chen sambil menghapus air mata, Qin Chen tersenyum melihat tingkah mereka berdua.


"Ayah ... Kemana saja ayah selama ini? Kenapa baru sekarang ayah muncul." Tanya Chu Fengying.


"Sebenarnya, Ayah telah di Alam Surga cukup lama, namun ada insiden tertentu yang membuat ayah tidak menunjukkan diri. Sekarang ayah sudah bisa menunjukkan diri ke kalian, maafkan ayah." Balas Qin Chen.


"Jadi begitu." Chu Yuxuan berbicara sambil melihat ke arah ayahnya, ia membungkuk sedikit tubuhnya dan berbicara kembali. "Terimakasih karena telah kembali."


Qin Chen tertegun mendengarnya, matanya terbuka melihat respon Chu Yuxuan. Ia langsung berdiri dan berinisiatif mendekatinya, lalu mengusap-usap kepalanya dengan begitu lembut.


"Kalian telah tumbuh dewasa, bukan lagi bocah kecil. Ayah sangat canggung untuk berbicara dengan kalian, namun jika kalian ingin mengobrol dengan ayah, ayah akan memberikan banyak waktu." Ucap Qin Chen.


Tentu saja Qin Chen merasa canggung, dirinya begitu muda dan memiliki putra dan putri sudah dewasa, sekaligus ini pertemuan kedua Qin Chen dengan mereka.


***


Setelah mengobrol lama di ruangan, Mala harinya Qin Chen berada di kamarnya sedang duduk untuk membahas tentang Sekte kepada Permaisuri. Ia ingin membuat Sekte Abadi dengan kekuatan terkuat di Alam Surga.


Lalu menciptakan cabang-cabang Sekte di seluruh Alam, dan membuat Sekte Abadi miliknya menjadi Sekte terkuat di seluruh Alam!


"Xuayin, apa di Wilayah Phoniex masih memiliki Wilayah yang cukup luas?" Tanya Qin Chen.


"Wilayah? Untuk apa?" Balas Permaisuri dengan bingung.


"Aku berencana untuk mendirikan Sekte Abadi milikku sendiri, dan sekarang aku sedang membutuhkan Wilayah yang cukup luas. Karena ini adalah Wilayah kekuasaanmu, seharusnya kamu tahu tempat yang luas dan bagus, soal harga wilayah nanti kita rundingkan."


Mendengar hal tersebut, Permaisuri menjadi cemberut dengan wajah kesal. "Apa aku sepelit itu dimatamu? Hanya dataran tanah yang tidak berpenghuni harus di jual? Hmph! Dasar Qin Chen tidak memiliki hati!"

__ADS_1


Sikapnya beberapa hari ini terus berubah semenjak kemunculan Yu FeiFei terakhir kali. Qin Chen lalu mendekatinya menarik ke pangkuannya. "Maaf-maaf, aku tidak tahu kalau kamu akan marah."


Permaisuri langsung melihat ke arah Qin Chen, dan mendorongnya ke lantai. Qin Chen terjatuh dan melihat Permaisuri telah berada di atas tubuhnya.


"Tidak dapat dimaafkan, aku tidak akan memaafkanmu!"


Gigit!


Qin Chen tiba-tiba mendapatkan serangan kecil di lehernya, ia merasakan sesuatu mengigit lehernya. Itu cukup sakit sekarang, namun Permaisuri benar-benar mengigit lehernya dengan kesal.


Darah segar mengalir kebawah, Qin Chen hanya tersenyum sambil membelai rambutnya dengan lembut. "Apa kamu sedang marah?"


"Hmmm!"


Semakin lama semakin sakit, namun sudahlah Qin Chen tidak keberatan akan hal tersebut. Setelah cukup lama, Permaisuri kembali menatap Qin Chen dengan bekas darah di bibirnya.


"Wilayah yang kamu minta akan aku siapkan, tapi dengan satu syarat?"


"Katakan."


"Aku ingin kamu membantuku mencarikan sesuatu yang aku butuhkan, sampai sekarang aku belum menemukannya, dengan kemampuanmu mungkin dapat menemukan apa yang aku cari." Ucap Permaisuri.


"Baiklah, paginya aku akan membantumu. Sekarang, tidurlah hari telah menjadi lebih gelap. Atau kamu ingin aku temani untuk bermeditasi sampai pagi tiba."


"Aku ingin ... Mengigitmu!"


Qin Chen hanya diam melihat istrinya ini berubah jadi vampir kecil yang suka mengigit. Lehernya kembali di gigit namun ditempat yang berbeda.


Setelah beberapa waktu berlalu permaisuri tertidur setelah mengigit Qin Chen. Itu adalah Hukuman yang dia berikan kepada Qin Chen karena tidak mengatakan bahwa ada wanita lain.


Ia tertidur di atas tubuh Qin Chen dengan wajah begitu senang. Qin Chen melihatnya, dan memberikan kecupan manis di kening. "Selamat malam ... "


...


*See You Again :)

__ADS_1


__ADS_2