
Istana Phoenix
Waktu disana berjalan begitu cepat, Qin Chen seperti baru pergi beberapa menit lalu dan tiba-tiba sudah beberapa jam berlalu saja. Jurang Kematian Abadi mungkin mempercepat waktu di atas sedangkan di dalamnya hanya berjalan beberapa menit saja.
Saya tiba di Istana Phoenix, Qin Chen masuk kedalam menuju ruangan keluarga. Sepanjang jalan, Qin Chen telah menyiapkan Hadiah apa saja untuk mereka.
Satu hari ini, hanya untuk satu hari ini dia ingin membuat keluarganya senang. Jika Qin Chen telah naik menjadi Deity, tidak tahu apa dia masih memiliki waktu untuk berkumpul dengan keluarga atau tidak, semuanya masih tanda tanya.
Sedangkan besok, Qin Chen akan melanjutkan Penghancur Alam sekitarnya agar tidak ada ancaman bagi Alam Surga. Tentang Sekte Surga Abadi, Sekte akan berjalan dengan Avatar Qin Chen menangani semuanya dengan begitu baik sesuai yang Qin Chen pikirkan.
Setelah Qin Chen berada di dalam ruang keluarga, dia berjalan ke tengah-tengah ruangan. Melihat sekelilingnya telah berkumpul, di tengah bencana yang tengah melanda Dimensi Alam Surga.
'Sudahlah, aku senang mereka tidak khawatir tentang bencana ini. Aku akan menangani lebih cepat dibandingkan sebelumnya.'
Qin Chen berdiri di tengah-tengah ruangan, Dewi Suci menyadari keberadaan Qin Chen lalu berbicara. "Ada apa Chen'er? Sepertinya kamu memiliki masalah? Coba ceritakan pada Ibu Dewi, Ibu Dewi pasti akan mendengarkan apa yang Chen'er katakan." Sahutnya dengan begitu lembut.
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin berbicara dengan Kaisar Naga Chen dan Ibu Dewi setelah ini. Sekarang, aku ingin memberikan hadiah untuk Putra dan Putriku dulu. Aku telah berjanji jadi aku akan menempatinya." Qin Chen membalasnya.
Qin Chen lalu mengeluarkan banyak benda-benda dan juga barang-barang lainnya. Semuanya berguna untuk mereka dalam meningkatkan kekuatan maupun hal lainnya, God of Bell miliknya, dia akan memberikan kepada Putri kecilnya.
Qin Qui telah mengetahui hal ini, sehingga dia mengcopy dan membuat benda yang sama namun dengan kekuatannya yang telah di sempurnakan ke titik Tertinggi!
Barang yang Qin Chen berikan tidak lain adalah, God of Bell, Buku Alkemis dengan Cincin Dunia penuh tanaman herbal, Buku Formasi dengan Cincin penuh barang-barang Formasi, Buku Seni Bela Diri Ilahi dengan Cincin penuh buku seni bela diri dan armor, Benih Dunia dengan God Ancestor Body, Giok Surgawi penyerap Energi Ilahi dengan Buku Sihir tingkat ekstrem, dan terakhir untuk putra kecilnya, cincin penuh dengan buku bela diri, senjata, Pill dan lain sebagainya.
Hadiah ini untuk, Chu Xiawei, Chu Yuxuan, Chu Fang, Chu Fengying, Qin Changyi, Qin Xiuying. Lalu untuk Mu Mei Yin berbeda, karena dia adalah keturunan murni Sang Phoenix, Qin Chen akan memberikan Seni khusus keluarga Phoenix dan melepaskan bakatnya dari rantai yang mengekang.
Setelah mengeluarkannya, Qin Chen memberikan kepada mereka secara tiba-tiba langsung berada di hadapan mereka semua. Dari raut wajah mereka ingin menolak, namun tiba-tiba tatapan mata Qin Chen seakan-akan mau memangsa mereka jika menolaknya.
__ADS_1
"Ini adalah Hadiah pertama dari ayah, untuk hadiah keduanya nanti ayah pikirkan lagi. Terimalah dan gunakan sebaik mungkin agar kalian dapat lebih kuat dibandingkan sekarang ini."
"Baik." Mereka menjawab dengan serempak.
Mu Mei Yin diam karena dia sendiri tidak diberikan hadiah dari ayahnya. Mu Xuayin hanya diam, Qin Chen bukanlah orang yang pilih kasih. Qin Chen lalu mendekatinya, dan mengusap-usap kepalanya dengan lembut. "Yin'er juga mendapatkan hadiah, ayah tidak lupa dengan Yin'er yang manis dan imut ini."
"Be- Benarkah? Apa Yin'er manis dan juga imut?"
"Tentu, ayah telah menyiapkan hadiah untuk Yin'er." Balasnya.
Saat mengusap-usap kepalanya, Qin Chen lalu menyentuh keningnya dengan telunjuk. Ia lalu memberikan pengetahuan tentang ketrampilan Phoenix kepadanya. Pada saat bersamaan, cahaya ilahi menyerupai benang masuk kedalam pikirannya.
Benang-benang tersebut menciptakan dan menulis ulang kemampuan yang Mu Mei Yin miliki sekarang.
Mu Mei Yin tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang aneh dalam dirinya, perubahan dirinya begitu dratis. Bakat yang mengekang telah dihancurkan, Qin Chen menghapus batasan dalam kekuatan sehingga dia dapat berkembang tanpa batas dengan kecepatan tinggi.
Sekarang, Yin'er dapat berkembang lebih cepat dibandingkan Dewa biasa, dan dengan bakat tak terbatas, Yin'er dapat mengejar Kekuatan ayah atau Ibu di masa depan."
"Apa artinya, Yin'er akan menjadi lebih kuat seperti ayah?" Tanyanya.
Saat mendengar pertanyaan tersebut, mereka semua tertawa kecil mendengarnya. Sekuat Qin Chen? Mungkin akan sulit untuk dicapainya, namun berbeda jika dia ingin sekuat ibunya. Mungkin dia dapat melampaui ibunya yang sekarang ini belum naik menjadi Deity!
"Tentu, Yin'er dapat mengejar kekuatan ayah sekarang ini jika berlatih. Namun jangan dipaksakan, bermainlah jika ingin dan berlatih jika ingin." Qin Chen memberikan nasihat kepada muridnya tentang keteguhan hati yang mulia.
"Baik, Yin'er akan mengikuti perkataan ayah."
Yin'er tersenyum bahagia, Qin Chen ikut turut senang. Lalu dia memberikan hadiah untuk cucunya, karena tidak mungkin dia tidak memberikan hadiah juga? Itu adalah Hadiah Cincin penuh Pill, buku seni bela diri dan Senjata untuk dirinya.
__ADS_1
"Ambillah, itu adalah hadiah dariku."
"Te- Terimakasih ... "
"Sama-sama. Sekarang, ayah ingin berbicara dengan Kaisar Naga dan Ibu Dewi. Kalian semua keluar dan bermain, jangan masuk sampai ayah meminta kalian masuk, mengerti?" Qin Chen dengan keras meminta mereka semua keluar dan meninggalkan keluarga inti Qin Chen.
Untuk Ru'er, Qin Chen menyiapkannya setelah pembicaraan ini selesai, tidak ada yang tidak dia berikan Hadiah. Semuanya akan diberikan merata satu sama lain.
Sontak semuanya menjadi terkejut saat Qin Chen mengusir mereka, namun Qin Chen hanya tersenyum untuk memberikan tanda bahwa Qin Chen benar-benar tidak ingin diganggu dalam obrolan panjang.
Pada akhirnya mereka keluar, putri paling kecilnya digendong oleh Chu Xiawei. Tidak tahu kenapa mereka begitu akrab, sedangkan di dalam ruangan mereka yang tersisa hanya duduk diam melihat Qin Chen yang tengah berjalan mendekati kursi.
"Baiklah, aku langsung ke intinya. Ibu Dewi, bisa kamu jelaskan padaku tentang masa lalu?" Tanya Qin Chen.
Sontak membuat terkejut, namun sebelum Qin Chen bertanya ini dia telah diberitahu oleh Mother God tentang semuanya. Qin Chen telah menemuinya, dan sekarang meminta penjelasan jelas dari dirinya.
"Apa kamu telah menemuinya?"
"Ya, aku baru saja kembali dari menemuinya. Tolong jelaskan padaku, dengan begitu aku dapat menyelesaikan tanpa ada masalah sedikitpun. Sekaligus, aku akan membalas mereka tanpa melibatkan dirinya."
Qin Chen berbicara dengan begitu santai kepada Dewi Suci. Sontak ini membuat mereka yang mengetahuinya terdiam, Qin Chen benar-benar di luar ekspektasi mereka, bahkan dia sudah mengetahuinya secepat ini.
Namun sebelum Qin Chen menyadarinya, mereka sudah siap untuk menceritakan sejarah yang pernah di ubah oleh Dewi Suci demi melindungi putri Sang Phoenix Api Surgawi!
...
*See You Again :)
__ADS_1