
Pagi harinya
Setelah satu hari mengadakan Pesta di Istana Neraka. Keluarga Qin Chen kembali ke Alam Surga setelah acara selesai, sementara Qin Chen masih di Alam Neraka untuk mengurus beberapa hal yang penting disana.
Sementara itu, Qin Chen yang telah berada di ruangan hanya duduk membaca laporan berupa tulisan langsung. Laporan yang dia dapatkan dari bawahannya, dimana bawahnya bekerja sebagai pencari informasi.
Alam Neraka sepenuhnya belum Qin Chen ketahui, karena hal tersebut membuat Qin Chen perlu memahami Alam Neraka.
"Pemberontak Iblis Timur ... Menurut laporan, mereka tengah menggandakan rapat penting. Di dalam rapat tersebut ada pemuda yang memimpin semuanya." Gumam Qin Chen setelah membaca laporan.
'Sangat klise ... Kemungkinan pemuda itu adalah orang yang mereka pilih sebagai Raja baru di Alam Neraka. Jika benar, semuanya tetap percuma.'
'Jika mereka adalah orang-orang Dunia atas, mungkin aku akan menganggap mereka dengan serius. Tapi, mereka hanya Iblis Timur Alam neraka.'
Memikirkan hal tersebut, Qin Chen masih berada di tahap Menengah Puncak Alam Surga. Hanya satu langkah lagi untuk menuju Alam Tertinggi.
Tiba-tiba, sebuah bayangan muncul di dalam ruangan. Bayangan berwujud manusia berlutut memberikan hormat. "Salam Yang Mulia Raja."
"Ada apa? Apa ada informasi lain yang kau dapatkan?" Sahut Qin Chen bertanya.
"Lapor, ada beberapa Iblis pemberontak mengamuk di perbatasan Wilayah. Sudah banyak korban jiwa yang berjatuhan, pasukan pertahanan mulai runtuh." Pria itu menjelaskan situasinya sekarang.
"Begitu ... " Qin Chen sedikit terkejut mendengar penjelasan bawahan.
'Aku tidak tahu tentang Alam Neraka. Hanya sedikit yang kuketahui, apa Wilayah Timur terpisah dari Alam Neraka atau memang disana adalah tempat perkumpulan pemberontak secara rahasia?' Batinnya.
"Bagaimana dengan Pemimpin di Timur? Apa kau mendapatkan informasi tentangnya?" Tanya Qin Chen.
"Maafkan saya Raja ... Saya belum mengetahui dengan jelas, namun untuk wakil pemimpinnya adalah orang yang saya laporkan sebelumnya. Pemimpin Muda." Balasnya.
"Jadi ... Pemuda itu adalah Pemimpin kedua, baiklah ... Aku mengerti sekarang, pergilah dan amati setiap pegerakan mereka. Jangan terlibat apapun, mereka masih bermanfaat bagiku."
"Baik!"
Pria itu menghilang meninggalkan ruangan, Qin Chen disana mendekati jendela. Melihat keluar ruangan, kabut hitam dan kilatan-kilatan cahaya berada di ujung matanya.
__ADS_1
"Seharusnya mereka tidak menyerang Istana Neraka secara terang-terangan. Karena itu akan membuat mereka kalah, dan seharusnya ada Senjata rahasia yang bisa menyudutkan Istana ini." Gumam Qin Chen.
Hal seperti ini sudah biasa bagi Qin Chen, mau itu di Dunia lamanya, Bumi. Maupun Dunia sekarang, mereka tidak akan berbuat bodoh yang terang-terangan menyerang.
"Qin Qui ... Satu hal yang ingin aku tanyakan, apa Alam Neraka masih terhubung dengan Alam Transenden?" Tanya Qin Chen.
[Tidak Tuan. Namun, masih ada beberapa orang dari Alam Transenden yang masih berada di Alam Neraka maupun Alam Surga. Mereka bersembunyi, karena sebelumnya ... Alam Transenden dihancurkan oleh putra anda.]
Qin Qui menjelaskannya, Qin Chen yang mendengarnya hanya tersenyum tipis. "Tidak hanya Kaisar Iblis Tertinggi, bahkan Anji*gnya ikut menghasut."
Qin Chen menutup matanya, melakukan pembicaraan spiritual dengan komandan Iblis di barak.
'Yang Mulia ... ' Komandan Iblis langsung berlutut berbicara melalui spiritual.
Pasukan di sekitarnya ikut berlutut, Qin Chen lalu berbicara kembali.
'Sebarkan perintahku, pertahankan perbatasan dengan cara apapun. Hancurkan yang harus di hancurkan, lindungi yang harus di lindungi. Perintah ini mutlak, semuanya berada di tanganmu sekarang!'
'Baik!'
"Dengar kalian semua ... Yang Mulia Raja telah memberikan perintah Mutlak. Pertahankan perbatasan Wilayah, hancurkan pasukan musuh lindungi penduduk Istana Neraka!" Komandan Iblis tersebut bersuara keras dan tegas.
Semua pasukan bersiap, mendengar perintah langsung dari Yang Mulia Raja, mereka tidak dapat menolaknya. Semuanya merasa senang, akhirnya bebas dari siksaan ini.
"Sekarang, bubar dan bersiap menuju perbatasan Wilayah!" Sekali lagi berteriak keras membubarkan barisan.
Pasukan bersiap-siap untuk menuju perbatasan Wilayah. Komandan Iblis melihat ke arah ruangan Qin Chen, dia berlutut memberikan hormat kepada Qin Chen.
Sementara ditempat Qin Chen, dia melihatnya dari atas sana. Menara itu begitu tinggi, sehingga Langit berada di bawah padangan Qin Chen.
Dari atas sana, Qin Chen dapat melihat seluruh wilayah Istana Neraka. Tidak ada yang tidak bisa dia lihat, hanya Wilayah diluar wilayahnya yang sulit di jangkau.
"Bagaimana selanjutnya? Apa mereka meminta bantuan dari Dewa luar, atau memangil Iblis kuno untuk membantu menyerang Istana Neraka." Gumam Qin Chen.
Qin Chen tengah menunggu mereka semua menggunakan Senjata rahasia mereka. Mungkin Senjata tersebut mengerikan, dan dapat melukai Raja Neraka.
__ADS_1
Setelah selesai, Qin Chen melangkah keluar dari ruangan menuju tempat pertemuan antara keluarga besar dan lain sebagainya.
Ditempat tersebut, telah ada orang-orang penting dari berbagai kalangan. Termasuk Istana Alkemis yang pernah Qin Chen ketahui, dimana Istana Alkemis adalah tempat wanita itu berada.
Pintu ruangan terbuka, seluruh orang di dalam ruangan berdiri. Qin Chen masuk dengan tatapan dingin, berjalan mendekati kursinya lalu duduk.
Setelah Qin Chen duduk, mereka menyusul untuk duduk. Didalam ruangan, pandangan mata mereka melihat Qin Chen masih begitu muda, sama seperti pemikiran mereka sebelumnya.
Raja Neraka belum genap 20 tahun.
Qin Chen memulai pembicaraan. "Apa yang ingin kalian bicarakan denganku? Apa ini tentang invasi Wilayah Timur terhadap kekuasaan Istana Neraka?"
Wanita yang sebelumnya melihat Qin Chen begitu berbeda dibandingkan pertama kali bertemu. Sekarang, Qin Chen memiliki segala Aura, kekuasaan, kekuatan, dan lain sebagainya.
"Benar Raja ... " Sahut pria tua di sampingnya, janggut putih panjang, dengan rambut putih panjang. Pria tua itu mengelus janggutnya.
"Setelah pergantian Tahta Raja, Wilayah Timur menunjukkan taring mereka untuk membalikkan kekuasaan anda. Hal tersebut sudah membuat kekacauan di Tanah sekitarnya hingga sekarang." Jelasnya dengan suara tegas.
"Jadi ... Kau menyalahkan Raja ini?" Tanya Qin Chen dengan suara serius dan tatapan tajam beserta Aura Kegelapan muncul di sekitarnya.
Tekanan gravitasi di sekitar mereka semakin kuat dan kuat, jika mereka berada di bawah Ranah Immortal Emperor, mereka sudah dipastikan hancur berkeping-keping dibawah tekanan gravitasi.
"Ti– Tidak ... Saya tidak bermaksud menyalahkan anda, Raja." Balasnya dengan suara gugup dan sulit berbicara dengan jelas.
"Lalu?" Tanya Qin Chen sedikit demi sedikit meningkatkan tekanannya.
"Sa– Saya hanya menjelaskan situasinya pada anda, dan bermaksud meminta bantuan dari anda untuk mengakhiri Perang Saudara ini." Jelasnya dengan suara yang keras.
Qin Chen perlahan menurunkan tekanannya, dan menghilangkan Aura Kegelapan miliknya. Penjelasan pria sebelumnya terasa tengah menyalahkan, walaupun memang benar.
"Lanjutkan, aku ingin mendengar penjelasan dari setiap orang."
...
*See You Again :)
__ADS_1