
Istana Phoenix
Dalam Istana, Permaisuri Phoenix tengah duduk di tahtanya tanpa mengatakan sedikit kata yang keluar dari bibirnya. Dewi Suci sebagai wanita paham isi hati Mu Xuayin, apalagi yang dirasakan olehnya sekarang ini sama dengannya.
Setelah mendekati Mu Xuayin, Dewi Suci berdiri disampingnya untuk menenangkan pikirannya yang kacau, ini tidak seperti yang mereka kira bahwa Permaisuri terlalu lemah sebagai wanita. Melainkan sesuatu yang kalian tidak pahami sendiri.
"Xuayin, jangan khawatir dengan keadaan Qin Chen ... Bagaimanapun, ibu adalah ibu Qin Chen. Jika ada yang berani berbuat macam-macam dengannya, maka mereka akan berhadapan dengan ibu." Ujar Dewi Suci begitu lembut berbicara dengan Mu Xuayin.
Menenangkan pikiran menantunya, tentunya Dewi Suci merupakan ibu idaman semua anak. Tidak hanya tetap cantik diusianya yang begitu tua, namun dari segi apapun Dewi Suci tetaplah sempurna.
Mu Xuayin melihat ke arahnya, dia benar-benar mulai tenang walaupun sebenarnya bukan itu yang dipikirkannya. "Tidak, bukan itu ... Aku percaya bahwa Qin Chen akan baik-baik saja, aku pernah melihat kekuatan Qin Chen sebesar apa waktu itu. Tapi, aku khawatir dengan sifatnya ... Ia begitu baik, tidak takut apapun, meksipun dia terlihat seperti Iblis berdarah dingin. Kenyataannya, dia sangat baik. Jika dia menggunakan keberadaannya, pasti ada sesuatu yang besar terjadi disana." Sahut Mu Xuayin membalas perkataan Dewi Suci.
Putri, tidak, Ratu dingin yang mereka kenal telah benar-benar mencair, sifatnya seringkali berubah sewaktu-waktu. Ia akan menjadi dirinya sendiri saat sendiri, dan akan berubah lagi menjadi dirinya yang lain sewaktu bersama Qin Chen maupun membicarakannya.
Saat membicarakan tentang Qin Chen, tiba-tiba ruangan kedatangan lingkaran Teleportasi berwarna keemasan. Membentuk lingkaran seukuran 5 meter di dalam ruangan, Mu Xuayin beserta Dewa lainnya terkejut kedatangan hal seperti ini.
Para prajurit berwaspada akan kedatangan musuh, melindungi Permaisuri Phoenix dengan kekuatan mereka. Para Dewa lainnya ikut memperhatikan dan berjaga-jaga jika itu adalah musuh.
Beberapa detik kemudian, mereka bertiga muncul di dalam ruangan yang kini ada banyak prajurit mengelilingi mereka. Para Kaisar terdahulu berkumpul melihat kearahnya, mereka bertiga datang tidak tepat waktu saat ini.
Baru saja masuk, mereka sudah dikejutkan dengan ujung tombak mengarah kearah mereka. Pemandangan ini membuat mereka terkejut, pria dan wanita sebelumnya langsung melindungi Chu Yu dari bahaya.
Permaisuri Phoenix melihat mereka seperti mengenalinya. Bergerak dari tahtanya, ia berjalan menuruni tangga kebawah, mendekati mereka dengan tatapan mata tenang.
"Siapa kalian? Tidak, apa kalian adalah Dewa Formasi Chu Fang, dan Dewi Alkemis tingkat Surga, Chu Fengying. Ada maksud apa kedatangan dua Dewa sehebat kalian mengunjungi Istana Phoenix?" Permaisuri Phoenix langsung berbicara pada intinya.
Ia memberikan isyarat pada prajurit untuk menurunkan senjata mereka, mematuhi perintah Permaisuri Phoenix, mereka semua menurunkan senjata mereka dan kembali ke posisi sebelumnya.
Chu Fang melihat Permaisuri Phoenix di hadapannya begitu cantik, ini adalah pertama kalinya melihat Sang Ratu Surga!
"Maafkan atas kedatangan kami yang mendadak ini, Ratu ... " Mereka bertiga secara bersamaan memberikan hormat pada Penguasa Surga, Ratu Surga, Sang Phoenix Es Mu Xuayin!
__ADS_1
Tampak jelas bahwa wajahnya menahan sedih, tapi ia berusaha menutupinya agar tidak terlihat. Permaisuri Phoenix tidak keberatan kedatangan tamu, namun kedatangan mereka ke Istana Phoenix menjadi tanda tanya?
"Tidak apa-apa, Istanaku terbuka untuk kalian berdua, namun apa yang membuat kalian berdua datang ke Istana Phoenix? Tidak, tepatnya adalah bagaimana kalian bisa berteleportasi langsung menuju Istana Phoenix?"
Para Dewa sekalian juga ikut penasaran, Dewi Suci maupun Kaisar Naga Chen juga penasaran. Bagaimanapun, Istana Phoenix tidak dapat dimasukkan orang luar menggunakan Teleportasi, meksipun Dewa besar secara paksa masuk sekalipun.
Chu Fang dan Chu Fengying saling menatap satu sama lain, mengingat apa yang dikatakan oleh Qin Chen sebelumnya. Chu Fang kembali melihat ke arah Permaisuri Phoenix, ia membalas pertanyaan Permaisuri. "Sebelumnya, apa Ratu mengenali pria bernama Tuan Qin Chen?" Tanya Chu Fang pada Permaisuri.
Sontak pernyataan tersebut membuat satu ruangan melihat ke dirinya. Dewi Suci berjalan mendekati Permaisuri bersamaan dengan Kaisar Naga Chen di sampingnya.
Kaisar Naga Chen selalu bersama istrinya siang maupun malam, ia seperti tidak ingin lepas darinya maupun tidak ingin terjadi apa-apa pada istrinya. Mengikuti kemanapun dia berada seperti pengawal, ia adalah suami idaman!
Tatapan mata mereka membuat Chu Fang sedikit merinding, berhadapan mereka bukanlah sesuatu yang mudah. Permaisuri Phoenix melihat Chu Fang seperti tertekan, ia langsung bertanya. "Apa yang terjadi padanya? Apa kalian datang kesini karena dirinya?"
"Tuan Qin Chen mengatakan bahwa kami harus kesini jika terjadi sesuatu padanya, dia bilang ... Katakan pada Permaisuri, tidak maksudku Ratu bahwa kami adalah keluarganya." Balas Chu Fang.
"Jika itu Qin Chen yang mengatakannya, Istana Phoenix menerima kalian semua. Namun apa yang sebenarnya terjadi disana?"
Chu Fang tidak dapat melanjutkan perkataannya, ia terhenti saat mengingat apa yang sebenarnya terjadi disana. Permaisuri Phoenix menyadari hal tersebut, bersamaan dengan Dewi Suci telah mengatakan tentang apa yang terjadi, sudah jelas Qin Chen berbuat nekat!
"Baiklah, aku mengerti sekarang. Kalian bisa beristirahat di ruangan, aku akan memanggilkan pelayan untuk mengantarkan kalian ke ruangan masing-masing. Anggap saja seperti rumah sendiri."
Jelas sosok Ratu Surga yang mereka bayangkan di pikiran sangat berbeda dengan yang sekarang. Ratu Surga di hadapannya mereka seperti Ratu para Dewi, sangat baik!
Bersamaan dengan pembicaraan mereka, tawa Qin Chen menggema di Langit Surga! Mereka sekali lagi sontak terkejut, tawa Iblis berdarah dingin membuat bulu tangan mereka berdiri.
Permaisuri berlari keluar dari ruangan untuk melihat langit. Saat melihat langit, ia tampak bimbang sekarang, jelas Qin Chen adalah orang yang penting dalam hidupnya.
***
Ditempat Qin Chen berada, ia sebelumnya tertawa akan sesuatu yang sulit dipahami oleh siapapun termasuk diriku sendiri. Tawanya menyebabkan banyak Iblis mati! Tidak seperti iblis pada umumnya, Iblis Qin Chen bertipe Kegelapan Abadi!
__ADS_1
Ia tertawa sebelumnya sampai setelahnya berhenti, Qin Chen menyatakan perang pada Supreme God!
Tubuhnya kini bertranformasi, dua sayap naga muncul menghancurkan rantai-rantai sebelumnya menembus tubuhnya. Fondasi Qin Chen meningkat untuk sementara, meksipun secara fisik tidak akan terluka.
Secara bersamaan muncul lingkaran Dewa Asura di belakangnya. Tranformasi Qin Chen kali ini tampak tidak normal, ia menggabungkan satu kemungkinan. Pertama Tubuh Kaisar Dewa Naga Azure dengan kekuatan Ring's Of Asura!
Boost! Boost! Boost! Boost!
Seperti masa lalu saat ia masih lemah, Qin Chen meningkatkan kekuatan bertarungnya menggunakan Ring's of Asura!
Kekuatan Qin Chen kali ini berlipat-lipat ganda dikalikan sebelumnya. Pergerakan Qin Chen kali ini benar-benar menentang para Supreme God di luar sana!
Tangannya bergerak mencengkram Fondasi Pagoda hingga mengalami keretakan besar di bawah. Qin Chen tersenyum dingin seperti memberikan isyarat selamat tinggal.
Bang!
Ledakan besar mengakibatkan Pagoda Sembilan Lantai hancur berkeping-keping. Melihat Qin Chen menentang untuk tunduk, Langit Murka! Mendatangkan kehancuran Dunia!
Qin Chen melesat terbang ke langit, ia berdiri dihadapan Giant Monkey King! Bersamaan dengan perlawanan Qin Chen sebelumnya, empat lingkaran berputar kembali.
Tekanan besar berserta kutukan terpancar keluar mengarah pada Qin Chen, muncul 4 Jendral Dewa dengan perlengkapan Perang full armor!
Qin Chen melihat kemunculan mereka berempat di langit, kemunculan mereka sudah membuat banyak Dewa tertunduk.
Menatap Qin Chen begitu tajam, mereka memberikan Domain Dewa begitu besar di sekitar! Qin Chen membalas mereka dengan Domain Iblis! Dua Domain saling beradu satu sama lain, kekuatan mereka menyebabkan kehidupan dan kematian bertahap terulang-ulang.
"Kematian untuk semuanya ... Kahahhahahahah!"
...
*See You Again :)
__ADS_1