
Kedatangan kedua bayangan tersebut mengejutkan kedua Kaisar tersebut. Mereka berdua tidak dapat berbicara apa lagi, dengan memiliki garis keturunan dari salah satu kekuatan besar Alam Surga sudah menghebohkan Alam Surga.
Namun sekarang, Qin Chen memperlihatkan dua kekuatan besar Alam Surga dalam satu tubuh, meksipun dalam keadaan setengah sempurna, bayangan tersebut mampu menundukkan para Dewa.
Dengan kekuatan Azure Dragon para Dewa akan berpikir puluhan bahkan ratusan ribu kali lipat untuk menyerang. Kekuatan Azure Dragon mendominasi hal Fisik, Kecepatan, Daya Serang maupun Pertahanan. Adapun kekuatan magis yang luar bisa di Azure Dragon.
Mampu meluluhlantakkan Langit dengan kepakkan sayapnya, mengucang Langit dan Bumi dengan gelombang suara, menghancurkan bumi dengan fisik mendominasi.
Sedangkan untuk Phoenix, ia belum pernah menggunakannya, karena Qin Chen hanya menggunakan kekuatan dari Azure Dragon. Meksipun ia pernah menggunakan api Sang Phoenix.
Saat kedua bayangan itu muncul, mata mereka terlihat tajam melihat kedua arah Kaisar tersebut. Seketika kedua Kaisar tersebut mendapatkan kembali tekanan begitu kuat, ruang sekitar terasa hampa, alih-alih menghentikan segala pergerakan mereka.
"Ba- Bagaimana kau memiliki garis darah Kaisar Naga! Siapa kau sebenarnya?!" Salah satu dari dua Kaisar berteriak dengan nada bertanya kepada Qin Chen.
Mendengar pertanyaan konyol, Qin Chen meliriknya dan berkata. "Tanyakan langsung pada Kaisar Naga terdahulu, siapa aku!"
Sontak jawaban Qin Chen membuat banyak pertanyaan bagi kedua Kaisar. Kaisar Naga Chen mendengar hal tersebut, ia tersenyum tipis dengan tatapan mata melihat kedua Kaisar lain agar tidak mempertanyakan hal tersebut.
Permaisuri di sampingnya, kini mencoba menghentikan Qin Chen. Menggelengkan kepala untuk memberikan isyarat kepada Qin Chen agar tidak melanjutkan hal ini. Qin Chen melihat hal tersebut, ia lalu menarik kembali Aura miliknya, dan menurunkan ke tingkat Heavenly Sovereign menengah.
Kedua bayangan dibelakangnya menghilang seperti serpihan cahaya ditelan langit. Meninggalkan Qin Chen sendiri di dalam ruangan, di sisi Kaisar kini merasa lega karena penekan telah menghilang.
"Apa yang ingin kamu dengar telah aku ceritakan, apa masih ada lagi yang ingin kamu tanyakan?" Qin Chen bertanya kembali sebelum ia memberikan pertanyaan kepada Permaisurinya.
"Tidak ada, aku telah mendengar semuanya." Ujarnya.
"Baiklah, sekarang giliranku bertanya, namun tidak sekarang karena aku ingin kita berdua saja. Ini tentang beberapa rahasiaku, aku harap kamu memahaminya."
Permaisuri lalu melihat ke arah Dewi Suci, disana ia melambai kecil kepadanya. Melihat hal tersebut, Permaisuri lalu berjalan membawa Qin Chen ke ruangan pribadi untuk berbicara empat mata.
***
Setelah keluar dari ruangan sebelumnya, mereka berdua masuk ke dalam ruangan pribadi milik Permaisuri. Ruangan tersebut identik dengan warna merah, meksipun ia adalah Phoenix Es, namun ia lebih cenderung menggunakan pakaian berwarna merah sekarang ini.
Mereka berdua duduk di atas kain tebal, itu seperti zabuton. Saling berhadapan satu sama lain, Qin Chen lalu memulai pembicaraan kali ini, karena ia membutuhkan informasi tentang Alam Surga maupun hal-hal yang ingin ia ketahui.
"Bisa kamu mulai jelaskan padaku tentang Alam Surga? Sekarang ini aku membutuhkan informasi tentang Alam Surga, dengan begitu hal-hal yang mungkin berhubungan denganku lebih mudah di pecahkan." Jelas Qin Chen kepada Permaisurinya.
__ADS_1
"Aku akan memberikan semua hal yang kuketahui tentang Alam Surga, namun sebelum itu. Apa kamu tidak bisa memanggilku dengan namaku? Jika tidak, aku tidak akan memberikan apa yang ingin kamu ketahui tentang Alam Surga." Permaisuri membalasnya dengan nada sedikit kesal, karena Qin Chen tidak memanggil namanya.
Mendengar pertanyaan Permaisuri, Qin Chen sontak terkejut dan sedikit tersenyum kepada Permaisurinya. Meksipun belum terlalu mengenalnya sangat lama, ia sudah memahami semua karakteristik milik Permaisurinya yang satu ini.
"Baiklah, Mu Xuayin ku, apa sekarang Xuayin ku bisa memberikan informasi tentang Alam Surga?" Membalasnya sambil memberikan senyuman padanya.
Sedikit malu karena mendengar langsung dari Qin Chen. Permaisuri lalu mengangkat tangannya dan menyentuh kening, menarik sebutir cahaya berwarna keemasan dari kening.
Cahaya tersebut berbentuk bulat seperti bola dan perlahan diberikan kepada Qin Chen. Melesat masuk ke dalam kening Qin Chen, cahaya tersebut mengandung semua informasi tentang Alam Surga.
[Ding ... ]
[Tuan, apa anda ingin menyatukan semua informasi ke dalam pikiran Tuan?]
[Y/N]
'Ya'
Tentunya Qin Chen mengatakan 'Ya' karena ia membutuhkan untuk mencari Holy Ring dan memecahkan beberapa misteri. Seketika, banyak hal-hal baru yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Banyak informasi penting maupun tentang dirinya di dalam ingatan tersebut.
Phoenix menurut Catatan Surga, memiliki kehidupan yang abadi, dan Qin Chen memahami tentang hidup abadi Permaisuri. Ia bahkan tidak tanggung-tanggung memberikan rahasianya untuk Qin Chen, dimana ia sudah memutuskan untuk hidup dan mati dengannya.
Abadi? Mungkin semua kultivator maupun mahkluk hidup di luar sana mengincar kehidupan yang abadi. Dimana mereka bisa hidup hingga ratusan juta tahun bahkan tidak akan mati sekalipun. Namun semua itu tidak berarti jika satu penyesalan bisa menghancurkan segalanya.
Dalam sirkulasi umur, Permaisuri Phoenix telah hidup sangat lama dan bahkan tidak menua sedikitpun, karena ia adalah Sang Phoenix. Meksipun begitu, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan penuaan pada Dewa, Waktu!
Qin Chen sempat terkejut melihat hal tersebut, ia berpikir tentang semuanya. Melihat senyuman manis Permaisuri, ia menjadi sangat bingung. Namun, ia mengabaikan semuanya, mau itu masa lalu, masa kini, masa selanjutnya. Permaisuri akan tetap menjadi Permaisurinya.
Dua atau tiga keindahan tidaklah buruk dalam keharmonisan. Semuanya membutuhkan hal tersebut, seperti Yin bersatu dengan Yang. Laki-laki dan wanita, Langit dan Bumi, Ruang dan Waktu, semuanya adalah keharmonisan.
Namun Qin Chen belum bisa membalas semuanya, meksipun ia memberikan seluruh hidupnya, semuanya tidak berarti. Kisah hidupnya masih tanda tanya di pikirannya, ia bahkan tidak tahu siapa dirinya, meksipun mengetahui beberapa hal tentangnya.
Setelah informasi terkonfirmasi di dalam pikirannya, Qin Chen tiba-tiba mendapatkan peningkatan kekuatan. Aura Langit dan Bumi tertarik masuk ke dalam dirinya, dari segala arah aliran sungai energi masuk ke dalam pori-pori kulit dan masuk kedalam Dantian miliknya.
Permaisuri melihat Qin Chen mengalami peningkatan kini merasa senang, Qin Chen duduk diam menyerap energi tersebut masuk.
Seperti mendapatkan pencerahan dan naik menjadi seorang Immortal Cultivation di Alam Surga. Saat aliran energi masuk ke dalam dirinya, Qin Chen tampak seperti Mahkluk Ilahi sedang berkultivasi di antara langit-langit.
__ADS_1
Pemandangan tersebut menjadi keajaiban Dunia, untuk pertama kalinya Permaisuri melihat Qin Chen sedang berkultivasi tampak seperti Mahkluk Ilahi. Qin Chen membuka matanya setelah sejenak ia menutupnya.
Saat itu pula, keajaiban dunia untuk kedua kalinya terlihat. Istana Phoenix bersinar terang dengan cahaya keemasan membentang luas di tatanan Semesta yang ada di sekitarnya.
Para Dewa tidak bergerak melihat keajaiban tersebut, Aura yang mereka rasakan seperti membawa kesuburan tanah maupun Surga itu sendiri. Permaisuri berdiri di hadapan Qin Chen sedikit membungkukkan tubuhnya.
Kaisar Naga Chen merasakan hawa keberadaan Qin Chen, Dewi Suci sontak terkejut merasakan hal tersebut. Sebagai satu-satunya Dewi Suci, ia merasakan kekuatan murni dan bahkan melampaui kemurnian itu sendiri.
"Chen'er ... "
Sedangkan di tempat Qin Chen berada, ia melihat telapak tangannya sendiri dan berkata. "Lima ribu tahun telah berlalu, banyak tindakan kejahatan di Alam Surga. Kematian, kemiskinan, penindasan dan masih banyak lagi ...
Peperangan membawa kehancuran dan penderitaan, invasi bangsa iblis merajalela di wilayah-wilayah besar. Tanah Surga yang awalnya subur dan indah, kini menjadi tandus dan gersang ...
Setelah ini, tidak ada lagi penderitaan rakyat Istana Phoenix. Alam Surga akan menjadi Negeri Surga tempat keajaiban itu sendiri, Negeri Fantasi yang penuh akan keajaiban dan keindahan dunia!"
Wilayah Istana Phoenix mendengar suara Qin Chen dari atas langit. Sontak rakyat Istana Phoenix berhenti melakukan aktivitas mereka, perkataan Qin Chen seperti harapan rakyat, mereka menginginkan keajaiban dunia dimana tanpa penderitaan.
Qin Chen lalu menggenggam tangan, dalam genggamannya tercipta keajaiban dunia, sedetik setelah menggenggam, ia melepaskan keajaiban dari telapak tangannya.
Whuush!
Hembusan angin terasa sangat besar tersebar luar di Wilayah Phoenix. Di sertai dengan cahaya penuh warna menghiasi Langit dan Bumi, gelombang keajaiban terjadi!
Tanah yang gersang karena dampak peperangan, kini kembali subur. Hamparan tanah kosong kini di penuhi dengan rerumputan dan bunga membentang luas di daratan, perpohonan dan pegunungan tercipta kembali.
Laut maupun sungai tercemar kini menghilang di telan keajaiban, Air menjadi jernih dan bisa digunakan untuk menyiram tanaman padi.
Roh-roh jahat dimurnikan oleh keajaiban, mereka musnah dari Wilayah Phoenix dan kembali ke Alam Neraka. Satu keajaiban telah mengubah segalanya menjadi sekarang ini.
Tanah Surga mengeluarkan cahaya dari dalam tanah, bercahaya terang menghiasi Negeri Surga. Langit cerah dengan pelangi membentang luas di atas Istana Phoenix, hewan-hewan bersorak keras menandakan kehidupan baru.
Ini adalah Negeri impian setiap orang, Negeri dimana keajaiban itu sendiri, Negeri dimana tanpa penderitaan dan tangisan air mata. Tempat dimana mahkluk hidup bisa hidup tanpa memandang ras maupun kekuatan.
Sorakan rakyat Istana Phoenix menggema di seluruh wilayah, tangisan kebahagiaan membawa era dimana keajaiban akan abadi selamanya, seperti Sang Phoenix Surga!
"Panjang umur Ratu Surga ... "
__ADS_1
...
*See You Again :)