
Suara mereka membuat Permaisuri di dalam ruangan menjadi bingung, karena kejadian ini adalah tindakan Qin Chen seorang tanpa melibatkan dirinya sekarang ini.
Dalam catatan Surga, mulai dari hari ini hingga masa selanjutnya akan menjadi keajaiban Dunia. Dimana era Negeri Surga akan mengucang Langit dan Bumi, dan tatanan kehidupan di seluruh Dimensi!
Qin Chen yang tengah melayang, kini ia turun kebawah dan duduk tenang seperti tidak terjadi apapun. Membuka mata melihat Permaisuri di hadapannya sedikit menundukkan tubuhnya memberikan hormat kepada Qin Chen.
Hal tersebut membuat Qin Chen merasa memaksanya untuk memberikan hormat, melihat hal tersebut kini ia bersuara. "Kamu tidak perlu memberikan hormat padaku, sampai kapanpun aku tetaplah suamimu ... Kenapa harus memberikan hormat kepada orang yang kamu sebut sebagai suami?"
Permaisuri lalu menjawab perkataan Qin Chen. "Bukankah sudah biasa di Dunia ini maupun diluar sana menghormati orang yang kuat?"
"Memang benar ... Namun, kamu dan aku bukanlah orang asing lagi, meksipun tidak secara sah kita menikah, namun Mu Mei Yin adalah bukti atas ikatan kita berdua ... Sampai kapanpun itu, kalian adalah keluargaku." Balas Qin Chen.
Permaisuri sedikit memalingkan wajahnya kesamping, ia malu mendengar Qin Chen mengatakan suami. Ditambah lagi dengan putri mereka berdua, sehingga membuat Permaisuri tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.
Melihat reaksi Permaisuri, Qin Chen lalu menganti topik pembicaraan, karena urusan keluarga bisa dibicarakan malam hari. Sekarang ia mementingkan banyak pengetahuan yang belum ia ketahui sejak petualangan awalnya.
"Namun, ini sungguh keberuntungan yang hebat. Selama lima ribu tahun lamanya untuk meningkatkan ranah kecil, aku setidaknya harus menghancurkan satu atau lebih Dimensi besar." Qin Chen bicara dengan nada tidak percaya melihat keberuntungan dirinya kali ini sangat bagus.
Permaisuri awalnya tampak malu, kini ia mulai menoleh kembali ke arah Qin Chen. Menjawab keraguan Qin Chen. "Sebenarnya ada tiga cara menurutku untuk meningkatkan ranah kecil dengan cepat. Namun, ini hanyalah khusus untuk Phoenix Sejati yang bisa melakukannya, karena kamu memiliki garis darah Phoenix Api, seharusnya kamu lebih mudah meningkatkan kekuatan tersebut."
Mendengar hal tersebut, Qin Chen jadi teringat putrinya yang berusia 18 tahun telah melebihi kekuatan miliknya dulu. "Apa maksudmu seperti Yin'er? Di usianya yang baru 18 tahun sudah mencapai tahap Alam Surga, bahkan satu-satunya orang paling jenius di generasi muda di Alam Surga."
"Tepat yang kamu katakan, Yin'er memiliki 3 garis darah, dua Phoenix dan satu lagi aku tidak mengetahuinya. Namun, garis darah tersebut memiliki kekuatan besar terkandung di dalamnya, selama ini aku hanya mengajarkan Yin'er seni Phoenix Es, karena aku tidak mengetahui seni Phoenix Api ...
Yin'er adalah keajaiban dan berkah, dia bisa menampung tiga garis darah dalam satu tubuh sehingga membuat bakatnya tidak ada yang dapat menandinginya ... "
__ADS_1
Qin Chen tersenyum mendengar perkataan Permaisuri, dua darah Phoenix dan satu darah Primordial, tentunya membuat bakatnya menjadi tertinggi di usianya begitu muda sekarang ini. "Lalu apa kamu tahu cara meningkatkan ranah kecil dengan cepat?" Tanya Qin Chen.
"Ada tiga cara." Ujarnya kepada Qin Chen, Qin Chen mengangkat alis kanan mendengarnya. "Tiga cara? Apa saja?" Jawab Qin Chen.
"Pertama, kekuatan suci yang diperoleh dari penyembahan. Jika kamu memiliki banyak pengikut dan mengakui maupun menyembahmu, kamu akan mendapatkan kekuatan dari orang-orang yang menyembahmu ...
Namun cara ini aku tidak menganjurkan kepadamu, mungkin ada beberapa alasan yang membuatku tidak setuju dengan hal ini. Untuk yang kedua, True Phoenix memiliki beberapa kemampuan spasial ...
Kemampuan tersebut memiliki kekuatan besar tersimpan di dalamnya, dan aku menggunakan kemampuan Divine Phoenix Art Transcendent Law, dimana aku bisa melampaui segala hukum di Alam Surga ...
Dan terakhir, melatih Phoenix Body! Dengan kamu melatih Phoenix Body, kamu bisa meningkatkan kekuatan dengan begitu mudah, kenapa begitu? Karena Phoenix Api identik dengan api, dimana kamu bisa meleburkan segala hal di Dunia ini dan lalu mengubahnya menjadi energi yang dapat kamu gunakan ...
Untukku sendiri, aku menghancurkan hukum usia padaku sendiri, dan bisa dikatakan aku tidak terikat oleh waktu. Dengan begitu, aku bisa menyerap segala energi tanpa takut akan usia maupun menua, karena waktu telah ditiadakan oleh kemampuanku."
Qin Chen yang kini duduk mendengar penjelasan Permaisuri tentang peningkatan cepat dari Phoenix Body.
"Jika itu kamu, aku yakin kamu tidak akan membutuhkan banyak usaha untuk melatih Phoenix Body, karena kamu adalah keberadaan abstrak yang dapat melatih segalanya tanpa usaha." Ucap Permaisuri memandang Qin Chen dengan tatapan mata serius.
Kata-kata Permaisuri membuat Qin Chen tertegun, bagaimana bisa ia mengetahui hal seperti ini dalam beberapa kali bertemu dengan dirinya. Apa yang dikatakan oleh Permaisuri adalah benar, ia dapat melakukan segalanya tanpa usaha.
Meksipun begitu, setidaknya Qin Chen telah memiliki lebih dari 5 Body dalam dirinya, namun tidak semuanya ia latih sampai sekarang. Dengan Body tersebut, ia bisa mengimbangi kekuatan Tahap Ancient God Puncak, walaupun dalam beberapa aspek ia akan sedikit kewalahan untuk menghadapi musuh.
"Kamu sangat tahu segalanya, lalu denganmu sendiri ada berapa yang kamu miliki?" Tanya Qin Chen.
"Aku? Aku hanya melatih Phoenix Es Body, aku tidak ingin melatih Body lain, karena kekuatan ini sudah lebih dari cukup untuk membuktikan diri pada Alam Surga." Ujarnya.
__ADS_1
Pembicaraan mereka berlanjut sampai beberapa jam kedepannya. Hingga tidak mengingat waktu telah berlalu begitu cepat, malam telah datang membawa sinar bulan menerangi langit Alam Surga.
***
Tidak siang maupun malam, wilayah Istana Phoenix bersinar terang dengan warna-warna memanjakan mata di malam hari. Penuh keajaiban, dan membawa keberkahan bagi rakyatnya di wilayah Istana Phoenix sekitarnya.
Qin Chen terduduk diam di samping jendela kamar Permaisuri, melihat bulan ada dua dengan warna berbeda-beda. Satu putih dan satunya biru, warna tersebut sudah dikatakan menyatu dengan Alam Surga itu sendiri.
"Besok kemungkinan aku akan pergi dari sini, meksipun aku masih ingin berbicara pada Permaisuri, namun aku sudah banyak kehilangan waktu selama lima ribu tahun terakhir." Gumamnya sambil melihat pemandangan Ibu kota Istana Phoenix.
[Tuan, dalam perjalanan kali ini, Qin Qui menyarankan untuk pergi ketempat Ibu kota Perak.]
"Kenapa kita harus kesana? Apa ada sesuatu yang kamu ketahui di Kota Perak?" Tanya Qin Chen.
[Setelah Qin Qui menganalisis ingatan yang diberikan Permaisuri, seharusnya Kota Perak adalah tempat pertama. Bukan karena alasan lain, melainkan dalam berbagai aspek maupun analisis data. Tempat tersebut adalah tempat Teleportasi antar Alam!]
Qin Chen sejenak terdiam mendengar penjelasan Qin Qui. Ia lalu berbicara kembali setelah memahami situasi sekarang ini. "Jika Kota Perak adalah tempat Teleportasi antar Alam, apa maksudmu dengan ini?"
[Apa Tuan tidak menyadarinya?]
Sontak Qin Chen langsung berdiri mendengar perkataan Qin Qui, "Holy Ring's, tempat Teleportasi antar Alam, semuanya terhubung satu sama lain. Di Alam Immortal aku tidak dapat mencari Holy Ring's karena, keberadaan Holy Ring's hanya ada di Alam Surga ...
Apa wanita itu pernah melalui Teleportasi antar Alam atau tidak, ini semua hanya tanda tanya. Namun, jika itu benar, setidaknya ia pernah meninggalkan beberapa jejak sebelum pergi dari Kota Perak."
[Dalam berbagai hal, Kota Perak sangat luas, dengan kepadatan penduduk kota sangat besar. Jika Tuan ingin mencari Holy Ring's dan memecahkan semua misteri yang di dapatkan, Kota Perak adalah hal pertama yang patut di cari tahu ...
__ADS_1
Qin Qui juga akan membantu Tuan memperkuat kekuatan Tuan sehingga tidak ada yang dapat menandingi Tuan dalam segala hal. Dengan bantuan ingatan Permaisuri, Qin Qui telah mengembangkan kemampuan baru, dimana Qin Qui bisa menyalin kekuatan dan memberikan kepada Tuan dengan sekali lihat ... ]
Qin Chen tersenyum tipis dengan sedikit taring kanannya keluar. "Itu seperti kemampuan curang, Absolute Copy Eye's!"