
Pagi Hari
Saat bulan tenggelam, matahari muncul naik ke atas permukaan. Cahayanya, menutupi benua Asura dalam hangatnya, Istana tampak sunyi tanpa kehidupan satupun disana. Luar dalam, semuanya sama-sama sunyi dalam kehampaan.
Alun-alun Istana, ratusan ribu Prajurit Asura berbaris dengan rapi. Sebelumnya, Raja Asura Mo Xiàn Yin telah memberikan perintah kepada mereka untuk berkumpul di alun-alun Istana pagi-pagi.
Sekarang, mereka memenuhi perintah tersebut, berkumpul membawa perlengkapan perang lengkap tanpa terkecuali. Ini mengejutkan mereka, namun sudah dipastikan bahwa mereka akan Perang.
Langkah kaki Prajurit Asura dapat didengar oleh orang-orang di Kota, getaran dan suaranya seakan menggema di langit. Dari kejauhan, orang-orang Kota dapat melihat Prajurit Asura tengah berbaris.
Di hadapan mereka, Mantan Raja Asura Mo Xiàn Yin berjalan menaiki podium. Berdiri di atas podium dengan pakaian perang, melihat seluruh Prajurit Asura telah berkumpul di bawah, dia terkesan.
Aura mereka, begitu percaya diri dan Aura Membunuh membara hingga membentuk atmosfer panas di bumi! Langit-langit bergetar, Bumi terguncang dan Sungai terbelah.
Raja Asura Mo Xiàn Yin, dia lalu bersuara di atas podium.
"Perhatian semuanya. Kali ini, Perang besar akan dimulai hingga kedepannya. Perintah Sang Raja telah turun, kalian semua akan di bawah menuju Benua Timur. Disana, mengamuklah dan Bantai semua mahkluk hidup disana, lalu hancurkan Istana Asura!"
Saat suara Raja Asura Mo Xiàn Yin terdengar, mereka sekejap mata diam dan mendengarkan apa yang dikatakan oleh Pemimpin mereka. Pada saat yang bersamaan, tubuh mereka bergetar hebat, dengan sigap menggenggam senjata, mereka melihat instruksi Raja Asura Mo Xiàn.
"Pertama, Sang Raja telah memerintahkan kita untuk membantai seluruh orang yang berada di Benua Timur, tanpa terkecuali! Kedua, Sang Raja menargetkan Raja Asura Lo Bai sebagai target Utama! Ketiga, bawa kemenangan bagi Sang Raja!"
Mengangkat senjata tinggi-tinggi ke langit, mereka bersorak keras dengan penuh semangat melawan gencatan senjata dari kedua belah pihak.
Oraaaa!
Sorakan mereka langsung menggema di langit, orang-orang di Kota dapat mendengar suara tersebut begitu keras. Semangat tak terhentikan terukir dalam diri mereka yang tak berujung melawan musuh.
Sementara itu, orang di balik semua ini tengah tertidur nyenyak dalam Istana. Mereka yang bertarung, Qin Chen akan menikmati kemenangan. Dia dapat mendengar apa yang dikatakan Raja Asura Mo Xiàn Yin dan teriakan para Prajurit Asura.
Saat mereka berteriak semangat meratakan Benua Timur, Raja Asura Mo Xiàn Yin menarik pedangnya ke langit. Memberikan perintah untuk memulai penyerangan secara terang-terangan kepada Benua Timur!
Bersamaan, sebuah lingkaran Sihir tiba-tiba muncul di bawah kaki mereka. Begitu luas, hingga menutupi seluruh Prajurit Asura di dalamnya. Disamping itu, Jendral Asura lah yang menciptakan Sihir tersebut.
Jendral menciptakan Sihir Teleportasi skala besar, dia merapalkan mantra Sihir. Raja Asura Mo Xiàn Yin hanya diam dan menunggu mereka sampai di Benua Timur dalam sekejap mata!
Secara bertahap, Lingkaran Sihir membentuk lingkaran di atasnya, dan terus ditumpuk lagi hingga keluar langit. Dapat dipastikan, Lingkaran tersebut dapat mereka lihat dari atas sana.
Sihir Teleportasi Skala Besar akan membawa mereka, dan memiliki ukuran yang dapat di ubah sesuai pemakainya. Jendral memperlihatkan Sihir begitu menakjubkan dan nyata di Bumi.
Dalam cahaya terang, mereka semua dibawa pergi menuju Benua Timur. Menghilang dalam sekejap mata di alun-alun dan Teleportasi, tepat di depan Istana Raja Asura Lo Bai.
***
Sementara itu, Qin Chen tengah duduk di tahtanya melihat para Prajurit Asura yang akan berperang melawan Raja Asura Lo Bai. Qin Chen yang bar saja bangun tidur, dia melihat kedepan begitu kosong.
Sunyi dari kehampaan, satupun tidak ada yang berada di dalam sana. Prajurit di ambil alih oleh Raja Asura Mo Xiàn Yin dan Qin Chen menerima bersihnya saja.
__ADS_1
Dalam kehampaan, Qin Chen merasakan kesendirian.
"Layak menjadi rumah hantu, begitu sepi hingga tidak ada satupun suara jejak kaki di Istana. Qin Qui, bagaimana menurutmu tentang Senjata Pedang Asura Legendaris ini? Bukankah Senjata ini memiliki potensi hebat untuk digunakan olehku?"
[Tidak sama sekali.]
Qin Chen mengangkat sebelah alisnya, dia bingung mendengar jawaban Qin Qui saat ini. "Hum? Kenapa? Bisa kamu jelaskan padaku? Kenapa kamu tidak menyukai senjata tersebut?"
[Karena, Senjata tersebut hanyalah sebuah varian rendah di bawah Senjata Utama milik Tuan. Senjata ini, bahkan tidak sebanding dengan 0% kekuatan Pedang Utama Tuan.]
Saat mendengar itu, Qin Chen tertawa kecil, tanggapan Qin Qui benar-benar membuatnya terhibur. "Hahaha ... Baiklah, aku tidak dapat melawan argumen milikmu yang sekuat itu. Bisakah kamu keluar dan duduk di pangkuanku? Sebentar saja ... Aku mohon padamu kali ini."
Qin Chen memohon pada Qin Qui untuk keluar dan menemani Qin Chen saat ini. Tidak tahu kenapa dia ingin Qin Qui menemaninya, dia seperti sedang merindukan seseorang, namun dia sendiri tidak tahu merindukan siapa.
Hati Kosong!
Memenuhi keinginan Qin Chen, Qin Qui keluar dari tempatnya. Muncul di hadapan Qin Chen, dia duduk di pangkuan Qin Chen sambil memeluknya dengan erat. Dia menyenderkan tubuhnya dengan kepalanya menyentuh dada Qin Chen.
"Apa seperti ini?" Tanya Qin Qui.
"Benar, ini lebih baik dibandingkan tidak ada siapapun di Istana sebesar ini. Kedatanganmu, benar-benar mengubah kehampaan Istana ini dengan senyuman itu." Balas Qin Chen, dia mencoba merayunya namun tetap saja gagal di hadapan Qin Qui.
Qin Qui hanya diam dalam dingin, dan kadang cuek sekaligus pemarah. Dia mengangguk kecil mendengarnya, namun satu hal yang Qin Qui rasakan sekarang. Dia bisa kembali sedekat ini dengan Qin Chen!
***
Kota semakin ribut, gerbang kota di sibukkan dengan orang-orang melihat kedatangan Prajurit dari Benua Utara begitu lengkap dan seakan-akan ingin menyerang Wilayah tersebut.
Salah satu prajurit berlarian menuju tempat Raja Asura Lo Bai saat dia melihat kedatangan pasukan Raja Asura Mo Xiàn Yin, pergi untuk melaporkan apa yang sebenarnya terjadi di depan gerbang Kota dimana pasukan Raja Asura Mo Xiàn Yin telah bersiap menyerang.
Raja Asura Mo Xiàn Yin mengarahkan tangannya ke atas, memerintahkan mereka semua untuk mengamuk di dalam kota maupun Istana itu sendiri.
"Serang!"
Satu perintah di lepaskan, mereka semua dalam sekejap berlari kedepan menyerang apapun yang berada di hadapannya. Kecil maupun besar, mereka bantai-bantai tanpa ada satupun sisa!
Raja Asura Mo Xiàn Yin berpindah di depan Istana Raja Asura Lo Bai. Pasukan di ambil alih oleh Jendral kepercayaan nya, dengan dia di sana maka Perang akan dengan mudah dimenangkan oleh mereka.
Sedangkan di tempat Raja Asura Lo Bai, dia tengah duduk di tahtanya mendengar keributan di luar. Amarahnya tak terbendung hingga momentum kuat menyebar di seluruh Istana.
Berdiri setelah menghentak kursinya yang ia duduki. Salah satu prajurit masuk kedalam dan berlutut memberikan hormat kepadanya, dia langsung berbicara.
"Lapor Raja, Pasukan Raja Asura Benua Utara menyerang Kota dengan puluhan ribu pasukan elit!" Dengan suara gemetar mengatakan hal tersebut pada Raja Asura Lo Bai.
Raja Asura Lo Bai mendengar hal tersebut pun murka, Aura dalam dirinya terpancar keluar memberikan Aura Kematian dimana-mana, itu dapat dirasakan oleh orang-orang di luar sana.
"Perintahkan pasukan untuk menyerang! Dasar brengsek! Mereka berani menyerang secara tiba-tiba, jangan harap akan kembali hidup-hidup!"
__ADS_1
"Baik, Raja."
Prajurit sebelumnya berlarian untuk menyampaikan pesan kepada Jendral beserta pasukannya. Namun, Raja Asura Lo Bai merasakan Aura Raja Asura Mo Xiàn Yin telah berada di istananya!
Merasakan hal tersebut, dia keluar dari Istana untuk melihat apa itu adalah dia atau bukan! Saat berteleportasi keluar, Raja Asura Lo Bai dikejutkan dengan kemunculan Raja Asura Mo Xiàn Yin secara pribadi.
"Mo Xiàn Yin, apa ini ulahmu? Menyerang Wilayah kekuasaanku secara tiba-tiba dengan ratusan ribu pasukan! Apa kau pengecut hingga menyerang diam-diam!" Ucapnya bertanya kepada Mo Xiàn Yin.
"Tidak perlu basa-basi lagi, Lo Bai. Aku datang untuk memenuhi perintah Sang Raja, kau akan mati disini dan kekuasaan benua Timur akan menjadi kekuasaan Sang Raja Sejati!"
Raja Asura Lo Bai bingung, Sang Raja Sejati? Siapa? Banyak pertanyaan muncul secara tiba-tiba, menyadari ada hal yang aneh, dia mengeluarkan senjatanya.
"Aku tidak tahu siapa Sang Raja yang kau maksud, karena kau menyerang wilayah kekuasaanku, tindakan ini tidak dapat di toleransikan lagi."
"Huh! Jangan banyak bicara!"
Raja Asura Mo Xiàn Yin dan Lo Bai melesat atau sama lainnya. Mo Xiàn Yin mengarahkan pukulannya, dan Lo Bai mengayunkan pedangnya.
Bang!
Dentuman besar menghempaskan debu-debu sekitar, mereka beradu satu sama lain di depan Istana. Mo Xiàn Yin mendorong kedepan, Lo Bai terlempar kebelakang dengan kecepatan tinggi.
Lo Bai dapat bertahan dengan menahan kakinya ke tanah, dia kembali berbicara sombong. "Lumayan! Hibur aku, Mo Xiàn Yin!"
"Huh!"
Merentangkan tangannya, menarik cahaya matahari di telapak tangannya. Nyala Api membara terbentuk, Mo Xiàn Yin mengibaskannya kesamping.
"Api Iblis Matahari!"
Dengan sigap, Lo Bai mengayunkan pedangnya membelah serangan.
"Tebasan Iblis Es!"
Swushh!
Menghancurkan tanah dan langit, serangan Lo Bai menghancurkan serangan Api Iblis Matahari. Meledak-ledak di langit membuat kabut asap tebal, mereka berdua saling menukar serangan dalam kabut.
Sebuah kilatan cepat saling bertemu dan bertukar serangan tajam. Mereka mengamuk di langit maupun di bumi, pertarungan mereka disaksikan oleh Qin Chen dari Istana.
Sambil menunggu, Qin Chen mengamati pertarungan mereka semua dengan layar di hadapannya. Di pangkuan, Qin Chen mendapatkan pelukan dari wanita cantik yang Qin Chen idamkan sewaktu di Bumi.
Lekukan tubuhnya, begitu menggoda!
...
*See You Again :)
__ADS_1