
Istana Raja Asura
Di dalam ruangan, dua Mahkluk Tertinggi tengah melayang. Mereka berdua memancarkan cahaya terang hingga menembus dua belas Langit di atasnya.
Cahaya itu membentang luas membentuk sebuah Pilar besar. Cahaya tersebut dirasakan oleh seluruh Mahkluk Hidup yang ada di seluruh Dimensi Tertinggi hingga terendah!
Perasaan senang, bahagia, takut, amarah dan lain sebagainya di rasakan oleh seluruh Mahkluk Hidup di Langit. Mereka merasakan Sang Ratu telah kembali di kehidupan ini, dan Sang Ratu akan kembali bersama mereka.
Kesembilan Holy Ring's mulai hancur perlahan membentuk sebuah kehidupan cahaya. Mengalir masuk kedalam tubuh utama, sebuah keajaiban terjadi di Dunia.
Qin Chen bukanlah orang yang mengambil keuntungan dalam kesempatan. Dia sekarang membantu istrinya untuk menyatukan jiwa-jiwa yang terpisah ke dalam tubuhnya.
Pecahan Jiwa tersebut memenuhi tubuhnya, Qin Chen membentuk kembali Jiwa miliknya secara sempurna. Saat semuanya terkondensasi oleh tubuh, Qin Chen merasakan pergerakan kecil.
Pergerakan tangannya, jari-jari istrinya mulai bergerak secara bertahap.
Dalam beberapa menit berlalu, sebuah dentuman energi besar menghempaskan semuanya. Istana dihancurkan oleh energi tersebut, debu-debu maupun bangunan menghilang.
Jiwa yang telah kembali bersatu kini bangkit, matanya terbuka secara perlahan melihat di hadapannya adalah orang yang dia kenal di kehidupan masa lalu.
Pandangan matanya sedikit menutup, merasakan pegerakan di dalam bibirnya lidah mereka bergerak saling membelit. Setelah beberapa saat berlalu, Qin Chen melepaskan ciuman tersebut hingga benang membentang di antara bibir mereka.
Seluruh energi Qin Chen hampir di kuras habis-habisan oleh istrinya. Namun, Qin Chen memberikannya secara langsung tanpa mempertahankan energi cadangan.
Benang itu putus dan istrinya berbicara. "Sayang ... "
Qin Chen melihatnya kebawah, wajahnya yang cantik dengan rona merah muda di poles dingin begitu manis di wajahnya. Sebaliknya, istrinya melihat sedikit ke atas dimana Qin Chen melihatnya.
Kepalanya naik dan perlahan kesamping dengan bibirnya mengambil tindakan. Qin Chen menerimanya, dan mereka melakukannya sekali lagi.
Perlahan turun kebawah hingga Qin Chen meneyetuh Bumi kembali. Mereka dibawah kedalam sebuah rasa kerinduan mendalam, dapat dirasakan dan lihat betapa romantisnya mereka.
Setelah beberapa menit berlalu, istrinya melepaskan ciumannya. Dia melihat Qin Chen dengan pandangan bahagia tak terhitung banyaknya kebahagiaan itu terlihat.
"Selamat datang kembali, Chu Chunhua."
Chu Chunhua adalah Mutiara Bunga di Musim Semi.
Chu Chunhua tersenyum bahagia, mendekati Qin Chen sambil memeluknya. Dia menyadari bahwa mereka berdiri disana tanpa pakaian di tubuh.
Qin Chen tersenyum senang melihatnya, sebelumnya istrinya berbicara untuk menutupi mereka, Qin Chen membentang kain di hadapannya dan menyelimuti mereka berdua di dalamnya.
Perlahan duduk kebawah dengan istrinya masih memeluknya. Dalam selimut, Qin Chen meletakkan tangannya di atas kepalanya memberikan elusan lembut.
"Terimakasih ... Terimakasih telah membangkitkan diriku kembali ... Aku, aku tidak menyangka dapat melihatmu kembali di kehidupan ini." Suaranya terdengar kecil dengan nada-nada senang maupun suara ingin menangis.
Suaranya bercampur aduk satu sama lainnya, perasaan yang dia rasakan dapat Qin Chen rasakan. Qin Chen, dia merasa bersalah karena tidak dapat membangkitkan dia dalam waktu dekat.
Qin Chen membalasnya. "Setelah aku berjanji, maka akan aku tepati. Jika kamu ingin menangis, menangislah ... Mendapatkan kehidupan lagi dan dapat melihat orang di masa lalu sekali lagi, aku dapat merasakannya betapa itu kebahagiaan di atas kesedihan."
Chu Chunhua tidak dapat mengekspresikan perasaannya. Dia memeluk Qin Chen dengan erat dan erat seakan tidak memberikannya pergi kembali.
Qin Chen membalasnya dengan hangat dalam pelukannya. Dalam ruangan yang hancur, mereka mengabaikan antara keadaan dan ketiadaan.
Qin Chen kembali berdiri mengangkatnya di pelukannya, Chu Chunhua hanya memeluknya. Langkah pertama yang Qin Chen lakukan menciptakan sebuah fenomena ajaib di Alam Asura.
__ADS_1
Ribuan Mil bahkan seluruh Langit gelap menghilang dengan Langit cerah membentang seluruh Alam. Istana yang hancur kembali tercipta kembali, kekuatan Pencipta miliknya bereaksi mengikuti imajinasi dirinya.
Berjalan dalam ruangan menuju kamar mereka, Istrinya baru saja bangkit. Mungkin membutuhkan waktu satu atau dua hari untuk kembali pulih sepenuhnya.
Saat berjalan, Qin Chen merasakan ingatannya masuk kedalam dirinya.
Sebuah Prolong dan Epilog baru masuk memenuhi pikirannya. Qin Chen akhirnya mendapatkan semua ingatan tentang kehidupan sebelumnya dengan istrinya yang saat ini.
Di atas kertas, Epilog dengan Happy Ending di tulis. Pertemuan mereka di akhiri dengan kebahagiaan, kedepannya merekalah yang menentukannya.
Meskipun Prolog baru di tulis, namun mereka semua akan tetap bersama hingga dimana seluruh cerita mereka diselesaikan dengan Ending Bahagia.
***
Di dalam ruangan, tepatnya di kamar mereka berdua, Qin Chen menurunkan ke atas tempat tidur dengan lembut memberikan selimut menutupi tubuhnya.
Chu Chunhua memegang tangannya, dia menggerakkan kepalanya sedikit memberikan isyarat jangan pergi. Melihat hal tersebut, Qin Chen duduk disampingnya.
Perlahan pakaian Qin Chen muncul menutupi tubuhnya, sekarang, Qin Chen belum membelikannya pakaian baru. Nanti akan dia pikirkan, untuk sekarang adalah menunggunya kembali pulih.
Tarik!
Qin Chen dikejutkan dengan tarikan tangan membawanya jatuh ke atas tempat tidur. Dengan cepat, Chu Chunhua menariknya dan memeluknya untuk tidur bersama.
Melihat reaksinya seperti ini, Qin Chen hanya dapat diam dan tidur bersamanya. Dagu Qin Chen di atas kepalanya tangannya memeluknya kedalam.
Mereka tertidur.
Malam harinya, Matahari dan Bulan bercahaya dalam kehangatan dan dingin menyelimuti Dunia. Dalam ruangan, Energi Ilahi memenuhi ruangan, kedua energi tersebut bersatu menciptakan keindahan.
Selanjutnya, Qin Chen akan adil dalam hal apapun.
Dalam waktu sesingkat mungkin, tubuhnya kembali pulih secara bertahap. Di dalam ruangan, dua Mahkluk Ilahi saling menciptakan sebuah fenomena keajaiban dunia.
***
Di luar Istana, Raja Asura Mo Xiàn Yin dan Jendral beserta pasukannya. Mereka melihat Istana telah berubah lebih besar dengan bentuk menakjubkan.
Cahaya maupun energi di dalamnya begitu padat hingga tidak ada kata-kata yang dapat di keluarkan. Semuanya adalah keajaiban dunia, dimana Alam Asura akan berubah dalam waktu dekat.
"Raja ... Apa yang sebenarnya terjadi di dalam dinding pembatas ini? Saya merasakan ada sebuah kekuatan tak terbatas lainnya berada dekat satu sama lain dengan Raja Sejati."
"Bukan hanya kau saja yang merasakannya, seluruh kehidupan di Dunia ini maupun di luar. Mereka semua dapat merasakan kekuatan tersebut, bagaimana Raja mengenal sosok seperti dia."
Mendengar jawaban Raja Asura Mo Xiàn Yin, Jendral merasa bahwa Rajanya mengenali kekuatan tersebut.
Mereka berdua kembali ke tempat masing-masing setengah melihat kejadian begitu menakjubkan secara langsung. Meninggalkan Istana tersebut, karena Raja mereka baik-baik saja.
Setelah mereka pergi, matahari dan bulan terus berputar di atas langit. Siang dan malam terus berubah selama masa tertentu, Qin Chen dan istrinya masih tidur di dalam ruangan.
Satu hari dilewatkan begitu saja, mereka belum bangun. Dua hari dilewatkan, dan mereka belum bangun. Hingga hari ketiga, mereka berdua terbangun dari tidur panjang bersama-sama.
Di dalam ruangan, Qin Chen terbangun dari tidurnya. Saat membuka matanya, di hadapannya terlihat istrinya tengah memperhatikan dirinya.
"Selamat pagi, sayang ... "
__ADS_1
Qin Chen yang masih dalam mimpinya langsung terbangun dari halusinasi. Qin Chen disadarkan oleh suara manis di hadapannya, dia melihatnya dan membalasnya. "Ya, selamat pagi ... Apa tubuhmu telah membaik dibandingkan hari sebelumnya?"
"Sepertinya, setelah tidur tiga hari lamanya. Tubuhku telah pulih kembali, dan kekuatan milikku sepertinya kembali lagi ke sediakala." Balasnya.
Qin Chen mengusap-usap kepalanya dengan tersenyum, setelah itu, Qin Chen beranjak dari tempat tidurnya. Pakaian yang dikenakannya acak-acakan, mungkin istrinya menarik sana dan sini.
Saat Qin Chen berdiri, istrinya duduk menutupi tubuhnya dengan selimut. Sekarang, dia tidak memiliki pakaian lagi, pakaian lamanya di hancurkan oleh kebangkitan dirinya.
Qin Chen yang melihat tersebut, dia langsung mencari pakaian di Sistem. Melihat satu persatu apa ada yang cocok, saat menemukannya dia membelinya.
Mengeluarkan pakaian dari tangannya, sebuah kain muncul di tangan Qin Chen, lalu memberikannya kepada istrinya. "Pakailah, aku membelinya khusus untukmu."
Melihat hal tersebut, Istrinya melihat Qin Chen dengan bingung. Beli? Dari mana?
"Terimakasih ... "
Meraih pakaian tersebut, istrinya mengambilnya. Dia langsung berdiri mengejutkan Qin Chen, namun dia seperti tidak keberatan. Mereka adalah suami istri, jadi tidak masalah.
Qin Chen membalikkan pandangnya, meskipun ini tindakan yang melawan dari idealisme miliknya.
"Kenapa berbalik? Apa kamu tidak mau mengigitku?" Tanya istrinya yang sambil mengenakan pakaian, dia melihat Qin Chen tiba-tiba berbalik membelakanginya membuat dia cemberut.
"Hukk ... Aku bukan orang yang mengambil kesempatan dalam kesempitan. Jikapun aku mau, aku dapat melakukannya kapanpun, bukan?"
Istrinya tertawa kecil mendengar balasannya, dia yang selesai mengenakan pakaian berjalan mendekati Qin Chen dan memeluknya dengan erat dari belakang.
"Dasar."
Setelah itu, mereka keluar dari ruangan dan menuju tempat dimana Qin Chen berada. Ruangan sebelumnya, disana akan ada Raja Asura Mo Xiàn Yin yang akan melaporkan perang akan dimulai.
***
Setibanya disana, Qin Chen duduk di Tahta barunya, Istrinya duduk di pangkuan Qin Chen. Dia memiliki tiga sifat bawaan yang Qin Chen ketahui. Sekarang, Qin Chen ingin melihatnya akan seperti apa.
Sebelumnya, Qin Chen telah menghilangkan pembatasan antara luar dan dalam. Tidak lama dari itu, suara pintu terbuka dan Mo Xiàn Yin dan Jendral masuk kedalam.
Saat melihat ke arah Qin Chen, mereka dikejutkan dengan kemunculan wanita cantik tengah berada di pangkuan Raja mereka. Mereka paham, itu adalah istri Raja.
'Kekuatan ini, benar-benar mengerikan!'
Mereka berdua bergumam dalam batin, tidak dapat bergerak maupun mengelak jika sebuah serangan kecil di berikan kepada mereka disana.
Memberikan hormat kepada mereka, Mo Xiàn Yin lalu berbicara. "Raja, pasukan telah bersiap menyerang, sekarang hanya menunggu perintah anda untuk menyerang."
"Bagus, perang kali ini untuk menyerang Benua Barat. Otoritas penyerangan akan di ambil olehmu, berikan Kemenangan bagi Benua Utara. Aku akan datang kesana untuk mengurus Raja Asura Barat, untuk menguji sesuatu."
Di akhir kata Qin Chen, mereka merasakan bahwa akan ada permainan begitu mengerikan muncul. "Baik, saya akan pergi melakukan tugas anda."
"Lakukanlah."
Setelah memberikan laporan, Mo Xiàn Yin pergi dari ruangan menuju base camp pasukan. Mereka, akan kembali menyerang Benua Barat lalu terakhir Benua Selatan.
Di dalam ruangan, hanya tertinggal Qin Chen dan istrinya, ada pertanyaan mengalir di isi pikiran istrinya.
...
__ADS_1
*See You Again :)