Supreme God System 2

Supreme God System 2
Chapter 147 - Mencoba Naik dan Cahaya di dinding Jurang!


__ADS_3

Alam Surga, Istana Phoenix


Satu Minggu setelah Qin Chen pergi, waktu disana berbeda dengan di tempat Qin Chen saat ini. Sekaligus, suasana dan perkembangan maupun hal lainnya sangat membuat keluarga Qin Chen bingung.


Di Istana Phoenix, keluarga Qin Chen dibuat kebingungan atas apa yang mereka lihat saat ini. Mu Xuayin yang hampir tidak berbicara seminggu ini semenjak Qin Chen pergi, Qiu Yu Ran sama halnya, dia kembali ke Wilayahnya dengan anak-anaknya.


Keluarga Qin Chen hanya duduk dan diam melihat mereka, sudah banyak kata yang keluar namun tidak hasilnya. Kedua wanita Qin Chen tidak ingin berbicara dengan orang lain dan berubah dingin.


Bahkan, anak-anak menjadi bingung atas perubahan sikap ibu mereka berdua. Meskipun Mu Xuayin memang dingin, namun dingin ini melebihi dingin sebelumnya. Hanya Ayah mereka yang dapat mengubah mereka berdua kembali seperti semula.


Ditempat Mu Xuayin, dia duduk dibawah pohon belakang Istana sambil mengelus perutnya dengan lembut. Sudah satu bulan lebih dan ini adalah anak keduanya.


Disini, bukan Qin Chen yang mengambil inisiatif menyerang, melainkan Mu Xuayin sendiri yang mengambil tindakan sebelumnya. Dimana waktu itu, Mu Xuayin meminta satu hadiah di malam hari!


Melihat langit sedikit redup, matanya berkilau seperti salju. Kepingan Es begitu dingin terpancar keluar dari matanya.


'Qin Chen ... Sedang apa dia sekarang?' Batinnya, dia melihat langit seperti melihat Qin Chen.


Langit biru membentang luas di Negeri Fantasi penuh keajaiban, termasuk Mu Xuayin sendiri adalah keajaiban.


Di belakangnya, Yin'er berdiri di lorong melihat ibunya sendirian duduk dibawah pohon. Yin'er mendekati ibunya, ia lalu duduk di lantai tepat dihadapannya.


Mu Xuayin melihat putrinya berada di dekatnya, dia lalu mengusap-usap kepalanya dengan lembut memberikan kasih sayang.


"Ibu ... Apa ibu merindukan Ayah? Jika benar, Yin'er akan pergi mencari Sesuatu lagi, dengan begitu, ibu tidak akan bersedih seperti ini lagi ... " Ucapnya, dia begitu serius berbicara kepada ibunya.


Mu Xuayin mendengar sekaligus melihatnya yang serius. "Tidak apa-apa ... Ibu baik-baik saja, kamu harus tahu bahwa Ayah pergi demi kalian maupun kita semua disini. Namun, ibu hanya khawatir dengan ayahmu ... Jika dia memaksakan dirinya, dia bisa saja melukai dirinya sendiri di saat kita semua tidak berada di sampingnya."


"Jadi ... Ibu tidak sedih karena Ayah, kan? Jika karena ayah, saat Ayah kembali nanti, Yin'er akan memarahi ayah agar tidak pergi-pergi lahi dari ibu. Yin'er janji."


Yin'er menggenggam tangan ibunya yang ditempelkan di wajahnya, begitu lembut dan nyaman merasakan hal seperti ini. Apa lagi, jika ayahnya berada disampingnya memberikan hal yang sama seperti yang dilakukan ibunya.


Mu Xuayin yang melihat putrinya begitu lucu, dia tertawa kecil dengan senyuman manisnya. Namun, kali ini dia akan memakai cadar khusus hanya untuknya. Wajahnya mulai memperlihatkan keriput, tidak tahu kapan itu muncul dan tidak tahu kenapa Sebabnya.


Perubahan tersebut mungkin ada beberapa faktor, pertama pikiran, dimana Mu Xuayin memiliki pikiran yang banyak sehingga keriput tersebut muncul, kedua karena sudah waktunya bagi dia untuk naik ke Deity.


Meskipun dia abadi, namun kali ini benar-benar mendapatkan hal yang buruk. Yin'er menyadari ibunya mengalami sedikit perubahan di tubuhnya, namun mengingat usia ibunya bisa dibilang tertua di Alam Surga.


Namun, Mu Xuayin tidak memikirkan hal tersebut, dia dapat kembali muda lagi setelah melakukan beberapa hal maupun naik menjadi Deity. Hal tersebut akan menghilang, dan tubuhnya seperti terlahir kembali menjadi bayi.


Memiliki kecantikan tiada tanding, dan tubuh maupun usia nya akan Abadi Abadi.


"Ibu ... "

__ADS_1


Mu Xuayin tahu apa yang ingin dibicarakan oleh putrinya, dia pasti membicarakan tentang dirinya yang sekarang. Setelah pertarungan sebelumnya, garis di wajahnya muncul, dan putrinya ingin mengetahuinya, kenapa?


"Tidak apa-apa ... Ibu hanyalah garis kecil, sepertinya ibu harus naik menjadi Deity agar garis ini menghilang. Dengan begitu, penampilan ibu akan kembali seperti sediakala lagi. Namun, sebelum bertemu dengan ayahmu, usia ibu sudah mencakup triliun tahun bahkan lebih dari pada itu. Sekarang sudah saatnya ibu naik ke Alam yang lebih besar lagi dan meniadakan segalanya di Kehampaan."


"Benar, ibu harus naik ke Alam yang lebih besar, dengan begitu ibu akan kembali cantik seperti sediakala. Jika ibu kembali cantik lagi, maka ayah akan sulit untuk mencari istri baru, Hmph! Kadang ayah menggoda wanita lain tepat di depan Yin'er."


"Fufuhaha ... " Mu Xuayin tertawa mendengarnya, dia lalu menarik Mu Xuayin ke dalam pelukannya yang hangat.


"Tidak apa-apa, ayahmu hanya menghibur dirinya sendiri dengan cara menggoda wanita lain. Yang perlu kamu harus ketahui adalah, ayahmu selalu mencintai keluarganya dari apapun itu."


"Hmm ... Yin'er akan mengingatnya."


Mu Xuayin membelai rambut panjang putrinya yang telah tumbuh dewasa. Memikirkan Qin Chen? Ya, dia sudah siap menerima kenyataannya kedepannya dimana identitas Qin Chen sebenarnya, dan semua Istrinya di kehidupan sebelumnya.


Meskipun belum pasti, namun Mu Xuayin telah melihat sosok yang akan mengetahui akhir dari perjalanan ini.


Dengan sikapnya yang lembut, Yin'er begitu nyaman memeluknya. "Terimakasih, Yin'er karena menghibur ibu. Saat adikmu lahir, ibu ingin kamu menjadi kakak yang melindungi adiknya dan mengajarkannya apapun yang kamu ketahui."


"Apa boleh?"


"Ya"


"Terimakasih bu, aku akan melakukannya."


***


Sementara itu, di tempat Qin Chen berada saat ini tengah berada di Tahta dimana Raja Asura Mo Xiàn Yin dan Jendral berlutut, mereka memberikan hormat kepada Qin Chen sebagai Raja Sejati.


Membungkuk hanya di lakukan oleh orang bodoh yang tengah melihat kekuatan tak terbatas di depan mata mereka. Berlutut adalah hal yang pantas bagi orang-orang lemah seperti mereka.


"Raja ... Wilayah bagian Timur telah kita kuasai berkat bantuan Anda. Selanjutnya adalah Wilayah Barat, dimana adalah titik keluar bagian Selatan. Dengan menguasai tiga arah mata angin, maka Selatan akan terpojok sekaligus terkepung oleh kita." Ucap Mo Xiàn Yin kepada Qin Chen.


Qin Chen mengangguk, dia memang merencanakan itu di dalam pikirannya. Ini seperti bermain catur dimana pion-pion Selatan akan di lahap Qin Chen dan mengepung Sang Raja sendirian di dalam base-nya.


"Kau cukup pintar, Mo Xiàn Yin. Aku memang telah memikirkan hal tersebut, karena pion-pion mereka akan kita lahap, maka Sang Raja akan terkepung oleh pasukan maupun Jendral Utara, bukan?" Balas Qin Chen.


"Benar, Raja. Ini seperti bermain catur, siapa yang pintar akan memenangkan pertarungan. Namun, saya harus mengaris bawahi hal ini, musuh kita memiliki Pedang Asura Legendaris. Kemungkinan besar, kita akan mendapatkan dampak besar dalam penyerangan terakhir." Dengan suara berat, Mo Xiàn Yin mengatakan hal tersebut kepada Qin Chen.


"Ya, kau memang benar, selanjutnya, apa yang akan kau lakukan? Menyerang? Atau hal lainnya yang telah kau rencanakan sendiri di luar pemikiranku?"


"Saya telah membuat rencana untuk menyerang Barat. Namun membutuhkan waktu setidaknya satu Minggu setelah Pemulihan Pasukan. Dalam perang kali ini, pasukan mengalami kemunduran dan luka-luka parah lainnya tidak dapat dengan cepat disembuhkan."


Qin Chen yang duduk di sana mendengar apa yang dikatakan oleh Mo Xiàn Yin. Dia mengalihkan perhatiannya ke arah lain, dalam pikirannya dia berbicara dengan Qin Qui untuk membicarakan sesuatu.

__ADS_1


'Qin Qui, belikan aku Ramuan Penyembuh.'


[Selamat Tuan, karena berhasil membeli 1 Jt Ramuan Penyembuh. Harga; 589 Triliun.]


Setelah selesai mendapatkan ramuan tersebut, Qin Chen mengibaskan tangannya kesamping. Perlahan, kilatan cahaya terus berterbangan dan menyusun ramuan di lantai begitu banyak menumpuk ke atas.


Setelah mendapatkannya, Qin Chen mengibaskan tangannya kesamping. Perlahan, kilatan cahaya terus beterbangan dan menyusun ramuan di lantai begitu banyak.


"Ini ... Ramuan Penyembuh!"


"Benar, gunakan semua ini dan berikan mereka sama rata untuk perang selanjutnya. Jika kekurangan, katakan padaku agar aku dapat memberikannya lagi."


"Ti- tidak ... Ini lebih dari cukup, Raja. Dengan ramuan ini, maka kami akan bersiap-siap untuk memulai penyerangan kembali."


"Tunggu, beristirahat lah selama 3 hari. Dengan begitu, Raja Asura Selatan akan melakukan banyak hal tentang kejadian ini. Setelah semua selesai, lalu jatuhkan rencana yang telah lama Raja Asura Selatan siapkan dalam sekejap mata."


"Baik!"


Mo Xiàn Yin gemetar melihat kilatan cahaya di mata Qin Chen, dia kembali berbicara. "Raja, saya akan memenuhi keinginan anda sepenuhnya. Senjata Asura, saya akan mendapatkannya dan mempersembahkan Senjata tersebut untuk anda."


"Bagus! Kau boleh kembali."


"Terimakasih."


Setelah mereka pergi, Mo Xiàn Yin dan Jendral meninggalkan ruangan untuk menuju ketempat base camp pasukan. Sedangkan Qin Chen, dia berada di dalam Istana menjadi Raja diam yang memenangkan pertarungan.


"Tampilkan Peta!"


Proyeksi hologram besar muncul di hadapannya, hologram tersebut menampilkan peta Dunia. Qin Chen memperhatikan tanda-tanda yang telah ia ketahui, dimana tanda membedakan harta, tahta dan wanita.


Demi menghilangkan kebosanan, Qin Chen mencari satu harta yang kini akan dia kunjungi. Teleportasi!


Dalam sekejap mata, Qin Chen menghilang dari dalam ruangan, dia muncul di langit dibawah nya ada lubang besar sangat dalam hingga bisa dikatakan menembus Inti bumi!


"Qin Qui, apa kamu tahu lubang apa ini?"


[Lubang Akhir, ini terbentuk di masa lampau saat Perang sengit antara Dewa dan Iblis.]


Setelah mendengar hal tersebut, Qin Chen langsung jatuh kebawah dengan gaya batu. Jatuh dengan kecepatan tinggi, Qin Chen sekejap melihat sesuatu yang bercahaya di dinding lubang.


...


*See You Again :)

__ADS_1


__ADS_2