
Istana Phoniex
Setelah sampai di Istana Phoniex, semua putrinya, Dewi Suci dan Kaisar Naga Chen. Mereka dikejutkan pagi-pagi seperti ini melihat kemesraan Qin Chen dengan Permaisurinya, berjalan bergandengan tangan membuat siapapun iri.
Tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, jelas semua ini pasti ada maksud tertentu. "Sayang, lihat Chen'er bermesraan dengan istrinya di depan kita."
"Hahaha ... Bagus, itu baru Putra Sang Naga." Balas Kaisar Naga Chen.
Dewi Suci juga menyenderkan kepalanya di pundak Kaisar Naga Chen, ia memeluk tangannya agar tidak kabur. Keluarga yang benar-benar bikin semua orang menjadi iri dengan mereka.
Sedangkan di tempat Qin Chen, mereka berdua menuju ruangan biasanya untuk membahas Sekte sekaligus hal lainnya yang berhubungan dengan mereka berdua.
***
Dalam ruangan, Qin Chen menggambar struktur bangunan Sekte dimana akan diserahkan kepada orang itu. Permaisuri membantunya membuat, dia juga menyiapkan teh untuk menemani Qin Chen bekerja.
Lalu urusan Permaisuri bagaimana? Sebenarnya, apapun yang Permaisuri kerjakan sebelumnya dapat melalui pikirannya, dimana dia hanya mendengar dan membaca dokumen perkembangan maupun hal lainnya.
Jadi, dia memiliki banyak waktu kosong setiap harinya. Saat mereka berdua bekerja, Dewi Suci melihat dari celah pintu tentang aktivitas mereka yang bekerja sama.
Tersenyum senang, dan puas dengan putranya sendiri, dia dapat membuat Ratu Dingin seperti Permaisuri Phoniex dapat cair dan patuh dengan Qin Chen, ini adalah prestasi besar
"Xuayin, apa kamu mengetahui siapa yang hebat dalam hal ini?" Tanya Qin Chen sambil mengerjakan miliknya.
"Ya, aku mengetahui banyak orang-orang tentang hal ini, mereka adalah yang terbaik di antara terbaik. Aku dapat menjamin bahwa Sekte yang kamu rancangan akan selesai dalam 1 bulan." Balas Permaisuri dengan nada serius.
Mendengar keseriusan Permaisurinya, Qin Chen puas dengan bantuannya kali ini. Dengan begitu, Sekte Abadi miliknya akan benar-benar berdiri dan mengalahkan Sekte Abadi lainnya dalam hal apapun.
__ADS_1
"Terimakasih banyak atas bantuannya."
"Tidak apa-apa, aku ingin berguna bagimu saja. Melihat bahwa banyak orang-orang yang berguna bagimu, aku ingin menjadi salah satunya." Permaisuri sedikit menundukkan kepalanya, karena seperti tidak berguna, jadi berusaha untuk berguna bagi Qin Chen.
Qin Chen mengusap kepalanya dengan lembut, lalu berbicara. "Baiklah, jangan paksakan diri. Aku dapat menyelesaikan semuanya sendirian."
Pekerjaan mereka akhirnya selesai setelah tiga jam terlewatkan. Semuanya di kirim ke orang yang akan membangun Sekte, dengan begitu sebulan setelahnya akan selesai.
'Sebulan, itu waktu yang cukup untuk menciptakan Seni khusus Sekte, dan beberapa Seni berkualitas lainnya.'
[...]
Bersantai di dalam ruangan, melihat Alam Surga dari dalam jendela, Qin Chen begitu tenang sampai-sampai dia tidak memikirkan perang yang akan terjadi. Menyeduh teh hijau buatan Permaisuri, Qin Chen beberapa kali menghela napasnya.
"Xuayin, bagaimana caramu menekan kekuatan begitu besar dalam dirimu hingga sekarang ini? Bukankah itu akan menjadi bumerang bagimu jika sewaktu-waktu kehilangan kendali atas kekuatan tersebut?" Tanya Qin Chen.
"Kamu tahu? Aku telah mendapatkan bumerang tersebut dan terakhir kali aku mendapatkannya saat pertama kali kita bertemu. Disana, Nyala Api milikmu telah menekan kekuatan tersebut hingga ke titik terendah."
"Jadi begitu, baiklah ... Aku akan membantumu untuk menerobos Alam Besar, dengan begitu kamu akan masuk ke ranah Deity!" Balas Qin Chen dengan serius.
"Tidak, Qin Chen. Untuk naik menjadi Deity, aku harus mendapatkan pencerahan dari Dewa, dan jalan menjadi Deity tidaklah mudah. Banyak persyaratan untuk naik, dan sekarang aku memiliki dua persyaratan tersebut." Permaisuri menjelaskan kepada Qin Chen tentang naik menjadi Deity.
"Persyaratan?"
"Pertama, Energi yang memadai untuk naik menjadi Deity, kedua Golden Apel, dan ketiga pencerahan keilahian, atau Divine Blessing! Sebenarnya ada dua cara untuk naik menjadi Deity, pertama menggunakan ketiga syarat tersebut untuk naik, atau yang kedua ...
Seorang kultivator menemukan pintu menuju Mahkluk Ilahi, namun dalam Catatan Surga. Pintu tersebut telah hancur saat ... " Permaisuri berhenti berbicara, karena itu menyangkut dengan gelar Malapetaka Seluruh Alam milik Qin Chen.
__ADS_1
Dia tidak ingin menyingung perasaan Qin Chen, karena itu dia berhenti. Qin Chen mengetahui kenapa Permaisuri berhenti, jadi dia melanjutkan perkataannya. "Malapetaka Seluruh Alam menghancurkan seluruh Dimensi dan melenyapkan 90% Mahkluk Hidup, bukan?"
"Maaf ... Aku tidak bermaksud mengungkit hal tersebut." Balas Permaisuri dengan nada bersalah.
"Tidak apa-apa, aku tahu itu. Lanjutkan, aku ingin mendengar darimu."
"Baik ... " Permaisuri mengambil teh dan menyeduhnya sedikit, lalu melanjutkan penjelasannya. "Banyak kultivator memilih jalan pertama, karena dianggap menguntungkan bagi mereka semua. Saat memilih Jalan Pertama, maka mereka akan mendapatkan berkah Ilahi dari Dewa Tertinggi dan secara langsung mendapatkan tiga kemampuan Ilahi khusus untuk mereka ...
Dengan catatan, kemampuan tersebut adalah acak, namun dengan statistik dapat digunakan oleh mereka. Karena itulah banyak Dewa memilih cara pertama, karena menguntungkan mereka. Jika mendapatkan kemampuan Ilahi Tertinggi, maka tidaklah mungkin bagi mereka untuk melakukan apapun ...
Sedangkan untuk jalan kedua, mereka dapat naik ke Alam Tertinggi, namun tidak dengan ranah mereka. Karena itu, tidak banyak orang menggunakan cara kedua, lebih baik menunggu mendapatkan pencerahan dan juga memperebutkan Golden Apel saat telah muncul." Permaisuri menjelaskan tentang Jalan menjadi Deity kepada Qin Chen.
Mendapatkan penjelasan tentang cara naik menjadi Deity, Qin Chen memikirkan dirinya. Dia menerobos paksa naik ke Alam Tertinggi, lalu ranah kekuatan di atas Deity. Namun satu hal yang dia pikirkan. "Apa yang diperebutkan oleh mereka saat mendapatkan berkah ilahi?"
"Ada satu yang mereka rebutan, itu adalah sebuah Buku yang mengetahui Awal dan Akhir Kehidupan ini. Tidak, lebih tepatnya adalah Awal dan Akhir Cerita ini!" Ucap Permaisuri begitu serius menatap mata Qin Chen, dengan perlahan melihat Langit.
"Mereka yang bertahanlah yang akan mengetahui bagaimana cerita ini berjalan, misteri, keanehan, keajaiban dan lain sebagainya yang ada di Dunia ini akan mereka ketahui saat mereka melihat, End Of Story!"
Tubuhku terasa merinding saat Permaisuri mengatakan hal tersebut, hanya ada kata diam yang bisa ia rasakan disana. Di dalam ruangan, terik matahari memancarkan menyilaukan mata. Qin Chen melihat Langit yang sama dengannya.
Mata Permaisuri melirik ke arah Qin Chen, karena dia telah mendapatkan jawaban tentang ini. Tidak ada Dewa yang mengetahui selain dirinya sekarang, ia mendapatkannya saat ini dan disini!
Qin Chen yang memandang Langit yang sama, kini mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan selanjutnya. Mendapatkan penjelasan tentang cara naik menjadi seorang Deity atau Mahkluk Ilahi dan Berkah Ilahi, Qin Chen ingin tahu tentang, End Of Story!
"End of Story, Ya ... "
...
__ADS_1
*See You Again :)