Supreme God System 2

Supreme God System 2
Chapter 151 - Menghancurkan Benua Barat!


__ADS_3

Setelah mereka keluar, Chu Chunhua melihat ke arah Qin Chen lalu bertanya tentang apa yang dia lakukan sekarang. "Perang? Sayang, apa kamu tengah berperang melawan Para Dewa?" Chu Chunhua melihatnya dengan tatapan serius bertanya.


"Tidak, ini hanyalah Perang kecil di Alam Asura. Kamu tidak perlu khawatir, sekalipun Dewa itu datang secara pribadi melawanku. Kali ini, aku akan melindungimu apapun yang akan terjadi kedepannya." Balasnya.


"Huhmm," dia memalingkan wajahnya karena malu, melihat kedepan terlihat kosong. Memang benar, dendam mereka harus di bayar secepatnya. "Apa yang kamu dapatkan dari Perang ini? Bukankah akan sia-sia jika tidak mendapatkan sebuah Harta yang kamu inginkan?"


"Huh? Apa kamu membaca pikiranku? Aku hanya ingin mengambil Pedang Asura Legendaris di Benua Selatan. Karena musuh kali ini lemah, aku bermain-main dengan mereka untuk membuat ketakutan setelah itu langsung membunuhnya."


"Pedang Asura Legendaris? Aku pernah mendengarnya, pedang itu cukup untuk untukmu. Apa kamu menginginkan Pedang tersebut? Aku akan mengambilnya." Chu Chunhua menyenderkan tubuhnya ke dada Qin Chen dia melihat kedepan.


"Ya, aku berencana mengambilnya. Namun, kamu tidak diizinkan untuk melakukan hal ini. Karena apa? Karena kamu baru saja bangkit, meskipun aku tahu kekuatan yang kamu miliki sudah kembali pulih. Ini demi kebaikanmu, apa kamu paham?"


"Hmph! Aku tidak lemah! Aku adalah Ratu bagi mahluk hidup yang tinggal di Langit maupun Bumi! Mereka tidak lebih hanyalah kuman di ujung jariku!" Dia memalingkan wajahnya kesamping dengan cemberut, marah karena di anggap beban atau lemah oleh Qin Chen, dia tidak terima.


Mendengar hal tersebut, Qin Chen tertawa kecil. Jawabannya benar-benar mengejutkannya. "Hahaha ... Baiklah, kamu boleh ikut denganku, dengan satu syarat tidak boleh ikut campur, karena ini urusanku dengan mereka."


"Huhmm ... Tergantung dengan sikap mereka."


Setelah itu, Qin Chen melakukan tugasnya sebelum pergi menuju Benua Barat tepatnya di Medan Perang.


***


Benua Barat


Di Benua Barat, Medan Perang memanas dan membakar semangat mereka semua para pasukan kedua benua. Nyala api membara hingga membentuk atmosfer panas, tepat dari pasukan Qin Chen telah banyak membantai pasukan Raja Asura Barat.


Di atas batu besar, Mo Xiàn Yin berdiri melihat penyerangan ini menciptakan Neraka kedua kalinya. Di belakang Mo Xiàn Yin, Jendral selalu berdiri dibelakangnya menemani Rajanya.


Mereka berdua mengamati penyerangan dar atas sana.


"Raja, pasukan kita telah memasuki Istana Raja Asura. Apa kita akan bertindak sekarang? Atau menunggu Sang Raja Sejati datang ke tempat ini?" Jendral melaporkan pengelihatannya, dan bertanya tentang selanjutnya.


"Kita akan menunggu disini, Raja Sejati telah memerintahkan kita agar tidak menyentuh Raja Asura di Benua ini. Aku ingin melihat apa yang akan di lakukan Raja Sejati nantinya."


"Baik, selanjutnya, apa yang kita lakukan?"


"Menunggu."


Mereka berdua mengamati sambil berdiri menunggu kedatangan Qin Chen. Dimana, tidak ada yang dapat mereka lakukan lagi selain menunggu.


Tiba-tiba, di atas langit celah ruang tercipta dengan guntur-guntur menyertai retakan tersebut. Saat retakan ruang terjadi, mereka yang dibawah merasakan ketakutan hingga menyebabkan kematian.


Pasukan musuh terdiam saat melihat dua sosok tengah berada di langit. Qin Chen dan Chu Chunhua melayang sambil memperhatikan kondisi dibawah, Medan Perang penuh darah.


"Hmmm, ada banyak darah mengalir membentuk sebuah sungai menutupi Kota maupun daratan dibawah. Ini, ah, lebih baik tidak mempertanyakan hal ini." Gumam Qin Chen.


Dibawah, Qin Chen melihat pasukannya sudah membantai pasukan musuh dengan gaya mereka masing-masing, brutal!


Perang antara dua Asura telah di mulai, Chu Chunhua juga melihatnya dari atas sana. Sedikit kesamping, matanya melihat Istana Raja Asura berserta Raja Asura berada di atas Istana.

__ADS_1


Sementara itu, Raja Asura langsung mendekati Qin Chen dan juga Chu Chunhua. Dia merasa bahwa mereka berdua adalah musuh, karena muncul di akhir dengan berada di langit sudah menunjukkan kekuasaannya.


Saat kedatangan Raja Asura Barat, Qin Chen melihatnya sedang marah, murka, kesal, dan lain sebagainya. Niat membunuh tersebar luas di langit-langit, pandang Raja Asura Barat begitu tajam.


"Keparat! Sialan! Apa kalian yang melakukan semua ini! Jawab aku, manusia!" Dengan suara keras Raja Asura bertanya lantang kepada Qin Chen sambil menunjukkan niat membunuhnya.


Chu Chunhua mendengar hal tersebut sedikit mengangkat alisnya, dia meliriknya sekilas. "Huh? Apa yang haru saja kau katakan? Kecil!"


"Kau! Apa kau berpura-pura tuli! Jawab pertanyaanku! Apa kalian yang membuat keributan di Wilayahku!"


Raja Asura tidak dapat menahan emosinya lagi, emosi miliknya meluap-luap membetuk Badai angin begitu besar di langit. Dengan gerakan kakinya melesat ke tempat Qin Chen.


Chu Chunhua melihat hal tersebut sedikit mengeratkan giginya. "Cih!"


Tiba-tiba, sebuah tombak besar muncul dari hadapan mereka berdua, meluncur dengan kecepatan tinggi menuju tempat Qin Chen berada sekarang.


Namun serangan tersebut dihentikan oleh Chu Chunhua. Pandangan matanya menghentikan Ruang dan Waktu di sekitarnya, segala gerakan di dalam kekuasaannya akan di tiadakan.


Bang!


Ujung tombak yang menyerang terhenti dengan dentuman besar. Serangannya di hentikan oleh sesuatu yang tak terlihat, seperti pertahanan mutlak!


Setelah kekuatan lamanya kembali, dia akan menggunakannya untuk membalaskan dendam di masa lalu. Mereka telah lama tidak bertemu, dan sekarang semut kecil di hadapannya berlagak tinggi di hadapannya.


Terpenting, Raja Asura mengatakan kata-kata kasar kepada suaminya berulangkali. Ini tidak dapat di toleransikan.


"Serangga, berani mengatakan kata kasar kepada suamiku, kau mencari kematian. Satu kata untuk kehidupan, dua kata untuk kehancuran!"


Namun, jentikan tersebut bukanlah kebaikan, melainkan kehancuran. Jentikan yang mengandung Energi kehancuran tak terukur besarnya berada di ujung jarinya. Saat jarinya di jentikan, sebuah serangan besar terlepas begitu saja.


Swushh!


Duarr!


Srakkk!


Duarr! Duarr! Duarr!


Sebuah ledakan besar menghancurkan dunia tersebut. Serangannya dapat membelah Dunia menjadi dua wilayah, kekuatan Chu Chunhua benar-benar menghancurkan segalanya tanpa batas.


Sistem Surya di atas hancur dan serangan masih menghancurkan segala sesuatu yang berada di hadapannya hingga menyentuh komflek multi langit yang rumit di hancurkan berkeping-keping.


Ledakan terus menggema, jiwa-jiwa berjatuhan begitu besar. Alam Neraka akan kesulitan menghitung dosa mereka, namun akan memurnikan jiwa-jiwa tersebut secara brutal.


Wilayah Barat menghilang dari Dunia, disana hanya akan ada dua Wilayah yang terpisah oleh Neraka panjang membentang dari mata memanjang.


Kehancuran tersebut hingga menghancurkan Wilayah Selatan dan Utara mendapatkan dampaknya. Istana Timur juga mengalami kehancuran besar.


Seluruh pasukan musuh lenyap, meskipun ada yang bertahan, namun mereka sangat syok melihat kekuatan tersebut.

__ADS_1


Qin Chen, dia bahkan belum bergerak sedikitpun dengan istrinya mengambil alih kekuasaan. Mata Qin Chen terbuka, rahang bawah jatuh melihat hal tersebut, meskipun dia dapat melakukan juga dengan lembut.


Apa benar, dia sudah bersikap lembut pada musuh?


'Gluk! Apa dia benar-benar bersikap lembut layaknya seorang Putri? Tapi ini, ini kehancuran menyerupai Iblis tiran.' Batin Qin Chen bertanya-tanya tentang sifat lembutnya.


"Serangga tetaplah serangga, sekalipun kau adalah Dewa Tertinggi. Kalian tidak berbeda dengan serangga di ujung jariku. Hmph! Berani menghina suamiku, maka bersiaplah untuk mati."


Dia membalikkan pandangnya kesamping, melihat Qin Chen tengah terdiam melihatnya. Ini belum kekuatan sebenarnya, dia masih bermain-main melawan mereka, jika kekuatan sejatinya diperlihatkan maka sudah dapat membuat semuanya kembali ketiadaan.


Sekarang, kekuatan miliknya telah kembali ke titik semula, dendam dulu akan di balaskan sebentar lagi. Dia menunggu Qin Chen mengatakannya, karena dia tidak ingin mengambil tindakan egois sendirian.


Qin Chen menghela napasnya melihat istrinya benar-benar kuat. "Haa ... Jangan gunakan kekuatanmu, kamu membuatku hampir mati terkejut."


"Hehehe ... Maaf, dia menghina suamiku, aku hanya memberikan pelajaran yang paling lembut padanya. Apa kamu marah?" Ungkapnya sambil melihat Qin Chen dengan eksepsi wajah yang sedih.


Qin Chen, dia benar-benar tidak dapat bergerak satu langkah pun dari sana. Saat sifat istrinya perlahan muncul, Qin Chen. "Tidak, baiklah ... Lakukan apa yang kamu sukai, hidupmu hanya kamulah yang menentukannya, bukan aku."


"Apa kamu marah denganku? Maaf, aku tidak akan melakukannya lagi. Jadi, maafkan aku ... " Balasnya, dia mendekati Qin Chen. Memeluk tangannya dengan erat sambil melihat Qin Chen.


Mata Qin Chen tidak kuat melihat tatapan mata miliknya. "Baiklah, aku memaafkanmu kali ini. Jangan lakukan lagi, ini untuk kebaikanmu."


"Baik."


Setelah perdebatan kecil usai, mereka berdua baikan lagi. Qin Chen kali ini tidak mendapatkan apapun selain kehancuran sejauh mata memanjang, namun sudahlah ini perbuatan istrinya juga.


Qin Chen menariknya dan mengusap-usap kepalanya dengan lembut. "Selanjutnya adalah Selatan, pasukan Asura akan bergerak ke Selatan dari sekarang dan membutuhkan waktu satu Minggu untuk tiba disana."


"Karena begitu lama, aku akan secara pribadi muncul di Benua Selatan. Mengambil Pedang Asura dan menyebarkan informasi tentang Penguasa Alam Asura yang baru, yaitu diriku sendiri."


"Aku ikut, ya. Aku janji tidak akan melakukannya lagi. Apa boleh?" Tanya Chu Chunhua dengan wajah yang seakan-akan ingin meminta permen.


"Baiklah, aku pegang janjimu itu. Jika kamu melanggar, aku akan menghukummu dengan sangat baik."


Dia mengangguk, setelah disana selesai, Qin Chen pergi menuju Benua Selatan untuk menghadapi Raja Asura yang memiliki Pedang Asura Legendaris.


Di sana, Raja Asura Mo Xiàn Yin mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Jendral, persiapkan pasukan untuk menyebarkan berita Kemenangan Raja Sejati di seluruh Dunia. Buat namanya menggema di langit berbintang."


"Baik, Raja."


Jendral pergi dari sana meninggalkan Raja Asura Mo Xiàn Yin sendirian disana. Saat Qin Chen dan Chu Chunhua pergi, Raja Asura Mo Xiàn Yin juga ikut pergi dari sana menuju Benua Selatan dengan caranya.


Memanggil Monster terbang, dia mengendalikan monster tersebut melesat menuju Benua Selatan. Kecepatan Monster tersebut dua kali lipat dibandingkan Kecepatan terbang miliknya.


...


*See You Again :)

__ADS_1


Ini bab kemarin, bab hari ini akan di up besok doubel


__ADS_2