
Mu Xuayin, Qiu Yu Ran, Ayah dan Ibu Qin Chen, Su'er ada di dalam sana. Mother God duduk tenang menutup matanya, dan mendengarkan apa yang akan dibicarakan oleh Qin Chen di dalam sana.
Dewi Suci menghela napasnya, dan dia berbicara. "Sepertinya Chen'er telah mengetahui, sekarang Ibu Dewi tidak akan memendam hal ini lagi."
Mu Xuayin tampak bingung dengan mereka berdua, apa yang mereka bicarakan kenapa aku yang menjadi takut! Bayang-bayang pertanyaan tersebut terus berjalan mengelilingi pikirannya.
"Namun sebelum itu, apa kamu tahu kenapa Sejarah di ubah?" Tanya Dewi Suci.
Sontak membuat Mu Xuayin terkejut, dia semakin ingin mendengarnya namun detak jantungnya semakin cepat berdetak seolah-olah tengah ketakutan.
"Aku tidak tahu jelas, dalam benakku sekarang ini ... Sejarah di ubah untuk melindungi seseorang dan agar tidak terjadi perang antar Dewa begitu lama."
"Jawabanmu ada benarnya dan ada salahnya, Mu Xuayin. Ibu Dewi akan menceritakan apa yang terjadi tentang Ibumu, kamu dengarkanlah baik-baik. Namun sebelum itu, Ibu Dewi tidak ingin mendengar balas dendam darimu, karena ini bukanlah yang Ibumu minta dahulu." Dewi Suci langsung berbicara kepada Mu Xuayin karena dia ingin menceritakan sejarah.
"Apa ibu Dewi mengetahui sesuatu?" Tanya Mu Xuayin dengan wajah takut dan serius.
"Ya, ini terjadi saat Perang Dewa melawan Mahkluk Mistis Sang Phoenix Api Surgawi. Dulu, ada beberapa Dewa menyebarkan berita tentang kekuatan Sang Phoenix Api Surgawi. Kamu tahu, Mahkluk Surgawi atau Dewa takut dengan kekuatan besar ...
Saat mendengar berita tentang Sang Phoenix Api Surgawi akan membunuh mereka dan mengambil alih Surga sepenuhnya membuat mereka semua takut. Gencatan senjata tidak dapat di pungkiri lagi, para Dewa yang terhasut mulai menyerang Phoenix Api Surgawi ...
Pertarungan besar berlangsung beberapa hari, hingga Phoenix Api Surgawi mundur karena kalah Jumlah. Pertarungan mereka adalah sejarah kedua paling besar dan di takuti oleh para Dewa setelah Alam Neraka ...
Luka yang diterima Phoenix Api Surgawi begitu parah sehingga dia bersembunyi di Desa kecil untuk waktu yang lama. Disalah kamu lahir, Mu Xuayin. Ibumu menikahi orang yang dia cintai yang kamu sebut sebagai Ayah ...
__ADS_1
Setelah kamu lahir, Ibumu telah tidak ada di Dunia lagi. Dia menghembuskan nafas terakhirnya, dan menitipkan kamu kepada ayahmu ... " Jelas Dewi Suci.
Qin Chen sedikit melirik kesamping melihat Mu Xuayin tengah menahan marah dan benci. Auranya mulai kotor, secepat mungkin Qin Chen memeluknya dan memadamkan amarah tersebut. "Jangan terbawa amarah, Xuayin. Kebencianmu adalah Kebencianku, amarahmu adalah amarahku. Jangan membawanya sendiri, ini dapat membuat energimu menjadi kotor."
Meskipun bukan ini yang ingin Qin Chen bilang, Mu Xuayin perlahan redah, amarahnya menurun secara bertahap dan dia meneteskan air matanya tanpa suara. Qin Chen menariknya dan memeluknya sambil membelai rambutnya yang panjang.
"Menangislah, kesedihanmu aku menerimanya ... "
Dewi Suci tidak melanjutkan pembicaraannya karena melihat Qin Chen tengah menenangkan Mu Xuayin. Mu Xuayin tampak sedih, dia memeluk Qin Chen dengan erat dan membasahi pakaian Qin Chen.
"Lanjutkanlah."
"Sebelum Sang Phoenix Api Surgawi tiada, dia menemuiku untuk meminta Air Abadi, dan memintaku agar mengubah sejarah tentang dirinya. Semuanya dia lakukan untuk putrinya agar tidak berjalan di arah balas dendam, dia ingin kehidupan Mu Xuayin baik dibandingkan dirinya yang sesaat di Alam Surga ...
Ibu Dewi menerimanya, Kaisar Naga Chen sebagai salah satu Mahkluk Mistis yang diciptakan sama seperti Sang Phoenix Api Surgawi, dia tidak keberatan tentang ini. Mengingat, keturunan Phoenix hanya Mu Xuayin sendiri dengan tipe langka, yaitu Phoenix Es ...
Waktu itu juga Ibu Dewi masih memiliki masalah dengan Alam Tertinggi sehingga tidak dapat menunjukkan keberadaan kami berdua. Saat sebelum dia tiada, dia meminta Ibu Dewi untuk menjaga Mu Xuayin dari kejauhan dan membuatnya memilih jalan Surga dan bukan Iblis."
Qin Chen mendengar semuanya, dan masih membelai rambut Mu Xuayin dengan lembut. Dewi Suci setelah menjelaskannya hanya dapat diam melihat putranya tengah menenangkan istrinya.
"Jadi begitu ... Sekarang aku mengerti, terimakasih sudah menjelaskannya." Balas Qin Chen.
Dia mengeluarkan sebuah pedang melalui tangan kirinya, ini mengejutkan mereka sekaligus. Namun Dewi Suci melihat bahwa itu adalah Senjata khas Phoenix Api Surgawi di masa lampau.
__ADS_1
"Xuayin, ibumu mengatakan padaku bahwa dia bangga memiliki putri sepertimu. Aku sebelumnya menemui dirinya, dan menceritakan tentangmu kepada dia. Setelah aku menceritakan tentangmu, dia dapat pergi dengan tenang tanpa ada penyesalan dalam dirinya melihatmu telah tumbuh dewasa menjadi wanita cantik dan dikagumi banyak orang-orang di Alam Surga."
Meskipun di masa lampau begitu pahit, namun sekarang berbeda. Mu Xuayin memiliki keluarga yang melindunginya, Kaisar Naga Chen dan Dewi Suci. Ditambah dengan Mother God, Alam Surga yang akan dibawanya lebih baik dibandingkan sebelumnya.
"Senjata ini aku temukan setelah kepergian ibumu. Ambillah, mungkin ini dibuat hanya untukmu." Qin Chen memberikan Senjata tersebut kepadanya, Mu Xuayin melihat dan meraih senjata tersebut.
Wushh!
Hembusan angin dan cahaya biru keputihan terpancar keluar, elemen es miliknya seolah-olah terikat satu sama lain. Senjata tersebut berubah, ini lebih mendominasi ke warna Es dibandingkan sebelumnya berwarna merah.
Qin Chen melihat Senjata tersebut dan terkejut, itu adalah Senjata Ilahi yang ditempah menggunakan material ilahi seperti Batu Langit, darah Dewa sebagai persembahannya, dan Inti Dunia yang mengikat aturan dan hukum di dalamnya.
Menyerupai Senjata Qin Chen, namun ini hanya dapat menghancurkan Hukum dan Aturan Dunia, tidak seperti Senjata bawaan Qin Chen yang pernah ia gunakan.
"Senjata tersebut sudah mengakuimu sebagai Tuan barunya, dia adalah Senjata kelas Ilahi. Ibumu mungkin menyiapkan senjata ini untuk kamu gunakan di masa depan, jadi rawatlah dengan baik."
"Hmmm ... Terimakasih karena terus membantuku selama ini. Aku mungkin tidak akan sampai ke titik ini tanpa bantuanmu dulu di Alam Rendah."
"Tidak apa-apa, semuanya sudah selesai. Kamu istriku, dan aku suamimu. Meskipun aku jarang di Istana, namun aku selalu berada di sisi kalian. Besok, aku akan melanjutkan Penghancur Alam di sekitar Alam Surga untuk menuntaskan ancaman besar yang akan datang kedepannya."
"Hmmm ... Aku akan membantumu dengan menuntaskan masalah Delapan Alam Surga lainnya. Aku tidak ingin menjadi patung lagi, kamu menghancurkan, aku akan juga ikut menghancurkan."
Qin Chen sedikit bingung, namun sudahlah dia tidak menghiraukan Delapan Alam Surga. Mereka ada untuk dihancurkan dan menjadi batu loncatan bagi Qin Chen maupun Mu Xuayin, bukan untuk di puja-puja sebagai Alam Surga kelas atas yang sombong.
__ADS_1
...
*See You Again :)