
Negeri Daun
Di Antara Lautan Berbintang begitu luas, Negeri Daun adalah bintang kecil di antara ratusan ribu Bintang besar di Sistemnya. Dunia yang tersembunyi, dan hanya sedikit orang yang mengetahuinya.
Terletak jauh dari Alam Surga, Negeri Daun adalah tempat bagi kultivator hebat tersembunyi. Meskipun begitu, Alam Surga adalah Tertinggi.
Di Dunia tersebut, Qin Chen dapat melihat bahwa apa yang dia lihat sekarang adalah, Wilayah hijau membentang luas di Dunia tanpa ada sedikitpun tanah gersang dan lain sebagainya.
Di hadapannya terdapat sembilan gunung tinggi dimana, masing-masing di puncak gunung terdapat satu Paviliun besar. Mereka adalah Pilar Negeri Daun.
Qin Chen yang baru saja tiba disana melihat ke arah Chu Chunhua, tidak tahu apa yang dipikirkan istrinya namun Qin Chen tetap mengikutinya.
"Sayang, kenapa kita kesini? Apa ada sesuatu disini?"
"Tentu, karena kita kesini untuk mengikuti pelelangan sembilan Paviliun besar. Ada banyak barang menarik untuk hadiah, jadi aku memutuskan kesini."
"Pelelangan? Benar, aku belum pernah ke pelelangan akhir-akhir ini. Baiklah, kita borong pelelangan ini."
"Yo."
Qin Chen dan Chu Chunhua terbang ke atas dengan kecepatan rata-rata Dunia, mereka berdua menuju Paviliun Pelelangan di Kota. Namun sebelum itu, mereka mencari penginapan untuk malam ini.
Chu Chunhua yang menyewa penginapan karena dia lebih paham dibandingkan Qin Chen. Qin Chen hanya berdiri dibelakangnya menyiapkan uang untuk pembayaran.
Di Negeri Daun, suasana di malam hari akan terasa sangat dingin, dan banyak mahkluk lain akan bermunculan untuk berburu. Karena itu, banyak orang-orang di Negeri Daun tidak keluar rumah saat malam hari.
Di dalam penginapan Chu Chunhua telah selesai mengurus penyewaan. Setelah mendapatkan ruangan, mereka berdua berjalan menuju ruangan mereka untuk beristirahat hingga besok tiba.
***
Malam pun tiba, Qin Chen kini tengah berada di samping jendela penginapan. Matanya melihat keluar jendela dan dikejutkan dengan tidak ada satupun orang yang keluar. Bahkan, Kota disana terlihat begitu sunyi tanpa satupun orang disana.
'Kenapa mereka tidak keluar? Apa ada semacam kutukan atau apalah yang membuat mereka semua tidak ada di luar ruangan?'
Saat memikirkan hal tersebut, tiba-tiba sebuah cahaya muncul menyerupai Api Biru dan perlahan membentuk Mahluk Aneh. Qin Chen tidak berkedip melihatnya, jelas dia hanya boleh membuka jendela sedikit.
Mengamati dengan jelas, tubuhnya memiliki bentuk seperti Golem, namun terbuat dari Spritual. Memiliki Armor Api Biru, dan tinggi rata-rata menyerupai Kurcaci, namun kekuatan mereka jauh dari imajinasi Qin Chen.
Chu Chunhua yang tengah terduduk melihat Qin Chen begitu terkejut saat ini. Dia paham, karena dia juga pernah mengalaminya. Berdiri dari ranjang, Chu Chunhua mendekati Qin Chen.
Saat dia melihat keluar jendela, Chu Chunhua melihat Ras Feuer tengah berkeliaran di Kota ini.
"Mereka adalah Ras Feuer, Mahkluk Spiritual bertipe Api. Kebanyakan mereka akan muncul di Kota maupun tempat-tempat lain saat malam hari. Mereka bermunculan untuk mencari makanan seperti manusia, Hewan maupun kehidupan lainnya."
"Ras Feuer? Kenapa hanya di malam hari? Dan bukankah orang-orang di sini berlatih kekuatan? Kenapa mereka masih takut dengan kekuatan Ras ini?" Tanya Qin Chen.
"Sepertinya kamu salah memahami, meskipun tubuh mereka kecil, namun kekuatan mereka hampir menyaingi kekuatan Puncak Alam Surga. Tentunya, mereka memiliki pawang di belakangnya, dia adalah Raja yang mengendalikan mereka semua."
__ADS_1
"Jadi begitu ... Aku mengerti sekarang, Negeri Daun ini sedikit unik menurutku. Satu hal lagi, apa kesembilan Paviliun disini bermusuhan? Lalu, seberapa luas dunia ini Dimata mereka."
"Mereka bermusuhan, dan Negeri Daun begitu luas. Kenapa kamu membahas hal ini disaat suasana hari ini mendukung. Kemarilah, aku akan memberikanmu hadiah spesial karena menemaniku jalan-jalan."
Setelah menjawab pertanyaan Qin Chen, Chu Chunhua tiba-tiba menariknya jatuh ke atas ranjang tempat tidur. Saat ini, tepat dimana Qin Chen berada di posisi dibawah sedangkan Chu Chunhua berada di atas.
Chu Chunhua melihat Qin Chen dengan pandangan sudah tidak tahan lagi, dari pandangan matanya saja Qin Chen sudah melihat bahwa dia tidak tahan lagi.
Napasnya mulai tidak beraturan dan suasana di dalam ruangan terasa panas dengan aroma-aroma wangi tak tertahankan tercium dari hidungnya.
"Huft ... Huft ... Hari ini ... Aku akan memberikanmu Hadiah spesial dariku. Tidak boleh menolak, jika kamu menolaknya, aku bukan lagi Istrimu, paham." Ucap Chu Chunhua kepada Qin Chen dengan suara tegas namun begitu menggoda di akhirnya.
"Hanya malam ini saja, aku tidak ingin menjadi laki-laki bajingan." Ucap Qin Chen.
"Bajingan? Tidak ... Kamu bukanlah bajingan, kamu adalah suamiku dan aku Istrimu ... Jika kamu menginginkannya, maka aku akan memberikannya. Tapi, tidak boleh sering-sering ya, ada waktunya ... Atau aku akan mengigitmu setiap malam." Valas Chu Chunhua sambil menjilat bibirnya menggunakan lidahnya, dia tersenyum manis kepada Qin Chen.
Sementara Qin Chen, dia tertegun mendengarnya. Dalam benaknya sekarang, iblis seperti apa yang telah Qin Chen bangunkan sekarang ini. Satu bulan yang lalu, Mu Xuayin berubah menjadi iblis kecil yang menghisap Qin Chen seharian, dan sekarang, Istrinya yang ini mau menghisapnya setiap hari.
Tiba-tiba, sentuhan bibirnya mengejutkan Qin Chen. Chu Chunhua mengambil inisiatif menyerang Qin Chen terlebih dahulu. D dalam ruangan penginapan, aroma-aroma dan suara sepasang kekasih tengah berbulan madu di mulai.
Sebelum kehilangan kendali, Qin Chen telah memasang peredam suara di sekeliling ruangan agar suara mereka tidak keluar dari sana.
Saat itu juga, suara-suara memanjakan telinga terdengar keras. Pikiran dan Jiwa akan terganggu karena tidak dapat menahannya, imajinasi gila terus menggerogoti pikiran mereka.
Chu Chunhua benar-benar iblis kecil! Dia tidak membiarkan musuhnya terlepas dengan mudah saat dia berada di Puncak Kehidupan atas Segalanya.
Bulan yang terang masuk kedalam ruangan, menjadi saksi bahwa Qin Chen tengah mengambil tindakan bertanggung jawab atas semuanya.
Burung-burung berkicau di luar jendela di malam hari dan banyak makhluk spiritual berdatangan ke Kota saat hari semakin malam disana.
Dibawah rembulan malam, angin sepoi-sepoi berhembus dari Puncak Gunung menyapu debu-debu dibawah lalu masuk kedalam ruangan membuat kain-kain beterbangan.
Suasana dingin menjadi hangat.
Dalam kasus ini, Qin Chen berada di atas mengambil segalanya dan melahap segalanya yang berada di hadapannya. Jika istrinya adalah Iblis, maka dia adalah Raja para Iblis! Agar istrinya tidak dapat direbut oleh pria lain.
Suara eragan dan bunyi-bunyi ranjang bergerak memberikan imajinasi semakin tinggi dan tinggi di luar batas kemampuan manusia rata-rata. Hingga mereka berdua melewati waktu demi waktu.
***
Pagi Harinya
Saat bulan turun, matahari naik dengan cahaya hangat yang menyelimuti Benua. Kehangatan miliknya membawa semangat baru bagi kehidupan dan dua kekasih yang tengah tertidur setelah melakukan hubungan mendalam sebagai suami istri.
Dibawah atap penginapan, Qin Chen terbangun saat dia melihat kesamping. Istrinya tengah tertidur pulas dengan senyuman bahagia dan manis di bibirnya.
Qin Chen membelai rambutnya dengan menyingkirkan dari tempat pandangan matanya. Sambil memberikan kecupan di kening, Qin Chen hendak berdiri namun tiba-tiba tangan istrinya menahannya.
__ADS_1
Memutarkan kepalanya melihat ke arahnya, Chu Chunhua tengah Melihat Qin Chen walaupun dengan mata masih sedikit tertutup.
"Kamu sudah bangun, sayang?" Tanya Qin Chen.
"Hmmm ... Tadi malam, kamu sangat hebat, sayang. Aku takut kita akan memiliki putri atau putra lagi. Setidaknya aku ingin 2 putri kecil yang manis" Balasnya sambil menggoda Qin Chen saat dia setengah sadar.
Mendengar hal tersebut tentunya membuat Qin Chen tersentak diam tak bergerak. Dengan cepat Qin Chen bergerak, dia tidak berharap Istrinya begitu mengerikan seperti ini, Qin Chen lalu mengusap-usap kepalanya.
"Bukankah bagus? Aku pernah mendengar kalimat ini dari temanku, semakin banyak anak semakin banyak rezeki." Balas Qin Chen.
Pada saat itu juga, Chu Chunhua telah sadar lalu melihat ke arah Qin Chen sambil memainkan ujung jarinya di **** olehnya sendiri sambil berkata. "Jadi, apa kamu mau membuatnya lagi denganku? Sa-ya-ng?"
Gahhhh!
Qin Chen sontak terkejut mendapatkan godaan seperti ini, dia tidak dapat berkata-kata lagi. Jalan nya sebagai laki-laki hancur seketika saat istrinya menggodanya dengan cara seperti ini.
Tahan Qin Chen, tahan!
Dalam hatinya menguatkan Jiwa, tetap tahan dengan godaan seperti ini. Tidak dapat dibiarkan, Qin Chen mencoba memalingkan wajahnya namun tidak sanggup lagi.
'Gahhh! Apa-apaan ini, bagaimana bisa aku tidak dapat membalikkan pandanganku! Apa ini kekuatan Mutlak dari godaan istri lama? Atau istri muda!'
'Sial! Yang benar saja! Aku adalah Qin Chen Dewa Tertinggi yang memiliki martabat hebat dan kekuatan tak terbatas, bagaimana bisa aku kalah dengan godaan kecil ini! Tidak mungkin, jantungku mulai bergetar hebat, tubuhku kehilangan kendali atas diriku!'
Saat imajinasi dan hati saling beradu satu sama lain ini menciptakan detak jantung tak beraturan. Tubuhnya tidak dapat merespon dengan baik, saat yang bersamaan, Chu Chunhua mengerakkan jarinya memberikan garis lurus dari dada Qin Chen hingga kebawah.
Perasaan ini membuat Qin Chen merinding tak tertahankan, hingga jarinya menyentuh adik laki-lakinya yang telah putus asa dengan godaan Istri.
"Fufu ... Sangat berani menahan diri, aku menyukainya."
Saat mendengar perkataannya, Qin Chen menguatkan diri dan mendorongnya kembali ke atas tempat tidur. Qin Chen melihat istrinya tepat sangat dekat hingga wajah istrinya memerah.
Dari wajah Chu Chunhua senyuman senang dan bahagia terlihat jelas di mata Qin Chen, Qin Chen lalu berbicara.
"Hari ini aku kalah, tapi untuk kedua kalinya, aku mendominasi wilayah milikmu." Ucap Qin Chen.
Chu Chunhua lalu memeluknya dengan erat membawanya kedalam pelukannya, kepalanya berada di samping telinga Qin Chen sambil membisikkan sesuatu.
"Coba saja, sayang."
Dengan suara kecil dan halus, Qin Chen merasakan sesuatu yang membuatnya merinding. Chu Chunhua sepenuhnya menggoda Qin Chen sekarang ini, dia memang suka menggoda Qin Chen dari dulu.
Qin Chen yang mendengar hal tersebut tersenyum, dia akan menang di pertarungan selanjutnya.
...
*See You Again :)
__ADS_1